
Liza masih sesenggukan setelah menceritakan apa yang baru saja membuat hatinya sedih pada Queen,
"Masa iya,sih? Kak Gibran tuh, pendiem, masa bisa-bisanya ngomong sejahat itu?" kata Queen tak percaya.
Liza mengusap sisa air mata di sudut matanya,
"gak juga, Queen.., justru orang yang pendiem itu lebih condong ke sifat pendendam karena rasa kesal mereka yang sudah tertimbun." kata Liza.
"terus, maksud kamu, Kak Gibran dendam sama kamu?" tanya Queen.
"enggak juga, sih.., maksud Liza, kalo Gibran bisa ngomong kayak gitu, tuh, wajar." kata Liza.
"hey.., dia itu lebih tua dari kita, loh..., kamu juga, sih gak sopan sama Kak Gibran. Dia jadi kesel sama kamu,kan." kata Queen malah membela Gibran
"Iih.., Queen.., sahabat kamu,tuh gue atau Gibran, sih ???" Kata Liza jadi kesal.
"bukan gitu, Liz..., Soalnya, aku juga se-tim di lomba cerdas cermat sama Kak Gibran, dan dia orangnya baik banget.., beda,lah sama kembarannya itu, ewh...," Kata Queen berusaha memberi penjelasan.
"Ya.., jadi..., aku agak gak percaya aja kalo dia segitunya sama kamu." kata Queen lagi.
"ya udah.., terserah..., lu mau percaya apa enggak sama gue!! Yang pasti hari ini gue bete abis ! Gue mau pulang aja !!" kata Liza malah ngambek lalu pergi meninggalkan Queen.
"aduh.., aku salah,kah?" Gumam Queen.
*
Queen berjalan sendirian di trotoar. Rencananya ingin crazy shopping dengan Liza gagal karena Liza ngambek,
"haruskah aku membela Liza? Ah.., enggak. Dia juga salah dari awal. Sikapnya pada kak Gibran memang tidak sopan. Jelas Kak Gibran marah padanya. Sebagai sahabat, seharusnya aku menasihatinya, bukan membelanya yang bersalah." kata Queen bicara sendiri.
"tapi kasihan juga, sih..., Kak Gibran kalo emang ngomong gitu, agak jahat.., enggak, jahat banget dan keteraluan, sih...," Sebenarnya Queen agak merasa bersalah karena tidak mempercayai sahabatnya sendiri.
"Lidah memang senjata yang lebih tajam dari pisau..., karena luka yang disebabkan memberikan bekas yang sukar hilang...," kata Queen bicara sendiri sambil memandangi langit.
Tin
Tin
Lagi-lagi suara klakson motor yang sangat familiar di telinga Queen. Queen hanya menghela napas dan seperti biasa, ia mengabaikannya.
"Queen..., pulang bareng ayok...," Si empunya motor mulai mengeluarkan suara. Queen malah mempercepat jalannya.
"Queen.., lu jalan, gue naik motor, tetep aja bakalan kekejar...," kata Si empunya motor alias Galang masih dengan kecepatan yang sama.
Akhirnya Queen berhenti lalu berbalik dan menghadap Galang. Galang buru-buru menghentikan motornya,
"Kak.., bisa,kan bikin hidupku tenang. Aku mau pulang dengan nyaman dan tenang..., hiks!" Kata Queen malah tiba-tiba menitikkan air mata, ia juga tidak mengerti, kenapa ia menitikkan air mata, dan yang terpenting malah di depan seorang Galang,
"Lu nangis kenapa? Siapa yang bikin lu nangis ???" Tanya Galang emosi.
__ADS_1
Air mata Queen malah makin deras,
"ugh.., diam !!" kata Queen sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Akhirnya mereka duduk di halte yang tak jauh dari tempat mereka berhenti tadi.
"Nih..," Galang memberikan sebotol air mineral dingin pada Queen, ia lalu duduk dan membuka botol minuman sodanya.
"coba cerita sama gue, lu ngapa nangis? Udah gede, juga masih aja cengeng. Ternyata cewek yang berhasil bikin gue babak belur, cewek cengeng,ya hahaha...," ledek Galang lalu menenggak minuman sodanya.
"ugh..., niat ngehibur gak, sih?" Tanya Queen kesal.
"Ya elah.., bercanda keles...," kata Galang sambil mengusap-usap kepala Queen.
