
Gibran mengikat tangan dan kaki Galang karena kesal.
"heh ! Lu jahat amat sama Abang lu sendiri !!" Protes Galang.
"Abang ? Kita Seumuran !!" kata Gibran sambil tiduran di atas kasurnya yang ada di samping kasur Galang.
Kamar mereka memang jadi satu dari dulu dan tidak mau dipisahkan. Sebenarnya hubungan mereka tidak seromantis itu, hanya saja, menurut mereka berdua kamarnya ini adalah tempat paling nyaman.
"Kamu tidak menyangka,kan kalau aku bisa berbuat seperti ini, hahaha...," Tawa Gibran puas.
BLETAK !!
Tiba-tiba kepala Gibran ditimpuk pakai pensil, Ia langsung menoleh dan menemukan Galang yang sedang menatapnya heran,
"kenapa lu ? Ketawa sendiri?" tanya Galang sambil mengerutkan keningnya.
"aih..., jadi aku yang bisa menaklukan Galang hanya ada di angan-angan saja. Dia memang sungguh tangguh." Batin Gibran.
"enggak.., gak kenapa-kenapa...," kata Gibran malu sendiri.
"hemm.., jangan-jangan lu mikir jorok, ya ?" tebak Galang.
"mikir jorok? Iih.., Sinting lu !" kata Gibran malah makin malu.
"Yah.., bisa aja lu bayangin nanti hari Sabtu jalan sama Liza ke dufan, terus ciuman pas naik bianglala raksasa..," kata Galang sambil memonyongkan bibirnya,
"hiih !!! Yang ada kamu, tuh yang liar otaknya !!!" kata Gibran. Ia lalu mengambil ponselnya dan kembali dengan game favoritnya.
"idih.., baperan amat lu jadi cowok !" ledek Galang lalu mengambil gitarnya dan memainkan musik lewat petikan-petikan lembut senar gitarnya.
*
Keesokan harinya,
Queen berjalan menuju lobby sekolahnya setelah menemui Bu Agatha. Langkahnya terhenti begitu ia mendapati Ryu sedang berdiri menghadap pintu Lobby. Ya, meskipun dari belakang, Queen sangat hafal perawakan dari seorang Ryu. Tiba-tiba Ryu berbalik, tatapan mereka bertemu,
"Queen....," Kata Ryu menyebut nama gadis di hadapannya.
Queen segera menghampiri Ryu,
"Ryu..., kok Ryu ada di sini?" tanya Queen heran. Kini jantungnya berdebar-debar sangat keras.
"Aku memang sengaja datang ke sini. Aku mau menjemputmu...," kata Ryu.
"hah? U,untuk apa?" tanya Queen. Meskipun senang, Queen harus mengetahui maksud dan tujuan Ryu menjemputnya.
"Soalnya, kemarin kamu gak pulang, langsung pergi nginap di rumah Liza.., padahal, aku menunggumu." Kata Ryu lalu menggandeng tangan Queen.
Mata Queen langsung beralih ke tangan Ryu yang kini menggenggam tangannya,
__ADS_1
"Ryu menggandengku....," batinnya tak menyangka. Ia senang bukan main.
"Kalau begitu, ayo pulang bersama." ajak Ryu.
"A,ayo...," kata Queen.
"ah.., tapi aku tidak bawa kendaraan. Kita naik kendaraan umum saja, bagaimana?" tanya Ryu.
"naik kendaraan umum juga romantis. Asalakan bersama Ryu...," Queen kegirangan dalam hati.
"tidak apa-apa.., Ayo !" kata Queen bersemangat.
Mereka pun pulang bersama. Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan dari tadi,
"Queen dan Ryu..., bergandengan tangan?" gumam Gibran yang baru saja menemui Bu Agatha.
*
Ryu berdiri di hadapan Queen yang sedang duduk. Kali ini mereka memilih naik busway.
"tolong yang masih muda, kasih bangkunya untuk penumpang prioritas !" Teriak Petugas Busway tiba-tiba. Sontak Queen langsung berdiri,
"di sini ada !" teriak Queen.
Rupanya seorang ibu hamil yang baru saja naik. Ibu hamil itu dengan dibantu beberapa penumpang lainnya akhirnya duduk di bangku yang tadi ditempati oleh Queen. Kini Queen berdiri di hadapan Ryu. Tubuh mereka hanya berjarak beberapa centimeter saja. Bahkan kening Queen kini menempel dengan dagu Ryu.
