I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 43


__ADS_3

Ryu menikmati Udara sejuk pagi hari sambil menghisap rokoknya. Tak lupa segelas kopi susu panas yang diletakkan di atas pendopo menemaninya di pagi hari ini.


"sudah lama gak ke sini?" Tiba-tiba Kakeknya datang menghampiri.


Ryu menghisap rokoknya lagi lalu menghembuskannya,


"iya, Kek.., sudah lebih dari sepuluh tahun Ryu gak ke sini. Sudah banyak yang berubah...," Kata Ryu lalu menghisap rokoknya lagi.


"Kakek kira, kamu sudah tidak merokok...," Sindir Kakeknya lagi.


Ryu tersenyum,


"bukannya tidak merokok. Tapi sudah jarang,Kek.., tidak sesering dulu...," Kata Ryu.


"Yah.., rokok itu memang nikmat. Kakek juga sangat menyayangkan harus berhenti karena penyakit Kakek...," Keluh Kakeknya. Memang Kakeknya mengidap penyakit Jantung, tetapi masih bisa dikendalikan.


"perlahan-lahan memang harus berhenti...," Kata Ryu lalu meletakkan rokoknya yang sudah mulai habis di asbak dan menyeruput kopi susunya.


"akan kuingat, Kek...," Kata Ryu lagi.


"sekarang yang bisa menemani Kakek hanyalah burung Pipit sepasang di sana...," Tunjuk Kakeknya pada kandang burung Pipit sepasang yang baru saja dibersihkan. Ryu tersenyum melihatnya,


"tapi kadang kakek juga dicuekin gara-gara mereka sepasang..," Keluh Kakeknya sekali lagi.


"Pft...," Ryu berusaha menahan tawanya karena kemalangan Kakeknya,


"kan ada Nenek, Kek...," kata Ryu.


"Halah.., Nenekmu itu, dulunya aja ngejar-ngejar Kakek, begitu dapet Kakek, mulai ngejar-ngejar yang lain.., itu, Si Manis aja yang diurusin." Keluh Kakeknya lagi malah curhat. Si Manis adalah Kucing Anggora kesayangan Neneknya.


"apa mungkin karena Kakek udah peyot,yah??"


"hahaha.., Dasar Kakek..," Ryu benar-benar tidak tahan lagi dengan curahan Kakeknya lagi,


"Kakek.., harusnya di umur-umur segini, Kakek mulai merenung.., jangan mengeluh terus..," Nasihat Ryu.


"udah bosen Kakek merenung terus. Jadi mengeluh saja deh...,"


"ahahaha...," Ryu sungguh tidak tahan lagi dengan omongan Kakeknya itu.


"Tapi Ryu, di umur kamu yang segini, kamu masih belum punya pacar?" Tanya Kakeknya tiba-tiba mengubah topik.


Hal itu membuat Ryu tertegun,


"ah.., belum, Kek...," Kata Ryu, Ryu jadi berhenti tertawa.


"Kamu gak laku, ya?" Tebak Kakeknya lagi.

__ADS_1


"Uhuk.., uhuk....," Ryu yang sedang menyeruput kopi susunya malah tersedak.


"bener kata Kakek?" Tebak Kakeknya.


"enggak, juga Kek...," Kata Ryu.


"jadi ada berapa yang suka sama kamu? Apa udah jadian diem-diem?" Tanya Kakeknya.


"aduuh.., Kakek kok kepikiran ngomong gini? Gaul sama siapa sih?" Batin Ryu.


"ada, lah, Kek.., Tiga orang.., Tapi Ryu belum mau pacaran...," Kata Ryu jujur. Kalau berbohong, pun Kakeknya akan tahu.


"Waah..., Sayang sekali.., kamu jangan kayak Kakek.., untung aja anak Kakek pada nikah muda, gak kayak Kakek, usia tiga puluh lima baru nikah, ikut juga sama yang sepuluh tahun lebih muda, ahahahah...," Kakeknya malah menertawakan dirinya sendiri.


