I Love You Queen

I Love You Queen
S2 : Mimpi Menikah


__ADS_3

Queen terbangun dari tidurnya. Saat ia bangun, ia sudah berada di atas tempat tidur di kamarnya. Queen memperhatikan sekelilingnya, ia hanya ingin sekedar memastikan bahwa ia benar-benar ada di dalam kamarnya yang berada di rumahnya di Jakarta.


Ia langsung terduduk. Ia sungguh sangat mengenal kamarnya, tetapi dekorasi kamarnya kali ini sangat aneh. Banyak dekorasi kain satin dan bunga di dalam kamarnya. Selain itu pencahayaan kamarnya terasa begitu redup, banyak lilin-lilin kecil yang seolah membentuk jalan setapak dan berakhir dengan bentuk hati.


Queen yang rambutnya masih kusut turun begitu saja dari tempat tidurnya. Ia memperhatikan segala dekorasi aneh yang ada di dalam kamarnya.


"Apa ini? Bukankah aku di Bali? Aku baru saja pulang dari pesta pernikahan Ryu dan Scarlett--" Queen langsung melihat baju yang dikenakannya. Ia masih menggunakan gaun yang ia kenakan saat datang ke pesta pernikahan Ryu.


"Apa Papa dan Mama langsung membawaku pulang saat aku terlelap?" gumamnya.


Ceklek!


Tiba-tiba pintu kamar mandinya terbuka dan muncullah seorang pria dari balik sana. Mata Queen terbelalak saat melihat sosok yang muncul dari balik pintu.


"Louigi Awanda Lorenzo?" Queen menyebut nama lengkap pria dengan rambutnya yang masih setengah kering dengan hanya mengenakan celana pendek di atas lutut dan kaos putih oblong dengan lengan pendek.


"Hallo, Queen?" sapa Awan dengan senyum super manisnya.


Queen tertegun dengan sapaan seorang Awan. Bukankah ia sudah biasa menghadapai pria itu setiap hari, tetapi kali ini rasanya aneh.


Awan berjalan mendekati Queen lalu merapikan rambut wanita di hadapannya.


"Kamu baru bangun, Sayang?" tanya Awan lagi yang berhasil membuat Queen mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia kini memandang Awan yang sedang sibuk merapikan rambut kusutnya.


"Awan ... kenapa kamu datang dari kamar mandiku?" gumam Queen heran.


Awan lalu menghentikan aktivitasnya dan menatap Queen.


"Kamu lupa, Queen? Kita baru saja menikah? Ugh ... aku sedih jadinya ... apa masih ada Ryu dalam hatimu?" tanya Awan mengkerucutkan bibirnya.


Tangan Queen menyentuh lembut pipi Awan.


"Awan ... jangan sedih ..." bujuk Queen.


"Aku tidak sanggup jika menghadapi kesedihanmu, mana, berikan senyum manismu untukku!" perintah Queen.


Awan yang tadinya cemberut segera melukiskan senyum nakalnya.


"Kalau begitu cepat cium aku, buktikan jika kamu tidak mencintai Ryu lagi!" pinta Awan dengan nada manja.


"Apa? Ci-cium?"


"Ya, Cium bibirku!" pinta Awan, Queen langsung terhenyak kaget dan terdiam.


"Kenapa? tidak mau--"

__ADS_1


Tanpa aba-aba Queen langsung mengecup singkat bibir Awan--Pria yang mengaku sebagai suaminya.


"Jika kamu memang suamiku, maka aku hanya boleh mencintaimu, iya, kan?" ujar Queen sambil tersenyum pada Awan.


Awan langsung tersenyum lebar mendengar penuturan seorang Queen. Diam-diam tangannya merembet ke pipi Queen.


"Kamu mencintaiku?" tanya Awan.


Queen menganggukan kepala.


"Ya--" Tiba-tiba tangan Awan yang entah sudah sampai di tengkuk Queen menariknya agar jarak mereka lebih dekat.


"Uhm ... Awan --" Awan langsung menautkan bibirnya dengan bibir Queen, mata Queen terbelalak, tetapi Awan malah memperdalam ciumannya. Tubuh Queen menegang, ia mulai menikmatinya. Tangannya mulai mencari cengkraman dan berakhir dengan mencengkram pundak Awan.


"Hah ..." Awan melepas ciumannya lalu menempelkan keningnya dengan kening Queen.


"Aku juga sangat mencintaimu, Queen. Bukan sebagai saudara, sahabat atau apapun. Aku mencintaimu sebagai seorang pria yang mencintai seorang wanita," ungkap Awan lalu mengecup puncak kepala Queen.


