
Queen dari tadi diam saja. Sesekali ia melirik ke arah Ryu yang sedang sibuk dengan pen tabletnya. Ia dikejar deadline untuk update episode baru komiknya. Kini di rumah hanya ada mereka berdua. Sultan sedang ada pelatihan camp selama sebulan, sedangkan Iskandar dan Rin harus mengunjungi sanak saudara yang mendadak masuk rumah sakit.
Queen melirik ke arah Ryu lagi. Tiba-tiba di benaknya ia teringat, bagaimana ia memeluk seorang Ryu tadi di Busway.
"ada apa, Queen?" tanya Ryu yang membuat bayangan di kepala Queen buyar.
"uhm.., hng.., gak ada apa-apa...," kata Queen.
"Oh,iya...," kata Ryu yang masih fokus dengan pen tabletnya.
"kamu belum jawab pertanyaanku waktu itu, aku apa bagimu?" tanya Ryu.
Queen kaget mendapat pertanyaan itu. Ia lupa kalau ia berjanji menjawabnya hari Rabu.
"yah jelaslah..., kakak Ryu adalah my future husband !! Oh my God !" batin Queen.
"uhm..," Queen bingung mau jawab apa. Sebenarnya momen ini sungguh pas untuk dia mengutarakan perasaannya, tetapi jika ia mengungkapkan sekarang, maka rencananya di Dufan akan kacau.
Ryu mengunggah episode komiknya lalu memandang Queen yang ada di sampingnya,
"uhmm.., jadi, apa Queen? Aku siapa bagimu?" kata Ryu mengulang pertanyaanya dengan wajah serius.
"kakak Ryu gak sadar apa? Pelukan di Busway tadi artinya apa kalau bukan aku suka sama Ryu ! Itu berarti, aku anggap Ryu adalah cowok spesial! Dasar. Gak peka !!" batin Queen.
Queen lalu tersenyum nakal,
"sayangnya waktunya udah lewat, ya Ryu...," kata Queen memasang wajah kecewa.
"hah? Lalu?" Ryu mengernyitkan dahinya.
"Jadi, Queen akan jawab saat hari Sabtu !" kata Queen lagi.
"Hari Sabtu ?!!" Tanya Ryu agak tidak terima.
"ah, kenapa tinggal menjawab bagiku Ryu adalah kakakku atau siapanya harus diperlambat begini, sih? Mau tau dia mengggapku apa kenapa sama sulitnya seperti mau bikin SIM?" batin Ryu.
"Iya, hari Sabtu. Ingat,kan yang Queen bilang, kita ke Dufan." kata Queen.
"ah.., itu...,"
"akan ada games di sana dan setelah itu Queen akan jawab." kata Queen lagi.
"haduuh..., bersabarlah Ryu. Kalau dia bukan adiknya Pangeran, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya." batin Ryu.
"Oke?" Tanya Queen minta persetujuan.
__ADS_1
Ryu memasang senyumnya terlebih dahulu,
"oke__,"
CUP !
Tiba-tiba Queen mengecup pipi Ryu. Ryu langsung mematung seketika.
"kalau begitu.., selamat tidur !" kata Queen kegirangan sendiri lalu berlari ke kamarnya. Sedangkan Ryu masih mematung karena kaget.
"ah.., dasar anak SMA...," kata Ryu sambil mengusap pipinya yang tadi dikecup oleh Queen.
*
Keesokan paginya,
Queen yang sudah selesai mandi, merapikan rambutnya di depan cermin dan entah kenapa tiba-tiba ia teringat dengan kejadian semalam. Ia langsung senyum-senyum sendiri,
"Ya ampun..., aku nekat banget pake cium-cium Ryu segala...," katanya girang sendiri.
"Kira-kira dia ngerti,gak ya kode keras dari aku?" Katanya menebak-nebak isi hati Ryu ketika dia menciumnya semalam.
