
Awan memasang matanya, ia melihat ke sekelilingnya, berusaha mencari keberadaan Queen. Ia tidak mempedulikan dua insan yang sedang berdebat di belakangnya. Ia hanya takut Queen melakukan sesuatu yang bodoh. Meskipun ia sangat tahu kalau Queen tidak mungkin melakukan itu. Namun, dengan tidak kembali bersama Ryu sudah menjadi kekhawatiran bagi Awan.
Hingga akhirnya matanya menangkap seorang Queen yang sedang bermain Hysteria. Dia berteriak sendirian di wahana itu. Awan tersenyum lega,
"i find you, Beib...," Gumamnya lalu langsung pergi ke pintu keluar wahana itu.
Queen turun dari wahana itu sambil meregangkan tubuhnya dan berteriak sekali lagi,
"Aaaaarrgghhh !!!!" Teriaknya sehingga membuat orang di sampingnya memandangnya aneh.
"Ahahaha.., sudah selesai teriak-teriaknya My Queen?" Tanya Awan sambil menyodorkan sebotol teh kemasan pada Queen.
Queen malah kaget ketika ada Awan di hadapannya,
"Awan? Kok kamu di sini? Sera mana?" Tanya Queen mencari keberadaan Sera.
Awan mencubit pipi Queen,
"gara-gara kamu, kita semua berpencar tau, gak nyariin kamu. Takutnya kamu gak tau pintu keluar dari toilet !" kata Awan yang masih tersenyum.
Queen mengambil teh botol kemasan itu dan meneguknya,
"emangnya aku anak kecil ? Aku cuman mau main wahana ini lagi untuk memacu adrenalin." Kata Queen berbohong.
"Oh,iya? Mau main lagi atau mau melampiaskan karena abis ditolak__ Awwww !!!" Pinggang Awan lagi-lagi dicubit oleh Queen,
"Sakit, iiih !!!" Rintih Awan sambil mengusap-usap pinggangnya.
"mulut tuh, ditambel, biar gak kayak keran bocor, ngucurr Mulu !!!" Kata Queen kesal lalu cemberut.
Awan lalu memeluk Queen dari belakang dan menyenderkan kepalanya di pundak Queen,
"jangan sedyih lagiiy dungs my Queen..," Kata Awan manja.
"pft.., apaan, sih, Wan.., jijik dengernya!" Kata Queen lalu melepaskan pelukan Awan.
"Nah, gitu, dong, senyum.., kan cantiknya balik." Kata Awan.
"Iya..," Kata Queen, tetapi kembali sedih lagi.
"kenapa? Queen mau cerita sama Awan? Mau cerita apa? Awan dengerin !" Kata Awan.
Tiba-tiba air mata Queen keluar begitu saja,
"huhuhu....," Tangisnya.
"eeh?? Aduuh..., sini-sini..," Awan langsung memeluk Queen,
"udah.., gak apa-apa.., nangis aja sepuasnya dulu,ya..," Kata Awan lalu mengelus punggung Queen.
"tapi nanti baju Awan basah...," Tangis Queen.
"hadeeh.., sempet-sempetnya mikirin baju? Udah nangis aja..., gak apa-apa.., lepasin semuanya,ya..," Kata Awan.
Queen langsung memeluk pinggang Awan dan menangis sekencang-kencangnya di dalam dekapan Awan.
*
__ADS_1
Flashback On
Ryu terdiam cukup lama. Ia bingung harus menjawab apa pernyataan cinta yang ketiga dari perempuan yang berbeda. Menolak dua perempuan sebelumnya bukanlah masalah baginya, tetapi menolak seorang Queen, adik dari sahabatnya serta anak dari sahabat orang tuanya yang sudah ia anggap seperti orang tua sendiri, cukup sulit baginya. Ia khawatir hubungan lainnya akan terkena imbasnya.
"Tidak ! Aku harus jujur !!" Batin Ryu,
"jadi, bagaimana perasaanmu Ryu?" Tanya Queen.
Ryu mengambil napas dalam-dalam,
"Aku hanya sedang tidak ingin memiliki hubungan spesial dengan siapapun, Queen." Jawab Ryu.
"apa?"
"Ya.., Aku memang menyukaimu, tapi bagiku, kamu adalah adik Pangeran dan juga adikku. Dari dulu hingga sekarang." Kata Ryu lagi.
Alis Queen mulai turun mendengarnya,
"Aku sebenarnya kagum padamu, bahkan beberapa Heroine di komik romantisku juga terinspirasi darimu. Tapi..., Jika kamu bertanya apakah aku mau menikah denganmu atau tidak, aku belum bisa memutuskan itu." Kata Ryu lagi.
"kenapa?"
"itu tidak mungkin semudah itu, Queen. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Hatiku juga belum mantap memilih perempuan yang aku anggap sebagai wanita...,"
"kakak Ryu tidak mau mencoba mencintaiku?" Tanya Queen.
