Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Terlibat Taruhan 20 Juta?


__ADS_3

Yudha merasa senang karena Via mengerti keadaan. Didalam hatinya Yudha sangat bersyukur menjadi pacarnya Via.


Drrrrrrrrrrrt..... Telephone Yudha bergetar ketika masuk kamarnya.


Yudha: Halo Ger!


Gerry: Gue nyasar dong!


Yudha: Dimana?


Gerry: Entah lah. Gara- Gara pakai GPS mobil nih.


Yudha: Iyah, elu dimana?


Gerry: Di Stasiun Mobil Baranangsiang


Yudha: Oh, elu tunggu disitu. Nanti pak Ujang jemput elu. No pol mobil elu berapa?


Gerry: B 1176 DF, Anvanza yah.


Yudha: Baik boss.


Gerry: Kenapa bukan elu yang jemput sik?


Yudha: Manja beud deh.


Gerry: Putus elu dari Via!


Yudha: Iyaaah, gue ama pak Ujang yang jemput kesana.


Gerry: Gitu dong sama ipar!


Klik...


Gerry menutup telephone selularnya karena nyasar. Walau sebenar nya dalam hati Gerry menginginkan Via putus dari Yudha. Namun melihat perjuangan Via melupakan Willy membuat Gerry tidak berani berbuat apa- apa.


30 menit berlalu Gerry menunggu dimobil, dan kembali menelephone Yudha.


Drrrrrrrrrrrtt...


Yudha; Halo Ger! Udah sampe gue.


Gerry: Mana?


Yudha: Ini dibelakang mobil elu.


Gerry: Setirin dong.


Yudha: Buka!


Dengan wajah kesal Yudha menuruti keinginan Gerry yang sengaja membuat Yudha disusahkan. Karena melampiaskan rasa cemburunya terhadap Yudha.


"Thank you Yud!" Kata Gerry yang tiba - tiba mellow.


"Iyah, kalau bukan saudara mah nggak bakalan gue." Sungut Yudha yang matanya masih ngantuk.


"By the way, congrats yah udah meyakinkan Via yang kemarin masih galau." Kata Gerry yang membuka pembicaraan kepada Yudha secara tiba - tiba.


Yudha agak heran namun mulai mencerna kata - kata Gerry.


"Well sebenarnya gue lah Gerr. Harus nya terima kasih. Kalau bukan karena kalian semua Via juga nggak bakal buka hatinya." Kata Yudha sambil mengemudi dengan pikiran melayang.


"Ingat, kalau elu nyakitin Via kayak Willy. Gue dan Widia nggak akan diam." Kata Gerry secara tiba - tiba.


"Gue gak akan berjanji sama elu, tapi gue berusaha tidak menyakiti Via. Karena gue tau rasanya berjuang." Kata Yudha yang meyakinkan Gerry.


"Besok si Anka ngundang kita reunian di Cimory Puncak. Si Via jangan dikasih makan pagi." Kata Gerry ke Yudha sementara Yudha hanya mengangguk dengan patuhnya.


Setengah jam perjalanan dari stasiun Baranangsiang ke Villa Duta. Gerry dan Yudha langsung istirahat dikamar.


Dan pagi - pagi sudah dibuat rusuh sama adu mulut antara Via dan Gerry.


"Duth... Berisik!" Teriak Yudha tiba - tiba membuat Gerry dan Via langsung menatap emosi ke Yudha.


"Jangan panggil aku piduth, kamu outsider!" teriak Via dan Gerry mundur. Sepertinya kali ini perdebatan makin seru.


Plaaaaaaakkkk tangan Widia nyampe di kepala Via di getok sama bantal. Seperti anak ****** Via mengikuti Widia dari belakang sehabis Via tidak ketinggalan Gerry di jambak oleh Widia. Yudha dan Panji cuma bengong melihat karisma Widia. 10 menit di kamar mereka bertiga, akhirnya keluar juga.

__ADS_1


" Elu berdua masih ribut, nanti gue jambak." Ancam Widia ke Gerry dan Via.


"Iyah beb..." Gerry dan Via menjawab barengan.


Yudha dan Panji langsung diam melihat 2 manusia abis di aniaya sama Widia.


"Elu juga Gerr nyari perkara sama Via." kata Yudha membuka obrolan.


"Gue taruhan ama si Mario, anak kelas A. 1 orang kan 1 Juta kelas mereka kan 20 orang tu." Kata Gerry yang menjelaskan.


"Terus?" Tanya Yudha penasaran.


"Well Anka lagi promosi, peminum susu murni. Dapet uangnya total 20Juta dari masing - masing group." Kata Gerry.


"Elu gila apa?" Kata Yudha sedikit emosi dengan apa yang Gerry katakan.


