
Dickson menikmati pesta bersama dengan teman - teman nya. Lalu beberapa wanita yang bersamanya memberi komen mengenai berita selebgram makan di pinggir jalan.
"Gila sekelas selebgram dunia makan nya gultik." Kata si cewek tersebut.
"Lihat dong outfit nya dia, biar kita bisa tiru."Sambung si teman cewek tersebut yang menanyakan outfit Via.
"Coba lihat mana selebgram nya."Tanya Dickson yang ingin tahu celebrities mana yang akan dia taklukin.
Melihat foto yang ada di Pinstagram si cewek-cewek tersebut. Raut wajah Dickson berubah menjadi kisut karena melihat Via juga Widia. Dickson mengambil kunci mobil nya dan pergi.
"Weii, bill gue gimana?" Teriak teman-teman Dickson.
"Bill on me*, Easy peasy lah."Kata Dickson yang memberikan kartu kreditnya yang platinum.
*Bill on me \= Gue yang bayar*
Mobil sport Dickson dipacu cepat menuju rumah nya, agar bisa mengorek informasi mengenai Via.
Jalanan Jakarta dini hari sangat lah sepi dan memasuki perumahan Pondok Indah, Dickson semakin memburu mesin mobil nya.
Begitu sampai di depan rumah nya dan memarkirkan secara sembarang mobilnya. Dickson melihat akun Pinstagram nya Via yang tidak ada apa-apa.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Pagi hari di ruang makan keluarga Erick sudah ada sang mama dan papa yang hendak makan pagi. Erick pun bergabung menikmati hari-hari bersama kedua orang tua.
"Rick, sana ke Via. Nanti di cariin loh."Kata sang mama ke Erick yang merasa tumben bareng keluarga.
"Nggak mah, Via nyuruh sama papa dan mama. Baru ke Via, nanti kalau sudah nikah mana bisa makan bareng sama mama dan papa." Balas Erick saat menginfokan mengenai Via.
"Duh, emang anak mama gak salah milih mantu." Puji sang mama saat Erick memberitahu.
Erick berbincang dengan papa dan mama mnegenai kebiasaan baik dan buruknya Via, bahkan hobby-hobby Via juga di ceritain kepada sang mama.
"Kita hari ini kerumah oma dan opa. Minta restu sekaligus nyari qipao* buat Via."Kata sang mama yang sedikit mendesak Erick untuk segera menikah.
"Aku ajak Via yah. Sekalian Via milih qipao nya" Balas Erick yang menyuruh Via datang ke rumah nya. Lalu menshare alamat rumah Erick yang berada di Taman Menteng Bintaro.
*Qipao baju adat keturunan cina ketika prosesi tea pay \= seserahan.*
Ketika sang ibu negara melihat Erick menyuruh Via datang dengan taxi online. Sang mama hanya bisa menasehati Erick yang kurang perhatian.
"Mah, Via itu senang nya begitu. Dia ajak mewah bisa, diajak susah bisa." Kata Erick sambil mengunyah makanan di depan nya.
"Rick, jangan buat papa dan mama mu malu dengan kata-kata seperti itu. Karena sewajarnya tidak ada orang tua mana pun yang menginginkan anak nya susah. Apalagi mau diajak susah, itu harga diri loh." Tegur mama nya Erick membuat Erick memeluk mama nya saat itu.
"Jadi hormat in pasangan mu. Tawarkan bantuan bukan nya menyuruh naik taxi online. Berarti kamu melepas tanggung jawab."Sambung sang mama yang terus menasehati anak nya tersebut.
Erick menelepon Via yang akan bersiap-siap untuk jalan ke rumah Erick. Telephone Via terus berdering akibat panggilan dari Erick namun ternyata tidak di jawab oleh Via.
Selesai mandi Via melihat telephone selulernya yang sudah menerima puluhan panggilan dari Erick. Via menelephone Erick kembali dan akhirnya...
