I Love You Queen

I Love You Queen
S2 : Pengakuan Galang


__ADS_3

"Hah??? Kamu mau ajak dia nge-date???!!" ujar Awan kaget ketika mendengar rencana Queen.


Queen menganggukkan kepalanya sambil memandang semua orang yang hadir di situ. Ya, Kini mereka semua sedang berkumpul, kebetulan Awan, Sera dan Liza sedang senggang, sedangkan Bianca juga Galang memang sedang jalan-jalan ke Jakarta. Sejak mereka mendeklarasikan hubungan mereka, mereka berdua selalu bersama. Hanya Ghibran yang sudah kembali ke Berlin karena terikat dengan projek di sana.


"Lu mau pindah hati ke dia setelah patah hati sama Ryu?" tebak Galang yang langsung dapat sikutan dari Bianca.


"Aw, Sakit, Sayang!" keluh Galang.


"Ya, Galang juga tidak salah. Menurutku mau bagaimanapun, Queen yang mengajak Jonas nge-date memang terlihat seperti itu," timpal Awan.


"Lalu, ketika kamu mengajaknya nge-date dan memastikannya, apa dia tidak akan sakit hati, Queen?" tanya Sera.


"Wait! Wait!" seru Liza yang menarik perhatian semua orang di sana.


"Ada apa Liza?" tanya Bianca.


Liza menatap semua orang satu persatu dengan tatapan serius.


"Gue gak ngerti, kenapa Queen bisa mengira kalau Jonas menyukainya? Dia bahkan tidak pernah mengatakannya padamu 'kan, Queen?" ujar Liza.


"Bang Ran yang mengatakannya," jawab Queen.


"Bang Ran? Abangnya Queen?" tebak Galang.


"Ya, tebakan dia tidak pernah meleset. Instingnya kuat." Awan tiba-tiba berceletuk dengan wajah yang begitu serius.


Queen lalu beralih pada Galang.


"Kak Galang!" seru Queen yang membuat pria itu kini menoleh padanya.


"Kenapa?" tanya Galang sambil mengernyitkan dahi seolah tahu Queen akan menanyakan hal yang serius.


"Jawab pertanyaanku dengan jujur!" pinta Queen agak memaksa.


Galang tersenyum miring.


"Apa yang mau lu tahu, Queen?" kekeh Galang


Queen menatap lurus ke arah Galang.


"Apa alasan Kak Galang lima tahun lalu menculik Jonas?" Pertanyaan Queen sontak membuat semua orang di sana tertegun dan segera beralih menatap Galang.

__ADS_1


Galang, Sang Pelaku sontak menggenggam tangan Bianca yang duduk di sampingnya. Ia menggigit bibirnya. Bianca yang bisa merasakan kekhawatiran Galang segera mengelus punggung tangan pacarnya itu yang menggenggam tangannya. Galang segera menoleh ke arah Bianca dan menatap wanita itu.


Bianca menganggukkan kepalanya seolah memberikan semangat.


"Bukankah Galang hanya menculik Ryu?!" ujar Liza yang diikuti oleh anggukan kepala Awan dan Sera.


"Yah, Queen, kenapa kamu menuduh Galang soal itu?" tanya Sera.


"Kak Galang, bisakah kakak jawab dengan jujur?" Queen sama sekali tak menggubris perkataan Liza dan Sera.


Galang mengeratkan genggamannya pada Bianca lalu mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke arah Queen.


"Karena dia pengganggu!" jawab Galang jujur yang membuat semua orang terbelalak. Galang yang menjawab seperti itu menandakan bahwa ia mengakui sebagai dalang dari perilaku keji yang diterima oleh Jonas 5 tahun lalu.


Liza berdiri dan menghampiri Galang. Wanita itu segera menarik kerah Galang.


"Kenapa lu bisa melakukan perbuatan keji itu, ha??? A-apakah Ghibran terlibat??? Apa lu menghasut dia juga, ha????" Liza tahu kalau Ghibran terlibat dalam penculikan Ryu, ia dihasut oleh Galang, tetapi tentang Jonas?


"Tidak. Jonas, Gue sendiri yang melakukannya. Dulu gue lebih membencinya dibandingkan Ryu karena dia munafik!" ujar Galang sambil menatap Queen tajam.


Liza yang menarik kerah Galang tadi segera melepaskannya dan terduduk lemas. Di satu sisi ia lega, di sisi lain ia merinding.


