I Love You Queen

I Love You Queen
S2 : Tepat pada Waktunya.


__ADS_3

"Akan kuhabisi dia!" seru Jonas hendak menikam tubuh Awan yang tak berdaya. Queen hanya bisa berteriak sambil memejamkan matanya. Hingga akhirnyabterdengar suara lempengan besi yang terjatuh.


"Saya tidak akan membiarkanmu melakukannya!" Queen bisa mendengar suara ayahnya, sontak ia membuka kedua matanya dan mendapati Jonas kini sudab dibekukan oleh Iskandar. Tak selang berapa lama muncul beberapa anggota polisi dan langsung menyergap Jonas.


"Jelaskan juga kekejianmu terhadap Galang pada polisi!" seru Iskandar yang membuat mata Queen membulat. Galang? Sang Ayah menyebut kekejian Jonas pada Galang. Apakah lelaki ini juga yang menyebakan kecelakaan Galang?


"Jangan asal tuduh, ugh, lepaskan!" Jonas berusaha melepaskan dirinya dari bekukan polisi, tetapi tangannya diborgol dan diseret keluar.


Sementara Iskandar segera menghampiri putrinya. Ia sungguh bersyukur tidak terjadi apa-apa pada putri satu-satunya ini.


"Pa, Awan, Pa ..." tangis Queen tak kuasa, meskioun ia juga penasaran tentang ucapan ayahnyabtentabg kecelakaan Galang, tetapi Awan yang menyelamatkannya kini sedang sekarat. Terlebih ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Awan ditikam dan kini terkulai lemas di lantai. Iskandar pun segera mencari sosok Awan dan menemukan Pria itu kini tak sadarkan diri. Tak hanya itu, darahnya juga banyak yang keluar.


Iskandar pun segera meminta salah satu anggota polisi untuk menelpon ambulan. Sementara Awan diberikan pertolongan pertama.


Akhirnya ikatanya di tangan Queen bisa dilepaskan. Iskandar langsung memeluk erat anak perempuannya yang masih saja menangis karena tak kuasa menahan sedih melihat keadaan Awan.


"Pa, gara-gara Queen ... Awan ..." isak Queen. Namun Iskandar segera membelai lembut kepala putrinya.


"Awan akan baik-baik saja. Kamu tenang lah. Ini semua bukan gara-gara kamu," tekan Iskandar lagi. Namun Queen sama sekali tidak bisa menerima itu.


Segera setelah ambulan datang, Awan segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan Iskandar membawa Queen pulang. Tak lupa ia mengabarkan kabar buruk tentang Awan pada orang tuanya. Ia menceritakan segala kronologinya dengan jujur. Orang tua Awan juga tidak bisa menyalahkan siapa pun. Namun Queen masih tidak bisa memaafkan dirinya yang menjadi penyebab semua ini terjadi.


"Pa ..." ujar Queen dengan suara bergetar, membuat Iskandar menoleh ke arah putrinya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Iskandar.


"Pa, izinkan Queen berada di sisi Awan sampai Awan sembuh, ya Pa ..." mohon Queen sambil menahan isak tangisnya. Iskandar bisa mengerti bagaimana perasaan putrinya. Ia pun tak bisa mengatakan apa-apa dan hanya bisa mengangguk. Semoga hal itu bisa membuat Queen lebih tenang.

__ADS_1


***


"What?" Mince berteriak histeris mendapati kabar bahwa salah satu artisnya kini terbaring di rumah sakit dan sedang menjalani operasi karena perutnya ditikam oleh pisau. Suara Mince yang melengking membuat semua kru di situ menarik atensi padanya.


"Bagaimana kronologinya? Sekarang Cloudy dimana?" panik Mince. Jelas ia sangat kelimpungan. Hari ini adalah konser terakhir CLD. Bisa-bisanya leadernya tidak hadir karena ditikam.


Liza dan Sera pun mendekati manager-nya itu dengan menaruh rasa penasaran.


