
Awan memasang wajah sedih pada Scarlett sambil memegang kedua tangannya,
"I'm so sorry My Angel, Scarlett...," kata Awan penuh sesal.
"kenapa kamu pasang wajah sedih begini, Cotton Candy?" tanya Scarlett sambil mencubit pipi Awan.
Awan mengajaknya duduk di sofa, lalu mengambil piring berisik 6 potong bolu yang memang belum disentuh siapapun,
"ini,nih..., Awan cuman bagi enam, buat Awan, Sera, Liza, Queen, Mama Rin dan Ryu. Awan gak tau, loh kalo Kakak Scarlett mau datang..., Maaf,ya...," kata Awan merasa bersalah.
"pft....," Scarlett malah tertawa mendengar kalimat Awan.
"Ya ampun, sayang.., gak apa-apa__,"
"Nanti bagian Ryu aja buat Scarlett...," kata Ryu memotong kata-kata Scarlett.
Queen dan Liza langsung melirik Ryu sinis.
"bisa-bisanya Ryu mengalah buat Scarlett !! ugh !!" gerutu Queen kesal.
"Hello, Ryu, gak perlu kali sok-sokan ngalah buat Scarlett !!!" batin Liza kesal.
"enggak, enggak.., Aku beneran gak dapet juga gak apa-apa, loh...," kata Scarlett sambil memberikan senyum pada Awan dan Ryu secara bergantian.
"tapi Awan gak enak, loh Kakak Scarlett. Atau punya Awan buat kakak, ya?" kata Awan.
Queen langsung memutar bola matanya,
"ya ampun..., sebenarnya ada apa, sih sama dua lelaki ini?!!!" gerutu Queen dalam hati.
Ryu lalu berjalan mendekati Scarlett dan Awan,
"gimana kalau punyaku dibagi dua dengan Scarlett?" tanya Ryu.
Queen dan Liza meremas bantal yang ada di pangkuan mereka mendengarnya.
"udah, udah..., Nih, ada brownies, kok...," kata Rin yang datang dari dapur sambil membawa seloyang brownies.
"Yeay !! Kalau ada Mama Rin, semua masalah, pasti hengkang !" kata Awan sambil memeluk Rin dari belakang.
"unch..., manis banget, sih kamu, Awan..., Mama bisa-bisa diabetes kalau begini...," kata Rin sambil mencubit pipi Awan lembut.
"makasih, loh Ma. Sini, Awan yang taro di meja." kata Awan sambil mengambil piring berisi seloyang brownies itu.
"thanks, sayang..," kata Rin.
"Udah, mending lanjut, Yuk drakorannya !" celetuk Sera yang dari tadi menyaksikan drama cinta rumit teman-temannya.
__ADS_1
"Cus, Yuk !" kata Awan langsung duduk di samping Sera.
*
Ryu akhirnya mengantar Scarlett lagi setelah acara menonton Drakor selesai. Kini Sera, Awan dan Liza berkumpul di dalam kamar Queen.
"ugh..., sumpah !! Gue bete abis hari ini gegara tuh kakak sok kecantikan Dateng." keluh Liza sambil mengipas-ngipas dirinya.
"Liza, Kakak Scarlett emang cantik." celetuk Awan,
"Adaww !!!" Queen reflek menempeleng kepalanya karena kesal.
Awan memegangi kepalanya,
"Ibu Peri !!! Queen jahat !" kata Awan mengadu pada Sera.
"haduh, Awan, salah sendiri, kamu,tuh di sini harusnya ada di pihak kita. Bukan di pihak lain." kata Sera tidak membelanya.
"Tuh, dengerin lu, Wan !" kata Queen yang masih kesal.
"Yah, Awan, tuh cuman kasih tahu,ya ke kalian faktanya. Lagian Masalah kamu apa, sih Liza?" tanya Awan yang masih mengusap-usap kepalanya yang tadi ditempeleng Queen.
"Yah.., Lu gak lihat, seberapa capernya tuh dia sama Ryu ?? Udah, gitu, Ryu malah ngeladenin lagi dari tadi. Ugh !" kata Liza kesal.
