I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 33


__ADS_3

Author POV


Pangeran bermain-main dengan dua kucing kesayangannya yang sangat ia rindukan itu,


"ya ampun..., baru Papa tinggal sebentar, kalian langsung Segede gini...," Katanya sambil mengelus perut Fernando dan Violet.


"Aunty sama uncle gak jahat,kan sama kalian? Kalian dirawat baik-baik,kan sama mereka?" Kata Pangeran, Fernando lalu mulai naik ke atas pangkuan Pangeran dan tidur di sana dengan nyaman.


"Ya ampun.., imutnya...," Kata Pangeran. Sedangkan Violet duduk dengan nyaman sambil dielus kepalanya oleh Pangeran.


DRRTT....,


Tiba-tiba ponsel Pangeran berdering. Ia segera mengambil ponsel yang diletakan di sampingnya itu lalu mengangkat teleponnya,


"Hallo Amanda...," Pangeran menyebut nama orang yang menelponnya.


"Pangeran !!!! I MISS YOU SO BAD !!!!!" Teriak Amanda dari sebrang sampai Pangeran menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Woy ! Biasa aja kali !!! Gue juga tau, lu pasti kangen sama gue !!!" Omel Pangeran.


"hehe....., Soalnya, lu gak nelpon gue waktu lu sampe...," Kata Amanda kecewa.


"harus banget apa gue nelpon elu?" ledek Pangeran.


"haruslah !! Biar gue gak kangen, hehe...," Kata Amanda malu-malu.


"kalau merindukan gue, kenapa cuman telepon doang?" Tanya Pangeran. Amanda terdiam, sedangkan Pangeran tersenyum puas.


"As always...," Kata Amanda.


"Kalo gitu, bye !" Amanda langsung menutup teleponnya.


Pangeran tersenyum,


"gemesin banget, sih...," gumamnya. Ia lalu mengangkat Fernando,


"maaf, ya jagoan, mama tadi baru aja nelpon." Kata Pangeran sambil mengusap hidungnya ke hidung Fernando.


RYU POV


"AKU MENCINTAIMU RYUU !!!!!"


Aku tidak salah dengar,kan? Apa maksud dari kata cintanya? Jadi, apakah dia masih mau menikah denganku? Apa arti dari cintanya berbeda sekarang? Tidak ! Di dalam komik romantis yang sering aku buat, beginilah cara seorang gadis menyatakan perasaannya. Oh, ayolah, Ryu, Ini,kan bukan komik. Artinya mungkin saja berbeda.


"AKUUU INGIN TIDUUUUUR !!!!!" Teriakku sekuat tenaga.


Akhir-akhir ini aku memang merasa lelah. Selain tugas kuliah, juga komitmenku pada komik-komikku. Ditambah Keinginan Mbah Eman, Kakekku yang merindukanku. Aku harus mengalah untuk menemuinya karena aku adalah cucunya yang masih sangat sehat dan sanggup berjalan. Kenapa dia tidak tinggal di Jepang juga bersama kami, malah memilih tinggal di Kampung halamannya di Solo.


Padahal di liburan musim panas kali ini, aku ingin beristirahat selama seminggu penuh. Namun aku harus ingat, Hidup tidak sendiri. Aku masih punya Orang tua, masih punya kakek-nenek, masih punya Paman dan Bibi rasa orang tua, punya sahabat rasa saudara dan punya Queen. Sekalipun lelah, aku akan berusaha tersenyum dan terlihat baik-baik saja di hadapan mereka.

__ADS_1


*


Kini Aku dan Queen jalan berdua, pergi ke foodtruck yang menjual yoghurt beku.


"Ryu, tadi kamu dengar aku bilang apa?" Tanya Queen.


"ehm..., kamu jawab dulu, Queen, apakah kamu dengar apa yang kukatakan?" Tanyaku.


"dengar !" Jawab Queen bersemangat.


"kalau dengar, lalu, apa isi hatiku?" tanyaku.


Queen menghentikan langkahnya, membuatku juga berhenti. Ia menunjukku dengan kedua telunjuknya dan memicingkan matanya,


"Ryu mau tidur,kan..., Mau molor seharian pasti..., hahaha....," Katanya tertawa. Dia sangat tepat. Lebih jelasnya itulah keinginanku.


Aku hanya tersenyum menimpalinya,


"aduuh.., aku jadi malu...," kataku.


"yah.., itu memang impian setiap orang di di dunia. Tapi, Papa pernah mengatakan, kamu bisa istirahat sepuasnya ketika rezekimu sudah berhenti." Kata Queen sambil berkacak pinggang.


