
Ryu POV
Apakah aku bersalah ? Apakah jatuh cinta itu salah ? Aku selalu mempertimbangkan hal ini sejak pertama kali aku jatuhkan hatiku padanya. Aku tahu Queen menyukaiku sejak kecil, aku tahu akan seperti apa hubunganku dengan Pangeran jika aku menolak cintanya. Mungkin saja Papa Iskandar akan memusuhiku dan Ayahku.
Aku selalu berusaha mengelak, selalu berusaha mengabaikan cintaku ini, bahkan berusaha melihat Queen. Namun, Cintaku pada Scarlett bukannya menghilang malah semakin berkembang.
Selama ini aku hanya berusaha adil saja. Tiga orang perempuan mencintaiku, tetapi hanya Scarlett yang aku cintai, sehingga tidak ada satupun dari mereka yang aku terima cintanya. Aku jadi lelaki jahat, tetapi mereka tetap menyukaiku. Andai saja Scarlett juga ikut membenciku.
Aku menoleh ke arah Scarlett yang sedang tidur nyenyak di sampingku sambil memeluk pinggangku,
"Apakah Aku gegabah?" Gumamku.
"Aku benar-benar curang. Aku Laki-laki jahat." Tuduhku pada diriku sendiri. Aku memandangi wajahnya yang tidur dengan begitu nyamannya dengan menjadikan lenganku sebagai bantalnya,
"Ah, mana bisa disebut begitu, itu anggapan orang, bukan anggapanku atau gadis cantik yang sedang tidur nyenyak di sampingku ini," Sangkalku.
"tidurlah Ryu...," Lirih Scarlett. Ia sadar rupanya mataku ini masih terbuka dan memandangi wajahnya.
"Kakak yang harusnya istirahat...," Kataku sambil membelai rambutnya lembut.
"baiklah.., aku tidur duluan..," Ia menenggelamkan wajahnya di dekapanku.
"hemm.., aku suka aroma tubuhmu...," Lirih Scarlett membuatku tersenyum,
"tidur sana.., dua jam lagi kamu harus bersiap..," Kataku lagi.
"Iya, iya..," Katanya lagi.
Maafkan aku kak Kejora. Aku benar-benar tidak bisa lagi membendung rasa cintaku padamu ini. Aku bahkan sudah tak ingat sejak kapan aku jatuh cinta padamu. Aku hanya ingat, aku selalu menyakitimu selama bertahun-tahun karena menolak perasaanmu. Aku begitu tidak bersyukur dengan kenyataan ini.
Namun, Dua jam kebersamaan bersamamu di malam yang begitu intens dan romantis, benar-benar membuatku tahu, kalau aku adalah milikmu dan kamu milikku. Aku pasti akan menikahimu.
"Kumohon, tunggulah aku sebentar lagi," Gumamku sambil mencium keningnya lembut.
*
Aku kembali ke rumah kakekku. Saat baru masuk, aku malah bertemu dengan kakekku yang sedang duduk sambil menghentakkan kakinya,
"Kakek...,"
"Kemana kamu semalam ?" Tanya Kakekku tanpa basa-basi.
Alasan apa yang bisa kubuat ?
"Jangan berbohong !!!" Bentak Kakek.
Aku menggaruk-garuk tengkuk leherku yang tidak gatal sama sekali,
"uhm.., berkencan..," Jawabku.
Kakek yang tadinya duduk langsung berdiri,
"Berkencan ???" Kata Kakek kaget.
"jangan bilang kamu meniduri teman kencanmu ??" Tuduh Kakek.
__ADS_1
Hampir benar, tetapi setidaknya aku masih bisa menahan diri kemarin,
"Ah.., tidak, Kek.., tidak sampai seperti itu..., Ryu tahu, dia harus berangkat pagi-pagi untuk naik pesawat, makanya, Ryu tidak sampai situ...," Kataku lagi berusaha menjelaskan.
Kakek duduk lagi,
"Itu berarti sempat ada niatan, kan ? Ehem !!" Kata Kakek. Kalau itu memang benar. Siapa laki-laki yang bisa tahan akan hal itu, apalagi gadisnya ada di depan mata.
"Siapa?" Tanya Kakek lagi.
"hah ? Maksudnya ?" Aku pura-pura tidak mengerti.
"Teman kencanmu ?!!" Bentak Kakek.
"Ah.., uhm.., Kak Kejora, Kek..," Jawabku jujur. Ya, aku harus jujur pada Kakek. Kakek itu,kan punya kemampuan khusus yang bisa mendeteksi kebohongan seseorang.
"Kejora ?? Kejora yang anaknya Mike ? Yang sangat cantik itu ??" Tanya Kakek. Ya, Kakek juga mengenal ayahnya Kak Kejora karena pernah diajak Nenek ke klinik kecantikannya.
"i,iya, Kek..," Jawabku.
