
"Sialan !!!!" Umpat Galang ketika mendapati kabar bahwa Gibran akan ke Solo bersama timnya.
"kalau mau mengumpat, jangan di sini. Panas kupingku !!" Sindir Gibran.
"Ugh ! Bisa-bisanya Queen pergi ke Solo !!! Lu,kan tau, di Solo ada siapa ?!!!"
"Ryu? Tau.., tapi gak ada waktu kali buat main-main. Awas aja kalo dia sampe nemuin Ryu...," Kata Gibran.
Mendengar itu, Galang langsung mendekati adik kembarnya,
"jadi, sekarang lu di pihak gue?" Tanya Galang.
"Bukan..," Kata Gibran.
"tapi, tadi barusan lu__,"
"menemui Ryu, sama juga membuang-buang waktu. Kita ke sana untuk lomba. Untuk ikut kompetisi. Bukan temu kangen." Kata Gibran.
Galang tersenyum miring,
"sampai akhirnya, yang ada di otak lu cuman lomba. Hadeeh..., kayaknya otak lu dah error. Bisa-bisanya gak mikir yang lain, ckck.. ," Kata Galang lalu tiduran di atas ranjang Gibran.
"aku tidak punya waktu memikirkan yang lain." Kata Gibran.
"begitukah? Gak mikirin Liza?" Tanya Galang.
"Liza?" Gibran berhenti sejenak. Entah kenapa, ketika nama itu disebut, ia merasakan geli di dadanya.
"Aku tidak memikirkan dia. Lagipula kenapa kamu bisa menyebut namanya?" Tanya Gibran mengacuhkan rasa yang aneh di dadanya barusan.
"entahlah..., Gue ngerasa lu suka sama dia...," Kata Galang.
Gibran memutar bola matanya,
"sayangnya, aku bukan playboy sepertimu !" Kata Gibran lalu beranjak dan keluar dari kamarnya.
"mau kemana lu?"
"mau minum.., haus !" Kata Gibran agak berteriak lalu menutup pintu kamar mereka.
*
Keesokan harinya,
Queen jenuh dengan kehadiran kakak kelasnya yang di mata teman-temannya itu keren, tetapi di matanya, dia adalah lelaki yang cerewet. Alias Galang.
"Kenapa lu harus ke sana, sih? Gak ada apa lomba di tempat lain???" Tanya Galang. Entah kenapa ia khawatir kalau gadis pujaannya malah direbut di sana.
"Emang di sana Kakak Galang..., Bukan Queen. yang berwenang menentukan tempat lomba !!"
__ADS_1
"Ya, masalahnya, gue Minggu depannya ada tanding di Bandung ! kalo lu pergi, gue kapan ketemu elu, hah???!!!" Protes Galang.
"ya, Minggu depannya lagi, lah..., Gimana, sih Kak Galang? Jadi orang ribet banget. Ruwet !! Hadeeh...," Kata Queen kesal.
"Gak, mana bisa gue gak ketemu elu selama dua Minggu?? Enggak, gak bisa !!!"
"hadeeh..., Kak Galang, Please, deh..., Queen tau kalo Kak Galang suka sama Queen, tapi hellow..., Diri Kak Galang sendiri juga butuh perhatian__,"
"gue merhatiin diri gue sendiri,kok!!!" Potong Galang.
"apa ?? Merhatiin apa?? Kak Galang gak tau kalo kak Galang baru aja cuekin diri kak Galang sendiri???" Queen tak mau kalah.
"gue gak cuekin diri gue? Apa, sih lu Queen ? Gak jelas !!!" Galang juga tak mau kalah.
Queen maju satu langkah, sehingga jarak mereka berdua cukup dekat. Kini Queen menatap Galang tajam lalu menunjuk dada Galang,
"sekarang pikir, Kak Galang ngapain ke Bandung?" Tanya Queen.
"Tanding."
"Nah, sama, Queen ke Solo juga kompetisi."
"Terus?"