__ADS_1
Drrrrrtttt... Drrrrttt...
Telephone Via berdering kembali dengan nama Erick yang keluar.
"Yah, Rick. Kenapa?" Tanya Via merasa aneh dengan Erick yang menelephone Via.
"Kamu marah yah, aku suruh naik taxi online?" Balas Erick yang menanyakan lagi ke Via.
"Tidak, kenapa? Kok muka mu panic begitu?" Kata Via yang bingung.
"Aku jemput mau?" Tanya Erick dan Via tertawa melihat kelakuan Erick.
"Nggak usah. Aku sudah mau jalan kok. Tunggu aku 1 jam lagi."Kata Via yang menenangkan Erick sepertinya panic tidak jelas.
Sambil menunggu Via yang sebentar lagi akan datang. Erick bergegas mempersiapkan diri dan sesekali menanyakan Via sudah sampai mana. Mama nya Erick dan papanya sudah siap untuk menyambut Via. 1,5 jam Via terjebak macet dan akhirnya sampai.
Pintu rumah megah itu terbuka dan sepasang suami istri menyambut Via. Dengan cepat Via mencium tangan mama nya Erick dan papanya Erick. Sementara sang pujaan hati masih bersiap-siap di kamar.
"Ayo masuk. Mama dah buatin kue buat kamu." Kata mamanya Erick yang senang melihat Via. Lalu Via duduk manis di dekat mama nya Erick dan papanya.
"Via, kamu ketok saja kamar Erick. Biar cepat nih."Ledek papanya Erick ke Via membuat pipi Via semakin merona.
" Tidak om, biarin Erick saja yang turun. Kurang pantas rasanya kalau Via ke kamarnya Erick."Jawab Via penuh dengan kesantunan.
Mama nya Erick terkesima dengan jawaban Via, lalu beranjak ke kamar nya Erick untuk suruh Erick segera turun.
Toookkk Toook toookkk...
"Yah sudah, mama duluan. Erick biar nunggu Via ajah." Balas Erick yang didalam masih memilih kemeja yang akan dipakai.
Mamanya Erick turun dan memberitahukan kepada suami lalu mama nya Erick mengajak Via untuk ikut mereka. Lalu bilang Erick akan menyusul nanti. Sudah hampir 2 jam Via belum sampai. Akhirnya Erick menelphone Via karena khawatir.
Drrrrrrrtttt Drrrrrrrtttt
Telephone seluler Via berdering dan nama keluar adalah Erickson Hardjanto.
"Yah, kenapa?" Jawab Via yang menanyakan kenapa Erick menelphone.
"Kamu dimana? Ayo, kita sudah di tinggal papa sama mama."Tanya Erick yang sedikit kesal karena Via lama sekali.
Via merasa bingung dan melihat muka mama nya Erick yang memberi kode untuk memberikan telephone seluler nya ke mama nya Erick.
"Kamu nya lama sih dandan nya. Mama dan papa sudah mau sampai ke rumah Eyang kung dan Eyang utie. Cepet kesini kamu" Kata Mama nya Erick sedikit memerintah Erick.
Sontak Erick kaget karena Via sudah bersama dengan sang ibu negara dan bapak negara. Sesampainya di keluarga besar Erick yang ternyata banyak. Via memberi salam 1 per satu dengan mencium tangan mereka kepada yang tertua.
Via pun memperkenalkan diri dan tidak lupa memberikan bingkisan buat keluarga besar Erick yaitu kue dari hotel.
"Ayo, kita ukur buat qipao. Sebelum tahun baru minimal kalian sudah bisa sangjit an." Kata mama nya Erick saat Via sedang memperhatikan keluarga besar Erick.
Penjahit kepercayaan keluarga Erick yang sudah melayani keluarga Erick sejak zaman kakek dan neneknya, mengukur badan Via lalu membuat design yang cocok untuk Via.
