I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 68


__ADS_3

Galang memandang ke arah gudang, tempat Ryu disekap,


"kenapa mereka lama sekali ? Ryu,kan sendiri dan mereka berdua !!!" keluh Galang.


"Galang, kamu tidak akan membuat Ryu mati,kan?" tanya Gibran tiba-tiba.


Galang menoleh,


"keh ..., entahlah, tergantung dua orang itu." kekeh Galang.


"Ck ! Lama banget !! Kayaknya gue teralu baik cuman ngasih dia dua orang. Si curut kaya Jonas aja gue kasih lima orang !!" gerutu Galang.


Gibran langsung menoleh cepat dan memandang saudara kembarnya,


"Jonas ?"


Galang terhenyak, Ia langsung mengusap mulutnya,


"kamu yang menghabisi Jonas ??!!! Kenapa ?? Apa alasannya ??!!!" teriak Gibran sambil menarik kaos Galang,


"apaan, sih lu ?!!" Galang langsung melepaskan tangan Gibran.


"Asal lu tau, Galang !!! Jonas koma !!! Lu yang bikin dia babak belur ?? Apa alasannya ?!!!" tanya Gibran tak habis pikir.


"Dia saingan gue ! Dia suka sama Queen. Puas lu !" ujar Galang dengan nada jutek.


"terus, kalo dia saingan lu, harus lu habisin gitu ?" tanya Gibran.


"Berisik lu !!" Galang tidak mau membahasnya lagi. Entah kenapa ia jadi merasa bersalah, padahal tadi ia sudah cukup puas dengan apa yang ia lakukan terhadap Jonas.


"Emang lu gak ada hati, Lang !! Lu gak pantes dapetin Queen !!" seru Galang yang berhasil memancing Galang dan menarik kerahnya,


"lu mau mati, hah ??!!!" Ancam Galang.


SREEKK !


Tiba-tiba terdengar suara pintu gudang yang terbuka, membuat mereka berdua teralihkan. Dari sana keluar seseorang.


"Siapa yang keluar ?" tanya Gibran.


"Ryu." jawab Galang. Ia tahu betul postur tubuh orang suruhannya dan orang yang keluar tidak jangkung ataupun berotot.


"Ryu selamat ?" ujar Gibran lega.


"dia kenapa bisa lolos ??" kata Galang tak terima, ia langsung mengambil ponselnya,


"kamu mau apa ??" tanya Gibran.


"panggil lebih banyak orang ! Gue emang teralu baik sama Ryu, dia juga harus bernasib sama seperti Jonas !!" kata Galang.


"Galang ! Stop !! Cukup satu orang aja yang lu habisin !! Jangan lagi !!" cegah Gibran berusaha merebut ponsel Galang.


"Gak Bisa !! Lu mau jadi pelampiasan gue ??" tanya Galang.


"Diam lu !!" Galang mendorong tubuh Gibran sehingga Gibran terjatuh. Jari Galang dengan cepat mengirim pesan kepada orang-orang suruhannya.


"Galang ...," lirih Gibran sambil berdiri lagi.


"Di sini, gue bosnya, lu gak berhak ngatur gue !!" kata Galang lagi.

__ADS_1


"Ya, lu bener. Lu bosnya. Dan gue musuh elu !!" ucap Gibran langsung berlari pergi,


"Gibran !! Lu mau kemana ??!!!" teriak Galang , Gibran menghentikan langkahnya,


"Lu b*go kalo mau nolongin Ryu !!! Lu lupa ? Dia udah nyakitin cewek yang lu sayang !!!" kata Galang lagi.


"enggak !" kata Gibran,


"Lu yang salah. Lu yang b*go ! Ryu gak pernah berniat nyakitin siapapun !!" kata Gibran lalu berlari ke arah Ryu berdiri.


"ugh, sial !!" umpat Galang.


Di saat yang bersamaan orang-orang suruhannya mulai berdatangan dan mengepung Ryu.


Ryu yang dikepung mulai was-was, ia melihat ke sekeliling sambil menghitung jumlah orang yang harus ia hadapi,


"setidaknya, aku harus melindungi wajahku yang sudah babak belur ini." batin Ryu.


"total lima orang. Ugh ..., semoga saja aku bisa selamat." doa Ryu dalam hati.


"sial. Aku harus selamat. Aku janji pada Sakura akan menemaninya bermain di taman hiburan baru." batin Ryu mengingat janji bersama adik perempuannya yang masih kecil.


"fokus Ryu ! Ugh ..., kepalaku masih agak pening ...," keluhnya dalam hati.


