
Loli yang sedang melukis di samping Putranya diam-diam melirik hasil lukisan sang Putra. Ia tersenyum ketika melihat lukisan Awan, Putranya,
"Lagi-lagi lukisan itu..., sudah berapa kali kamu melukis objek yang sama, Awan...," Sindir Loli.
"Berkali-kali. Dan Awan menyukainya Ayah...," Jawab Awan.
"kenapa kamu suka melukis objek itu? Apa ada arti tersirat di dalamnya?" Tanya Loli lagi.
Awan berhenti sejenak sembari memandangi hasil lukisannya, Seorang wanita yang menggunakan mahkota yang sedang membelakanginya,
"Ya, ada sebuah arti tersirat di sini, Ayah...," Kata Awan.
"Maukah kamu memberitahukannya pada Ayahmu ini, Awan?" Tanya Loli lagi.
Awan tersenyum,
"Ini sebuah kisah cinta, Ayah." Awan lalu mengintip lukisan ayahnya,
"sama halnya seperti lukisan Ayah sekarang. Seekor lebah yang terbaik di dalam tanaman Venus. Bukankah itu adalah kisah cinta antara Ayah dan Bunda?" Tanya Awan.
Loli tersenyum,
"ya.., benar.., Ayah bagaikan seekor lebah yang jatuh cinta pada tanaman Venus alias Ibundamu. Sayangnya cinta itu awalnya terasa pahit, meskipun berakhir manis." Kata Loli menjelaskan
"Atau sebaliknya, Ibunda adalah seekor lebah, dan ayah adalah tanaman Venus...," Timpal Awan.
Lagi-lagi Loli dibuat tersenyum oleh putranya,
"apakah Ibundamu yang mengatakan itu?" Tebak Loli. Jessica memang sangat sering menceritakan kisah cintanya dengan Loli pada Putra mereka,
"iya.., begitulah..," Kata Awan lalu melanjutkan lukisannya.
"Lalu, apa arti dari lukisanmu? Kisah cinta apa yang ada di dalamnya? Ayah hanya melihat satu objek." Tanya Loli.
Awan tersenyum,
"Ada dua.., tetapi Ayah tidak sadar..," Kata Awan lagi.
"ada dua?" Loli memperhatikan sekali lagi lukisan putranya. Di dalam lukisan itu hanya ada seorang wanita bermahkota yang sedang membelakangi mereka sambil menatap langit yang penuh dengan awan-awan kecil.
"Anggap Awan adalah Awan kecil ini.., dan wanita ini adalah wanita yang Awan cintai..," Kata Awan mempresentasikan lukisannya.
"lalu?"
"sama halnya dengan awan-awan ini yang berada di sekitar Sang Ratu dan melindunginya dari panas terik matahari." Kata Awan lagi.
Loli langsung menyadari maksud dari kata Putranya,
"lalu?"
"Itulah posisi Awan terhadap gadis itu.., Awan hanya bisa berada di sekitarnya dan melindungi serta menjaganya."
"lalu, kenapa dia membelakangimu?" Tanya Loli lagi.
"dia membelakangi Awan karena dia belum menyadari perasaan Awan sesungguhnya. Perhatiannya untuk saat ini bukanlah untuk Awan, tetapi untuk orang lain...,"
__ADS_1
"laki-laki lain?" Kata Loli memperjelas.
Awan dibuat tertawa mendengar itu,
"Ayah..., sebuah kalimat singkat, tetapi begitu menohok Awan..," Katanya terkekeh.
Loli menghela napas,
"Awan, dengar.., Ayah tidak melarangmu bagaimanapun kamu mau menjalani kisah cintamu. Namun Ayah ingin berpesan, jangan sampai kamu tenggelam di dalamnya dan berbuat hal bodoh apalagi sampai melanggar norma masyarakat dan Agama. Jangan ulangi sejarah kelam di keluarga kita. Ingat itu." Pesan Loli.
"Ya, Awan mengerti, Ayah...," Kata Awan.
*
Queen memandangi Punggung Ryu yang sedang duduk di ruang tunggu untuk menunggu kedatangan kereta api. Tadi pagi-pagi buta, Queen dijemput oleh Iskandar untuk ikut mengantar Ryu ke stasiun kereta. Kini Pria bertubuh jangkung itu sedang asyik menonton TV sembari menunggu jam keberangkatan kereta api.
"Queen..., Apa Ryu akan mengabaikan kita ?" Tanya Liza yang juga ikut dengan Queen.
"Entahlah..., Mungkin dia masih canggung karena kemarin...," Kata Queen.
"canggung? Apa yang lu lakuin sama dia? Lu gak mungkin ngambil first Kissnya,kan?" Tebak Liza asal, tetapi berhasil membuat Queen tertohok. Bahkan Ryu sempat terhenyak karena tak sengaja mendengarnya.
