
Langit sudah mulai menguning. Angin sore mulai terasa dingin, tetapi Bianca dan Galang masih setia mencari Queen di area Dufan seluas kurang lebih 20 ribu meter persegi ini.
"Queen dimana, sih? Pasti si culun sialaaan itu udah mengatakan hal buruk !!" Gerutu Galang.
"Buruk atau enggak, itu harus diterima. Dengan begitu, baru bisa melewati satu langkah menuju kedewasaan !" Kata Bianca malah memberikan nasihat.
"Cih.., apaan, sih lu? Bukan saatnya ceramah !!" Kata Galang.
"ih, nyebelin banget, sih jadi orang !! Gue ngomong begitu karena gue tau apa yang harusnya Queen lakukan. Gue juga kenal Ryu-Sensei dari kecil. Sekalipun sahabatnya, bertindak netral di saat seperti ini adalah langkah terbaik. Karena sahabat yang baik adalah sahabat yang menunjukkan kebenaran, bukan mendukung sahabatnya yang berbuat salah !" Bianca mulai cerama dari A Sampai A lagi.
Galang memutar bola matanya pusing,
"emangnya lu tau, apa yang terjadi sama Queen?" Tanya Galang.
"Tau, lah ! Dia pasti ditolak sama Ryu-Sensei ! Sebenarnya gue tau kalo Ryu-Sensei gak suka sama Queen. Tetapi Queen harus tau sendiri supaya dia gak galau lagi." Kata Bianca.
"kok lu bisa tau?" Tanya Galang.
Bianca berhenti, membuat Galang juga berhenti,
"karena Bi punya mata. Karena Bi peka. Cara Ryu-Sensei menatap Queen sama seperti Ryu-Sensei menatap kita semua." Jelas Bianca.
"Lalu, kepada siapa Ryu memiliki tatapan yang berbeda?" Tanya Galang.
"entahlah..., kalau lu baca karyanya, lu bakalan menemukan, orang seperti apa Ryu itu. Intinya, dia itu susah ditebak." Kata Bianca sambil tersenyum.
"lu fansnya?" Tanya Galang.
Bianca mengangguk dengan semangat.
"iya, hehehe..., tapi kemarin gak bisa ketemu pas meet and great.., bete !" Kata Bianca sambil cemberut.
Galang malah tertawa,
"apaan, sih lu? Tadi juga ketemu? Apa bedanya?" Tanya Galang yang masih tertawa.
"beda kakak Galang..., kalo pas meet and great kan ketemu temen-temen sesama fans. Terus juga dapet komik yang di tandatanganin. Ada feel-nya. Kak Galang gak pernah punya idola, sih...,"
"Apaan? Gue punya, ya. Tapi gak sefanatik elu, sih..," Kata Galang.
"emangnya siapa? Siapa idolanya kak Galang?" Tanya Bianca.
"idola gue__,"
Tiba-tiba Ponsel Bianca berbunyi, Bianca langsung mengangkat panggilan Videocall grup.
Saat menerimanya, langsung terpampang wajah Awan yang sedang tersenyum manis,
"Ihh.., Awan..., Jangan manis-manis senyumnya.., nanti Bi diabetes gimana???" Protes Bianca.
Galang mendekat karena penasaran,
"Woy Awan, lu udah ketemu Queen?" Tanya Galang.
"Siapa, nih yang udah nemuin Queen? Queen dimana???" Tanya Liza.
"Awan !!! Kamu dimana? Aku sekarang sama Ryu doang nih! Kok kamu tiba-tiba ngilang!!!" Protes Sera.
__ADS_1
"eeh.., tenang-tenang..., Queen ada sama Awan,kok. Queen.., sini, tunjukan wajahmu !" Kata Awan.
Tiba-tiba di layar dengan nama kontak Awan muncul wajah Queen,
"hello guys.., sorry,ya.., tadi Queen belok ke wahana, abis dari toilet karena mau main lagi, hehe.., jadi bikin kalian khawatir...," Kata Queen.
"Queen...," Teriak Bianca, Liza dan Sera bersamaan.
"udah-udah.., curhatnya nanti lanjut, sekarang kita sholat dulu, udah mau Maghrib, baru nanti kalian semua Awan anterin ke rumah masing-masing...," Kata Awan.
"Unch..., Awan..., so sweet....," Teriak Bianca, Liza, Sera dan Queen.
"hadeeh.., iya-iya cewek-cewek berisik__Arrghh....," rambut Awan tiba-tiba dijambak oleh Queen dan Videocall grup langsung berakhir.
"ehem.., ahaha..., anggap aja tidak terjadi apa-apa..., hahaha...," Kata Bianca.
"pft..., dasar kalian semua bar-bar...," Kata Galang sambil menahan tawa. Diam-diam Bianca tersenyum.
"ya udah, kita cari mushola terdekat, ayo, terus ngumpul di tempat tadi." Ajak Bianca.
*
Ryu pulang sendirian ke rumah Iskandar. Katanya Queen mau menginap semalam di rumah Awan bersama teman-temannya yang lain.
