
Permasalahan dengan masa lalu selesai, sudah saatnya menata masa depan bersama dengan yang baru. Perusahaan Erick meminta Erick untuk membantu korban kebakaran hutan di Kalimantan Tengah. Jelas saja Erick sangat senang dengan kegiatan ini. Karena Erick menyukai petualangan yang memacu adrenalin nya.
Kali ini Erick akan membawa Via berpetualangan yang sebenarnya. Via yang tidak diberitahu medan tempur nya saat pertama kali. Via membawa orang-orang dari United Nations untuk membantu Via juga Erick.
"Kita dijemput, Rick?" Tanya Via yang memakai masker N95 untuk menghidar partikel asap yang mengelilingi kota Palangkaraya.
"Kita naik Jeep ini, tenang ini aman kok."Kata Erick yang menunjuk arah Jeep kuning berada.
Muka Via tersentak kaget melihat Jeep tersebut dan membawa mereka berdua melintasi kota Palangkaraya. Memasuki desa - desa yang akan ada dekat dengan titik api, dan sulit di jangkau oleh helicopter pemadam.
Erick dengan segala kemampuan offroader nya kembali beraksi di medan tanah berlumpur. Kali ini Via menyesali perbuatan nya untuk menadampingi sang suami yang dengan percaya diri meminta Erick untuk ikut dalam aksi kemanusiaan ini.
Keadaan jalan yang harus menerjang sungai dan melewati beberapa jalan terjal, memacu adrenalin Erick untuk menuntaskan tantangan ini. Jeritan - Jeritan Via membuat semangat Erick melewati rintangan ini.
"Rick, demi apapun ini aku pengen pulang. Aku akan minta United Nations jemput aku. Rick, aku asset nya United Nations loh..."Jerit Via saat terombang ambing oleh jalanan gunung.
"Aku tahu, ini masih sebentar lagi dan setelah ini sampai." Kata Erick memenangkan Via yang mulai panik dengan keadaan.
"Yah, pokoknya aku gak boleh kenapa-kenapa loh."Kata Via mulai menahan sedikit rasa kesalnya.
Erick pun tidak menggubris kata-kata Via yang mulai mengusik ketenangan Erick untuk menaklukan medan perang kali ini.
"Pak Erick, di depan lumpur nya lumayan agak dalam. Sebaiknya anda berhati-hati dalam mengambil langkah." Kata Laki-laki separuh baya yang memberi arahan kepada Erick.
"Baik om Ditto. Nanti tarik yah, kalau aku kelelep." Kata Erick dan sukses membuat mata Via melotot ketika mendengarnya.
Via kali ini berdoa dengan khusyuk agar niat Erick dibatalkan menuju beberapa kabupaten di Palangkaraya. Beberapa Mobil oksigen yang dibawa oleh Via dan team akan membantu para lansia, wanita hamil dan anak-anak. Dikarenakan rasa kemanusiaan Via yang besar membuat nya mengalahkan ketakutan yang ada. Di depan Via dihadapkan lumpur yang harus di lewati.
Muka Via semakin tidak karuan menatap masalah di depan nya. Lumpur dalam yang harus di terjang nya bersama Erick membuat Via berkomat kamit doa dalam hati agar di lindungi oleh semesta. Lalu pulang ke Jakarta dengan selamat bersama dengan Erick.
Erick terus berfokus kepada mesin mobil yang tidak boleh mati. Di depan sudah ada mobil rescue yang akan membantu Erick keluar dari medan lumpur.
__ADS_1
"Om terus, ikutin arahan yah." Teriak om Ditto saat memberi arahan kepada Erick yang masih berusaha keluar dari lumpur yang dalam.
45 menit akhirnya Erick dan Via berhasil keluar dari tanah berlumpur dan mengikuti mobil rescue om Ditto menuju anak sungai. Via yang hanya bisa geleng-geleng kepala karena kelakuan Erick.
"Terima kasih yah sayang, buat nemenin aku dengan hobby lama ku." Kata Erick yang memeluk Via saat dipinggir sungai.
"Jantung Via kayaknya lebih mahal deh. Besok-besok Via gak mau ikutan lagi yak."Oceh Via sembari membersihkan badan nya dari lumpur-lumpur hasil cipratan mesin.
Kali ini melewati anak sungai untuk membersihkan mobil, Erick melakukan akrobat mobil. Dan teriakan Via kali ini tidak berhenti mengomel dengan tindakan ugal-ugalan Erick.
"Ooooh Tuhan, ini sudah seperti hiu mencium bau darah. Langsung mendekat dan menghajarnya."Omel Via yang hanya di tertawakan oleh Erick.
" Tenang sayang ini hanya sebentar yah..."Jawsb Erick yang mengikuti arahan om Ditto sebagai kepala rescue.