"Waaah.., Dasar tukang pilih !! Bisa-bisanya kamu sama dia, hahaha..," Kakek malah terkekeh. Entah senang atau mengejekku.
"Dia suka juga sama kamu ?" Tanya Kakek.
Aku mengangguk,
"Ya, Kek..,"
"Wah.., bukannya kabar baik ? Akhirnya Cucuku akan menikah...," Kata Kakek malah gembira. Sebenarnya aku juga bukan cucu tertuanya, tetapi aku adalah cucu laki-lakinya yang paling tua.
"ah, kamu ini.., dasar curang !" Potong Kakek.
"sudah berniat menidurinya, masih bilang tidak mau menikahinya ??? haduh..," Ledek Kakek. Sudah kuduga, Kakek membahas itu lagi.
"Ryu mau menikahinya, tetapi bukan sekarang..,"
"Lalu kapan ? Tunggu Kakek meninggal ? Secepatnya lah kamu menikah.., setidaknya, Kakek mau lihat cucu Kakek menikah untuk yang kedua kalinya...," Kata Kakek. Ya, memang Kakak sepupuku juga sudah ada yang menikah.
"Akan Ryu pikirkan.., Sudahlah, Kek.., Ryu mau mandi dan istirahat." Kataku langsung mengakhiri percakapan ini.
*
Author POV
Bu Agatha memberikan aromaterapi pada Queen. Entah apa yang terjadi, Tiba-tiba pagi ini Queen merasa tidak enak badan. Ia merasa sesuatu yang buruk terjadi, tetapi ia tidak tahu apa itu.
"mungkinkah aku akan kalah ?? Atau ada hal buruk lain yang terjadi?" Gumam Queen dalam hati.
"Lu bisa ikut lomba, kan ,tapi ? Masih bisa pake otak lu,kan ?" Tanya Hana yang diminta menjaga Queen.
"bisa, kok, kak..," Jawab Queen lemas.
"Udah, berbaring aja dulu, istirahat sampai nanti giliran kamu." Kata Hana.
Masalahnya tim tidak bisa diganti atau dirombak. Setidaknya Queen harus berusaha semaksimal mungkin.
__ADS_1
Tiba-tiba Gibran datang dan mendekati Queen yang sedang bersandar di bangkunya,
"kamu gak usah maksain diri, nanti aku bantu..," Kata Gibran.
"enggak, kak ! Queen bisa, kok.., istirahat bentar juga kelar, tadi abis sarapan, kan udah minum obat." Kata Queen lagi.
"Beneran ?" Tanya Gibran.
"Iya, bener...," Kata Queen.
"Yakin ?" Tanya Gibran lagi.
"Yakin seratus persen !!" Kata Queen sambil memperlihatkan senyumannya.
"baguslah kalo begitu.., istirahat dulu, ya..," Kata Gibran.
"Kak Gibran gimana ? Perutnya udah baik-baik aja?" Tanya Queen. Ia ingat percakapannya dengan Liza kemarin.
"oh.., kok kamu tahu ?" Tanya Gibran.
"dari Liza, hihi..,"
"Ehem.., udah baik-baik aja, kok. Heh, mending mikirin diri lu sendiri, gak usah mikirin orang lain !!" Kata Gibran sambil menyentil kening Queen.
"Ih, sakit, Kak !! Makin puyeng, nih..," Protes Queen.
"Ehem ! Apaan, nih ? Gibran care banget sama Queen.., Queen care sama Gibran. ada something lu pada, ya ?" Ledek Hana yang dari tadi duduk di sebelah Queen.
"Apaan, sih, ngaco lu !" Sanggah Gibran.
"enggak, kak ! Enggak !" Queen juga ikut-ikutan menyangkal.
"terus apaan, dari kemarin care sama Queen, kata Barlie, lu beliin makan siang, terus bercanda-canda gemes sekarang, ewh.., gue yang punya laki aja gak pernah bercanda gemes gitu..," Kata Hana iri.
"Heh, Aku begitu karena Queen anggota tim ku !!" Sanggah Gibran lagi.
"terus kalo bercanda-canda gemes ini apaan kalo bukan something ?" Tanya Hana.
"ih, kakak, bercanda gemes apanya ? Itu biasa aja, tau !!" Queen juga ikutan membela diri.
"iya, lagian Aku itu sukanya sama Liza__," Gibran tiba-tiba menghentikan kata-katanya. Queen bahkan melotot dengan apa yang dia dengar barusan.
"aduh.., kok bisa-bisanya keceplosan?? Sejak kapan juga aku menyukai Liza??" Batin Gibran.
"Jadi, bener kakak suka sama Liza ?" Tanya Queen lagi, entah kenapa rasa meriangnya seketika hilang karena mendengar pernyataan Gibran.
"ah.., itu...," Gibran jadi bingung harus bilang apa.
"wait ! Liza siapa ?" Tanya Hana.
*
*
*
__ADS_1