I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 14


__ADS_3

Queen POV


Namanya Annisa Kejora Putri Yarnoyadi. Putri pertama dari Mike, dokter kecantikan langganan Mama. Sebenarnya Papa Alan yang merekomendasikan ke Mama karena Mike adalah sahabatnya. Dia dari dulu memang sangat cantik. Bahkan aku mengakui kecantikannya sebagai perempuan.


Sayangnya di antara rivalku yang pernah ada, termasuk Liza, dia adalah rival terberatku. Hubungannya dengan Ryu sudah lebih dulu terjalin sebelum aku lahir. Ya, Kejora atau nama tenarnya Scarlett memang lebih tua tiga tahun dari Ryu dan sebuah fakta mengejutkan pernah aku dapatkan darinya. 6 tahun lalu, dia pernah menyatakan perasaannya pada Ryu.


"Queen? kenapa kamu kaget ketika bertemu denganku?" tanya Scarlett.


"Queen, apakah dia musuhmu?" bisik Galang. Aku baru sadar kalau aku menggenggam tangannya. Aku langsung melepaskan genggamanku,


"bukan. bukan juga." bisikku menjawab pertanyaan Galang.


"Queen.., apa kamu tidak merindukannya?" tanya Ryu.


"kenapa juga Ryu muncul dengan dia? Apa mereka berdua habis berkencan? Ugh.., Queen, dua kali kamu kecolongan, kemarin Ryu berkencan dengan Liza, sekarang dengan Scarlett!" batinku kesal.


"ah, uhm.., long time no see, Scarlett...," kataku akhirnya. Sebenarnya aku juga tidak teralu merindukannya.


"uhm.., manisnya dirimu...," kata Scarlett lalu memelukku. Dia tidak tahu apa, aku ini memusuhinya !


"aku ikut sekalian dengan Ryu karena ingin bertemu denganmu. Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan Ryu di Coffee shop." katanya sambil melepas pelukannya.


"oh,iya, aku juga mau ketemu sama Mama Rin. Aku di Indonesia hanya sebentar dan harus kembali lagi ke Jepang." kata Scarlett. Ya, setahuku dia memang kuliah di sana.


"kamu gak akan menikmati liburan di sini, Scarlett?" tanya Ryu. Kenapa juga Ryu menanyakan hal itu?


Scarlett menggeleng,


"tidak. Aku ke sini karena Ayah merindukanku. Lusa aku harus kembali ke Jepang karena tugas akhirku." katanya. Syukurlah kalau begitu.


"Kalau begitu, Ayo kita pulang, Mama Rin pasti sudah khawatir karena teralu lama." kata Ryu.


"Oh,iya Galang, kami pulang dulu,ya...," Pamit Ryu yang tidak melupakan keberadaan Galang. Ya, Ryu memang tidak pernah melupakan keberadaan siapapun. Dia sebaik itu, makanya aku menyukainya.


*


Author POV

__ADS_1


Di rumah Keluarga Utama,


Awan membantu Rin menyiapkan cemilan untuk Liza dan Sera yang sedang asyik menonton drama Korea di ruang keluarga,


"Nih, Ma, udah Awan potong bolunya." Kata Awan yang sudah membagi bolu berbentuk silinder buatan Rin menjadi 6 bagian,


"kok enam, sayang?" tanya Rin.


"untuk, Awan, Sera, Liza, Queen, Ryu dan Mama Rin tersayang...," kata Awan sambil menyenderkan kepalanya di pundak Rin,


"ya ampun..., so sweet banget, sih Awan...," kata Rin yang tersipu oleh gombalan lelaki yang sudah seperti putranya itu.


"oh,iya ! Sultan gimana, Ma?" Tanya Awan yang baru ingat kalau masih ada seorang bocah lagi.


"ah, tidak apa-apa. Dia itu sama kayak papanya, sukanya makan timun." kata Rin.


"oh, oke, Aman kalo gitu." kata Awan lalu mengangkat piring berisi 6 potong bolu itu.


"Ma, Awan bawa ke depan,ya.., jangan lama-lama, nanti kelewat,loh episodenya." Kata Awan memperingatkan sebelum keluar dari dapur.


*


Sementara itu,


Queen duduk di belakang sambil memandangi Scarlett dan Ryu yang asyik bercanda. Ia menghela napas.


"Rasanya ingin mencak-mencak, tapi tidak bisa. Aku tidak dididik begitu oleh Papa." gumam Queen.


"Oh,iya Queen..," Tiba-tiba Scarlett memanggilnya.


"iya,kak?" timpal Queen.


"besok kamu free, gak, habis pulang sekolah? Jalan, yuk..., sekalian treatment.., Klinik Ayah lagi ada promo,loh...," kata Scarlett.


"uhm.., treatment?"


"sepertinya Scarlett ingin membicarakan sesuatu padaku..," batin Queen.

__ADS_1


"besok Queen gak free, Kak.., Queen udah ada janji sama Liza...," kata Queen. Queen tidak melupakan kalau besok adalah hari janji mereka. Hari dimana Queen atau Liza akan mengungkapkan perasaannya.


"oh, begitu..., Acara apa?"


"janji dengan Liza? Bukankah itu acara di cafe Mama Sherin? Aku juga diundang. Kamu juga harus datang, Scarlett...," kata Ryu.


"ya ampun !! Aku lupa kalau ada Ryu. Kenapa juga Ryu mengajaknya??" gumam Queen kesal.


"Oh,ya? Queen pasti tidak mengajakku karena mengira aku tidak bisa pergi." kata Scarlett.


"sumpah ! Positive thinking banget jadi orang." batin Queen yang berusaha mengontrol wajahnya agar tidak ketahuan sedang kesal.


"Aku boleh ikut,kan Queen?" Pinta Scarlett sambil menoleh ke belakang.


"uhm.., uhm.., ya.., Ya! Tentu saja." kata Queen sambil memaksakan senyumnya. Ia harus pura-pura baik, meskipun kesal. Ia tidak akan bisa menduga apa yang akan terjadi besok. Apalagi jika salah satu dari mereka berdua menyatakan perasaan pada Ryu.


"siap-siap aja besok. Siapkan mental." batin Queen.


"eh, udah mau sampe,nih." kata Ryu.


*


Queen masuk lebih dulu ke dalam rumah, Bukannya apa, Ia benar-benar gerah, apalagi harus menyaksikan keakraban antara Ryu dan Scarlett.


Queen langsung berhenti begitu sampai di ruang tengah. Di sana ada segerombolan perempuan termasuk ibunya dan seorang laki-laki yang sedang menangis sambil menatap layar televisi.


"kalian kenapa?" tanya Queen yang heran.


Awan menoleh,


"Queen ?" Kata Awan. Semua orang langsung menoleh,


Dari belakang Queen muncul Ryu dan Scarlett. Semua orang langsung terbelalak begitu melihat kehadiran Scarlett.


"SCARLETT !!!!" Kata mereka semua heboh, kecuali Liza yang masih kaget. Liza langsung melirik ke arah Queen. Queen hanya membalas dengan memutar bola matanya lalu langsung pergi ke kamarnya. Hal itu tak luput dari pandangan Rin.


"Ya ampun, Tiga singa betina sedang berkumpul memperebutkan daging segar.., ckckck...," gumam Rin dalam hati. Ya, dia sangat tahu bagaimana perasaan Queen, Liza dan Scarlett pada seorang Ryu.

__ADS_1


__ADS_2