I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 73


__ADS_3

Queen duduk sambil berusaha menghentikan tangisannya. Awan langsung memberikan air mineral yang baru saja ia beli. Queen langsung mengambilnya dan menenggak sebotol air mineral tersebut dalam sekali tenggak. Awan bahkan sampai membulatkan matanya, tetapi ia tidak heran. Queen memang seperti itu,


"Sudah lebih baik?" tanya Awan sambil duduk di sebelah Queen.


"Tidak!" seru Queen sambil mengkerucutkan bibirnya.


Awan menyenderkan tubuhnya sambil terkekeh,


"Lagian kamu aneh? Kenapa juga tiba-tiba nangis? Bukannya habis jenguk Ryu?" tanya Awan tanpa menatap Queen sama sekali.


"Iya! Habis jenguk Ryu!" jawab Queen.


"Lalu? Apa Scarlett datang sehingga membuatmu cemburu menguras hati, haha ...," kekeh Awan sambil geleng-geleng kepala.


Queen langsung memutar tubuhnya menghadap Awan,


"Bukan Scarlett. Tapi Temmy. Temmy datang untuk memastikan keadaan Ryu dan dia bilang kalau Ryu adalah calon kakak iparnya. Entah kenapa itu seperti berusaha menutup celah untuk aku merebut hati Ryu," cerita Queen sambil meremas kedua lututnya.


Awan melirik ke arah Queen,


"menutup celah untuk merebut hati Ryu?" gumam Awan.


"Rupanya ia masih berharap," batin Awan.


"Aku rasa Temmy tidak salah. Mungkin hubungan seperti itu yang dijanjikan Ryu pada Scarlett, makanya Temmy sampai bilang begitu," kata Awan melontarkan pendapatnya.


"Ugh! Kok kamu malah belain Scarlett, sih Awan?? Apa karena bagimu Scarlett adalah inspirasimu? Sahabat kamu, kan aku!!" Queen mulai mengeluarkan senjata ngambeknya.


Awan tersenyum,


"Justru karena aku sahabatmu, aku mengatakan ini. Jika tidak, kamu yang akan rapuh pada akhirnya. Aku tahu seberapa besar cintamu pada Ryu, tapi kamu harus sadar situasinya sekarang ...,"


"Queen akan membalikkan hati Ryu segera! Lihat saja!!" potong Queen.


Awan hanya memandang sendu wajah Queen yang cemberut. Queen bahkan kini melipat tangannya,


"Itu terserah padamu, Queen, tapi siapkanlah mentalmu untuk patah hati," pesan Awan.


"Awan ...!" rengek Queen, lagi-lagi air matanya keluar. Awan yang menyaksikannya hanya mengepalkan tangannya,


"Hah ..., Dasar merepotkan!" gumam Awan.


"Baiklah, baiklah! Coba saja rebut hati Ryu. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Tidak usah peduli apa kata orang!" sahut Awan mengalah, meskipun sesungguhnya ia tidak pernah mau mengalah dalam perang cinta ini.

__ADS_1


Queen langsung tersenyum lebar, bahkan matanya membetuk lengkungan pelangi,


"Ehehe ..., gitu, dong, Awan," katanya kegirangan sambil memeluk lengan Awan,


"Keh, Dasar! Setahuku, Adelia Queenisha Utama itu tidak pernah peduli kata orang," lanjut Awan.


"Kamu benar. Lagipula pada akhirnya Queen akan selalu menang. Sama halnya dengan lomba cerdas cermat kemarin! Tim Queen adalah pemenangnya," ucap Queen memberitahukan kabar gembira. Namun kabar itu malah membuat jantung Awan berhenti berdetak sesaat,


"Queen menang? Bukankah itu berarti aku harus ungkapkan perasaanku sekarang? Harus banget di situasi begini?" batin Awan dalam hati. Entah kenapa, situasi di saat Queen sangat bersemangat untuk merebut hati Ryu adalah momen yang sangat tidak menguntungkannya. Di saat seperti ini, justru benteng pertahanan Queen sangatlah kuat.


Queen menyenderkan kepalanya ke bahu Awan dan mengelus leher Awan dengan kepalanya,


"Ayo, ayo ..., kamu gak lupa janjimu,kan? Apa yang aku gak tau tentang kamu?" tagih Queen manja.


"Ah, ternyata kamu ingat,ya?" kata Awan sambil menepuk jidatnya.


"Ya ingatlah! uhm ..., Seharusnya aku tagih saat pengumuman kemenangan kemarin, tetapi karena banyak masalah jadinya lupa, deh hehe ...," kata Queen cengengesan. Awan malah tersenyum dan mencubit ujung hidung Queen gemas.