"aaargh !! Gimana kalau dia merasa aku masih menyukainya? Duuh..., jadi malu sendiri !!" kata Queen sambil menutup wajahnya yang terpantul di cermin.
*
Di dapur,
Langkah Queen terhenti ketika melihat Ryu sedang menyiapkan sarapan sambil mengenakan celemek berwarna kuning dengan gambar bebek di tengahnya. Memang hanya ada celemek itu di dapur,
"oh.., ya ampun..., imut banget, sih cowo di depanku ini...," batin Queen sambil senyum-senyum sendiri.
"eh, Queen.., Ohayou (selamat pagi) !" Sapa Ryu.
"Ohayou (pagi)..," kata Queen sambil mendekati Ryu lalu membantunya menyiapkan sarapan.
"Ryu yang memasak ini semua?" tanya Queen saat melihat dua piring berisikan roti, selada air dan telur mata sapi yang tertata rapih di atas pantry.
"uhm.., Aku harus pergi pagi ini, ada meet and great bersama pembaca komik yang aku buat." kata Ryu.
Mendengar itu Queen langsung memperhatikan penampilan Ryu,
"dibalik celemek imut ini, ia memang sudah memakai setelan rapih, sih..," gumam Queen.
"oh.., jam berapa memangnya acara itu?" tanya Queen.
__ADS_1
"jam sepuluh pagi sampai jam dua belas." kata Ryu lagi.
"kenapa berangkat pagi-pagi?" tanya Queen.
"jalanan macet. setidaknya aku harus sampai satu jam sebelum acara." kata Ryu.
"ah.., benar juga.,"
"kalau begitu, aku bawa sarapan kita ke meja makan,ya.., Tolong kamu siapkan jusnya...," kata Ryu.
"eh..,iya..," kata Queen malah senyum-senyum sendiri,
"sarapan kita? Ya ampun.., udah kayak suami istri aja...," kata Queen dalam hati.
*
Di sekolah,
Gibran dipanggil Bu Agatha saat waktu istirahat pertama. Katanya ia akan dikumpulkan bersama anak-anak terpilih yang akan mengikuti lomba cerdas cermat tiga bulan lagi. Gibran sudah lama diberitahu, tetapi tanggal akan diadakan lomba itu belum pasti, hingga akhirnya sekolah mendapat surat undangan mengikuti lomba.
"seharusnya hari ini hanya pengenalan anggota tim." kata Gibran yang sudah biasa ikut lomba seperti ini. Sertifikat dan pialanya yang menjadi saksi kemenangannya sudah menumpuk di Rumahnya sebagai pajangan. Ya, Gibran sangat handal di bidang akademik, sedangkan Galang sangat handal di bidang non-akademik.
Gibran memasuki ruang kelas yang jadi tempat perkumpulan mereka. Matanya langsung membulat ketika ia menemukan Queen yang sedang duduk sendirian di sana,
"Loh, Queen?" kata Gibran sambil mendatangi gadis itu.
"eh? Kak Gibran ?" kata Queen yang juga kaget.
"kamu juga ikut cerdas cermat?" tanya Gibran.
"uhmm..., i,iya...," kata Queen. Sebenarnya dia tidak begitu dekat dengan Gibran, jadi agak canggung.
"Apa kamu perwakilan kelas sepuluh?" tanya Gibran.
"entahlah..., mungkin iya." kata Queen.
"duuh.., kalo Galang tau, bisa-bisa aku disuruh jadi Mak comblangnya. Kenapa, sih Bu Agatha milih dia?" batin Gibran.
"kak Gibran.., kalo kita se-tim.., mohon kerjasamanya,ya...," kata Queen sambil tersenyum untuk mencairkan suasana.
Gibran memaksakan senyumnya,
"ah.., i,iya...," kata Gibran.
"ah.., kenapa takdirku terseret-seret dalam kisah cinta saudara kembarku. Rasanya ingin kembali ke duniaku yang damai dan tentram. Yang ada hanya aku dan aku." Batin Gibran.
__ADS_1