"Emang apa masalahnya kalo Ryu ngeladenin kakak Scarlett, Liza? Queen aja yang memendam rasa sama Ryu biasa aja__, Adaww !!!" Lagi-lagi Awan ditempeleng oleh Queen.
"Pahamilah situasi mereka, My Cotton Candy." kata Sera.
"Pahami apa?? Emangnya Liza juga suka sama Ryu ? Haduh, udah, semua aja suka sama Ryu !!!" kata Awan sewot sendiri.
"waduh, apa Awan bakalan mengungkap rahasianya sekarang?" batin Sera.
"Iya !! Gue emang suka sama kakak Ryu !! Queen juga tahu !!!" kata Liza ikutan sewot.
"Duuh..., kalian udahan, deh.., kok jadi kalian berdua yang sewot ?" kata Queen menengahi.
"lagian, Liza bikin emosi jiwa aja !" kata Awan sambil menyisir poninya ke samping dengan jemarinya.
"Yang ada tuh, Elu yang bikin sewot ! Dasar gak tau diri !!!" kata Liza.
"hey.., udah-udah !!" kata Queen.
Ia lalu mengambil napas dalam-dalam,
"besok adalah hari H." kata Queen tiba-tiba.
"Hari H? Maksudnya apa, Queen?" tanya Sera.
__ADS_1
Queen memandang ketiga sahabatnya,
"Awan, lu dengerin gak?" tanya Queen.
"dengerin !!!" kata Awan jutek karena masih kesal.
"Besok di cafe Mama Sherin, entah aku atau Liza yang bakalan menang, besok pagi baru diakumulasikan...," kata Queen.
"Sebenarnya kamu ngomong apaan, sih, Queen ?" tanya Sera.
"Gue dan Queen taruhan, siapa yang menang bakalan menyatakan perasaannya duluan pada Ryu. Apapun jawaban Ryu kita harus terima." kata Liza dingin karena masih menahan rasa kesalnya.
"keh...," Awan terkekeh,
"Aku jadi penasaran, apa jawaban Ryu." katanya sambil memutar badan dan bertopang dagu,
"saran dari Louigi Awananda Lorenzo, Jangan sakit hati. Siapkan saja mental kalian...," kata Awan sambil berdiri,
"aku pulang !" kata Awan ketus dan langsung pergi.
Sera, Queen dan Liza saling memandang kaget, seorang Awan tidak pernah marah seperti ini. Sekalipun sering di-bully oleh mereka, Bahkan Awan tidak pernah marah.
"dia kenapa?" tanya Queen.
"cemburu kah? Atau khawatir? Tidak. tidak mungkin cemburu. Pasti dia khawatir." Batin Sera berusaha menganalisis penyebab Awan marah.
"Sera? Apa lu tahu sesuatu?" tanya Liza yang memperhatikan raut wajah Sera yang seolah-olah berpikir keras.
"tidak." kata Sera sambil menggelengkan kepalanya,
"Aku juga tidak begitu tahu. Nanti jika dia sudah mereda marahnya, akan kutanya. Emm.., mungkin dia hanya khawatir kalian patah hati, pft...," kata Sera.
"Ya ampun, Sera..., kamu ini parah, deh.., jangan menjatuhkan mental kita, dong !!" kata Queen.
"Tau, nih.., sahabat macam apa, lu ?!" kata Liza cemberut.
"unch.., cayang, cayang, cayang...," kata Sera sambil memeluk Queen dan Liza yang duduk bersebelahan.
Queen dan Liza langsung membalas pelukan Liza,
"unch..., my bebeb-bebeb kesayang Liza...," kata Liza.
"aku juga sayang, ih sama kalian...," kata Queen, tiba-tiba teringat sesuatu, Ia langsung melepas pelukannya,
Sera dan Liza memandangnya bingung,
"eh, besok, besok Scarlett bakalan dateng loh ke cafe Mama Sherin !!" kata Queen baru ingat.
__ADS_1
"siapa yang undang ??!!!" tanya Liza dan Sera bersamaan.