"Duh, calon mantunya cakep banget. Kayak porselen."Puji tante-tante penjahit yang membuat Via tertawa.
__ADS_1
"Buat yang rapih yah Yi. Walau minta nya dadakan banget." Kata mama nya Erick saat tante-tante penjahit nya mengukur Via.
"Iyah, biar Fengshui nya bagus yah. Tapi kayak nya saya pernah lihat calon mantu mu di social media bukan?" Tanya si tante-tante penjahit yang penasaran.
"Ayi*, salah lihat. Saya bukan artis apalagi celebrity."Jawab Via yang sedikit menegaskan kalau dia sama sekali bukan artis.
*Ayi \= Tante dalam bahasa China hokkien*
Mendengar hal tersebut mama nya Erick semakin yakin dengan Via. Karena kesederhanaan nya dan rasa tanggung jawab. Sementara Erick baru sampai dan menuai ocehan dari keluarga besar Erick yang datang terlambat.
Saat menunggu Via dan mama nya yang sedang mengukur badan Via, sepupu Erick datang mendekat.
"Rick, gue bawa krupuk kulit asam manis. Please suruh bini elu posting di Pinstagram dong. Kan nanti saudara kita." Kata sepupunya Erick yang mulai memanfaatkan Via.
"Bini gue tidak terima endorsement. Dia hanya kerjasama dengan brand terkemuka. Kantor gue ajah bayar dia mahal." Jawab Erick yang sempat kesal karena menurut Erick sangat tidak sopan.
Mama nya Erick dan Via sudah turun dari lantai atas, sehabis mengukur baju qipao Via. Sempat Via mencoba baju qipao yang sudah jadi.
Semua mata tertuju kepada Via bak putri dari China. Benar-benar cantik dan memukau, mama nya Erick pun meminta Via untuk sebentar di foto dulu. Via pun menuruti kata-kata tersebut dan langsung mengikuti arahan gaya.
Ayi penjahit baju tersebut meminta ijin Via untuk mempostingnya di Pinstagram nya si Ayi. Namun Via melarang nya hingga nanti selesai nya acara. Via selesai rangangkaian acara tersebut lalu melihat Erick yang sedang makan dengan santai dan menghampiri Erick yang sedang makan ayam goreng dengan lahapnya.
Dengan muka memelas Via meminta makan dari piring Erick namun pakai sendok bukan dengan tangan. Karena Via mengganggu kenikmatan Erick yang sedang makan, timbulah ide untuk mengerjai Via dengan menyelipkan sambal di dalam nasi yang ada ayam goreng nya.
"Alamaaak... Pedaaasss...."Rintih Via dan seketika Via ingat drama cabai. Secara cepat Via memuntahkan makanan tersebut. Muka Via reflek mengeluarkan keringat besar-besar.
Erick melihat itu langsung kaget dan memberikan minuman ke Via. Seketika Erick menyesali perbuatan nya dan memeluk Via untuk minta maaf. Via menyembunyikan air matanya karena pedas.
Setelah makan Via duduk manis mendengarkan cerita masa lalu Erick. Disisi lain Erick menanyakan soal makanan pedas ke Gerry dan Widia melalui group.
Erick : Genks, Via bisa makan pedes gak sih?
Widia + Gerry : Tidak.
Gerry : Jangan sampe. Kalau nggak dia bakalan masuk rumah sakit.
Widia : Via allergy Rick.
Erick : Oke kalau gitu.
Mengetahui kalau Via mempunyai allergy makan cabai akhirnya Erick meminta maaf sama Via. Namun Via mengatakan tidak apa-apa dan masih oke.
°
°
°
°
Waaah... Tidak terasa dukungan teman-teman online bisa sampai saat ini. Terus kasih like ke ceritanya. Komen juga cerita nya, love novel nya dan Vote novel nya juga. Terima kasih banyak...
__ADS_1