
Di Dojo,
"Kakak Ryu !!!" Sambut Liza yang sudah ada di Dojo keluarga Utama duluan, ia langsung memeluk Ryu yang berkeringat.
"Ya ampun, Liza.., Aku berkeringat...," kata Ryu.
"gak apa-apa, Keringat Ryu itu seperti parfum bagi Liza...," kata Liza sambil memeluk Ryu erat.
"sial ! Keringatnya beneran wangi !!" batin Liza.
Queen datang dan langsung melepaskan Liza dari Ryu,
"kamu ini apa-apaan, sih Liza.., jangan buat Ryu jadi tidak nyaman..," kata Queen.
"tidak nyaman? Kakak Ryu..., apakah kamu tidak nyaman dengan kehadiranku?" tanya Liza sambil memasang wajah memelas.
"Ah.., tidak juga, kok..," kata Ryu masih tersenyum.
"Tuh ! Denger sendiri,kan. Kakak Ryu enjoy-enjoy aja, tuh." kata Liza lalu mengedipkan matanya pada Ryu.
"ih.., genit dasar !!" celetuk Queen.
"aduh.., kalian jangan ribut,ya.., kita ke sini,kan mau latihan bela diri." kata Ryu berusaha menengahi Queen dan Liza.
"latihan bela diri?" kata Liza.
"iya, latihan bela diri." kata Ryu.
"hemm.., kalo aku, sih mau ketemu kakak Ryu." kata Liza mengakui.
"What? Kenapa kamu mau ketemu Ryu??" tanya Queen.
"Kenapa? Aku kangen sama kakak Ryu, makanya mau ketemu. Gak boleh?" tanya Liza keras kepala.
Iskandar yang tidak tahan akhirnya mendatangi dua gadis yang sedang cekcok itu,
"kalian berdua, kalau mau ribut, lebih baik pulang saja!" Usir Iskandar, membuat di gadis itu bungkam.
"ck,ck.., Papa Iska, seharusnya kamu tidak perlu semarah itu...," kata seseorang dari belakangnya,
"Daddy Alan !!!" kata Liza heboh dan langsung mendatangi Alan lalu memeluknya.
"apa dia selalu menyambut orang dengan memeluknya?" bisik Ryu pada Queen.
"entahlah..., Dia hanya memeluk orang yang dia sukai__," tiba-tiba Queen menyadari sesuatu dari kata-katanya sendiri. Queen langsung menggelengkan kepalanya,
"Tidak, jangan berpikir ke arah sana Queen. Tidak mungkin Liza menjadi rivalku...," gumam Queen dalam hati khawatir.
*
__ADS_1
Queen dan Liza duduk di luar arena sambil menonton latihan karate Ryu.
Ryu berkali-kali terjatuh karena serangan Iskandar,
"Papa Iska tidak akan kasih kendur ke kamu. Ayahmu bilang, kamu sudah sabuk hitam." kata Iskandar sambil menatap Ryu yang tersungkur.
Ryu mengelap keringatnya,
"baiklah. Ryu mengerti !" Kata Ryu lalu berdiri. Mereka memulai pertarungan lagi.
"Ya ampun, emang dasarnya Ryu itu tampan,ya...," kata Liza yang tidak bisa lepas memandangi Ryu.
"lelaki yang sedang berusaha keras, memang lelaki yang paling tampan...," tambahnya lagi.
Queen memutar bola matanya, bukannya ia tidak mengakui kalau Ryu memang sedang terlihat sangat keren. Namun menurutnya Liza teralu berlebihan.
"Queen !" kata Liza tiba-tiba.
"hm?"
"Besok, sepulang sekolah, Ayo kita bertanding!" kata Liza.
"bertanding? buat apa?" tanya Queen.
"buat taruhan." kata Liza.
"taruhan apa?"
Deg !
Queen menoleh ke arah Liza dan menatapnya,
"ma,maksud kamu?!"
"maksud aku, ya, yang menang yang menyatakan perasaan duluan ke Kakak Ryu. Apapun jawaban kak Ryu, harus diterima." kata Liza menjelaskan.
"bukan, maksud kamu apa dengan menyatakan perasaan ke Ryu ??" tanya Queen.
"eh? kamu masih suka,kan sama Kakak Ryu?" tanya Liza.
"i,iya...,"
Liza tersenyum,
"aku juga menyukainya. Makanya...," Liza mengulurkan tangannya,
"aku menyukai Kakak Ryu, makanya aku ingin jadi pacarnya, tapi aku tidak melupakan perasaanmu, makanya, ayo jadi rival yang sportif !" ajak Liza.
"ada apa ini?? Kenapa harus Liza??" batin Queen.
__ADS_1
"mau tidak ? Ini penawaranku, loh.., Apa kamu mau yang saling tikung-menikung?" tanya Liza.
"mana mungkin, Liza itu "orang gila" ! saling tikung-menikung sama saja bunuh diri." batin Queen.
"baiklah. Jadi rival yang sportif !" kata Queen menjabat tangan Liza.
.
.
.
Extra Story
Awan dan Bianca memandangi Xiao Long Bao buatan Sera yang baru saja matang.
"ya ampun, uap panasnya benar-benar menggugah selera...," Kata Awan yang sudah ngiler.
"kenapa Xiao Long Bao terlihat sangat enak...," kata Bianca yang sudah tidak tahan.
Awan dan Bianca mulai memasang sumpitnya,
Plak !
Sera memukul tangan mereka berdua,
"masih panas !!" kata Sera galak.
Awan dan Bianca langsung cemberut,
"Sera...," kata mereka memelas.
"lagian, kenapa kalian di sini? Bukannya latihan di Dojo?" kata Sera sambil menyiapkan kaldu untuk Xiao Long Bao.
"ngapain. Mending di sini mencicipi makanan China buatan ibu periku...," kata Awan.
Tung !
Sera memukul kening Bianca dengan sendok makan di tangannya,
"Aww !! Sera ! Kok gue yang dipukul, sih? Gue,kan diem-diem aja !!" Protes Bianca.
"soalnya, aku gak tega kalo harus mukul my Cotton candy." kata Sera sambil tersenyum pada Awan.
"unch.., saranghae loh, Sera...," kata Awan.
"Wo Xihuan Ni ♥️♥️." balas Sera.
__ADS_1
"hadeeh, harusnya aku latihan aja di Dojo." umpat Bianca.