I Love You Queen

I Love You Queen
S2: Tuntutan Selebriti


__ADS_3

Acara Talk Show untungnya berjalan dengan baik. Respon orang-orang di sosial media juga bagus dengan penampilan CLD, apalagi banyak maum hawa yang mulai jadi fans baru Cloudy.


"Padahal visual di grup kita adalah Sera, tetapi kekuatan para gadis memang menakjubkan," komentar Liza yang melihat jumlah like serta aku yang menyumbang like di postingan video close up Awan.


"Tentu saja, Awan mewariskan senyuman manis Mr. Lollipop, tetapi tatapannya lembut seperti Tante Jes-jes," timpal Sera yang sedang disibukkan oleh ponselnya.


Atensi Liza pun beralih pada Mince yang duduk di depan.


"Mince, bagaimana? Boleh 'kan kita ke rumah Queen? Hasil penampilan hari ini jauh berada di atas target 'kan?" seru Liza bersemangat.


"No!" tolak Mince tanpa berpikir dulu.


Sera yang disibukkan dengan ponselnya langsung teralih, begitu juga Liza.


"Kenapa?" seru dua gadis itu kompak.


"Kalian tidak lihat? Teman satu grup kalian sedang kelelahan di belakang!" tunjuk Mince pada Awan yang terlelap di bangku belakang Van mereka. Lelaki itu sungguh kelelahan karena menajalani beberapa tantangan dan teralu bersemangat saat acara talk show tadi.


Liza pun terdiam, begitu juga Sera.


"Dia bekerja keras karena perintah Daddy," ujar Sera.


Liza pun menoleh ke arah Sera. Tatapan sahabatnya itu jadi dingin.


"Daddy memotivasinya untuk jadi batu loncatan karena kemampuan menari dan menyanyinya lebih baik dari kita," lanjut Sera lagi yang tak sengaja mendengar obrolan Ayahnya dengan Awan lewat telepon.


Posisi Awan memang bukan hanya komposer, melainkan juga dancer di grup ini, dia juga seorang leader. Beban untuk kesusksesan grup hampir dilimpahkan padanya.


"Aku sudah bertanya pada Kak Amanda karena dia sedang ada di sini," ujar Sera menunjukkan ruang obrolannya dengan Amanda.

__ADS_1


"Kak Amanda menjaganya. Saat masa promosi ini sudah selesai, kita bisa menikmati waktu santai—"


"Tidak begitu, Sera Sayang ...." potong Mince.


"Mulai sekarang, jangan pernah berpikir untuk bisa bernapas!" tegas Mince yang membuat Liza dan Sera terkesiap, begitu juga Awan yang ternyata tidur tidak teralu nyenyak.


***


Seminggu Kemudian, Queen akhirnya memilih untuk menghabiskan sisa liburannya di rumah Bianca. Setidaknya ia bisa dihibur dengan para kelinci di sana.


"Kapan lu pulang?" tegur seorang laki-laki sambil berjongok di samping Queen yang sedang bermain dengan para kelinci.


"Harusnya gue yang nanya!" timpal Queen ketus.


Lelaki itu terkekeh, ia menggeleng-gelengkan kepalanya yang basah karena baru saja mandi setelah menghabiskan waktunya untuk mencicipi jalur offroad langganan calon mertuanya.


"Lagian, kenapa lu datengin gue! Mana cewek lu?" sinis Queen lagi kemudian menorehkan senyum pada kelinci di pangkuannya.


"Kamu kangen, gak sama Papa? Itu, tuh, Tante Queen galak!" gurau Galang sambil membuat-buat suaranya jadi seperti anak kecil.


Mendengar gurauan itu malah membuat Queen tertawa malas.


"Jangan meracuni pikiran para kelinci!" omel Queen.


"Ya ampun, gue dimarahin lagi!" keluh Galang.


"Bodo!" sungut Queen tak peduli dengan celetukan laki-laki di sampingnya.


"Heh, gue tau lu lagi patah hati, tapi bukan berarti semua orang lu semprot!" tegur Galang. Namun Queen malas mendengarkannya.

__ADS_1


"Jonas gimana kabarnya waktu lu ketemu?" tanya Galang yang tiba-tiba jadi serius.


Queen melirik lelaki di sampingnya itu yang tiba-tiba terlihat dewasa.


"Ya, baik-baik aja. Cuman itu, dia masih gak rela aku tolak," jawab Queen.


"Queen, kalau lu ada apa-apa yang berhubungan sama Jonas, lu bisa hubungin gue. Mau gimana juga kalau Jonas benci sama lu, pasti ada keterkaitannya sama gue," lirih Galang yang akhirnya duduk bersila.


Penyesalan akan perilaku gegabahnya waktu itu tidak pernah hilang.


Queen menoleh seraya mengernyitkan dahi.


"Apa hubungannya dengan Kak Galang?" ujar Queen.


"Karena kalau dia benci lu, maka gue penyebabnya. Ugh!" Galang malah mengeluh, berusaha memaafkan dirinya sendiri masih terasa sulit.


"Udah, gak usah merasa bersalah. Toh, lebih baik dia benci Queen daripada ngejar-ngejar Queen. Bikin repot," tanggap perempuan 20 tahun itu.


Galang malah memandang Queen sambil geleng-geleng kepala.


"Ck,ck,ck ... Ternyata lu mirip sama Ryu, ya!" celetuk Galang.


Queen menoleh cepat ke arah Galang.


"Ha? Mirip apanya?"


"Dia lebih milih dibenci sama lu 'kan, daripada direpotin sama elu?"


Sontak Queen tertohok akan kalimat Galang.

__ADS_1


"Yah, tapi emang mending gitu, sih. Kadang disukain sama orang yang gak kita suka itu beban. Kenapa juga kita harus balas perasaan mereka?" ujar Galang membenarkan.


__ADS_2