Queen berusaha mencari pegangan agar tubuhnya tetap seimbang, tetapi penumpang yang teralu banyak, membuat ia tidak bisa meraih pegangan itu,
"A,a,apa?" kata Queen agak tidak yakin.
"pegangan__," Tiba-tiba busway mengerem. Tubuh Queen hampir terlempar karena dorongan para penumpang lainnya.
"eh? Aku gak jatuh ?" gumamnya heran dan ia langsung bisa menemukan tangan Ryu yang melingkar di pinggangnya.
"hati-hati, Queen..., pegangan padaku saja." kata Ryu lagi sambil melepas tangannya yang tadi melingkar di pinggang Queen.
"i,iya..," kata Queen malu-malu. Ia lalu melingkarkan tangannya di pinggang Ryu.
"aduh.., kok dia malah memelukku?" batin Ryu jadi salah tingkah.
Sedangkan Queen masih malu-malu, tetapi tetap ia lakukan, menjadikan pinggang Ryu sebagai pegangannya.
"hemm.., mesra banget, ya neng...," komentar ibu hamil tadi. Queen langsung menoleh,
"ah.., ehmm.., dia...,"
"saya kakaknya, Bu." kata Ryu sambil tersenyum.
Queen langsung melirik sinis ke arah Ryu,
__ADS_1
"kok ngakunya kakak, sih ?" gerutunya dalam hati kesal.
"hemm.., kakak kandung, atau kakak-kakak-an?" ledek si ibu hamil, penumpang lain juga malah senyum-senyum mendengar ledekan si ibu hamil.
"kakak kandung. Iya.., kakak kandung." kata Ryu lagi mempertegas.
Kini Queen memanyunkan bibirnya,
"malah ngaku kakak kandung lagi, iih..., bete !" batin Queen kesal.
*
Galang ngomel-ngomel pada Gibran di sepanjang jalan yang kini ia bonceng,
"bilang, dong lu kalo dipanggil Bu Agatha. Gue nyari lu dari Sabang sampai Merauke, tau !" kata Galang masih ngomel.
"Lah, kamu juga biasanya gak pernah nungguin aku. Langsung nyelonong aja pulang." kata Gibran membela diri.
"Masalahnya, Mama ngomel tadi sama gue, bilang, jangan ditinggal adeknya !" kata Galang.
"emangnya lu anak kecil apa? yang nangis kalo ditinggal. Hadeeh, Mama suka lebay !" Gerutu Galang.
"Tapi, Lang, pada dasarnya kalo aku pulang bersamamu, kita bisa menghemat pengeluaran. Mungkin Mama mau melatih kita untuk berhenti dan mengelola keuangan." kata Gibran yang selalu membela ibunya itu.
"Oke, oke.., Mama always know best, Gibran ia the best. And I always wrong." kata Galang jadi kesal sendiri.
"Rencananya,kan gue mau nganter my Queen, gara-gara Mama ancam gue gak boleh bawa motor lagi, terpaksa, deh !" Gerutu Galang lagi.
"Kamu mau anterin Queen? Percuma. Mama bener. Mending boncengin adik kembarmu ini." kata Gibran.
"Maksud lu?" tanya Galang.
"tadi aku lihat, Queen pulang bersama Ryu. Bergandengan tangan. Mungkin mereka udah jadian." kata Gibran malah memanas-manasi Galang.
"hah? Jadian ? Teori dari mana?" Kata Galang tak percaya.
"Pertama, Ryu jemput dia, kedua mereka gandengan tangan. Apalagi kalo bukan udah jadian. Bisa aja,kan kemarin pas pulang Ryu malah sadar kalo cewek yang dia suka itu Queen dan akhirnya dia nembak Queen. Terus Queen terima." kata Gibran menjelaskan alur berpikirnya.
"Sumpah, lu biasa ikut lomba KTI, tapi teori lu gak berdasar,ya ! Gak ! Gue gak percaya !"
"Heh, Lomba KTI yang aku ikuti itu temanya Lingkungan hidup. Bukan percintaan !" Bela Gibran.
"Tetap aja. Teori lu gak nyambung. Gak mungkin. Gue gak percaya."
"Oke, coba buktikan nanti pas hari Sabtu, Ryu ikut atau enggak." Tantang Gibran.
"Oke, siapa takut !"
.
__ADS_1
.
.