Napas Queen masih terengah-engah karena hampir kehabisan napas. Queen memandang Awan lalu tersenyum dan memeluknya. Awan juga membalasnya dengan pelukan yang lembut.


"Aku sungguh mencintaimu, aku ingin kamu tahu, meskipun hanya di dalam mimpi,"


Tiba-tiba Awan menghilang. Kamarnya tiba-tiba jadi gelap. Lilin-lilin yang ditata rapih tadi bahkan redup.


"Awan? Awan? Kamu kemana? Awan??!!!" Tidak ada satu pun orang yang menyahut akan panggilannya.


JEGREK!


Tiba-tiba seorang pria bertubuh kekar, berperawakan tinggi dan tegap masuk ke kamarnya, sayangnya itu bukan Awan. Dia teralu tinggi jika disebut Awan. Lagi-lagi Queen terbelalak. Melihat sosok pria bermata tajam itu bagaikan mimpi.


"Mimpi? Apa yang barusan adalah mimpi?" gumam Queen dalam hati.


Pria itu mendekatinya dan duduk di sampingnya. Ia memeryikas keadaan Queen.


"Apa lu mimpi buruk? Lu mimpiin Awan kenapa-kenapa?" tanya pria itu.


Queen masih heran mendapati pria itu dihadapannya. Diam-diam tangannya merembet ke pipi pria itu. Sang Pria melirik keberadaan tangan Queen di pipinya.


"Kenapa-- Awww!!!" Tiba-tiba Queen mencubit pipi pria itu. Pria itu langsung menabok tangan Queen sekencang mungkin hingga menyingkir dari pipinya.


"Sssh ... Sakit Bang Ran!!!!" protes Queen sambil mengusap-usap tangannya yang dipukul oleh Abangnya sendiri.


"Lu lagian cubit-cubit pipi gue!!! Sakit, woy!!!" protes Pangeran sambil mengusap-usap pipinya.


"Lagian, aku, kan kaget. Tiba-tiba Bang Ran muncul. Bukannya Bang Ran masih dinas di Sulawesi?" tanya Queen.

__ADS_1


Pangeran menghela napas sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


"Yah, aku ambil cuti," ujar Pangeran sambil menatap wujud adiknya yang kusut.


"Ambil cuti? Kamu ambil cuti buat menghadiri acara pernikahan Ryu???" selidik Queen.


Pangeran langsung menunduk lalu menganggukkan kepalanya.


Queen menghela napas.


"Aku ingin marah sama Bang Ran, tetapi aku rasa, aku tidak bersikap adil. Lagipula, aku, kan yang punya masalah dengan Ryu," ujar Queen menahan rasa kesalnya.


"Maafkan aku, Queen ... Aku datang hanya sebagai sopan santun. Lu tau, kan hubungan gue deket sama Ryu?" ucap Pangeran berusaha membuat pengertian pada Queen.


Queen lagi-lagi menghela napas.


"Ya, aku tahu ... makanya aku bilang aku gak bisa marah," timpal Queen.


"Oh, iya, tadi lu mimpi apa? Kenapa sampai meneriakkan nama Awan? Apakah mimpi buruk?" tanya Pangeran.


Queen melirik ke arah Abangnya itu. Mana mungkin ia mengatakan kalau ia mimpi jadi istri Awan dan mereka sedang berciuman? Awan bisa diburu, diculik dan musnahkan dari dunia oleh Pangeran.


"Uhm ... aku mimpi ... aku mimpi sedang curhat dengan Awan, lalu tiba-tiba dia menghilang dimakan monster kegelapan, yah itu," cerita Queen berbohong.


Pangeran mengernyitkan dahi.


"Bukankah itu terdengar aneh?" selidik Pangeran.


"Hah?" Queen langsung memutar otak untuk menyangkalnya.


"Te-tentu saja aneh. Tapi bukan mimpi namanya kalau tidak aneh. Iya, kan?" ujar Queen sambil memohon di hati Abangnya itu akan menerima alasannya.


"Hemm ... benar juga kata lu ..." Untungnya Pangeran percaya begitu saja.


"Uhm, tapi, Bang ... kira-kira Abang cuti berapa lama? Terus udah ada rencana mau kemana aja?" tanya Queen.


Pangeran langsung melirik ke adik perempuannya sambil tersenyum.


"Cuti satu bulan. Rencana, mau menikah," jawab Pangeran sambil tersenyum.


"Hah??? Mau menikah???" ujar Queen tak percaya.


Setelah Ryu, Abangnya langsung mau menyusul.


"Memangnya Bang Ran ada calon? Pedekatenya kapan??? Bukannya selama tiga tahun berturut-turut terikat dengan ikatan dinas??" tanya Queen.

__ADS_1


Pangeran hanya tersenyum sambil memandang adiknya.


__ADS_2