I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 24


__ADS_3

Kini Queen, Sera dan Liza tinggal bertiga di kamar karena Awan disuruh pindah oleh Idho. Sekarang mereka sedang melakukan video call grup.


"heu...,heu..., kalo Awan sendirian, gak ada yang meluk Awan kalo dibully...," rengeknya.


"ewh..., keenakan di elu, dong, Wan ! Dapat pelukan dari Sera !" kata Liza tak terima.


"Sera, denger, tuh, Si Awan ada maksud lain, sok-sokan tersakiti...," tambah Bianca.


"tau, kok Aku, tenang aja, kalo dia macem-macem, entar aku balikin macem-macemin...," kata Sera sambil tersenyum lebar pada Awan.


"hiiy..., kok Awan jadi takut...," kata Awan merinding sendirian.


"udah, udah.., jadi hari Sabtu jadi? Gue ke Jakarta, nih.., sekalian Ayah sama Mami juga mau ke Jakarta. Katanya mau menghadiri undangan Mr. Lollipop." kata Bianca.


"Mr. Lollipop? Ayahku, dong?" tanya Awan.


"Ya iyalah, Bambwang !!!" kata Bianca kesal.


"ada acara apa bokap lu?" tanya Liza.


"kalo kata Ayah, ada pentas teater yang disponsori sama LRZ Company." kata Bianca.


"ooh..," Sera, Queen dan Liza ber-oh ria.


"lu ikut,gak Wan? Biasanya lu,kan ikut. Sera juga,kan?" tanya Bianca.


"Enggak. Kita gak ada pentas sampai 2 bulan ke depan, Bi..," kata Sera. Awan dan Sera, selain bersekolah di sekolah khusus musik, mereka juga Anggota dari Teater Berlian yang disponsori LRZ Company.


"ooh.., berarti kelompok teater lain,ya?" tebak Bianca.


"iya, kayaknya. Ayah emang mensponsori beberapa kelompok teater, tapi yang didirikan oleh Ayah, ya Teater Berlian." kata Awan.


"Jadi, Queen.., kamu jadi ngajak kakak Ryu nge-date ke Dufan?" tanya Sera.


"jadi, dong...," kata Queen percaya diri.


"tapi, kata elu, kakak Ryu gak mau dengar pernyataan cinta dari siapapun?" tanya Bianca.


"siapa bilang aku mau nyatain cinta?" kata Queen.


"terus apa?" tanya semua teman-temannya.


"Aku mau melamarnya !" Jawab Queen.


"Haah ?!! Seriously?!!!!" kata mereka semua kaget.


*


"HATTCHHIII ..!!!" Tiba-tiba Ryu malah bersin.


"lah? Kenapa Ryu ? Flu ?" tanya Yanuar di sebrang. Entah kenapa, tiba-tiba Yanuar menelpon dan menanyakan tentang kejadian di cafe tadi pada Ryu. Sayangnya ia tidak bisa ikut karena suatu urusan.


"Gak tau, Tiba-tiba hidungku kemasukan sesuatu jadi bersin." kata Ryu sambil menggosok-gosok hidungnya.


"waduh.., bukan hewan, kan?" Tanya Yanuar.


"gak.., gak..., bukan, kok." kata Ryu lalu mengambil tissue dan berusaha mengeluarkan benda asing di hidungnya.

__ADS_1


"Terus lanjutin.., abis ditembak Liza, kamu jawab apa?" tanya Yanuar.


"aku tolak." jawab Ryu.


"wah, kejamnya dirimu !" Yanuar terkekeh.


"anaknya pasti lagi termehek-mehek.., Siap-siap dihabisin sama Papa Idho...," Lanjut Yanuar masih terkekeh.


"Nah.., itu.., Aku juga sebenarnya agak khawatir...," kata Ryu.


"Lalu, bagaimana dengan Queen. Sebenarnya tujuanmu ke sini karena Queen, kan?"


"Entahlah. Masih belum terjawab, apakah perasaannya masih sama atau tidak." kata Ryu.


Ting !


Tiba-tiba muncul bunyi notifikasi.


"ah, sepertinya ada yang nge-chat..," kata Yanuar yang sadar.


