
Sang Promotor tak terima jika Konser yang sudah dipersiapkan ini dibatalkan. Berapa besar kerugian yang harus dibayarkan? Terlebih sebagian biaya juga sudah digunakan untuk operasional Konser.
"Ini Musibah!" tekan Daddy Alan.
"Namun, reputasi perusahaan juga akan buruk jika begini caranya!" ujar Sang Promotor.
"Pihak kami juga bisa-bisa tidak dipercaya jika begini caranya," lanjutnya yang kesal dengan keputusan Alan. Sampai akhirnya akibat musibah ini semua akan dirugikan. Para fans akan kecewa, CLD bisa-bisa tidak dapat berkarya lagi, yang seharusnya vakum malah jadi bubar.
"Lantas, apa mungkin jika mengundur konser?" tanya Alan lagi. Pasalnya tidak mungkin mengundur konser karena jadwal gedung yang digunakan telah penuh hingga akhir tahun. Di samping itu, akan ada biaya tambahan untuk penyelenggaraan ulang konser tersebut.
"Atau kita ganti jadi Konser online?" seru Sera.
"Tidak akan jauh beda, Sera ..." ujar Alan dingin. Satu-satunya cara adalah konser tanpa Awan.
"Jika memang tidak ada cara lain, maka kita terpaksa menggunakan audio untuk menggantikan part Awan," ujar Alan lagi. Namun, jika menggunakan Audio, maka hasilnya tidak akan sama jika dihadiri Awan langsung. Pasalnya, diantara anggota CLD, Awan lah yang paling banyak memiliki fans.
"Saya lebih setuju itu. Kita ungkapkan saja kejadian yang menimpa Awan. Dia ditikam dan kini sedang menajalani operasi di rumah sakit," ujar Promotor lagi.
"Jangan, nanti rumah sakit akan dipenuhi oleh para fans," tolak Alan. Media juga akan semakin gaduh.
"Bilang saja, dia mendapat musibah. Untuk klarifikasi musibahnya, maka akan diadakan jumpa pers," ujar Alan lagi.
__ADS_1
"Baik lah, berarti Konser tetap dilanjutkan tanpa Awan." Keputusan pun telah ditetapkan. Namun karena keputusan itu, beberapa gerakan juga harus dimodifikasi. Gladi resik sebelum acara yang harusnya dilakukan agar persiapan konser jadi lebih matang, malah jadi momen untuk menata ulang konsep.konser dalam waktu singkat. Anehnya, hingga sekarang bagaimana Awan bisa ditikam masih belum diungkapkan. Apakah mereka harus benar-benar menunggu sampai jumpa pers?
"Fokus saja pada konser dulu, Liza..." ujar Sera yang berusaha menahan rasa penasarannya.
"Kita harus memberikan yang terbaik untuk fans. Kita harus berjuang dua kali lipat karena tidak ada Awan," tekan Sera mengingatkan. Ya, Benar kata Sera, untuk sekarang yang paling penting adalah kepuasan para Fans. Apapun yang muncul di benak Liza, semuanya akan ia tanyakan setelah konser. Termasuk dugaannya bahwa musibah ini semua ada kaitannya dengan Queen.
***
Queen baru saja selesai memberikam keterangan mengenai kejadian yang ia alami di Kantor Polisi. Sang Papa bahkan kali ini menemaninya. Namun ada satu hal yang masih Queen tidak mengerti. Kemarin Sang Papa menyebutkan bahwa Jonas ada kaitannya dengan kecelakaan Galang. Apa yang Sang Papa ketahui, tetapi tidak diketahui oleh dirinya.
Kini Queen mendatangi Sang Papa yang sedang terduduk sambil memijat keningnya seolah memikirkan beban masalah yang sangat berat. Queen langsung menghampiri Iskandar dan memeluknya.
"Papa ..." sagut Queen manja, membuat Iskandar tersadar akan kehadiran Queen. Iskandar pun memeluk putrinya itu.
"Queen tidak diberi tekanan apapun. Justru Queen yang ingin bertanya, kenapa Papa terlihat tertekan? Queen sudah ada di sini," ucap Queen manja kemudian kembali memandamg wajah Iskandar.
Iskandar hanya tersenyum seraya membelai kepala putrinya.
"Papa tidak tertekan. Papa hanya bersyukur, Putri Papa baik-baik saja ..." jawab Iskandar.
"Tapi wajah Papa tidak terlihat begitu," cecar Queen.
__ADS_1
Iskandar pun tersenyum, sekarang putrinya ini jadi sangat mirip dengan istrinya. Iskandar pun menghela napas.
"Papa hanya merasa gagal, Nak ..." ungkap Iskandar.
"Bisa-bisanya putri Papa bisa lepas dari pengawasan Papa dan mengalami hal mengerikan itu ..." Sebelum membuat laporan, Queen sudah menceritakan semua kronologinya, termasuk dirinya yang merasa terombang-ambing dan malah memilih teman yang salah. Justru Queen yang merasa tidak bisa menjaga dirinya, tetapi siapa sangka, langkahnya yang salah membuat Sang Papa jadi se-kecewa ini.
"Maaf, Pa ..." ujar Queen.
"Bukan, Nak ... Bukan kamu yang salah. Papa yang salah, Papa yang teralu fokus menyelidiki penyebab kecelakaan Galang dan malah mengabaikan putri papa sendiri," kecewa Iskandar.
Queen tertegun, ia juga tahu, Sang Papa sampai mengerahkan detektif swasta untuk menyelidiki kasus kecelakaan Galang agar ia tidak disalahkan oleh Amara. Harusnya saat itu Queen bisa lebih bersabar dan tidak melampiaskan dirinyanyang tertekan pada hal yang jelas-jelas sudag ia curigai. Ya, kebaikan Jonas, hubungannya dengan Jonas, sudah ia curigai ada yang aneh. Namun demi memperbaiki kondisi hatinya yang saat itu merasa sendirian, Queen malah mengabaikannya.
Semua berjalan sesuai keinginannya. Akhirnya salah satu sahabatnya datang. Awan datang, tetapi pria itu harus berada dalam keadaan kritis akibat keegoisannya sendiri. Tabpq ia sadari bilir-bulir bening mulainjatuh dari sudut matanya.
"Bukan salah Papa ... Queen juga salah ..." lirih Queen sambil memeluk erat Sang Papa.
Iskandar hanya mengelus punggung putrinya. Toh semua sudah terlewat. Penjahatnya juga sudah ditangkap. Kini tinggal menunggu kabar kondisi Awan. Semoga saja keadaa penyelamat putrinya itu baik-baik saja.
"Awan ... Jangan salahkan dirimu ... Papa sudah mengatakan bahwa ini mungkin berbahaya, tetapi dia yang mau mengambil resiko itu, Queen ..." ujar Iskandar lagi.
Queen pun mendongak seraya memandang lekat-lekat wajah Papanya. Bagaimana Sang Papa tahu, hal itu yang sejak kemarin mengganggu pikirannya.
__ADS_1
"Berdoa lah ... Semoga keadannya membaik," ujar Iskandar lagi. Queen hanya memeluk Sang Papa erat sambil menganggukkan kepalanya. Pembicaraan dengan Sang Papa begitu emosional. Mungkin ia akan menanyakan tentang kecelakaan Galang nanti saja.
***