"ugh, malah cubit-cubit lagi ..., Cepat katakan!!" titah Queen.


Awan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kasar,


"Baiklah! Akan aku katakan," ucapnya sambil memandang langit-langit lorong tempat mereka duduk sekarang.


"Apa, apa, apa?" tanyanya heboh sendiri.


"Aku mencintaimu!" Ungkap Awan tiba-tiba membuat Queen terpaku. Queen segera menegakkan kepalanya yang tadi bersender di bahu Awan.


Ungkapan Awan tadi merupakan ungkapan yang sangat familiar di telinganya, tetapi rasanya cara pengucapannya berbeda. Queen terdiam.


Sementara itu Awan melirik Queen diam-diam. Ia bahkan tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran seorang Queen sekarang. Apakah hubungannya dengan Queen akan segera berakhir sekarang?


"Miris sekali kisah cintaku ...," lirih Awan.


Sedangkan berbagai dugaan sedang berputar-putar di kepala Queen.


"Awan mencintaiku? Cinta seperti apa yang dia maksud? Haruskah aku minta penjelasannya?" pikir Queen.


"Tidak, tidak! tidak mungkin dia mencintaiku seperti aku mencintai Ryu. Lagipula ungkapan seperti itu sudah sering dia lontarkan pada Bianca, Sera dan Liza. Pasti dia hanya mau memperjelasnya saja padaku."


pikir Queen lalu melirik ke arah Awan yang sedang memperhatikannya dan melempar senyum manisnya, Awan langsung membalas senyumnya yang tak kalah manis,


"Aku ini memang bodoh, apa gunanya menang di lomba cerdas cermat jika hal seperti ini tidak bisa aku sadari. Lagipula sejak awal Awan adalah Guardian-ku. Dia yang selalu melindungiku dari berbagai hal buruk. Dia adalah teman terbaikku. Mana mungkin mencintaiku dengan cara seperti itu." lanjut Queen di dalam hati, ia lalu menunjukkan giginya pada Awan,

__ADS_1


"Ahahaha ....," Ia malah tertawa, Awan malah heran.


"Kenapa kamu malah tertawa, Queen?"


"Ahaha ..., Aku tertawa karena aku baru sadar, betapa bodohnya diriku, hahahaha ...," tawa Queen semakin menjadi.


"Bodoh? Apa maksudmu bodoh?" tanya Awan sambil terkekeh,


"Soalnya aku begitu bodoh, my Cotton Candy yang mencintaiku? Bukankah itu sudah jelas dari awal? Kenapa aku malah tidak sadar sama sekali, ahaha bodoh!" tawa Queen malah mengejek dirinya sendiri.


"Kamu tau, Queen?" tanya Awan yang sama sekali tidak tertawa,


Queen menepuk punggung Awan kencang,


"Tentu saja aku tau, Kamu juga mencintai Sera, Liza dan Bi. Kamu adalah kakak tersayang dan tercinta kami, uwu ...," kata Queen gemas sendiri sambil mencubit pipi Awan.


Tes!


Air mata Awan jatuh begitu saja ketika mendengar kalimat Queen,


"Jadi begitu. Cintaku hanya sebagai kakak baginya?" batin Awan lalu tertawa,


"Ahaha ..., ahahaha ...., hahahaha ....," tawa Awan meledak,


"Ahahahahahahaha ...., kamu bodoh Queen, sangat bodoh!! Ahahahahaha ....," tawa Awan, bahkan air matanya menetes dengan derasnya.


"Kamu sangat bodoh! Aku mencintaimu sebagai wanita, bukan sebagai sahabat ataupun adik! Dasar bodoh!!!" umpat Awan kesal di dalam hatinya.


"Iya,kan aku bodoh?? Aduuh ..., Dasar Queen, hahahaha ....," tawa Queen sambil menepuk-nepuk jidatnya.


"Aduh, perutku sakit ..., ahaha ...," rintih Queen sambil memegangi perut lalu memandang wajah Awan yang penuh air mata.


"hiks ...," isak Awan, tetapi masih berusaha tertawa,


"Awan, kenapa kamu menangis?" tanya Queen yang menghentikan tawanya karena melihat kesedihan di mata Awan.


"Menangis? hahaha ..., Aku menangis karena kamu teralu bodoh, dasar menyedihkan, hahaha ...," kata Awan masih berusaha tertawa, meskipun kini hatinya terasa sangat sakit, dadanya terasa sangat sesak. Ia bahkan sudah ditolak tanpa gadis yang dicintainya mengerti perasaannya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2