I Love You Queen

I Love You Queen
S2: Gara-gara Postingan


__ADS_3

Hari-hari dilalui sangat cepat karena kesibukan semakin bertambah. Namun CLD alias Awan, Liza dan Sera mendapat kabar baik bahwa mereka akan dapat libur panjang setelah konser puncak yang akan diadakan di ibukota. Maka dari itu, penampilan mereka harus maksimal agar meninggalkan bekas di hati para penggemar mereka dan tetap dinantikan, meskipun mereka tak berkarya untuk waktu yang cukup lama.


Saat istrirahat dari latihan konser puncak, Liza malah asyik berselancar di media sosial untuk mencari tempat apa yang sebaiknya mereka kunjungi saat liburan nanti.


"Lihat apaan, sih?" tegur Awan sambil menyodorkan minuman dingin pada sahabatnya itu. Liza menerimanya sambil melemparkan senyuman manis.


"Thanks, Cloudy ..." ucap Liza yang menyebut nama panggung Awan. Merasa tidak dijawab, Awan pun duduk di samping Sahabatnya itu.


"Apa kamu mau kencan sama Gibran di liburan nanti?" kekeh Awan sambil menenggak minuman dinginnya. Liza pun menoleh pada Awan sambil menatapnya sinis.


"Kenapa? Tebakanku benar?" Awan geleng-geleng kepala.


"Gibran ke Indonesia itu untuk Galang!" ujar Awan mengingatkan.


"Ya, Liza tau! Tapi, Gibran bilang, keadaan Galang sudah membaik, meskipun kabarnya ia belum bisa menggunakan kakinya ..." ujar Liza yang menarik atensi Awan.


"Tidak bisa menggunakan kakinya?" ulang Awan.


Liza mengangguk.


"Tulang kakinya patah, Masih harus menjalani pemulihan dulu, tetapi katanya minggu depan akan pulang dari rumah sakit dan selanjutnya akan menjalani pengobatan rawat jalan," ujar Liza.


"Jadi, Galang akan lebih lama lagi di sini? Gibran juga?" tanya Awan menarik kesimpulan.


Liza mengangguk.


"Galang akan di Indonesia sampai sembuh, tapi kalau Gibran akan ke Berlin bulan depan," jawab Liza lalu memasang wajah sedih.

__ADS_1


Dahi Awan mengernyit.


"Kenapa jidatmu banyak kerutan?" tegur Awan.


Liza malah menampakan wajah yang lebih sedih lagi pada Awan.


"Soalnya, Liza jadi punya waktu sedikit sekali dengan Gibran. Kira-kira 2 hari sebelum keberangkatan dia ... Karena kata Mince, setelah konser, baru kita dapat libur ..." ujar Liza.


Awan mengangguk-angguk. Ia lupa kalau sahabatnya ini menjalin hubungan tanpa status pada seorang Gibran.


"Jadi rencananya kamu akan berlibur dengan Gibran?" tebak Awan. Seketika wajah Liza langsung berubah jadi berseri-seri.


"Iya, nih ... Liza lagi lihat destinasi yang cocok buat pasangan berlibur ... Coba Awan lihat, deh!" Liza menunjukkan beberapa postingan akun yang merekomendasikan destinasi liburan menggunakan tablet canggihnya.


Namun, matanya malah terusik pada sebuah postingan di akun tersebut.


Liza pun menarik tabletnya kemudian memperhatikan postingan yang Awan tunjuk barusan. Meskipun potongan rambutnya pendek dan hanya memperlihatkan tubuh bagian samping, tetapi Liza yakin, itu adalah Sahabatnya, Queen.


"Iya! Ini Queen!" seru Liza kemudian mulai membaca caption di postingan tersebut. Jelas tertera akun atas nama "A_Queenutama" dan "Jonas027" yang ditandai di sana.


Liza memandang Awan yang menatapa kedua nama itu dengan serius.


"Awan, Jonas itu cowok yang suka sama Queen 'kan? Yang waktu itu pernah Queen tolak," ujar Liza. Awan mengangguk. Ia jelas ingat nama lelaki yang waktu itu ditolak Queen. Namun, apa ini? Mereka berlibur bersama? Meskipun tempat yang mereka kunjungi hanya lah cafe dengan pemandang eye catching dan hidangan yang unik, bisa saja dikumjungi kapan pun karema letaknya di tengah ibu kota.


"Mereka pacaran?" duga Liza lagi yabg membuat jantung Awan hampir copot. Queen sudah move on? Dengan laki-laki lain? Haruskah perasaan Awan yang dulu sempat merasa lega karena sudah tidak ada siapa pun di hati Queen sirna begitu saja. Bahkan lebih parah jika sampai Queen menjalin hubungan spesial dengannya.


"Tapi dia juga gak kabar-kabarin kita." Awan langsung menoleh mendengar perkataan Liza.

__ADS_1


Apa artinya ini? Queen tidak lagi membutuhkannya kah? Apa dia benar-benar sudah pindah ke lain hati?


"Menurutmu gimana, Awan? Harus kah kita telepon Queen, tapi ..." Liza melihat jam di tabletnya.


"Sebentar lagi akan ada latihan vokal," keceea Liza.


Awan hanya mengehela napas. Sebenarnya kepalanya pusing dengab hanya memikirkan segala kemungkina yang terjadi antara Queen dan Jonas.


"Nanti saja kita pikirkan itu!" ucap Awan dingin.


"Sebaiknya kita latihan saja," sahutnya kemudian beranjak meninggalkan Liza.


Sekali lagi dahi Liza mengernyit.


"Ih, tuh anak kenapa, sih? Kok kayak ngambek gitu?" gumam Liza kemudian memandang kembali postingan tadi. Sosok wanita itu sedang tersenyum bersama seoramg Pria dan sebenarnya masih ada postingan selanjutnya. Liza pun menggesernya.


Rupanya itu adalah sebuah video dimana keduanya menunjukkan bahwa cafe yang mereka kunjungi adalah tempat yang bagus untuk sekedar menikmati akhir pekan bersama pasangan. Dari video itu, Liza bisa lihat dengan jelas sosok Queen yang ceria seolah tak ada beban, sedangkan di sampingnya ada lelaki yang kalau tidak salah memang Jonas—sosok yabg waktu itu pernah Queen kenalkan.


"Ini emang mereka ..." gumam Liza kemudian menoleh ke arah Awan yang kinj tengah bersiap.


Wanita 20 tahun itu memicingkan matanya.


"Entah kenapa gue ngerasa Awan lagi cemburu," duganya kemudian kembali memandang ppstingan tersebut. Jika dipikir dari dulu orang yang selalu berhasil menghibur Queen dan mengembalikan senyumnya adalah Awan, tetapi sejak Awan memilih menjadi idol, semua itu tidak lagi bisa ia lakukan.


"Apa mungkin, ya sebenernya Awan suka sama Queen? Kalau iya, sejak kapan?" gumam Liza.


Liza kembali memandang postingan tadi.

__ADS_1


"Tapi, tabg anehnya lagi adalah Queen. Kenapa dia tidak cerita apa-apa sejak kejadian kecelakaan Galang?" gumamnya yang sekali lagi merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri.


__ADS_2