
Scarlett masih cemberut karena Ryu malah memikirkan Queen di saat ia sedang bersamanya.
"Jadi, Kak Kejora..., Kapan Kakak ke Bali ?" Tanya Ryu tiba-tiba. Bahkan pandangannya. asih fokus pada pentas di atas panggung.
"Oh.., Aku.., Besok pagi...," Kata Scarlett yang masih sedih.
"Besok Pagi ???" Pandangan Ryu teralihkan, kini ia menatap Scarlett.
"Iya, besok Pagi..., Acaranya Papa Odi,kan Pagi, aku harus tiba di sana pagi juga." Kata Scarlett.
"oh.., iya,ya..," Kata Ryu lalu berpikir.
"jadi.., Kakak benar-benar di Solo hanya hari ini?" Tanya Ryu.
"Iya.., Hanya hari ini." Jawab Scarlett makin sedih. Itu berarti ia akan segera berpisah lagi dari Ryu.
Ryu malah tersenyum,
"kalau begitu..., Ayo habiskan malam ini bersama...," Ajak Ryu tiba-tiba.
Suasana yang ramai, kerumunan orang yang sedang menonton drama, bahkan dialog drama yang lantang dan jelas tiba-tiba menghilang dari pendengaran Scarlett,
"A,apa ???" Scarlett tak percaya apa yang ia dengar barusan.
"Apa ada yang aneh ? Sudah lama kita tidak jalan-jalan bersama...,"
"enggak.., cuman.., aneh.., tiba-tiba kamu mau jalan-jalan denganku..," Kata Scarlett,
"apalagi menghabiskan malam bersama rasanya....," batin Scarlett tak sanggup berkata-kata bahkan di dalam hati.
"Aku tahu, setelah ini kamu akan sangat sibuk. Sekalipun aku kembali ke Jepang, mungkin aku tidak bisa menemuimu..., makanya aku ingin menghabiskan malam ini denganmu__,mm...," Kalimat Ryu terhenti begitu ia menoleh dan mendapati bibir Scarlett yang mendarat di bibirnya.
Scarlett yang sadar buru-buru melepaskannya,
"sial !!! Apa yang aku lakukan?? Aduh..., apakah Ryu baik-baik saja ?". Gumam Scarlett dalam hati.
"Ma,maaf....," Lirih Scarlett.
Sementara itu Ryu menunduk dan hanya bisa mengepalkan tangannya sekuat mungkin,
"Sial..., aku benci saat seperti ini....," Geramnya dalam hati.
"andaikan ini bukan di tempat ramai..., argh..., tahanlah, Ryu..., Akan ada waktunya dimana kamu bisa menciumnya sepuasnya...," Batin Ryu yang kini menatap Scarlett. Ia bahkan membetulkan posisi kacamatanya lalu tersenyum,
"tidak apa-apa,kak__,"
"Maaf, Ryu.., aku benar-benar tidak sengaja, aku hanya mau mencium pipimu karena kamu mau menemaniku malam ini, tetapi tiba-tiba kamu menoleh dan__,"
"aku tau,kak.., tidak apa-apa..," Kata Ryu lagi yang masih tersenyum.
Scarlett menatap mata Ryu dalam-dalam,
"uhm.., jadi, apakah kamu tetap mau menemaniku malam ini ?" Tanya Scarlett malu-malu.
"iya..., ayo buat kenangan indah sebelum menghadapi badai...," kata Ryu.
Scarlett mengernyitkan dahinya,
"badai ??" Tanya Scarlett.
__ADS_1
"Ya, badai, semisal tugas akhir yang menumpuk.., atau sejenisnya...," Kata Ryu.
"ahahaha..., bisa aja kamu..., hahaha...," Tawa Scarlett.
Senyum Ryu semakin lebar melihat Scarlett tertawa,
"Aku senang jika kak Kejora senang..., Suatu saat nanti, ketika kita benar-benar bisa bersama, aku akan membahagiakan kakak lebih dari hari ini. Itu janjiku." Tekad Ryu dalam hati.
"teruslah tersenyum Bintang Kejoraku..," Gumam Ryu dalam hati.
*
Malamnya,
Tiba-tiba Ponsel Queen berdering, untung saja saat ini adalah jamnya istirahat setelah jam makan malam,
"Duuh.., siapa, sih yang telepon__, Liza ?" Kata Queen kaget lalu langsung mengangkatnya,
"Ha__,"
"Queen, gue ada di lobby hotel elu. Cepetan ke sini !!!" Kata Liza disebrang lalu langsung menutup teleponnya.
"Eeh ? Di Lobby hotel ?? Ih, dasar tuh anak !!" Queen langsung mengambil jaketnya dan buru-buru ke Lobby.
Di Lobby hotel, Liza ternyata tidak sendirian, ia bersama Awan dan Sera, bahkan Gibran.
Queen mendatangi mereka dengan heran,
"Loh, kok pada di sini?" Tanya Queen bingung.
