I Love You Queen

I Love You Queen
S2 : Galang Comeback


__ADS_3

Bianca baru saja pulang dari membeli perlengkapannya untuk ke Bali. Ia menghabiskan cukup banyak waktu memilih-milih barang di supermarket tadi. Ia yang baru masuk ke dalam rumahnya langsung memeriksa ponselnya. Ia tiba-tiba terpaku saat mendapatkan sebuah undangan dalam bentuk video di ponselnya. Sebuah undangan resepsi pernikahan di Bali.


"Ryu dan Scarlett?" gumamanya tak percaya.


"Mereka sudah menikah?" kagetnya. Tiba-tiba ponselnya diambil oleh seseorang. Bianca langsung mencari orang itu. Matanya membulat saat mengetahui siapa yang mengambil ponselnya.


"Siapa yang sudah menikah?" tanya lelaki itu sambil duduk di sofa dan menonton ulang video undangan itu.


"Ga-Galang? Ke-kenapa lu ada di sini? Kenapa ada di rumah gue?" tanya Bianca lebih kaget lagi. Seingatnya seorang Galang sedang ada di Berlin, lalu kenapa tiba-tiba muncul di hadapannya? Di rumahnya lagi dan di malam hari begini? Apa Ayahnya mengizinkannya menginap lagi seperti waktu itu?


"Ryu sudah menikah?" tanyanya tak menjawab pertanyaan Bianca.


Bianca langsung menggigit bibir bawahnya, ia tahu, kabar tersebut adalah kabar yang sangat dinantikan oleh Galang. Entah kenapa ia merasa tidak nyaman mengetahui hal itu.


"Lalu, bagaimana dengan Queen?" tanya Galang lagi.


Bianca menghela napas, ia sudah bisa menebak kalau Galang akan menanyakan hal itu. Bianca menggeleng pelan.


"Entahlah," ujarnya.


Galang menatap Bianca yang sedang murung, ia tersenyum miring.


"Apa mungkin Queen sudah move on? Ah, gue telat, dong?" kata Galang yang membuat Bianca bingung.


"Telat? Kenapa telat? Bukankah seharusnya lu senang?" tanya Bianca. Raut wajahnya yang murung tadi berubah jadi penasaran.


Senyum Galang semakin lebar mendapati reaksi Bianca ia lalu beranjak dan mendekati wanita itu. Ia menatap wajah bingung Bianca.


"Tentu aja telat, karena gue udah punya pacar ..." kata Galang dengan senyum isengnya.


"Hah?" Ungkapan Galang malah membuat dada Bianca terasa sesak. Ia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Selama beberapa tahun ini ia memang terus berkomunikasi dengan Galang via media sosial. Akhir-akhir ini mereka cukup dekat. Mungkinkah Bianca mulai berharap lebih pada seorang Galang?


"Iya, gue udah punya pacar, yaitu lu!" ungkap Galang sambil tersenyum usil.


"Gu-gue? Pacar lu? Sejak kapan?" Bianca tidak mau bohong kalau ia senang, tetapi ia tidak boleh memperlihatkan itu, nanti Galang bisa kegirangan. Apalagi jika ternyata Galang hanya mengerjainya. Ia akan malu nantinya.


Galang mencolek ujung hidung Bianca.


"Sejak hari ini, Sayang ..." goda Galang sambil tersenyum.


Wajah Bianca langsung memerah.


"Uhm ... Me-memangnya kapan gue terima?" tanya Bianca malu-malu.


"Heh, lu suka, kan sama gue? Gue balik ke Indo karena mau ketemu lu, tau!!" kata Galang jujur.


Bianca kini menatap Galang.


"Ka-karena gue?" tanya Bianca tak percaya, langsung terlukis senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Ya iyalah, uhm ..." Galang memasang video undangan itu lagi.


"Menurut lu, haruskah kita datang ke acara ini sebagai pasangan?" tanya Galang.


"Ih, apaan, sih--" Tiba-tiba teleponnya yang masih ada di genggaman Galang berdering.


Galang memeriksa layar ponsel Bianca.


"Video call dari Awan ... Kenapa dia menghubungi malam-malam begini?" protes Galang.


"Entahlah, angkat saja!" perintah Bianca.


Galang tersenyum licik.


"Gue angkat, tetapi lu harus terima gue jadi cowok lu!" ancam Galang.


Bianca memutar bola matanya sambil tersenyum.


"Iya, gue pacar lu, sekarang angkat!" kata Bianca mengalah.


Galang tersenyum.