"Apa?" Kini Ryu yang bingung.
Queen malah mengikis jarak di antara mereka.
"di komik shoujo, jika Heroine dan Hero berciuman, maka akan bisa memunculkan jawaban atas kebingungan mereka tentang perasaannya. Jika Kakak Ryu masih bingung dengan perasaan kakak Ryu, apa kakak Ryu mau mencoba menciumku?" Tanya Queen yang kini matanya mulai berkaca-kaca.
Queen langsung menarik kedua pipi Ryu dan mencium bibirnya. Mata Ryu membulat mendapat perlakuan seperti itu secara tiba-tiba,
"hah..!" Kata Queen langsung menutup wajahnya malu. Sedangkan Ryu masih kaget dan bingung.
"arrghhh..!!! Dasar cewek bodoh kamu, Queen !!!!" Katanya dalam hati mengutuk dirinya sendiri.
Ryu lalu mengusap bibirnya dengan ibu jarinya,
"Queen.., sebaiknya jangan bahas ini lagi !" Kata Ryu dingin.
"Kamu masih SMA, perjalananmu masih sangat panjang. Pikirkanlah pendidikanmu dahulu daripada percintaanmu. Ini sungguh tidak benar." Kata Ryu lagi.
"Maaf !!!" Kata Queen masih menutupi wajahnya.
Ryu mengambil kedua tangan Queen,
"kamu tidak salah, Queen.., setidaknya, jangan membenciku." Kata Ryu yang nada bicaranya mulai jadi lembut.
Queen berusaha melihat wajah Ryu yang kini tersenyum,
"Ryu..., jika.., Jika aku sudah berhasil dengan pendidikanku, apakah kamu mau mendengarkan pernyataan cintaku lagi?" Tanya Queen.
Ryu tersenyum,
"baiklah...,"
__ADS_1
Mendengar jawaban Ryu membuat Queen tersenyum, meskipun sebenarnya hatinya masih terluka.
Flashback off
"wakakakakakkk...," Awan malah tertawa mendengar cerita Queen.
Queen langsung memonyongkan bibirnya karena malah ditertawakan,
"idiih..., sahabat macam apa lu ? Temennya lagi sedih, malah diketawain...,"
"haha.., enggak..., soalnya, pft..., soalnya..., wakakak..," Awan tak sanggup berkata-kata.
"soalnya apa?? Bilang !!!"
"Soalnya Awan udah menduga kalau itu jawaban Ryu. Hadeeh.., Gak Queen, gak Liza, kecepetan tau, gak? Harusnya kalian tuh Konsul dulu sama Awan atau Sera." Kata Awan memamerkan kemampuannya yang dapat membaca personal seseorang atau keadaan seseorang dari hanya melihat raut wajahnya.
"iya, deh.., Aku sama Liza emang gegabah. Aku juga udah minta maaf sama Ryu.., Untungnya Ryu mau maafin Queen." Kata Queen.
"sebenarnya kamu gak salah, Queen.., eh? Enggak, deh.., merebut ciuman Ryu adalah kesalahanmu..., haah.., kenapa kamu tidak membiarkan orang yang benar-benar mencintaimu yang mendapatkan bibir manismu itu, Queen?" Batin Awan lalu menelan ludahnya.
"aduuh.., Sepertinya pikiran liarku mulai jalan. Sadarlah Awan !!!" Kata Awan dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"kamu kenapa Awan geleng-geleng kepala?" Tanya Queen yang memergokinya.
"hah? ini, ada walang sangit..., tau,kan? hush.., hush..," Awan memakai tangannya, seolah mengusir serangga itu.
"mana? Mana?" Tanya Queen memasang matanya tajam,
Awan langsung nyengir,
"udah pergi, hehe...," Kata Awan.
"Idiih.., makanya lu, punya muka jangan kemanisan, didemenin serangga,kan? pft...," Kata Queen malah geli sendiri.
"Yee...., muka Awan manis itu anugerah dari Tuhan, ya.., Kalo mau protes jangan sama Awan," Awan menunjuk ke atas,
"Noh, sama Tuhan !"
"ih, si Awan, sedeeng !!" Kata Queen sambil membuat garis miring di keningnya.
"hahaha..., biarin, yang penting tampan dan manis." Awan mulai membanggakan dirinya.
"unch..., cute dasar !!" Queen malah gemas sendiri. Entah kenapa perasaan kacaunya tadi seolah hilang ketika bertema dengan seorang Awan. Alasannya untuk mempertahankan persahabatannya dengan Awan adalah karena Awan memang selalu hadir untuknya dan selalu bisa menjadi sandarannya.
.
.
.
**Menurut kalian Queen cocoknya sama siapa?
A. Ryu
B. Galang
C. Awan
__ADS_1
Kalo kalian suka cerita ini, jangan lupa Favorit, like, komen dan vote, supaya Mamauzda rajin update ♥️♥️♥️**