"ih, apaan, sih?" kata Queen risih.
"sorry.., sorry...," kata Galang.
Queen diam-diam memandangnya,
"ternyata dia lumayan gentle...," gumamnya.
"terus, kenapa lu bisa mewek?" tanya Galang lagi.
Queen memandang langit,
"gara-gara Kak Gibran__,"
"uhm.., i,iya, tapi___,"
"dia Apain lu? Lihat, aja.., nanti di rumah bakalan gue beri dia pelajaran !!" kata Galang jadi emosi.
"enggak.., bukan.., sebenarnya Kak Gibran gak ada masalah apa-apa sama aku,kak Galang...," kata Queen.
"terus?"
"uhm.., sebenarnya, tadi Liza dan aku berniat mau shopping bareng, terus dia malah ketemu kak Gibran sebelum ketemu aku, abis itu...," Queen masih tidak yakin. Ia takut Liza hanya menuduh Gibran berlebihan,
"ah, enggak ! Hubunganku dengan Liza lebih dekat dibanding hubunganku dengan Kak Gibran..," Batin Queen sambil memandang Galang,
"kak Galang juga adalah kembaran Gibran.., ia juga setidaknya bisa meluruskan ini jika memang kak Gibran bersalah." kata Queen dalam hati.
"Apa abis itu, Queen?" tanya Galang yang sebenarnya penasaran,
"si culun ngapain? Jangan-jangan di gece lagi, langsung ***** Liza.., jelaslah dia marah..," Pikir Galang.
"Kak Gibran bilang, kalau dia mau Liza hilang dari hidupnya karena dia membenci Liza, padahal momennya Liza mau berterima kasih sama Kak Gibran yang udah ngehibur dia kemarin...,"
"Si beeego..., Medali dan Piagamnya yang numpuk di rumah benar-benar gak ada gunanya...," Umpat Galang dalam hati.
__ADS_1
"terus.., aku gak percaya sama Liza, soalnya Kak Gibran kayaknya gak mungkin ngomong itu.., Tapi udahannya aku jadi merasa bersalah sama Liza...," kata Queen lagi lalu langsung membuka botol air mineralnya dan meneguknya.
"makanya lu nangis karena lu merasa bersalah?" Tanya Galang.
"iya...," Lirih Queen.
"hatinya selembut kapas...," Batin Galang.
"Tenang aja. Urusan Gibran, biar gue yang urus. Gue akan maksa dia minta maaf sama Liza. Jadi, lu sama Liza gak harus bertengkar lagi...," kata Galang sambil meninju dadanya sendiri pelan.
"beneran,kak?" Tanya Queen yang kini memasang wajah cerahnya.
Galang langsung tersenyum,
"Nah.., gini dong.., cantiknya balik..," Galang malah menggoda Queen.
"ih, emang cantik dari lahir kali..," kata Queen malah meninggikan dirinya.
"hahaha.., Ya udah, cepet baikan sana. Jangan sedih sendiri. Lain kali, kalo ada apa-apa, lu boleh berbagi sama gue...," kata Galang.
Queen memandang Galang,
"sejak kejadian aku mukul kak Galang, kayaknya dia banyak berubah.., apalagi kayak sekarang.., jadi lebih hangat__, eh, tunggu, Queen, kamu,kan sukanya sama Ryu...," Queen berusaha menjernihkan pikiran dan hatinya.
"kenapa? Gue ganteng,ya?" Ledek Galang.
"ih, apaan, sih, Ge-Er." kata Queen langsung memalingkan wajahnya.
"Oh,iya.., hari Sabtu mau berangkat bareng?" Tanya Galang tiba-tiba.
Mata Queen langsung melorot,
"Hari Sabtu???" katanya langsung menoleh ke arah Galang.
Galang tersenyum,
"iya.., Awan ngajak Gue dan Gibran buat Jalan-jalan sama kalian ke Dufan. Gimana kalau kita bareng aja?" Tawar Galang.
"dasar si Awan..., Apa, sih yang ada di otaknya??? Sifatnya yang teralu ramah itu benar-benar Boomerang...," Kata Queen kesal dalam hati.
"jadi, gimana? Mau bareng?" Tanya Galang.
Queen hanya memandang Galang tanpa menjawab apapun.
.
.
.
__ADS_1
Menurut kalian, Queen cocoknya sama siapa? jawab di comment, ya