Ryu masuk ke ruang tengah dan langsung menemui Pangeran beserta Iskandar juga Rin yang sedang menonton drama Korea malam.
"Papa awas,ya.., jangan selingkuh kayak bapak itu !" Kata Rin memberi peringatan.
"hadeeh.., kepikiran wanita lain aja gak pernah." Kata Iskandar menjawab.
Rin menoleh ke arah Iskandar,
Iskandar menghela napas,
"iya Istriku sayang...," Ucap Iskandar lembut.
Rin tersenyum puas,
"nah, gitu, dong dari tadi..," Kata Rin merasa menang, sedangkan Pangeran hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar perdebatan kecil orang tuanya.
"eh?" Tiba-tiba Rin menyadari kedatangan Ryu, membuat semua orang menoleh,
"Ryu? Udah balik lu ? Adek gue mana?" Tanya Pangeran.
"ah.., iya.., Assalamualaikum..," Kata Ryu mengucap salam.
"Wa Alaikum salam..," Jawab Iskandar,
"kenapa kamu sendiri, Queen mana?" Tanya Iskandar.
"dia.., dia menginap di rumah Awan. Besok pagi pulang." Jawab Ryu.
"Loh? Kok gak izin dulu?" Kata Iskandar.
"Ma, coba cek hape, Queen udah bilang belum ke Mama..," Perintah Iskandar.
"Yah..., padahal Ran merindukan adik-adik Ran, tapi mereka semua pada sibuk,ya?" Kata Pangeran kecewa lalu menyenderkan kepalanya di pangkuan Ibunya.
__ADS_1
"duuh.., Pangeran, tunggu dulu, dong..., Mama mau ngecek hape!" Kata Rin yang jadi repot sendiri.
"uhm.., kalau begitu, Ryu membersihkan diri dulu, ya Pa, Ma...," Kata Ryu pamit.
"ya,ya.., Bersihkanlah dirimu." Kata Iskandar sambil tersenyum. Namun begitu Ryu pergi raut wajahnya langsung jadi serius,
"Ma, Ran..., Kalian merasa ada yang aneh?" Tanya Iskandar.
"Nah ! Iya! Queen udah izin sama Mama dan udah Mama okein !!" Kata Rin.
"hadeeh.., kenapa gak langsung bilang sama Papa coba? Dia nginap sendiri atau bareng-bareng?" Tanya Iskandar.
"tenang, bareng-bareng,kok Pa." Kata Rin.
"yah.., baguslah kalau begitu." Kata Iskandar jadi tenang.
"Ya udah, Ran !" Panggil Iskandar.
"Ya, Pa !"
"Coba kamu korek sedikit apa yang terjadi selama mereka jalan-jalan tadi lewat Ryu. Entah kenapa, Papa merasa sesuatu sudah terjadi. Nanti kamu lapor ke Papa dan Mama." Kata Iskandar.
"Siap, Pa !" Kata Pangeran lalu langsung bangun dan pergi ke kamar Ryu.
"emangnya, Ada apa, Pa? Kok Mama jadi kepo...," Kata Rin tak mau kalah.
"Duuh.., Mama gak lihat raut wajah Ryu yang aneh?" Tanya Iskandar.
"uhm.., gak teralu merhatiin, sih..,"
"Mama coba kepoin dari Queen, terus lapor ke Papa." Perintah Iskandar lagi.
"hadeeh.., enak banget, ya Lu!" Rin memasang mode privasi karena Pangeran juga tidak ada di ruangan itu,
"gue sama anak sulung gue mengorek-ngorek informasi, lu enak aja tinggal terima !!" Kata Rin yang merasa tidak adil.
"hey.., Rin, Kan gue udah menganalisis dari raut wajah Ryu kalo ada apa-apa. Ya kalo misal emang beneran ada apa-apa, kita selesaikan bersama-sama. Ribet banget, ya lu !" Protes Iskandar yang juga memasang mode privasi.
Rin hanya bisa cemberut,
"lagian, cewek itu enaknya pendekatannya sama cewek. Lebih mengerti." Kata Iskandar lagi.
"iya-iya !!! Untung gue cinta sama lu !" Kata Rin lalu beranjak.
"loh ? Lu mau kemana? Ini nontonnya gak lanjut ?" Tanya Iskandar.
"enggak ! Mau interogasi anak gadis gue dulu !!" Kata Rin lalu pergi ke kamar mereka.
Iskandar langsung nyengir,
"yes ! Bisa diganti. Kita nonton dokumenter hewan !" Kata Iskandar lalu mengganti channel TV-nya.
.
.
.
__ADS_1
kalian kalau penasaran sama cerita ini atau menantikan pengumuman lainnya, bisa masuk GC Mamauzda, tulis aja alasannya apa aja, nanti Mamauzda terima 🤗🤗
♥️♥️Kalau kalian suka cerita ini jangan lupa Favorit, rate 5, like, komen, vote and share ♥️♥️