
Widia menyadari kalau Claudia tampak diam tidak bercengkrama dengan yang lain nya. Demi memecahkan keheningan Widia mencoba menggoda Claudia yang sedang memperhatikan Gerry saat bersama dengan Via juga Yudha.
"Clau, ayo ngobrol. Tenang Via sudah aman kok." Ledek Widia yang mencoba menggoda Claudia.
"Clau, maafin Via yah. Soalnya Via gak suka kalau lagi masak di ganggu." Kata Via yang menyadari tindakan nya salah dan mengganggu Claudia, dengan cepat Via minta maaf sama Claudia agar situasi menjadi adem. Claudia yang melihat Via sangat bersungguh - sungguh meminta maaf. Akhirnya memberikan senyum nya juga dan mulai berbicara dengan yang lain nya juga.
"Clau, kalau Via masak besok - besok ga usah di bantu. Bagus hanya daging yang melayang, dulu aku di lempar panci ama Via." Kata Gerry berusaha menetralisir keadaan.
Via bingung dengan ucapan Gerry yang pernah di lempar panci sama Via.
"Kapan Via lempar panci nya Geyi?" Oceh Via saat menjewer kuping kanan Gerry dari arah belakang.
"Anjayaaah. Duh duh duh pernah yak. Waktu itu di Belanda saat kita pertama kali student exchange." Gerry Berusaha menjelaskan keadaan nya.
Via melepaskan nya lalu mengingat kejadian itu, namun langsung ngakak karena merasa bukan panci yang Via lempar.
"Bukan panciiii itu Geyiii. Minta maaf gak?" Omel Via saat mengingat semua nya. Sebelum meledak semua tangan Widia sudah mejambak Via dan Gerry dengan senyum isengnya Widia.
"Bebiiiiiiih ampuuuuuuuuunnnn" Teriak Via dan Gerry yang bersamaan karena Widia akan menyeret mereka berdua.
"Tau kan salah dimana?" Teriak Widia dengan senyum yang menyeringai ingin membunuh.
"Ampuuuun..." Kata Via yang sudah memelas dan memonyongkan bibir nya.
Sementara Gerry merapikan bekas jambakan Widia yang lumayan heboh. Entah mengapa ketika Via dan Gerry di jambak oleh Widia, seketika bocah - bocah tersebut seperti anak kecil.
"Gerr... Viii.... Kita jalan bertiga yuuk?" Ajak Widia yang tiba-tiba membuka suara.
"Hayook... Mau kemana?" Kata Gerry yang mengiyakan.
"Disneyland - California bagaimana? Yah tapi cuma kita ber 3." Kata Widia yang sambil mengunyah kue yang Via bikinin buat Widia.
Via mendengar itu cuma diam, biasanya Via lah paling heboh kalau ke Disneyland. Entah mengapa Via kali ini diam membisu.
"Hai princess kodok. Mau nggak? Apa kita ke Disney cruise ajah?" Ledek Widia memancing Via bicara kali ini.
"Ini beneran ke Disneyland? Gak di bohongin lagi?" Gumam Via saat Widia menanya ulang.
Dan gara-gara Via ngambek, akhirnya semua meledak ketawa kecuali Jerias dan Claudia.
"Yeh, tenang. Ini ga ada lagi adegan masuk ke kandang ikan hiu. Cuma kita..." Kata Widia menggantung lalu memberikan gambar seru melalui WhatsApp chat.
Widia: Send IMG-8077
__ADS_1
"Arrrrrrrggggkkkkk kan...." Jerit Via yang melempar telephone selulernya ke bangku karena kaget melihat gambar yang Widia kasih.
"Gue mau kalau kesini.." Kata Gerry yang semangat. Jiwa petualang Gerry meronta-ronta setelah 5 tahun tidak bertualang sama 2 sahabatnya.
Seperti biasa Via hanya memanyunkan bibirnya yang bikin orang-orang disana gemes pengen ditabok..
"Kalau pada pergi kesana, Via mending gak ikut. Jantung Via mahal. Nanti pasti ada tragedy lagi sama Gerry." Kata Via yang mulai mengungkit - ungkit kejadian dahulu.
"Emang kejadian apa?" Tanya Jerias penasaran karena melihat mimik muka Via yang lucu.
Via dengan manja seperti anak kecil duduk disebelah Jerias menceritakan dengan serious serta memperagakan kejadian saat itu.
"Jadi Jerias, hati-hati kalau si Geyi kentut. Berbahaya banget. Via kasian ama Claudia jadinya." Adu Via ke Jerias, yang di cerita ulang sama Via. Jerias yang mendengar ketawa hingga memegang perutnya.
Claudia yang inget dengan kejadian tersebut berusaha menahan ketawa. Tapi tak kuasa akhirnya meledak juga ketawa nya. Gerry yang kali ini di bully sama Via harus pasrah.
"Okeh, kalian ber 3 unik yah." Kata Jerias yang berusaha menahan ketawa nya melihat 3 kembar yang beda ibu dan bapak ini.
"Besok sore kita main bowling yuk. Teman ku buka arena bowling disini" Ajak Jerias yang mulai menenangkan.
"Enggak ahk, Via gak mau. Nanti Via bisa nyungsep lagi di lobang nya bowling." Kata Via dengan enteng dan serempak semua ketawa inget apa yang Via alamin. Hanya Jerias yang terdiam karena tidak mengerti maksud Via.