"Oke, tapi gue mau ikutan, yah," katanya sambil menerima panggilan itu.


"Hadeh, dasar!" gerutu Bianca.


*


"Uhm ... Malam, Papa ... Se-sebelumnya maaf," kata Awan terbata-bata.


Sekalipun Awan sudah dekat dengan Queen sejak kecil, tetapi Iskandar tetap memberikan batasan pada setiap laki-laki tanpa kecuali pada putrinya.


"Hallo Papa!!" seru Liza girang yang muncul dari belakang Awan dan langsung memeluk Iskandar.


"Hallo, Sayang," sapa Iskandar.


Liza langsung melepas pelukannya dan menyingkirkan Awan yang berdiri di depan Queen. Ia lalu memeluk sahabat masa kecilnya itu.


"What?" kata Awan tak terima.


"Unch, My Queen ..." ujar Liza sambil memeluk Queen erat. Ia lalu memandang wajah sembab sahabatnya itu.


"Ugh, lihat saja, siapa yang berani membuat Queen begini, maka akan Liza habisi sehabis-habisnya!" ujar Liza yang berniat menghibur Queen. Queen yang mendengarnya malah tertawa.


"Iya, aku juga akan membuat hidupnya sulit!" ujar Sera yang juga muncul dari belakang Awan.


"Waah ... Nona muda Antara yang menyeramkan," ledek Awan.


"Aww ..." Sera langsung mencubit pinggang Awan. Sekali lagi Queen tertawa melihatnya.

__ADS_1


"Ahaha, dasar kalian," kata Iskandar. Awan, Liza dan Sera hanya senyum-senyum.


"Sudah, masuklah, bicaralah pada Queen di dalam, oke?" kata Iskandar mempersilakan.


Kini mereka berempat duduk di sofa ruang tamu cottage sewaan Queen. Awan langsung melakukan video call bersama Bianca agar mereka semua terhubung.


"Kok gak diangkat-angkat, sih? Biasanya masih hidup nih anak," gerutu Awan yang sakarang pundaknya jadi sandaran Queen. Sedangkan tangannya merembet ke pinggang Awan dan memeluknya. Ia selalu melakukan itu ketika sedang sedih.


"Lagi pacaran kali," celetuk Liza.


"Sama siapa?" tanya Sera.


Liza langsung tersenyum lebar.


"Lihat aja nanti," kata Liza.


"Eh, diangkat!" seru Queen yang melihat layar tablet Awan.


"Bianca!!!!" seru Queen, Sera, Liza dan Awan heboh.


"Queen!!!" Bianca lebih heboh lagi.


"Queen, gue udah denger kabarnya ... Ryu ..." Bianca tak sanggup melanjutkan begitu melihat mata Queen yang berkaca-kaca.


Tangan Awan langsung membawa Queen ke dalam dekapannya dan mengusap-usap punggungnya.


"Maaf, Queen ..." lirih Bianca merasa bersalah.


"Sudah-sudah ... tidak apa-apa," kata Sera menengahi.


"Jangan bicarakan dia dulu ... Aku ... Aku sudah lelah ..." ujar Queen dengan suara berat.


"Queen ... Rasanya mau gue peluk ... Huhuhu ..." Padahal tadi Bianca sempat iri pada Queen ketika seorang Galang membicarakannya, tetapi melihat Queen dengan mata yang bengkak dan masih diselimuti kesedihan, hati Bianca tak tega juga dan luluh begitu saja.


Liza yang duduk di samping Queen langsung memeluk Queen.


"Duuh, jangan pada nangis, dong ... Liza juga jadi sedih, nih ..." rengek Liza. Sera yang berusaha tidak menangis juga ikut memeluk Awan dan menyenderkan kepalanya di bahu Awan.


"Lah? Kenapa jadi pada nangis?" Tiba-tiba sebuah suara memecah suasana haru di antara mereka. Awan dan Sera yang berusaha tegar, bahkan melotot karena kehadiran seseorang yang memeluk Bianca dari belakang dan menyenderkan kepalanya di bahu Bianca.


"Eh, Awan, menang banyak ya Lu, dipeluk tiga cewek sekaligus!" protes orang itu lagi.


"Ga-galang??!!!!!" seru Awan, Sera, dan Queen kaget.


***


Galang kembali, Terus Ghibran balik gak? Kira-kira apa yang akan terjadi kalau mereka semu hadir di acara pernikahan Ryu?


Jangan lupa Favorite, rate 5, like, vote dan kasih hadiah, supaya mama Uzda semangat terus updatenya

__ADS_1


__ADS_2