I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 7


__ADS_3

Queen dan Amanda bergandeng tangan sambil mencicipi hidangan di acara Anniversary tersebut,


"Ehm!" Tiba-tiba ada seorang lelaki yang menegur mereka, Queen dan Amanda menoleh,


Mata Queen langsung membulat,


"Hai...," Sapa Amanda ramah,.


"Hai.., uhm.., hai Queen, gak nyangka,ya kita malah ketemu di sini..." Kata lelaki itu yang sebenarnya adalah Galang.


"Kamu kenal dia, Queen?" Tanya Amanda.


"Uhm.., di,dia kakak kelasku...,"


"No.., bukan hanya itu, lebih tepatnya gue adalah masa depannya." Kata Galang percaya diri.


"Pft... ," Amanda mau tertawa mendengar ungkapan Galang.


"Heh? Apa aneh?" Tanya Galang tak terima.


"Sumpah pede gile, nih anak." Komentar Amanda.


"Tahu tuh,kak. Urat malunya udah putus." Kata Queen.


"Heh, yang penting itu percaya diri, menang atau kalah urusan belakangan." Kata Galang sambil menyisir rambutnya dengan jari-jarinya.


"Bener-bener..., Sepertinya dia lelaki yang menarik, Queen. Apa kamu mau ngobrol sama dia?" Tanya Amanda.


Galang tersenyum lalu langsung mengulurkan tangannya,


"Dengan senang hati, My Queen. ," Katanya.


Queen memandang ke arah Amanda,


"Uhm.., tidak ! Hari ini adalah hari Queen dan kakak Amanda. Tidak bisa diganggu gugat !" Kata Queen keras kepala.


"Ayolah Queen...," Bujuk Amanda, ia bisa melihat jelas bahwa seorang Galang sangat menyukai Queen.


"Tidak, kakak ! Pokoknya Queen tidak mau lepas !" Kata Queen keras kepala.


"Yah, apa boleh buat. Uhm, siapa namamu tadi?"


"Galang." Jawab Galang agak kecewa.


"Galang, kalau kamu ingin mengobrol dengan my little Queen, ikuti kami saja,ya." Kata Amanda berusaha mencari jalan tengah.


"Hah?"


*


Sementara itu,


Levi dan Amara mencari keberadaan kedua putranya,


"kemana mereka? Apa mereka sudah bisa berbaur dengan para penerus partner Bisnisku,ya?" kata Levi bicara pada istrinya.


"bukankah bagus jika begitu, honey...," kata Amara sambil meminum minumannya.


"eh? Levi? Is That You?" Tiba-tiba ada orang yang menyapanya dari belakang mereka, Levi dan Amara berbalik,


"Idho !!!" katanya yang bertemu dengan teman lamanya itu. Ya, mereka dulu sempat satu dorm saat menuntut ilmu di Paris.


"apa kabar?" kata Idho yang langsung memeluk Levi,


"baik sekali, haha...," Levi memandangi Idho,


"bukannya kamu ada di Paris? Kok ada di sini?" tanya Levi.

__ADS_1


"oh, setelah urusan Idho selesai, Idho langsung terbang ke sini. Yah, Kembalinya kak Alan ke sini itu penting." kata Idho.


"ooh..,"


"hello Amara...," Sapa Idho.


"hallo..," balas Amara.


"mana istrimu?" tanya Levi.


"dia sudah tenggelam dengan obrolan para Nyonya-nyonya lainnya." kata Idho.


"lalu, anakmu?"


"My Little princess lagi ngumpul sama para nona-nona muda lainnya." jawab Idho, ia lalu mengernyitkan dahinya,


"loh? anakmu mana? Kamu ke sini gak berudaan lagi,kan?" ledek Idho. Biasanya Levi hanya hadir di setiap acara seperti ini dengan istrinya saja.


"enggak, enggak.., Saya ke sini dengan kedua putraku...,"


"Putramu? Putramu kembar,kan?" kata Idho.


"iya, benar !" Mata Levi langsung mencari keberadaan Kedua putra kembarnya.


*


Setelah berkeliling akhirnya Gibran menemukan cleaning service untuk membersihkan minuman yang tadi ia tumpahkan,


"kira-kira nona tadi masih ada di sana,gak, ya?" gumam Gibran sambil membetulkan kacamatanya.


"dimana, Tuan?" tanya cleaning service itu,


"di Deket patung lambang Antara Group...," kata Gibran dan matanya langsung bisa menemukan keberadaan Liza yang masih menunggunya.


"dia galak, tapi ternyata masih di sana...," gumam Gibran diam-diam tersenyum.


"Gibran !!" Gibran langsung menemukan Papanya yang memanggilnya.


