
Jonas hanya geli sendiri melihat semua yang terjadi di rumahnya melalui CCTV. Tentu, ia sengaja memberikan kemudahan pada dua orang mencurigakan itu, toh orang-orangnya tak becus karena tidak bisa membekukan seorang Pria tua saja. Jika sudah begini, maka ia harus menggunakan otaknya. Tidak apa-apa berlaku seperti orang lemah, tetapi sebenarnya menyimpan strategi.
Tepat ketika Jonas mendapati bahwa salah satu dari orang mencurigakan itu masuk ke kamar dimana Queen berada, ia segera beranjak dan pergi ke kamar tersebut.
"Lihat saja, kamu akan tahu akibatnya!" gumam Jonas. Enak saja, dia mau membawa kabur wanitanya sebelum Jonas sempat menikmati keindahan dari seorang Queen.
Pria itu membawa pisau andalannya sambil menyeringai, tak sabar untuk menghabisi laki-laki yang hendak merebut haknya.
Benar saja, ketika sampai di kamar Queen, langsung menemukan sosok laki-laki yang sedang sibuk melepas ikatan di kaki Queen. Jonas pun segera mengangkat pisaunya, hendak menghunuskan ke perut lelaki itu, tetapi Queen memergokinya hingga berteriak.
Namun teriakan Queen malah membuat Jonas semakin cepat menusukkan pisau itu ke perut lelaki mencurigakan tersebut.
"Tak akan aku biarkan!" seru Jonas, tetapi ujung pisaunya malah berakhir di tempat tidur Queen. Ternyata lelaki itu berhasil menghindar.
"Kamu ... Siapa kamu?" seru Awan yang nyaris saja kehilangan nyawa. Jonas dengan napas yang menderu-deru kembali mencabut pisaunya. Queen hendak menggagalkan aksi Jonas, tetapi Awan segera menahannya lewat kode mata. Tindakan Queen akan membahayakan dirinya sendiri karena kondisi masih terikat.
Sementara Jonas malah melongo ketika mendapati wajah Sang Lelaki mencurigakan. Tentu ia mengenali wajah idolanya, Cloudy.
"Kamu pasti hanya mirip!" ujar Jonas. Tidak mungkin Cloudy yang akan konser besok ada di sini.
"Aku ..." Jonas langsung beralih pada Queen.
"Pergi dari sini, jika tidak, pisau ini akan melayang dan menikam Queen!" ancam Jonas lagi.
"Tunggu! Jangan, jangan lakukan itu!" mohon Awan. Ia harus berpikir cepat, meninggalkan Queen atau tidak, maka akan sama saja. Ia berusaha mencari celah untuk melumpuhkan pria gila ini. Awan bahkan tak mengenalnya.
Awan pun berjalan pelan-pelan menuju pintu keluar.
"Jangan dekati wanitaku!" Sontak, ucapan Jonas membuat Awan mendelik kesal.
__ADS_1
"Wanitamu?" tanya Awan yang tiba-tiba suaranya berubah jadi dingin.
"Ya, Queen hanya boleh jadi milikku dan aku adalah satu-satunya—"
"Kurang ajar!" Awan langsung menyergap Jonas dan hendak membungkam mulut lelaki itu sehingga Jonas tersungkur.
"Awan, hati-hati!" seru Queen yang kesal karena tak bisa berbuat apa-apa.
"Kau ..." Jonas berusaha lepas dari cengkraman Awan, tetapi kekuatan lelaki ini tidak bisa ia lawan. Seketika pisau di tangan Jonas terlepas begitu saja.
"Dengar, Aku bisa memberikan Queen pada siapa pun, tetapi satu-satunya orang yang tidak boleh mendekati Queen adalah kamu!" Langsung Awan melayangkan tinjunya ke wajah Jonas.
"Aku tidak akan membiarkan Queen disentuh oleh laki-laki bejat sepertimu!" Sekali lagi tinju Awan menghantam wajah Jonas. Awan yang gelap mata terus melayangkan tinjunya berkali-kali hingga Jonas bersimbah darah.