"ehm !! Ya...., Ya gak mungkinlah ! Hahaha...," Kata Queen berbohong. Namun hal itu tak luput dari perhatian Pangeran yang duduk di sebelahnya.
"ahh..., jelas lu udah nyium dia, Queen.., Dasar bodoh !" Umpat Pangeran dalam hati.
Liza memicingkan matanya curiga,
"kamu sudah menciumnya,kan?" Bisik Liza.
"Dasar cewek liar ! cewek agresif !!!" Kata Liza .
"Gue kira gue lebih bar-bar dari lu.., ternyata elu lebih liar dari gue, ewh...," Kini Liza melipat tangannya.
Tiba-tiba Ryu berbalik,
"ah.., sepertinya kereta sudah datang...," Kata Ryu, Ia menyempatkan memandang Queen dan Liza yang sedang bertengkar lalu memberikan senyum manisnya,
"kalian.., Yang akur,ya..," Kata Ryu.
Liza langsung tersenyum,
"tenang, Ryu.., kami akan selalu akur, meskipun Queen merebut pacarku, aku tetap akan bersahabat dengannya !" Sindir Liza.
"pacar? Kapan aku rebut pacar kamu???" Tanya Queen tak terima.
"Sudah, sudah.., baru dibilang, kalian langsung bertengkar...," Kata Ryu.
"Ryu.., kapan kamu kembali? Aku takut kangen sama kamu..," Kata Queen tiba-tiba.
"idih.., Nih anak gak ada tau malu banget, udah ditolak kemarin, masih aja goda-godain..," Batin Liza.
Ryu tersenyum lalu malah membelai kepala Queen lembut,
"Aku senang melihat kamu baik-baik saja, Queen..., Maafkan kata-kataku kemarin..," Kata Ryu malah tidak menjawab pertanyaan Queen sama sekali.
__ADS_1
"uhm.., ti,tidak apa-apa.., Kakak Ryu seperti tidak kenal Queen saja. Queen itu adalah seorang pejuang !!" Kata Queen mantap.
"Pejuang apaan?" Tanya Liza yang agak kesal.
"Pejuang Cinta kakak Ryu...," Kata Queen lantang yang membuat kedua orangtuanya dan Abangnya menghela napas.
Ryu malah tertawa mendengarnya,
"sudah, sudah.., Sekarang yang harus kamu perjuangkan adalah prestasi dan karirmu. Kalau cinta, akan ada masanya untuk memperjuangkannya. Bukan sekarang." Kata Ryu malah memberi nasihat.
"Ya.., aku mengerti Kakak Ryu...," Kata Queen.
Ryu lalu beranjak dan mendatangi Iskandar dan Rin,
"Ryu pamit, Ya Mama Rin, Papa Iskandar..," Kata Ryu.
"Ya, temanilah kakekmu itu dan jagalah dia..," Kata Iskandar.
"Ya.., Ryu mengerti." Kata Ryu sambil tersenyum.
Ryu lalu mendatangi Pangeran yang kini menatapnya dengan tatapan dingin,
"Aku akan sangat merindukanmu, Ran...," Kata Ryu.
"Ya.., gue juga..," Pangeran lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Ryu,
"Tetapi gue lebih menantikan ketika elu jatuh cinta sama adek gue..," Bisik Pangeran,
"apalagi kalian udah ci-u-man...," Bisik Pangeran lagi yang berhasil membuat Ryu menelan ludahnya.
"Semoga keinginanmu terwujud...," Kata Ryu lagi sambil tersenyum.
Pangeran masih menatap Ryu dengan dingin, ia tahu betul sifat temannya ini. Meskipun Ryu sangat terbuka padanya, tetapi itu belum sampai seluruh isi hatinya. Masih banyak rahasia yang disembunyikan oleh seorang Ryu. Itu adalah kegemarannya, menyimpan segala sesuatunya sendiri.
"Semoga lu selalu bahagia..," Kata Pangeran lagi.
"Terimakasih..," Kata Ryu lagi.
"kalau begitu, Ryu pamit,ya.., Sayonara__," Kata Ryu sambil melambaikan tangannya, tetapi tiba-tiba Queen memeluknya, membuat Iskandar, Rin, Pangeran dan Liza melotot,
"Aku pasti akan merindukanmu...," Rengek Queen.
Ryu lalu membelai kepalanya lagi,
"Aku masih di Indonesia tiga Minggu ini. Jadi, jangan khawatir..," Kata Ryu lalu melepaskan pelukan Queen.
"Aku harus pergi, nanti tertinggal lagi." Kata Ryu.
"Hati-hati, Nak..," Kata Rin.
"Ya..," Ryu lalu melambaikan tangannya dan pergi.
Iskandar lalu menatap Queen,
"Queen.., Papa perlu bicara sama kamu !" Tegas Iskandar.
__ADS_1