"Seseorang membuat kegaduhan dengan meminta kita semua ke sini..., untung hotelku dan Sera ada di sebelah hotelmu, Queen..," Keluh Awan.
"Heh, Awan.., diam aja lu kalo mau mengeluh !" Sindir Liza.
"Gini ceritanya.., tadinya Liza mau ngambek sama kalian semua ! Tapi gak jadi." Kata Liza.
"Ngambek ?" Kata Queen, Awan, Sera dan Gibran.
"Aku juga ?" Tanya Gibran sambil menunjuk dirinya.
"Ugh ! Enggaklah. Emangnya Eben kenapa ?" Kata Liza.
"Terus Kamu mau ngambek atas dasar apa ?" Tanya Sera.
"Pertama gara-gara kamu Sera !!" Kata Liza.
"Hah ? Emangnya Sera kita kenapa ?" Tanya Queen sambil memeluk Sera.
"Hari ini gue ketemu Yanuar, dan dia bilang, dia nembak elu pas lu masih di Shanghai, dan sekarang dia datang untuk mendukung elu. Kenapa gue baru tau sekarang ??!!!" Tanya Liza.
"Hah ? Yanuar suka sama Sera ??" Queen malah kaget.
"Iya !"
"Kok kamu gak bilang-bilang, sih Sera ?" Tanya Queen.
Awan melirik ke arah Sera,
"Uhm.., aku rasa itu bukan sesuatu yang harus aku bilang, toh, aku juga gak suka Yanuar...," Kata Sera enteng.
__ADS_1
"Tapi seharusnya kamu bilang sama kita, meskipun kita cuman bisa menjadi pendengar !! Memangnya kamu anggap kita apa Sera ??" Tanya Queen.
"mungkin ini bukan masalah besar, tetapi rasanya tau dari Scarlett tentang lu yang ditembak Yanuar itu rasanya aku iri...," Ungkap Liza.
"Scarlett tahu ??? Kita gak tahu ??? Awan !!! Kamu tahu ??" Tanya Queen.
"uhm.., sebenarnya, aku tau." Kata Awan enteng.
"Hey, Liza..., Kayaknya aku tidak harus ada di sini.., dan sebaiknya cepat selesaikan urusan kalian, besok kami harus bangun pagi, Queen juga harus istirahat. Aku pergi dulu !" Kata Eben tiba-tiba.
Liza mengernyitkan dahi,
"tapi Eben...," Liza tidak keburu mencegah Gibran dan ia sudah pergi dari Lobby.
"kenapa, sih ? Bahkan Eben mengkhawatirkan Queen.., Semua orang memikirkan Queen..., ugh...," Batin Liza kesal.
"Ya, kak Gibran benar, lagian kenapa kamu manggil dia ? Ini, kan urusan kita !!" Kata Queen.
"Jadi, Sera ! Jelaskan !!" Kata Queen lagi.
"apa yang harus dijelaskan. Aku menganggap pernyataan Kak Yanuar bukanlah hal penting, sama halnya dengan pernyataan cowok-cowok lain padaku. Jadi kurasa tidak perlu kuberitahu." Jawab Sera lagi.
"Tapi, kenapa Awan tahu ??" Tanya Liza dan Queen bersamaan.
"Itu karena Yanuar sempat konsultasi denganku bagaimana caranya mendekati Sera." Kata Awan.
"ooh...," Kata Queen dan Liza.
"Lalu, kenapa kamu gak bilang sama kita ??" Tanya Queen lagi,
"karena Yanuar yang tidak ingin hal ini diketahui siapa-siapa. Aku ini cukup menepati janji." Jawab Awan.
"Hu-uh !" Liza melipat tangannya,
"tetap saja !!! Gue kesal...," Kata Liza.
"Hey, Liza.., kamu gak boleh gitu..., Hidupmu akan sulit kalo dikit-dikit ngambek." Tegur Queen.
"Lu fine, Queen ???" Tanya Liza.
"iya.., Aku fine aja..., Lagian ceritanya akan beda, kan kalo ternyata Sera menyukai Kak Yanuar balik." Kata Queen sambil mengedipkan sebelah matanya, Wajah Sera langsung bersemu merah,
"A,apaan, sih ??" Tanya Sera malu.
"Oke, berarti udah clear, sekarang ada masalah lainnya?" Tanya Queen.
"Ada !" Kata Liza.
"Ini tentang Scarlett." Kata Liza, Seketika Awan dan Sera tertegun dan saling pandang seolah berkata,
"apakah Liza juga lihat ?"
*
*
*
Hey, ada kabar baik, cerita "I Love You Queen" akan update setiap hari karena cerita ini sedang mengikuti event "Lomba update tim season 1"
__ADS_1
jangan lupa, kalo kalian suka dengan novel ini, vote novel ini di event "Lomba update tim season 1" yang bisa di klik di Detil dari novel ini, nanti cari novel "I Love You Queen" di tim B lalu klik vote, berapapun dukungan kalian sangat berarti bagi Kelanjutan Novel ini.
Terimakasih sebelumnya 🤗😘❤️