I Love You Queen

I Love You Queen
S2: Kesedihan yang Tersembunyi


__ADS_3

Notifikasi ponsel Queen berbunyi hingga membuat wanita itu segera membuka ponselnya. Kedua sudut bibirnya terangkat ketika melihat angka 6 digit itu tertera di layar ponselnya. Queen yang baru selesai latihan bela diri langsung menenggak air mineralnya.


"Wajah kakak cerah banget," komentar Temi yang juga baru selesai latihan. Queen melirik ke arah lelaki itu sembari menunjukkan layar ponselnya.


"Ya iya lah, namanya juga dapat transferan!" seru Queen girang. Ya, akhir-akhir ini ia sengaja jadi bintang endorse beberapa produk dan tempat wisata. Tentu saja semua itu adalah ajakan Jonas. Bahkan mereka diminta untuk mereview sebuah Cafe kekinian yang baru saja buka cabang baru.


Temi hanya tersenyum, Ia mengerti rasanya ketika mendapat uanga sendiri, dulu ketika ia memenangkan sebuah kompetisi berhadiah uang, bahagianya luar biasa.


"Jadi Kakak suka dengan kegiatan Kakak akhir-akhir ini?" tanya lelaki itu sembari duduk di samping Queen.


Queen pun menoleh seraya memperhatikan sosok Temi yang begitu mulus, meskipun seorang lelaki Temi cukup memperhatikan perawatan kulit dan wajahnya, terlebih Sang Ayah merupakan dokter kecantikan.


"Temi, kapan-kapan, kita berdua, deh yang harusnya jadi endorse, pasti lebih banyak lagi yang bakalan notice," usul Queen girang.


Temi menghela napas, pertanyaannya sama sekali tidak digubris. Ia sedari tadi memang melihat Queen tersenyum, tetapi ia bisa merasakan bahwa wanita ini tidak benar-benar bahagia.


"Kak ... Lain kali, kalau mau jalan sama Temi boleh ..." ucap Lelaki itu sambil menenggak air mineralnya. Hal itu membuat Queen menoleh padanya.


"Serius? Aku seneng banget. viewers-nya pasti bakalan lebih banyak lagi!" antusias Queen.


"Tapi kamu ngerti 'kan caranya review makanan atau produk gitu? Ah, Temi mah jago kalau itu, iya 'kan?" heboh Queen. Sayang Temi sama sekali tidak menunjukkan ekpresi girang seperti Queen. Laki-laki itu hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Temi mau jalan-jalan sama Kak Queen. Tapi, jalan-jalan yang emang buat refreshing. Bukan begituan ..." ucap Temi yang seketika mengubah senyum cerah Queen menjadi pundung.


Perempuan 20 tahun itu pun menunduk, seolah ada yang sedang dipikirkannya. Temi bisa menebak bahwa ucapannya tepat sasaran.


"Kamu tau apa, sih, Temi?" sinis Queen tiba-tiba.


"Aku ... aku refreshing juga, kok! Udah gitu dapat bonus transferan lagi!" sangkal Queen. Namun hal itu malah membuat Temi terkekeh.


"Kalau kayak gitu, malah kelihatan lebih jelas, Kak Queen sama sekali gak menikmati apa yang Kak Queen lakukan selama ini!" timpal Temi yang membuat Queen semakin tertohok.


"Coba Kak Queen tanya sama diri Kak Queen sendiri ... Sebenarnya apa yang paling Kak Queen inginkan." Lelaki 18 tahun itu pun beranjak.


"Temi pamit, ya ... Nanti kabarin aja, kapan Kak Queen mau Temi temenin," ujarnya kemudian pergi meninggalkan Queen begitu saja.


Namun lamunannya terpevah ketika ponselnya berdering, Queen segera mengambilnya dan melihat nama Jonas yang tertera di layar ponselnya. Queen sama sekali tak mengangkat panggilan itu, melainkan malah memandamg layar ponselnya.


Temannya ini adalah orang yang mengisi hari-harinya. Temannya ini juga yang mengajaknya menikmati liburan sambil mendapatkan penghasilan. Bukankah harusnya Queen senang? Namun rasa senang utu malah tidak muncul dalam dirinya.


Tiba-tiba ia malah teringat kembali kebersamaannya bersama 4 sahabatnya. Meskipun hanya berkumpul di rumah sambil makan cemilan, jika bersama mereka berempat, rasanya hari Queen terasa indah. Sayang 3 dari sahabatnya kini disibukkan dengan kegiatan selebritisnya, sedangkan Bianca—Satu-satunya sahabat yang mungkin bisa Queen ajak bersama, kini sedang mengurus kekasihnya yang baru saja kena kecelakaan.


Kalau dipikir lagi, Kasus kecelakaan Galang juga belum tuntas. Selama kasus itu belum tuntas, Queen sama sekali tidak berani menghybungi Bianca karena itu akan membuat hubungan Bianca dan Amara semakin rumit.

__ADS_1


Hingga akhirnya panggilan itu pu berakhir tanpa dijawab oleh Queen. Wanita itu oun mengjela napas kemudian mengetikkan sesuatu.


"Jonas, maaf. Aku tidak bisa pergi hari ini. Dan tolong jangan hubungi aku. Aku ingin sendiri," ucap Queen mengeja apa yang ia ketik. Tabpa pikir panjang, ia pun mengirim pesannya dan langsung mematikan ponselnya. Wanita itu langsung beranjak untuk pulang ke rumahnya.


***


Di sisi lain, seorang Pria berkacamata meremas erat ponselnya begitu membaca pesan dari wanuta yang tiap.hari ia nantikan kehadirannya. Bukan tanpa alasan Pria berkacamata itu terus mengajak wanita yang jadi pujaan hatinya itu membuat vlog tentang review tempat bagus hingga mereka ditawarkan untuk mengunklankan beberapa produk.


Pria itu berharap hati Sang Wanita dapat tergerak, tetapi nampaknya harapan itu hanya ada di angan saja. Ia tahu betul bagaimana Queen—Sang Pujaan Hati terus menjaga jarak darinya. Memang apa salahnya jika ia juga ingin memiliki?


"Aku yakin, dia sedang ada masalah! Tapi kenapa dia lebih memilih untuk menjauhiku? Apa aku tidak cukup membuatnya nyaman hingga visa dijadikan teman curhat?" geram Pria bernama Jonas itu.


"Aku tidak bisa terima ini! Aku harus membuat Queen terus terhubung dengan Queen!" tekad Jonas kemudian ia kembali menelpon Queen. Sayangnya nihil, tak ada satu pun balasan dari wanuta cantik itu.


"Argh! Aku harus berpikir! Aku harus berpikir, bagaimana caranya agar Queen bisa terus bersamaku!!" geramnya.


***


Kira-kira apa yang akan dilakukan Jonas, ya?


ikuti terus ceritanya

__ADS_1


jangan lupa favorit, like dan komen ya


__ADS_2