"Oke-oke ... Kalau begitu, Mince bilang dulu dengan Daddy Alan, semoga saja pihak promotor juga mau bekerja sama," ujar Mince kemudian menutup sambungan teleponnya.


"Mince, ada apa? Apa yang terjadi lada Awan? Kenapa dia belum hadir sekarang?" cecar Liza. Tentu saja, Pagi ini adalah acara gladi bersih konser terakhir mereka sebelum vakum. Namun, Awan yang biasanya paling on time belum menunjukkan batang hidungnya hingga Mince mendapat kabar dari asisten pribadi Awan.


"Tarik napas dulu, kemudian buang ... Kita harus mendiskusikan ini pada Daddy Alan," ujar Mince.


"Kenapa Daddy Alan harus dilibatkan?" tanyaa Sera. Jika sudah melibatkan ayah kandungnya selaku CEO ANT Entertainment, maka hal itu sangatlah darurat.


"Ditikam? Bagaimana bisa? Apa dia dirampok saat pulang kemarin?" cecar Liza lagi. Kenapa juga musibah terjadi di H-10 jam konser mereka?


"Itu semua akan diungkap bersama Daddy Alan, Mince kabarkan dulu ke Daddy Alan, ya ..."


"Lalu konsernya akan tetap berjalan?" tanya salah satu kru penari.


"Entah lah. Itu semua tergantung bagaimana keputusan Daddy Alan dan gasil diskusi dengan promotor. Sekarang, biarkan Mince tangani ini dulu, ya," ujar Mince yang pusing tujuh keliling. Kenapa juga peristiwa ini harus terjadi?


Sera pun menarim Liza menjauh dari Mince.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Awan bisa ditikam?" panik Sera masih penasaran.

__ADS_1


"Entah lah. Yang terpenting, sekarang bagaimana keadaan anak itu? Apa dia selamat? Dia sekarang ada dimana?" Liza juga kebingungan sekaligus khawatir. Siapa orang yang tega melakukan tindakan kejam itu pada Awan, lelaki paling lembut yang bahkan hampir tidak pernah marah?


"Menurutmu bagaimana? Apakah kita harus mencari tahu, atau menunggu kabar dari Mince?" tanya Sera lagi. Jika memang ia harus mencari tahu, maka orangnya akan segera mencari tahu.


Namun, Liza terdiam dengan menatap tajam ke satu titik.


"Apakah ini ada kaitannya dengan Queen?" tebak Liza.


"Queen? Bagaimana kamu bisa berpikir ke arah sana?" tanya Sera.


"Entah lah, hanya saja, Awan jadi agak sedikit khawatir pada Queen karena dia tak membalas pesan kita selama dua hari," analisis Liza.


"Dia bilang ingin memastikannya lewat Papa Iskandar," lanjut Liza lagi.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita tanyakan saja pada Papa Iskandar?" usul Sera. Liza mengangguk tanda setuju. Liza pun segera menelpon Iskandar, tetapi sebelum akhirnya panggilan tersambung Mince sudah meminta semua orang untuk berkumpul.


"Liza, Sera, apa yang kaliam lakukan di sini? Daddy Alan dan pihak promotor akan datang sebentar lagi, kita harus rapat darurat!" seru Mince.


Liza pun memandang Sera seolah bertanya apa yang harus mereka lakukan. Sera pun memutuskan sambungannya dengan Iskandar.


"Nanti kita lanjutkan lagi," ujar Sera. Liza yang sebenarnya dipenuhi rasa penasaran pun mengikuti ucapan Sera.


Bukan saatnya memikirkan Awan saja, mereka juga harus memikirkan fans dan orang-orang yang sudah membeli tiket konser mereka. Mereka adalah orang-orang yang menantikan penampilan spektakuler yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Namun, jika keadaannya seperti ini entah apa yang akan terjadi. Mungkin kah mereka akan tetap konser tanpa kehadiran Awan? Atau Konser justru akan dibatalkan? Jika sampai itu terjadi, entah seberapa besar denda yang harus mereka bayarkan


***


Apakah keputusan Daddy Alan?

__ADS_1


stay tune terus ya guys


__ADS_2