"Gue tahu, lima tahun lalu gue salah dan gue menyesal! Pikiran gue kalut waktu itu. Gue benci sama orang-orang yang berusaha menghalangi perasaan gue terhadap Queen!" ungkap Galang.


Awan menelan salivanya mendengar ucapan Galang.


"Kau sangat hebat Awan, mungkin jika kau ketahuan, kamu akan bernasib sama," batin Awan dalam hati.


"Gue emang egois dan gak berpikir jernih sampai berpikir mau menghabisi mereka semua ..." Suara Galang semakin mengecil, ia menundukkan kepalanya. Bianca segera mengusap punggung Galang agar pria itu lebih tenang.


"Gue hidup dalam penyesalan sampai sekarang .. " ucap Galang dengan suara bergetar. Bianca yang tak tega langsung memeluk kekasihnya itu.


"Sudah, cukup Queen, Galang sudah mengakui semuanya. Jangan membuatnya sedih lagi," ujar Bianca yang tidak tega. Ia sebenarnya tahu semua tentang kesalahan Galang karena Galang menceritakan semua pada dirinya dan ayahnya. Galang memang cukup dekat dengan ayahnya Bianca dan sering berkeluh kesah padanya.


"Itu berarti menjawab 'kan bahwa Jonas memang punya perasaan padaku," tukas Queen.


Awan melirik ke arah Queen sambil mengernyitkan dahinya.


"Queen benar-benar tak berperasaan. Apakah patah hati membuatnya jadi berhati dingin?" batin Awan.


"Namun perasaan seseorang bisa berubah. Seperti misalnya Kak Galang yang dulu cinta buta padamu, tetapi sekarang sangat mencintai Bianca." Sera mengambil contoh. Ia lalu memandangi semua orang untuk mengambil contoh lain.

__ADS_1


"Dan Liza! Dia yang dulu sangat memuja Ryu, kini sangat memuja Ghibran. Lalu bagaimana dengan Jonas? Apa dia masih punya perasaan yang sama denganmu?" tanya Sera lagi. Ia hanya tidak ingin Queen melakukan hal yang sia-sia.


"Kita harus tahu hal itu. Lagipula banyak orang yang perasaannya juga tidak berubah. Seperti misalnya Awan!" seru Queen yang sontak membuta Awan terhenyak kaget.


"Aku???" tunjuk Awan pada dirinya sendiri.


"Mungkinkah Queen menyadari perasaaku padanya?" batin Awan.


"Ya, Awan, orangtuanya, bukankah mereka mencintai satu sama lain bahkan setelah berpisah selama lima tahun, atau orang tua Liza, mereka juga saling mencintai tanpa hubungan yang jelas bahkan ketika dipisahkan oleh benua selama 8 tahun, lalu Sera! Kau sendiri, diam-diam kamu dan Kak Yanuar menjalin hubungan 'kan?" tebak Queen yang membuat Sera membulatkan matanya.


"I-itu ..." Sera jadi tak mampu berkata-kata.


"Masih bertahannya perasaan seseorang selama bertahun-tahun atau tidak, itu tergantung orangnya dan apa yang dia hadapi. Aku hanya ingin tahu, apakah Jonas memiliki perasaan padaku atau tidak," pungkas Queen.


"Aku ingin mematahkan tebakan Bang Ran bahwa Jonas masih menyukaiku," lanjut Queen lagi.


"Kenapa, Queen?" celetuk Awan.


Queen segera menoleh pada Awan.


"Kenapa? Maksudmu?"


"Yah, kenapa kamu mau mematahkan dugaan Bang Ran. Bukankah luka dari cinta yang lama bisa ditutup dengan cinta yang baru?" tukas Awan.


Queen menghela napas mendengar pertanyaan Awan. Tatapannya lalu berubah jadi tajam.


"Itu karena hati Queen belum mau diisi oleh siapapun," jawab Queen mantap.


Semua teman-temannya di sana saling pandang melihat tekad Queen.


Sedangkan Awan menatapnya dengan penuh rasa kecewa.


"Kira-kira sampai kapan, Queen? Sampai kapan aku harus menyimpan perasaan ini?" batin Awan putus asa.


***


Kira-kira kencan seperti apa yang akan direncakan Queen?


Penasaran? Langsung next bab Yuk


Jangan lupa share pengalaman baca kalian di kolom komentar, ya. Dan jangan lupa favorit like, dan vote cerita ini. Love you guys

__ADS_1


__ADS_2