"iya.., kalo gitu aku tutup, ya. Semoga urusanmu cepat selesai. Aku juga ingin menghabiskan sisa liburan denganmu..." kata Ryu.


"ya ampun.., kata-katamu manis banget...," ledek Yanuar.


"sudah ! Tutup saja !" Kata Ryu langsung menutupnya.


Ia lalu menghela napas. Yanuar itu memang sesuatu. Ryu lalu membuka ruang chattingnya,


"pesan apa yang dikirim oleh Queen?" gumamnya.


Queen


Hari Sabtu, jalan, yuk..,


Buat refreshing.


Ke Dufan


Ryu bisa, kan?


bareng-bareng kok sama anak-anak


Ryu gak usah khawatir ttg Liza, dia baik-baik saja.


Lagi-lagi Ryu menghela napas,


"mungkin ini adalah kesempatanku untuk bertanya tentang perasaan Queen padaku." kata Ryu lalu ia membalasnya.


*


"Hey, Galang !!! Kembalikan hapeku !!!" kata Gibran.


Galang langsung membanting tubuhnya di atas kasur dan membuka sandi ponsel Gibran lalu mencari kontak Awan,


"wah.., seriusan ada !" kata Galang.


Gibran langsung menghampirinya dan berusaha merebut ponselnya, tetapi Galang dengan mudahnya menghalangi Gibran dengan tangannya. Tangan Galang dengan cepat menekan tombol telepon,

__ADS_1


"hey.., kamu mau apa Galang ?!!" tanya Gibran yang masih berusaha merebut ponsel pintarnya.


"diem dulu napa lu !" kata Galang agak kesal.


"Hallo, Assalamualaikum...," Tiba-tiba terdengar suara Awan yang lembut di sebrang. Galang langsung memasang mode loudspeaker,


"Hallo ? Ini siapa,ya?" kata Awan yang belum menyimpan nomor Gibran.


"ini gue !" kata Galang.


"eh ? Galang ?" Awan langsung bisa menebaknya.


"iya.., tapi gue pake nomor Gibran." kata Galang.


"ooh.., iya,iya.., nanti Awan simpan nama Gibran. Oh,iya.., ada apa telepon Awan malem-malem?"


"gini, Wan.., gue mau minta nomor Liza...,"


"minta nomor Liza?" gumam Awan.


"ehm ! Buat apa,ya?" tanya Awan kali ini jadi tegas.


Galang tersenyum nakal sambil memandangi Gibran yang menatapnya tajam,


"gini, Wan.., Gibran itu sebenarnya suka sama Liza...," Gibran langsung merebut ponselnya di saat Galang lengah,


"gak, Wan.., jangan percaya !! Galang asbun !!!" Kata Gibran buru-buru.


"hehe.., gak asbun juga gak apa-apa. Gibran kalo emang suka sama Liza, bilang aja...," kata Awan malah mendukung.


"Awan.., beneran.., aku tidak punya perasaan apa-apa...," kata Gibran berusaha membela diri.


"iya,iya..., Awan paham..., nanti Awan kasih nomornya...," kata Awan.


"What ?? Apa yang kamu pahamin, sih, Wan ?!!!" tanya Gibran.


"Awan paham, kalo Gibran belum sadar sebenarnya Gibran suka sama Liza." kata Awan.


"Haah ?!!!!"


Galang yang ada di samping Gibran tertawa puas.


"Oh,iya.., kalo gitu, Gibran nanti gabung aja hari Sabtu, kita-kita mau ke Dufan. Kalian libur,kan, ya? Harusnya libur, lah,ya? Soalnya Queen juga libur."


Galang langsung merebut ponsel Gibran,


"libur,kok. Libur...," kata Galang.


"Apaan? Bukannya kamu ada ekskur basket?" tanya Gibran.


"ada.., tapi itu bisa diaturlah..," kata Galang.


"Yah.., jangan paksain.., Kalo sempet aja ikutnya. Awan dan yang lainnya pasti juga bakalan senang." kata Awan lagi.


"Iya.., kalo lu senang.., gue juga senang, Wan..," Galang mulai menjilat.


"Jangan percaya, Wan !!!" teriak Gibran.

__ADS_1


"Diem lu !"


"ahaha..., ya udah.., Sampai ketemu hari Sabtu my brother..,"


__ADS_2