Aku mengernyitkan dahi,


"rezeki sudah berhenti. Kapan itu?" Tanyaku. Dia lebih muda 5 tahun dariku, tetapi beberapa kalimatnya suka sulit kumengerti.


Queen melirikku,


"saat meninggal?" Kataku reflek.


"iya !"


Kalimatnya memang sebuah tamparan. Tidak, lebih tepatnya kalimatnya itu merupakan sebuah pukulan keras bagiku. Aku benar-benar tertohok hingga rasanya dadaku sesak. Ternyata aku memang kurang bersyukur.


Aku lalu membelai kepalanya. Ternyata Queen yang ada di hadapanku benar-benar Queen yang sudah mulai tumbuh besar. Bukan Queen kecil yang kutemui 10 tahun lalu.


"jadi, sekarang, Ryu yang tebak. Apa yang Queen katakan. Apa isi hati Queen ?" Tanyanya yang lama-kelamaan mengecil suaranya. Sepertinya dia juga sadar kalau dia tidak seharusnya mengungkapkannya tadi,


"aku....,"


*


Author POV


Galang masih cemberut karena ia tidak berhasil berkencan dengan Queen.


"Bianglala raksasa sudah, Arum jeram sudah..., hemm.., bagaimana kalau halilintar ?" Tanya Bianca ceria. Galang hanya meliriknya singkat lalu kembali menatap jalan.


Bianca kesal, sudah dua wahana yang mereka mainkan bersama, tetapi Galang memperlakukannya seperti tembok dari tadi, alias dikacangin,

__ADS_1


"ugh ! Heh ! Pakai bando kelincinya !!!" Perintah Bianca.


"Tidak mau !" Kata Galang keras kepala.


"kenapa??? Jika tidak, nanti kita kalah !"


"biarkan saja kalah. Jika menang, gue harus dinner sama elu. Enak saja ! Gue itu sukanya sama Queen. Dan gak akan berubah !!!" Kata Galang.


"Oh, ya? Yakin gak berubah ? Emangnya lu udah sedekat apa sama Queen? Apa yang udah lu lakuin ke Queen ?" Tanya Bianca berusaha memancing Galang.


"gue..., Gue....," Galang jadi bingung sendiri mau menjawab apa.


"Oh, gini, coba gue tanya seputar Queen untuk mempermudah elu.., ehm !" Bianca menyiapkan pertanyaan.


"jawab aja, ya.., Gak perlu searching di internet." Ledek Bianca.


"iya ! Tanya aja, nanti juga gue bisa jawab !" Kata Galang.


"Oke, pertanyaan pertama, Kapan ulang tahun Queen ?"


"12 Maret." Jawab Galang.


"benar..., hemm..., pertanyaan selanjutnya, Berapa jumlah saudara Queen?"


Galang terdiam, "uhm..., dua...," jawabnya asal.


"hemm.., benar..., Queen anak ke berapa?" Tanya Bianca lagi.


"pertama !"


"Hahahaha....," Tiba-tiba Bianca tertawa.


"kenapa? Kenapa lu ketawa?" Tanya Galang.


"hahaha..., soalnya..., soalnya lu pasti asal nebak sama pertanyaan kedua gue, hahaha...," Tawa Bianca.


Galang mendengus kesal,


"dasar ! Apa kemarin, gue denger katanya lu bilang masa depannya Queen ? pft..., gak banget..., Usaha dikit napa, bang pedekatenya, jangan di depan pagar aja....," Kata Bianca masih tertawa.


"emangnya lu tau segalanya tentang Queen ? Kalo tau kasih tau gue !!!" Kata Galang jutek. Sebenarnya ia kesal.


"Oh My God, Ya tau, lah ! Queen Itu anak kedua dari tiga bersaudara, terus, Abang dan adiknya itu laki-laki. Abangnya suka banget sama fisika dan adiknya sangat mencintai dunia kepenulisan. Sedangkan Queen, dia suka biologi....," Jawab Bianca.


"ooh..., Gu,gue juga tau itu !!! Gue cuman.., gue cuman ngetes lu !!!" Kata Galang membela diri.


"duuh, tadinya gue mau menghabisi elu kalo bikin gue kesel, tapi ternyata lu bikin gue ketawa, jadi mau cubit pipi aja...," Bianca langsung mencubit pipi Galang lembut, tetapi tangan Bianca langsung dilempar,


"Aww !" Rintih Bianca.

__ADS_1


"Ewh !!! Sama cewek tuh, gak boleh kasar, ya !!!" Kata Bianca.


"Bodo ! Lu bukan cewek bagi gue !!!" Kata Galang lalu pergi meninggalkan Bianca.


__ADS_2