"Begini sayang, Via pernah masuk ke lubang pin bowling. Saat kita ada bazaar di Marseille - Perancis." Kata Widia yang menjelaskan apa yang terjadi. Kali ini Jerias ketawa terpingkal - pingkal karena ulah Via.
Hari semakin larut dan akhirnya semua nginep di apartment Widia dengan kondisi yang umplek - umplekan. Namun mereka semua bahagia karena Via sudah kembali ke sisi mereka saat ini.
"Suara giginya Via. Baru tahu kan?" Kata Widia yang menunjuk arah gemertak gigi berasal.
Yudha yang baru mengetahui kalau Via punya Bruxism*. Yudha kembali tidur dan akhirnya terlelap. Sepertinya baru saja tertidur dan memejamkan mata ini, namun aroma masakan ini sepertinya kenal.
Bruxism : gemertak gigi akibat stress atau gigi yang tidak rata.
Widia dan Gerry sudah nangkring di meja makan untuk makan pagi. Jerias yang habis mandi juga langsung bergabung dengan Gerry dan Widia. Lalu tidak lama Claudia pun ikut bergabung juga.
"Kalian jadi ke Disneyland?" Tanya Jerias yang tiba - tiba memecahkan keheningan.
"Kenapa?" Balas Gerry yang merasa hal agak aneh kepada Jerias kali ini.
"Ini aku punya Voucher Disney Resort di California, kamar suite buat Princess Via." Kata Jerias yang memberikan Voucher Disney Resort di California.
Via menjerit kegirangan dan memeluk Widia dengan kencang. Seperti biasa Via juga langsung mewek banget. Widia sangat bersyukur dengan Jerias yang sangat paham dengan keadaan 2 sahabat nya.
Gerry yang mendengar hanya bisa geleng - geleng kepala. Jelas Via sangat bahagia sekali ketika mendengar Disney. Sandra Dewi kalah ama Via kalau soal Disney character. Via hafal satu per satu.
__ADS_1
Sudah 3 hari Via dan Yudha nginep di London, dan saat nya Via kembali ke Geneva, Switzerland untuk bekerja. Muka Via dan Yudha memancarkan kebahagiaan.
Sementara saat di London Widia kedatangan tamu dari Tokyo. Teman Jerias saat di Dubai dan kebetulan dia sedang liburan bersama teman nya.
"Halo Jerias!" Teriak seseorang yang dari arah kedatangan luar negri bersama seorang wanita cantik dan unik.
"Halo Brother! Long time no see." Balas Jerias yang memeluk lelaki yang menyapa nya.
"Kenalin ini Navika Geraldine, GM secretary nya International Hotel, Tokyo." Kata lelaki itu memperkenalkan teman disebelahnya.
"Kenalin ini istri ku, Widia Oktaviani. Dan sayang ini kenalin Erick Hardjanto. Dia itu Director of Sales di Disneyland Resort - California." Kata Jerias memperkenalkan teman nya.
Widia langsung mengetahui kenapa Jerias bisa kasih voucher nginep gratis di Disneyland Resort.
"Pantesan bisa kasih ini bocah." Kata Widia dalam hati. Serta bersyukur sebelum Via pulang ke Swiss, kulkas Widia sudah di isi makanan siap saji oleh Via.
"Ayo, kita pulang sayang." Ajak Jerias yang menggandeng Widia pulang ke rumah.
Sesampainya mereka semua, Widia menawarkan untuk tea time. Tidak salah lagi Via sudah menyetok makanan manis buat Widia dan Gerry. Buat Via dengan menyetok makanan buat mereka berdua adalah kesenangan pribadi.
"Ini cobain yah." Kata Widia menawarkan kudapan manis di depan Erick dan Navika.
"Ini enak banget." Ujar Navika yang sangat paham dengan dunia rasa pastry namun tidak pernah bisa masak se baik ini.
"Vik, kali ini elu harus ngalah. Ini kue paling enak yang gue makan." Ledek Erick ke Navika lalu di ketawain sama Jerias.
"Ini kembaran nya istri ku yang buat. Dia benar - benar enak masak apapun." Promo Jerias yang berlebihan..
Erick dan Jerias berbicara dalam bahasa Arabic, bahasanya Jerias. Sementara Navika dan Widia tenggelam dalam dunia nya sendiri - sendiri.
"Nanti aku titip yah istriku dan 2 sahabatnya nginep di hotel mu." Kata Jerias setelah melihat gelagat Widia dan Navika yang sudah bosan dengan pembicaraan yang tidak dimengertinya mereka.
"Yalla*, pasti akan aku jagain istrimu dan 2 sahabatnya. Terus yang mana sahabat nya suka sama Disney Princess?" Jawab Erick sekaligus menanyakan tentang Via.
"Nanti kalau ketemu 2 sahabat istri ku. Yang namanya Novia Heidy. Tolong banget di jagain dengan ketat. Satu hal lagi, dia super sensitive." Perintah Jerias ke Erick.
Liburan Erick dan Navika di London berakhir, dan mereka harus kembali ke negara nya masing-masing sebagai pekerja hotel.
°
°
°
°
__ADS_1
°
Like, love, comment dan vote juga yah temen - temen. Terima kasih...