Sesampainya di kabupaten pertama, Via mulai kaget. Mobil yang ada isi oksigen ramai dikunjungi oleh banyak masyarakat. Via yang menghapus air matanya dan membantu petugas medis untuk menjadi admin yang membantu registration korban kebakaran serta memberikan obat-obatan, vitamin dan baju bersih.
Via membantu para team dokter Via yang sangat sibuk dengan para pasien. Anak-anak, ibu hamil dan para lansia mendapat bantuan terlebih dahulu di karenakan prioritas baru yang lain. Via dan beberapa orang medis melakukan sesuai dengan zona dan norma yang berlaku.
"Sejujurnya aku takut jika kita tidak bisa melewati rintangan itu."Balas Via yang menatap keluar, beberapa rumah penduduk adat dayak.
Rumah kepala adat dayak yang ada di Palangkaraya. Erick dan Via sudah kelelahan yang berjam-jam berkutat dengan lumpur dan akhirnya menjadi juara setelah menaklukan lumpur dengan mobil jeep. Saat itu juga Via memberikan selamat kepada Erick yang berhasil menaklukan perasaan Via. Iyah menaklukan ketakukan Via membuat Erick sempat cemas berlebih.
"Pak, besok helicopter nya akan datang. Jadi bapak dan ibu bisa kembali ke Jakarta." Kata Marlina yang memberitahukan Via jadwal kepulangan Via dan Erick.
"Thank you mba, besok di info ajah jika sudah siap semua." Kata Erick yang mendengar informasi dari Marlina saat bantuan dari United Nations sudah datang.
Via merasakan pedih melihat anak-anak membutuhkan oksigen, vitamin, serta makanan- makanan kecil. Karena dapur umum hanya di buka 3x makan pada jam-jam makan tersebut.
Sementara persediaan terbatas akibat banyak nya permintaan nya. Via mengikuti Erick untuk beristirahat di rumah panjang kepala desa. Ke esokan pagi, Via dan Erick di jemput oleh pesawat helicopter yang membawa nya ke Jakarta. Pengalaman yang tidak bisa di beli oleh apapun.
"Wiiih, dapet juga prestasi di sini.." Kata Erick saat melihat Via yang memakai baju yang diberikan oleh team rescue.
"Itudah, akhirnya kembali."Jawab Via yang terus melihat wajah kepuasan Erick.
__ADS_1
"Besok-besok aku gak suka yah kamu offroad sendirian. Aku khawatir sama kamu lebih dari apapun."Kata Via yang duduk disebelah Erick saat kembali ke Jakarta menggunakan Helicopter dari United Nations.
Sekembali nya di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Erick dan Via menuju apartment nya. Badan Via terlalu lelah mengikuti semua kegiatan Erick.
...----------------...
Istirahat selama dua hari yang hanya dihabiskan di kamar saja berdua dengan Via. Erick mendapat undangan dari teman-teman offroad nya.
"Sayang, aku malam ini dapat undangan. Kamu mau ikut apa tidak?" Tanya Erick yang mencoba mendapat respond Via.
"Boleh, ini aku beneran di ajak? Apa kamu mau pergi sendiri?"Tanya balik Via yang mencoba mengetes Erick.
"Aku sudah nanya, ada yang bawa istri nggak. Banyak yang bawa istri lalu anak..." Jawab Erick sedikit suara nya lemah saat membicarakan anak.
"Yah, kita soal anak. Yah usaha ajah... Nanti juga di kasih." Kata Via yang membesarkan hati Erick
Malam hari Via dan Erick datang ke acara yang diadakan oleh anak-anak offroader. Erick begitu lepas bersama dengan teman - teman nya. Begitu juga dengan ibu-ibu nya yang pada asik ngerumpi soal kelakuan suami mereka.
"Mba Via, foto bareng yuk." Ajak seorang ibu muda yang sepertinya lengkap banget mau foto bareng.
Via memberikan senyum yang paling manis dan sesekali tertawa dengan obrolan mengenai suami-suami mereka. Dalam kesempatan tersebut Erick diminta untuk mencoba ketangguhan dari pada Fin Komodo buatan Indonesia.
Jelas saja Erick menggunakan kesempatan ini untuk mencobanya. Via pun ikut mendampingi Erick dalam halaman Pinstagram. Erick menulis caption yang membuat orang-orang mengaggumi Via. "Thank you, Sayang. Buat pengertian mu kalau suami mu sudah lama tidak ugal-ugalan."
Netizens Indonesia langsung berkomentar negative ada yang mendukung. Karena merasa gerah akhirnya Via menulis di halaman komentarnya Erick dengan kata -kata : "Heran, semakin tua semakin jadi. Hati-hati yah sayang, I waffle you my hubby." dan hashtag #supporthobby. Komentar Via membuat para laki-laki di dunia maya iri dengan Erick.
°
°
°
°
__ADS_1
Terus untuk like, comment nya, dan love novel ya yah... Jangan lupa Vote di event nya novel toon.