"aduh, dipanggil Papa...," batinnya, ia juga melihat ada seseorang berjas di dekat Papanya itu,


"pasti mau dikenalin sama pertner bisnis Papa...," batin Gibran lalu melirik ke arah Liza yang sudah di datangi oleh cleaning service itu.


"ah, biarlah ! Lagian cleaning service itu sudah ke sana." Batin Gibran lalu mendatangi Levi.


*


Liza berkacak pinggang sambil menghentakkan kakinya sebelah,


"kemana si anak culun itu?" gumam Liza.


Tiba-tiba ada seorang cleaning service membersihkan bekas tumpahan jus di depannya,


"maaf, permisi, Nona...," katanya sambil membersihkan tumpahan itu. Liza langsung mundur satu langkah,


"i,iya..," kata Liza yang masih memasang mata, mencari Gibran.


"dasar tidak bertanggungjawab ! Dia kira masalahnya selesai dengan memanggil cleaning service saja??" Gerutu Liza dalam hati.


"Permisi, Nona..," kata cleaning service itu pamit karena Liza berdiri tepat di depannya.


"i,iya..," kata Liza.


"Hu-Uh !! Sampai akhir pun dia tidak menunjukkan batang hidungnya !!" gerutu Liza.


"Lalu, bagaimana dengan gaunku??" gerutu Liza.


"ah, bodo, ah !! Aku cari Papa saja dan izin pulang duluan !!" kata Liza lalu mencari Papanya.

__ADS_1


*


Galang mengikuti Queen dan Amanda di belakangnya. Queen benar-benar merasa risih,


"Kak Amanda, gimana,ya cara ngusir dia?" Bisik Queen.


"Biarin aja, Queen. Kasihan, dia juga kayaknya gak punya temen." Bisik Amanda.


"Loh? Gibran?" Tiba-tiba Ryu muncul dari belakang mereka.


Galang memutar tubuhnya,


"Gibran? Gue Galang..., Bukan Gibran." Kata Galang.


"Ah.., maaf, aku kira kamu Gibran....,"


"Kakak Ryu kenal dia?" Tanya Queen.


Ryu tersenyum,


"Tentu. Papa kamu, Papa Levi, kan?" Tanya Ryu.


"hah? Lu kenal Bokap gue?" tanya Galang tak menyangka.


"ya, tentu saja..., Dulu aku sering ke rumah kalian juga, tapi kalian masih kecil..., Ah.., Gibran mungkin ingat denganku." kata Ryu lagi.


Queen dan Amanda mengerjap-ngerjapkan mata mereka,


"Queen.., orang tua Galang juga punya hubungan yang baik dengan papa Iska, maka bersikap baiklah padanya." kata Ryu.


Queen langsung memutar bola matanya, bukannya tidak setuju dengan Ryu, dia mana mau memberikan lampu hijau pada seorang Galang.


"ternyata kamu sudah besar,ya..," kata Ryu. Ryu memang selalu bersikap ramah pada semua orang yang ia temui.


"ah.., iya...," kata Galang jadi salah tingkah. Pasalnya, tidak pernah ada orang yang bersikap sebaik Ryu selama ini.


"oh,iya, kenapa kalian jalan bertiga?" Tanya Ryu.


Galang tersenyum,


"Gue ke sini emang karena ada Queen." kata Galang, Queen langsung was-was. Ia langsung menyiapkan 1000 alasan di kepalanya untuk menjawab ungkapan Galang.


Galang mengulurkan tangannya,


"kenalin, gue Galang Satria Romero, Calon masa Depan Adelia Queenisha Utama...," kata Galang pada Ryu yang berhasil membuat mata Queen melotot.


"Hah?" tanya Ryu kaget.


"Apaan, sih??" kata Queen langsung membuang tangan Galang.


"Hey, kenapa? Gue harus bilang ke semua orang, kalo lu itu milik gue !!" kata Galang.


"Apaan, sih? sejak kapan ?? Hubungan lu sama gue itu cuman kakak dan adek kelas !!!" kata Queen.


Amanda malah senyam-senyum sendiri melihat perdebatan mereka.


"ah, sudah-sudah..., jangan bertengkar__," Queen tiba-tiba memeluk tangan Ryu yang berusaha melerai mereka.


"Ryu..., tolong aku...," pinta Queen memelas.


"ah..., uhm...," Ryu jadi bingung sendiri.


"Hey.., Jauhi pacarku !!" kata Galang memperingatkan.


"aduh...," kata Amanda, keadaan makin memanas.


"lelaki ini sepertinya menyukai Queen.., tapi Queen tidak menyukainya? Lalu apakah perasaannya padaku masih sama atau Sebenarnya ia memang tidak memiliki perasaan apapun pada siapa-siapa?" gumam Ryu dalam hati.

__ADS_1


"lepasin gak my Queen !!!" ancam Galang.


__ADS_2