"terus kenapa kak Galang memaksakan kehendak?? Kenapa kita, tuh harus rutin ketemu?? Emang kita punya hubungan apa?? Gak ada !!!" Tegas Queen.
"Gue suka sama Elu ??? Kurang Jelas ??!!!" Galang masih keras kepala.
"Dan gue gak akan nyerah untuk lu balas perasaan gue !!!"
"Kak Galang...," Lirih Queen.
"itu gak akan terjadi. Hatiku hanya untuk Ryu !! Jadi jangan menyia-nyiakan hati dan pikiran kakak untuk aku. Pikirkan diri kakak sendiri !!!" Kata Queen sambil menatap Galang tajam.
"Gue__,"
"Queen...," Tiba-tiba ada orang yang memanggil Queen,
Galang menoleh dan menemukan mantan bulan-bulanannya yang sedang berdiri tak jauh darinya dan Queen.
"Ngapain lagi, nih curut satu muncul ??!!" Gumam Galang kesal.
"Jonas ? Bu Beatrice udah Dateng?" Tanya Queen.
"I,iya.., Aku disuruh jemput kamu...," Kata Jonas sambil menunduk karena Galang menatapnya tajam.
"Oke.., Uhmm..," Queen menatap Galang,
"Ingat kata-kataku, Kak Galang !!" Kata Queen lalu pergi meninggalkan Galang dan mengikuti Jonas.
__ADS_1
"Sial !!! Dasar curut pengganggu !!" Gerutu Galang kesal.
*
Jonas berjalan di samping Queen sambil sesekali memandangi wajah Queen yang cemberut.
Diam-diam Jonas tersenyum. Ia tahu, pasti terjadi sesuatu di antara Galang dan Queen,
"sepertinya aku akan mendengar kabar baik....," batin Jonas.
"ehm ! Queen...," Jonas berusaha membuka pembicaraan,
Wajah Queen tiba-tiba berubah menjadi lebih ramah,
"ya, Jonas?"
"uhm.., apa terjadi sesuatu sama kamu dan Kak Galang? Kenapa kamu terlihat tidak nyaman?" Tanya Jonas.
Mendengar itu, wajah Queen langsung berubah jadi kesal lagi. Entah kenapa, ia jadi mengingat perdebatannya tadi dengan Galang,
"ugh !! Jangan sebut nama dia !!!" Bentak Queen sehingga membuat Jonas berhenti dan kaget.
"se, sebenarnya ada masalah apa, Queen?" Tanya Jonas.
Queen mengernyitkan dahinya,
"uhm.., tidak. Tidak ada !" Katanya ketus. Ia kesal, tapi baginya menceritakan pada Jonas, bukanlah keputusan yang tepat. Ia dan Jonas tidak sedekat itu.
Namun Jonas langsung bisa menebak, kalau ada masalah di antara Galang dan Queen. Ya, semua orang di sekolah tahu, kalau Galang menyukai Queen.
"Ayo, cepat ! Nanti kita dimarahi Bu Beatrice !!" Kata Queen lalu berjalan duluan.
Sedangkan Jonas yang ditinggal, malah tersenyum,
"bagus..., sepertinya penghalangku untuk mendapatkanmu akan tersingkir dengan sendirinya...," Katanya bicara sendiri.
"Dasar bodoh ! Itulah akibatnya jika hanya mengandalkan perasaan !" Kata Jonas lagi sambil tersenyum puas.
"Jonas !!! Jangan meminta pembelaanku jika kamu dimarahi oleh Bu Beatrice !!!!" Teriak Queen yang sudah jauh di depan.
"iya !!" Jonas lalu mengejar Queen.
BUG !
Sedangkan Galang yang mengikuti mereka secara diam-diam memukul dinding setelah mendengar perkataan Jonas.
"dasar curut sialan !!!" keluhnya.
"Gue kira dia cuman cecurut yang gak tau apa-apa..., ternyata dia mulai melunjak. Lu kira gue takut, karena lu pernah ditolong oleh Queen ??? Lihat saja nanti..., habis lu sama gue !!!" Kata Galang bicara sendiri dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
*