"Awan! Awan! Stop!" seru Queen yang kini menangis. Mana pernah ia melihat sosok Awan yang begitu buas seperti ini. Seolah pria ini tak lagi memiliki hati.
"Kau itu layak mati!" seru Awan yang akhrinya melayangkan pukulan yang kuat pada Jonas yang tak berdaya lagi. Kini bukan hanya Jonas saja yang berdarah, melainkan juga tangan Awan.
"Aku ... Apa yang kulakukan?" ujar Awan. Dirinya seolah kerasukan tadi. Ia pun segera beranjak dan menjauh.
"Awan ... Biarkan saja dia, sekarang, tolong lepaskan aku ... " mohon Queen berusaha mengabaikan sosok Awan yang sangat menakutkan tadi. Awan pun segera menghampiri Queen.
"Queen ... Maafkan aku ... Maafkan aku karena telah membuatmu melihat sisiku yang menakutkan," ujar Awan merasa bersalah. Selam ia hidup, dirinya tak pernah menampakkan diri yang begutu sadis hingga membuat seseorang tak berdaya, ia bahkan naaih memukuli Jonas yang tak berdaya.
"Lupakan saja, Awan, yang terpenting sekarang, lepaskan aku dulu," ujar Queen. Awan kembali memotong tali ikatan di kaki Queen dengan piasu kecil yang tadi tergeletak di kasur karena Awan menghindaei tikaman Jonas. Akhirnya setelah berusaha ikatan di kaki Queen terlepas.
"Syukur lah, sekarang lepaskan ikatan di tanganku!" perintah Queen. Ikatan di tangan Queen cukup erat dan agak beresiko, Awan harus melakukannya dengan hati-hati agar tangan sahabatnya itu tak terluka.
"Kamu cukup putus satu tali itu, maka ikatannya akan lepas semua," instruksi Queen lagi. Awan mengangguk dan berusaha memotong tali yang Queen maksud.
__ADS_1
"Ya, agak kuat sedikit," pinta Queen agar talinya segera terpotong. Awan mengangguk sambil terus fokus pada tali tersebut.
"Ya—" Sontak Awan merasakan ada sesuatu yang menembus perutnya.
"Awan? Kamu kenapa?" tanya Queen yang mendapati wajah Awan yang membeku. Lelaki itu pun meliriknya.
"A-aku ..." Seketika ia merasakan sakitbyang sangat dahsyat hingga tubuhnya tak mamou bergerak. Seketika pisau ditangannya pun terjatuh.
"Awan! Awan!" panik Queen, tetapi matanya segera melihat sosok Jonas yang babak belur berusaha berdiri sambil menyeringai.
"Kamu lah yang pantas mati!" lirih Jonas puas sambil memegang pisau yang penuh dengan darah. Queen langsung tahu siapa pelakunya. Queen langsung mengeraskna rahangnya.
Sementara Awan berbalik sambil memegangi bagian perutnya tang ditusuk.
"Kamu ... Ternyata masih sad—" Seketika Awan kehilang kesadaran dan jatuh tergeletak di lantai.
"Awan!" pekik Queen begitu melengking. Sontal derai air matanya langsung tumpah. Ia sama sekali tidak bisa menerima ini. Tidak, Awan tidak boleh kehilangan kesadarannya. Awan akan baik-baik saja. Queen mampu kehilangan siapa pun, tapi jangan Awan.
Kenapa? Awan hanya berusaha menyelematkannya, Awan hanyanberusaha menjaganya kenapa Awan juga harus meregang nyawa. Awan tidak memiliki perasaan apa pun padanya, tidak seperti Jonas dahulu, tidak seperti Galang. Harusnya ia tidak mendapati malapetaka. Jangan, jangan Awan yang harus mengalami ini karema Queen tak akan mampu memaafkan dirinya sendiri.
"Akan kuhabisi dia!" Jonas dengan sisa tenanganya mengangkat pisau di tangannya dan hendak menusukkan kepada Awan yang kini tak sadarkan diri di lantai.
"Jangan! Hentikan!" pekik Queen sambil memejamkan matanya erat-erat.
***
Apakah Queen akan kehilangan semua orang yang mencintainya?
Menurut kalian gimana?
__ADS_1
Komen di bawah, ya