"Justru gue tuh yakin kita menang. Karena Novia Heidi senjata utama kita nanti di akhir pertandingan." Kata Gerry yang menjelaskan kembali.


"Emang Via bisa?" Tanya Yudha sedikit heran.


"Mangkanya jangan dikasih makan dianya." Jawab Gerry dan pergi melihat Via yang masih ngambek karena lapar.


Karena muka Via masih di tekuk, Gerry bersiap - siap ke acara reunian. Widia dan Via pun bersiap - siap juga namun berbeda dengan Via yang masih emosi karena lapar. Panji yang sedari tadi heboh dengan reunian acara ini, membuat Widia gerah.


"Gue yang reunian elu yang heboh." Sindir Widia yang melihat Panji menyisir rambutnya dengan wax rambutnya.


Panji hnaya tersenyum karena Panji ingin dilihat terbaik sama Via.


"Ayoo cepet, biar kita bisa naik ke puncak." Teriak Gerry yang sudah ada didepan mobil dan memegang kunci.


"Sini biar gue ajah yah yang nyetir?" Kata Yudha sambil menawarkan bantuan.


"Gak usah, elu nyetir kayak siput ajah. Lama banget." Kata Gerry yang sudah males berdebat.


"Kan Safety Drive broh!" Kata Yudha membela diri.


Villa Duta menuju puncak hanya 1 jam jika Gerry yang bawa. Gerry pun langsung tersenyum ketika beruang kutub sedang tidur dengan nyenyak nya. Akibat jet lag kemarin saat pulang ke Indonesia.


"Yudh, elu mau jagain Via apa elu ke dalem duluan?" Tanya Gerry ke Yudha.


"Gue jagain Via dulu. Elu ajah yang masuk dah." kata Yudha.


Setelah Gerry keluar dari mobil, Widia pun memberi kode agar jalan nya cepat. Gerry pun berlari kecil untuk menghampiri Widia dan Panji. Reunian pun terasa seru dan penuh canda tawa.


"Ger, Via mana?" Tanya seseorang tiba - tiba menepuk pundak nya Gerry.


"Oh, nyusul dia sama Yudha." Jawab Gerry ke Willy yang ternyata masih mencari Via.


"Oh!" Balas Willy yang setengah heran.


Ketika sedang asik makan Widia melihat cewek yang berdandan ala pink semua. Hampir saja Widia teriak. Ternyata Wenni yang berdandan seperti itu.


"Hi Wen, long time no see. Apa kabar nya?" Tanya Widia dan mengulurkan tangan nya. Namun diacuhkan oleh Wenni dan pergi meninggalkan Widia begitu saja.


"Eh, manusia gila! Kagak punya etika amat sih elu." Teriak Gerry yang melihat kejadian tersebut.


"Ahk kan mulai dah Gerry kan." Kata Widia dalam hatinya.


Mendengar itu Widia pun akhirnya menarik tangan Gerry untuk pergi. Sementara yang di mobil masih belum bangun. Yudha melihat Via tidur rasanya damai. Kerusuhan akan terjadi jika Via bangun tidur.


"Geyiii, Bebiiiih..." Panggil Via namun matanya masih tertutup.


"AC nya gedein, ia panas banget bebih." Kata Via masih dengan mata tertutup.


"Lucu banget sih kamu!" Kata Yudha dalam hati sambil mengarahkan AC nya ke Via dan sekaligus merekam Via memakai telephone selulernya.


Well setelah 1 jam di mobil akhirnya Via bangun juga karena kelaparan. Karena ingat pesan Gerry, wajah Yudha menampilkan biasa - biasa saja. Sementara di acara sudah mulai dengan games dari EO nya Anka untuk minum susu asli yang baru matang tanpa gula, full cream dan benar - benar berwarna putih. Dari pihak kelas lain sudah keluar banyak yang berguguran bahkan kelas C kelas Via juga.


Via yang kaget melihat Yudha di mobil dan perutnya sudah keroncongan...


"Aku lapar..." Kata Via lemah dan dibarengi dengan perut yang keroncongan akibat lapar.


"Yuk kita makan." Kata Yudha dengan muka penuh kemenangan.


Via pun nurut bak anak kecil, dengan merapihkan dandanan agar terlihat cantik. Via pun turun dari mobil dan Yudha mematikan mobilnya. Dengan penuh cinta dan kebanggaan Yudha menggandeng tangan Via.


Saat memasuki ruangan acara semua mata tertuju ke Yudha karena banyak wanita menunggunya. Seketika menjadi ramai akibat Yudha mencari - cari Gerry dan Widia. Ternyata duduk dekat William, sementara William sengaja duduk dengan Gerry karena ingin melihat Via.

