I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 16


__ADS_3

Awan pulang ke rumahnya dengan hati yang masih kesal.


"Loh, Awan? Udah pulang?" Kata Jessica, Ibundanya.


"Assalamualaikum, Bun..," kata Awan segera mendatangi Ibundanya lalu mencium tangannya dan mencium pipi kanan-kirinya.


"Ada apa, My Cotton Candy? Kok wajahmu murung? Bukannya abis main ke rumahnya Queen?" tanya Jessica yang mendapati Wajah putranya yang selalu tersenyum itu pundung.


"tadi, berantem sedikit sama Liza..," kata Awan mengakui.


"terus, udah baikan?" tanya Jessica.


Awan menggeleng,


"Awan masih bete sama Liza, Bun...," kata Awan kesal.


Jessica mencubit hidung putranya,


"Ya udah.., Kalo gitu, marahnya jangan lama-lama. Kan kalian sahabatan..," Nasihat Jessica.


"Yes, I know...," Kata Awan yang memalingkan pandangannya.


"Oh,iya, Paket Anting pesanan kamu udah dateng, loh." kata Jessica.


"Woah ?? Serius, Bun?" Wajah Awan seketika langsung cerah. Dia memang agak fanatik dengan pemanis telinga itu.


"Ayah pasti bakalan senang." kata Awan heboh sendiri. Ia dan ayahnya memang sering mengenakan anting yang sama di telinga mereka. Hanya sebagai penanda kalau dia adalah putra ayahnya.


"dimana, Bun Antingnya?" tanya Awan.


"di Angi, Awan !!!" kata Adik perempuannya yang datang sambil membawa kotak berwarna hitam di tangannya.


"hello, My Little Angi...," sapa Awan sambil membelai rambut adik ya yang baru berusia 5 tahun itu.


"Awan, ganti baju dulu, baru main sama Angi,ya...," Pesan Jessica mengingatkan lalu meninggalkan kedua anaknya.


*


Angi duduk di atas tempat tidur Awan sambil memasang anting berwarna hitam dengan bandul bulan itu di telinganya.


"Mana, sini antingnya.., Awan mau coba." kata Awan sambil mengarahkan tangannya di depan Angi.


"Ih, cantik buat kuping Angi, Awan !" kata Angi cemberut.


"Angi.. ," rengek Awan.


"Awan ., Awan jangan sedih.., Iya, deh, nih Angi kasih.., Awan jangan sedih, ya..," kata Angi Langsung memberikan anting itu pada Awan.


Awan langsung memakai anting itu di telinga kanannya yang memang sengaja ia tindik.

__ADS_1


Angi langsung tiduran di paha Awan,


"Awan.., Awan tadi darimana?" tanya Angi cemberut.


"Angi udah nungguin Awan dari tadi abis pulang dari TK, Awan gak ada, terus Angi tidur siang, pas bangun, Awan juga gak ada." katanya cemberut.


Awan mencubit bibir manyun adik kecilnya itu,


"dari rumah Queen." jawab Awan.


"Queen itu Ratu,kan bahasa Indonesianya...," Angi mulai menyambung-nyambungkan.


"ahaha.., iya..," kata Awan yang baru berhasil memakai antingnya.


"Ratu itu punya Mahkota di kepalanya,kan?" Tanya Angi lagi.


"iya, Angi..," kata Awan gemas sambil mencolek hidung adiknya.


"kalau begitu apakah cewek yang sering Awan lukis itu adalah sang Ratu?" tanya Angi.


Awan tertegun. Ia memang memiliki galerinya sendiri di rumah untuk menyimpan semua lukisannya.


"anggap saja begitu, sayang." kata Awan.


"Ratu dari kerajaan mana?" tanya Angi.


Angi tersenyum lebar,


"Awan !! Ayo ceritain dongen buat Angi !!" pinta Angi bersemangat dan langsung terduduk.


"ini masih sore, sayang...," Kata Awan.


"gak apa-apa..., Nanti Awan cerita lagi pas malam. Ya? Ya? Please...," kata Angi merajuk.


"Oke.., Sini tiduran lagi di pangkuan Awan." kata Awan lalu mulai bercerita.


*


Keesokan harinya,


Jessica melirik ke telinga Awan yang mengenakan anting barunya,


"antingmu gak akan disita, Sayang?" tanya Jessica.


"nanti Awan lepas pas di sekolah, Bun..," kata Awan sambil meminum susunya.


"mendingan titip sama Angi aja, Awan..," kata Angi iseng.


"Wee.., enak aja, Angi,kan udah punya anting sendiri..," kata Awan. Kalau soal anting, ia tidak pernah mau mengalah.

__ADS_1


Ting


Tong


Pagi-pagi begini, rumah mereka sudah kedatangan tamu.


"Apa Ayah pulang?" tanya Awan.


Jessica menggeleng,


"Ayah pulang masih lusa." kata Jessica.


"Biar Awan periksa, Bun...," kata Awan lalu beranjak dari kursinya.


Awan melihat siapa yang datang melalui door viewer -nya, Awan menekan tombol display dan langsung terlihat 3 gadis cantik sedang tersenyum di sana. Mereka bahkan melambai-lambaikan tangannya.


"Ya ampun...," kata Awan malu sendiri. Kekesalannya kemarin seolah langsung terobati begitu melihat 3 sahabatnya yang tersenyum lebar di layar door viewer.


"Siapa Awan??" teriak Jessica.


"tiga Srikandi, Bun !!" kata Awan lalu langsung berlari keluar.


Awan membuka pagar rumahnya,


"Unch.., bidadari-bidadariku !!!" kata Awan heboh dan langsung memeluk Sera, Queen dan Liza.


"unch..., my Cotton Candy...," kata mereka bertiga kompak dan langsung memeluk Awan.


"Awan.., maafin Liza,ya.., Liza jahat kemarin udah bentak Awan..," Kata Liza menyesal.


"ya ampun, Liza, Awan yang harusnya minta maaf." kata Awan yang matanya berkaca-kaca.


"ih, Awan, kamu nangis?" kata Sera yang menangkap mata Awan yang berkaca-kaca.


Awan melepas pelukannya,


"huhuhu..., Awan terharu soalnya kalian ke sini, hwaa...," kata Awan malah nangis.


"ih, emang beneran Cotton Candy.., hatinya pun selembut kapas, ya...," ledek Queen sambil mencubit pipi Awan.


"Awan, tuh cuman khawatir sama kalian...," Rengek Awan.


"Utututu...," kata mereka bertiga lalu memeluk Awan lagi.


"iya.., kita paham, kok, Wan..," kata Queen.


"Makanya sekarang kita jemput kamu." kata Sera.


"eh, ayo masuk dulu..,"

__ADS_1


__ADS_2