"RYUUU !!!" Tiba-tiba ia mendengar suara yang sangat familiar. Ryu langsung bisa menemukan Gibran yang berlari ke arahnya,


"Gibran ? Dia kenapa bisa di sini ?" gumam Ryu.


Kedatangan Gibran membuat lima orang di hadapan Ryu jadi mundur satu langkah, hak itu tak luput dari perhatian Ryu.


"Ryu, apa kamu baik-baik saja ?" tanya Gibran sambil memeriksa semua tubuh Ryu.


"A,aku baik-baik saja. tapi kenapa kamu bisa di sini ?" tanya Ryu,


"pergi ? tapi mereka ...," Ryu melihat ke arah lima orang yang hendak menyerangnya,


"akan kujelaskan di perjalanan nanti, yang penting kita harus kembali." ajak Gibran lagi.


"Hahaha ...," Tiba-tiba terdengar suara tawa dari belakang Gibran, Gibran berbalik,


"Heh, Gibran, lu pikir karena lu saudara gue, lu bakalan gue lepasin ? Lu yang menyatakan diri sebagai musuh gue !!" kata Galang yang sudah berdiri di depan lima orang suruhannya.


"Galang ?" ucap Ryu tak habis pikir,


"Gibran, jelaskan apa yang terjadi !" pinta Ryu agak berbisik.


"aku juga mau ya menjelaskan semuanya, tetapi keadaan tidak mendukung." bisik Gibran.


"Heh, kalian, Kalau kalian mau dapat bonus, Habisin dua orang di hadapan gue !!!" perintah Galang.


"Gibran, kamu bisa bertarung ?" tanya Ryu.


"aku tidak bisa menyerang ...,"


"bagaimana dengan melindungi diri atau menghindar ?"


"entahlah."


"baiklah, usahakan kamu tetap melindungi dirimu, biar aku yang menyerang." bisik Ryu.

__ADS_1


"tapi, Ryu ...,"


"Heh !!! Masih lama diskusinya ??!!!" tanya Galang dengan nada mengejek.


"kalian tunggu apa lagi ? Serang mereka !!!" titah Galang. Saat itu juga kelima orang itu langsung menyerang Ryu dan Gibran.


"Ma ..., sorry, Galang terpaksa melakukan ini semua. Semoga anak kesayangan Mama masih bisa hidup." batin Galang lalu berbalik dan meninggalkan Gibran dan Ryu yang sedang dikeroyok.


*


"nomor yang anda panggil sedang sibuk atau berada di__,"


Liza langsung menutup panggilannya lagi. Ia sudah berkali-kali menelpon Gibran, tetapi tidak di angkat. Entah kenapa ia merasa gelisah. Ia merasa sesuatu yang buruk sedang terjadi.


"Eben ..., Eben dimana ?" gumam Liza khawatir.


Kini Liza masih di rumah sakit, menemani Queen yang ngotot tidak mau pulang. Padahal Bu Agatha sudah memberikan pengertian, tetapi Queen tetap keras kepala. Akhirnya Bu Agatha mengantar yang lainnya kembali ke hotel dan membiarkan Queen tetap di rumah sakit.


Queen datang sambil membawa dua gelas cappucino panas dan memberikan salah satunya pada Liza,


"Kak Gibran belum bisa ditelpon ?" tanya Queen sembari duduk di samping Liza.


Liza menggeleng sambil menggenggam gelas cappucino pemberian Queen,


"Eben kemana, ya ? Liza takut terjadi apa-apa sama Eben." ucap Liza khawatir.


"Mungkinkah Kak Gibran sudah di hotel ? Ah, tapi kalau di hotel, pasti Bu Agatha atau kak Barlie mengabari." kata Queen.


"Queen ..., sebenarnya dari tadi Liza merasakan sesuatu__,"


"tunggu, Liza !" kata Queen yang melihat Sera berlari ke arah mereka,


Liza menoleh ke arah Queen memandang,


"kenapa Sera berlari seperti itu ? Wajahnya juga panik." kata Liza.


"entahlah." jawab Queen.


Sera kini sampai di hadapan mereka berdua, napasnya masih terengah-engah,


"Queen !! Liza !!!" seru Sera sambil mengatur napasnya,


"ada apa, Sera ?" tanya Queen.


"duduklah dulu, baru bicara." kata Queen lagi


"enggak ! Aku gak bisa duduk ! Ada berita buruk !" kata Sera.


"berita buruk ?" Liza langsung menggenggam tangan Queen.


"berita buruk apa ?" tanya Queen.


"Ryu ..., Ryu masuk IGD dengan keadaan babak belur !"


Deg !


"Ryu masuk IGD ???" Queen langsung beranjak dan berlari ke IGD rumah sakit.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2