__ADS_1


William terkejut melihat Via di gandeng mesra Yudha dan melihatkan rasa kecemburuan nya. Sementara para wanita kampus Tri Tunggal melihat Yudha menggandeng Via dengan mesra. Langsung memperlihatkan taring mereka.


"Hallo semua, perkenalkan calon istri saya Novia Heidy. Undangan nya menyusul yah!" Kata Yudha tanpa basa basi yang menunjukan seolah dirinya sudah ada yang punya. Sehingga memupuskan harapan para wanita yang menginginkan Yudha. Tidak terkecuali Weni.


"Kenapa harus Novia!" Runtuk Weni dalam hati.


"Emang gak puas sama Willy yah?" Kata Weni dalam hati lagi.


Sementara Anka melihat Yudha langsung menyambutnya dan Via. Serta mengajak Yudha dalam Game tersebut. Yudha melihat gerakan kode dari Gerry langsung dengan senyum.


"Bro, kelas C tambah 1 orang ajah. Di wakili sama bini gue yah?" Kata Yudha sambil melirik Via yang kaget.


"Boleh banget, jadi 2x lipat yah?" Tanya Anka disertai anggukan pasti dari wajahnya.


"Baik lah. Gue yakin kelas C menang." Kata Yudha dengan mantap.


Yudha mengantar Via ke tempat duduk lomba, dan sambil berbisik;


"Sayang, aku percaya kamu lapar dan kamu bisa. Kalaupun kamu muntah nanti kamu adalah wanita ku yang paling hebat." Kata Yudha dan membuat Via tersenyum bahagia.


Melihat susu se liter dan disediakan 1 sedotan membuat Via dengan mudah menghabiskanya. Lalu dengan cepat MC menanyakan apakah mau lagi, dengan cepat Via mengangguk lagi. Via disediakan 1 liter lagi, dengan mudah Via menghabiskan hingga 4,5 liter botol susu.


Gerry pun menarik Via dan berkata udah, kalau terus dikasih susu Via akan terus minum kayak onta.


"Pemenangnya adalah Kelas C!" Teriak MC dan semua tepuk tangan.


"Gila, baru kali ini ada manusia minum susu kayak keran bocor." Kata MC tersebut sambil menyerahkan hadiah ke Via dan sejumlah uang hadiah.


Wajah Gerry dan Yudha melihat Anka yang pucat langsung mereka berdua BBM in Anka.


Gerry: Butuh No Rekening?


Yudha: Transfer ajah yah.


Anka: Baiklah!


Bagaimana Via, duduk manis disebelah Yudha setelah acara. Well, Via emang pecinta susu. Namun Via harus dibatasi agar tidak terlalu sering karena ada allergy.


Acara pun masih berlanjut, namun Willy mengundurkan diri karena alasan tidak mau melihat Yudha yang sengaja memamerkan kemesraan dengan Via.


"Eh, sejak kapan elu sama Novia?" Tanya Arkin yang duduk manis di sebelah Yudha.


"Panjang dah ceritanya." Kata Yudha ke Arkin yang melihat Arkin mengelus perut istrinya.


"Jadi udah tobat nih?" Ejek Reza didepan Arkin.


"Yeah! Udah dong. Mau gue nyusul Arkin nih." Jawab Yudha dengan bangga sambil menggenggam tangan Via.


Sementara Via yang disitu hanya senyum malu. Dan dalam pikiran nya melayang cukup jauh.


"Kenapa harus ada Willy?" Kata Via dalam hati.


"Sayang, ditanya kamu kerja dimana?" Kata Yudha mengagetkan Via.


"Oh aku di UN* General Affairs" Kata Via mantap.


"Wiiiih si pipi tembam jago uga nih." Kata Reza yang mendengar perkataan.


Via hanya tersenyum, Widia dan Gerry menghampiri meja Via dan Yudha di sambut oleh riuh rendah anak - anak di meja.


"Wiiih Gerry dan Widia akhirnya kumpul juga" Teriak Arkin dan anak suara ketawa anak - anak lain.


"By the way guys, thanks to Via yang menyelamatkan muka kelas C angkatan 2005." Teriak Oop yang tiba - tiba nongol di antara mereka semua.


Setelah bercanda gurau Gerry mengajak pulang Yudha serta yang lain nya. Karena melihat muka Via sudah memerah akibat allergy yang ditimbulkan.


"Genks kita rombongan sirkus pamit dulu. See you yah di nikahan nya Via dan Yudha next ya" kata Gerry membuat semua orang- orang bersorak gembira. Tidak untuk para wanita single.






__ADS_1


Please like and comment yah guys, ditunggu!


__ADS_2