I Love You Queen

I Love You Queen
S2: Pembicaraan Penting


__ADS_3

Bianca baru saja turun dari panggung pelaminan. Matanya langsung awas dengan kehadiran Liza dan Sera. Gadis tomboi itu pun segera menghampiri kedua sahabatnya.


"Guys!" seru Bianca dengan nada cerianya yang menarik atensi Sera dan Liza.


"Bi!" seru mereka langsung memeluk gadis tomboi itu.


"Guys, Foto berlima yuk! Awan sama Queen mana? Abis itu, kita foto sama couple kita!" antusias Bianca. Sontak Liza langsung memcingkan matanya sambil senyaum-senyum.


"Hem, yang bentar lagi nyusul kayaknya girang banget," sindir Liza, seketika mata Bi langsung membulat.


"Nyusul? Kak Galang udah melamar kamu, Bi?" Sera malah memperjelas. Sekali lagi mata Bianca dibuat melotot.


"Ih, Sera. Malu, tahu!" Kini wajah Bianca benar-benar memerah.


Sera langsung menyenggol bahu Bianca dengan bahunya. "Dasar, kapan lamarannya? Kok gak ngundang-ngundang?" sindir Sera.


"Belum, baru rencana. Nanti undangan nyusul, ya sayang-sayangku," ujar Bianca lagi sambil merangkul kedua sahabatnya. Namun matanya kembali awas.


"Uhm, Queen dan Awan kemana, sih? Kok langsung ngilang aja?" tanya Bianca sambil celingak-celinguk.

__ADS_1


"Mereka gak lagi cari tempat sepi buat ..." Liza malah tersenyum nakal sambil menaik-turunkan alisnya, tetapi hidungnya langsung dicubit oleh Sera.


"Hush! Jangan berpikir aneh-aneh!" tekan Sera. Bianca hanya tertawa melihat ti gah kedua sahabatnya. "Udah, mendingan kita cari tuh dua sejoli," ajak Bianca.


***


Queen mengikuti langkah Scarlett menuju rest room. Langkah kaki jenjang wanita cantik itu akhirnya berhenti.


"Apa yang mau kakak bicarakan?" tanya Queen malas mengulur-ulur waktu, apalagi dengan wanita yang dulu sempat merebut pujaan hatinya tanla berdosa sama sekali. Namun Scarlett malah terdiam sambil memunggungi Queen.


"Aku ... Aku senang melihat kamu yang sudah kembali ceria lagi ..." ungkap Scarlett sambil.memutar tubuhnya menghadap Queen. Queen mengerutkan dahinya. Apa maksud wanita ini? Apa dia sedang memainkan peran "Wanita yang Perhatian". Queen hanya memutar bola matanya kemudian berkacak pinggang.


"Sebaiknya jangan banyak basa-basi, Scarlett!" sindir Queen. Namun Wanita Cantik itu malah terkekeh.


Queen hanya geleng-geleng kepala pelan. "Gugup? Memangnya kamu pernah buat salah padaku? Memangnya kita pernah ada masalah?" pancing Queen sambil menajamkan tatapannya.


Scarlett sekali lagi tersenyum miring. "Jadi, kamu tidak pernah merasa kalau kita ada masalah?"


Queen tertegun. Ia malah terjebak dengan ucapannya sendiri. Queen langsung berdehem. "Y-ya ... Pikir saja!" timpalnya menahan malu.

__ADS_1


Scarlett malah terkekeh lagi, membuat hati Queen semakin jengkel. "Apa yang lucu? Kamu mau membuat hari bahagia karena pernikahan Abangku buruk dengan menertawakanku?" tuding Queen, tetapi Scarlett menggeleng.


"Tidak. Justru sebaliknya," ujar Scarlett kemudian ia berjalan mendekati Queen dan mengambil kedua tangannya. Wanita 28 tahun itu menatap dalam-dalam ke arah Queen. "Aku sebenarnya merasa bersalah karena sampai akhirnya Ryu memilihku ..." tutur Scarlett yang membuat kerutan di dahi Queen bertambah. Wanita 20 tahun itu langsung menarik tangannya.


"Jangan mengacaukan hatiku! Sekarang di hatiku ada Awan. Jadi ... Uhm ... Ryu ... Dia sudah bukan siapa-siapa lagi bagiku!" ungkap Queen. Mata Scarlett malah melebar seraya memandang Queen.


"Ya, aku tahu ..." ucap Scarlett. Queen langsung menatap lurus ke arah wanita 28 tahun di depannya. "Kalau tahu, kenapa kamu bahas ini lagi? Bukankah membahas ini membuatmu rugi?" cecar Queen. Namun Scarlett menggeleng.


"Aku ... Aku memang dipilih oleh Ryu sebagai pendamping hidupnya ..." Tangan wanita 28 tahun itu merambat ke perutnya seraya tersenyum. "Bahkan ada buah hati kami di dalam sini ..." tuturnya kemudian kembali menatap Queen secara mendalam. "Namun, rasanya leherku tercekik tiap melihatmu. Aku selalu merasa bersalah dan teringat bagaimana kamu datang saat pesta pernikahanku di Bali ..."


Scarlett kembali mengelus perutnya yang belum membuncit itu. "Aku ... Aku ingin, hubungan kita baik ke depannya. Bukan lagi jadi rival apalagi bermusuhan ..." ungkap Scarlett. Perlahan kerutan di dahi Queen berkurang.


"Aku ... Bolehkah kita me-reset hubungan kita jadi lebih baik untuk ke depannya?" pinta Scarlett dengan pupil yang membesar. Kedua sudut bibir Queen perlahan naik. "Dasar!" Queen kali ini memonyongkan bibirnya.


"Apa tidak bisa?" tanya Scarlett. "Aku tidak bilang begitu ... Hanya saja ..." Queen menggantung kalimatnya seraya berpikir. "Hanya saja apa?" cecar Scarlett. Queen kembali memandang wanita 28 tahun di depannya. "Hatiku masih agak sedikit terluka. Awan sekarang sedang berusaha mengobatinya ... Jika ..." Queen tersenyum. "Jika sudah benar-benar sembuh, maka, mari kita buat hubungan baru yang lebih baik," ujar Queen sambil mengulurkan tangannya.


Perlahan sebuah garis lengkung ke atas terlukis di wajah cantik Scarlett. Ia langsung menjabat tangan Queen sembari mengangguk. "Ya. Pasti. Aku menunggu," ujar Scarlett.


Queen mengangguk sambil tersenyum. Ia kemudian memegang perut Scarlet. "Berapa.usia kehamilanmu?" tanya Queen. "Baru tiga minggu," jawab Scarlet. "Woah ... Bagaimana rasanya? Apa ada sesuatu yang terasa berbeda di dalam sini?" tanya Queen antusias, Scarlett mengangguk. "Aku bisa merasakam detak jantungnya," ujar Scarlett yang membuat Queen takjub.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua. Namun tanpa orang itu sadari ada yang mendekatinya dari belakang.


***


__ADS_2