Ryu hanya tertawa kecil menimpalinya,


"ada saatnya,Kek itu.., Nanti Ryu pasti kenalin ke Kakek pacar atau istri Ryu...," Kata Ryu lagi.


Kakeknya bergeser mendekati Ryu,


"uhm.., memangnya tidak ada satu pun dari cewek yang suka sama kamu, yang kamu sukain juga?" Bisik Kakeknya.


"aduh.., Kakek kok kayak host infotainment aja, sih?"


"uhm.., yah...,"


"Pasti ada ! Tapi gengsi, ya...," Kakeknya malah meledek dirinya, membuat wajah Ryu memerah.


"Halah.., Jujur saja kamu sama Kakek..., Kakek bisa lihat dari mata kamu, kamu suka sama seseorang, tapi gengsi. Sama aja kamu kayak Kakek kamu ini...," Kata Kakeknya sambil mengangkat satu kakinya.


"jadi, gak aneh,kan Kek ?"


"yah.., gak aneh..., tapi hati-hati.., keburu direbut sama orang lain." Kata Kakeknya lagi lalu menyeruput kopi susu Ryu yang tinggal setengah.


"Loh? emang Kakek boleh minum kopi?" Tanya Ryu.


Kakeknya malah nyengir, sehingga memperlihatkan gigi-giginya yang sudah mulai ompong. Si Kakek lupa pakai gigi palsu rupanya,


"kopi gak boleh.., Tapi kalo kopi dikasih susu boleh.., hehehe...,"


Ryu hanya bisa menghela napas menghadapi kenakalan Kakeknya.


*


Queen nyengir selebar-lebarnya setelah mendengar pemberitahuan Lokasi lomba mereka,


"kamu kayaknya senang sekali..," Tegur Jonas, siswa yang pernah ia bela dan kini termasuk anggota cerdas cermat di bidang Biologi dan Bahasa Inggris yang akan diturunkan, tetapi beda tim.

__ADS_1


"iya, Jonas.., Jika lokasinya di Solo, setidaknya aku bisa mengunjungi seseorang di sana...," Kata Queen.


"seseorang? Apakah orang itu spesial?" Tanya Jonas.


Queen tertegun dan menoleh ke arah Jonas lalu tersenyum,


"iya.., dia sangat spesial...," Jawab Queen.


Mendengar itu raut wajah Jonas jadi kecewa,


"pacar kamu?" Tanyanya dengan suara kecil.


Queen tersenyum lagi,


"bukan..., Tapi dia sangat spesial. Lebih spesial dari pacar...," Kata Queen sambil membayangkan wajah Ryu yang tersenyum padanya.


"Begitu,ya..., ahaha...," Tiba-tiba Jonas malah tertawa,


"kenapa kamu tertawa Jonas?" Tanya Queen heran.


Jonas kini memandang Queen,


"tidak.., sepertinya menyenangkan jika punya seseorang yang spesial melebihi pacar...," Kata Jonas mengulang perkataan Queen.


Queen malah jadi malu,


"kenapa kamu mengulangi kata-kataku, Jonas? Aku jadi malu...," Kata Queen.


"Queen ! Jonas ! Apa ada kesulitan?" Tanya Bu Rachel, Guru Biologi mereka.


"Ah, tidak, Bu.., kami hanya sedikit berdiskusi...," Kata Queen sambil mengedipkan satu matanya pada Jonas.


"I,iya, Bu ! Kami sedang berdiskusi..," kata Jonas.


"oh, begitu.., jika ada kesulitan, bisa bilang Ibu,ya..," Kata Bu Rachel.


Queen tersenyum lagi pada Jonas. Lalu kembali fokus pada buku bank soalnya. Jonas membalas senyuman Queen lalu juga fokus pada lembar soalnya.


"bagiku.., kamu adalah orang yang spesial melebihi pacar, Queen...," Gumam Jonas dalam hati.


"aku juga ingin memilikimu. Satu-satunya orang yang memandangku sama seperti yang lainnya. Kamu harus jadi milikku, Queen...," Tekad Jonas dalam hati.


*


*


*

__ADS_1


Hayoloh...,


Adakah yang mau jadi tim Jonas-Queen?


__ADS_2