
Cadhala akhirnya menjelaskan kenapa dia bersikap seperti itu. Cadhala bertanya apakah Via ini anak Indigo? Setelah melakukan serangkaian test juga.
"Via, kamu pernah melihat sesuatu yang astral?" Tanya Cadhala saat duduk memandang Via.
"Tidak." Jawab Via singkat dan pasti.
"Apakah kamu dapat mimpi atau feeling yang akurat?" Tanya Cadhala semakin penasaran.
"Tidak juga Cadhala." Kata Via yang sudah mulai bosan dengan pertanyaan tersebut.
Cadhala merasa Via masih polos dan tidak mengetahui kalau dia anak special. Widia melihat Via sudah mulai bosan akhirnya menyelamatkan Via, agar cepat kembali ke bus dan melanjutkan penalanan.
"Viii, cepet makan!" teriak Widia yang membuat Via langsung berdiri.
"Iyaaah" Jawab Via yang tidak kalah cemprengnya.
Widia yang mulai kepo akhirnya mendekati Cadhala.
"Cadhala, apakah ada sesuatu yang aneh dengan Via?" Kata Widia yang mulai sedikit mendesak.
"Via anak Indigo, cuma sepertinya Via tidak menyadarinya." Kata Cadhala yang masih memeperhatikan Via.
Widia mulai merunut kejadian beberapa waktu lalu. Bahkan waktu kuliah, hanya dia yang melihat sesuatu di kamar mandi. Bahkan feeling Via terhadap orang, selalu tepat. However, Widia melihat semuanya baik-baik saja.
"Viiii, cepetan makan nya!" Teriak Gerry yang sudah emosi memanggil Via.
"Duuuut, cepetaaaaan" Kata Widia yang sudah emosi.
Via yang paling lama makan nya, akhirnya menyelesaikan makan nya dan kembali ke Bus. Perjalanan menuju Table Mountain dan Robben Island. Di dalam perjalan Via memikirkan apa yang Cadhala katakan dan berpesan untuk berhati- hati dengan apa alam berikan kepadanya.
"Well, Que sera - sera." Kata Via dalam hati namun dibawa ke alam pikiran nya.
Sepanjang perjalanan Via mengagumi alam Afrika Selatan. Sambil mengabadikan pemandangan untuk Via tulis dalam blog nya.
"Wid, kita ke hotel dulu kan?" Teriak Gerry tanpa sengaja.
"Iyah! Kenapa emang nya?" Bales Widia yang mengunyah makanan.
"Mau boker!" Teriak Gerry lagi dan di dengar semua orang.
Akua yang mendengar langsung tertawa dan mengeluarkan batu kali yang suka dia bawa dalam saku celananya.
"Pegang ini, pasti kamu bisa bertahan hingga hotel." Kata Akua yang memberikan batu kali kepada Gerry.
"Bah! Ini berlaku di Afrika?" Kata Gerry yang merasa ajaib.
"Try this and it's work!" Jawab Akua yang menggengam batu kali ke tangan Gerry.
__ADS_1
30 menit tidak terasa, dan akhirnya sampai di hotel bunk bed. Via yang melihat ada patung Nelson Mandela langsung mendekat.
Yudha melihat Via yang ceria setelah kejadian di Taman National Kruger. Membuat Yudha merasa bahagia dan ingin membahagiakan serta melupakan pertengkaran nya dengan Willi.
"Yu, ayo ke sini. Via mau kasih tau sesuatu loh." Panggil Via yang membuat Yudha kaget, karena tidak biasa nya Via mengajak.
"Apaan?" Kata Yudha melihat Via yang sibuk dengan bacaan berbahasa Perancis.
"Nelson Mandela pernah di penjara dekat sini, Via pengen kesana." Kata Via sambil memegang tangan Yudha.
"Seriusan?" Tanya Yudha yang merasa ada yang tidak beres dengan Via.
Dengan senyum nya Via memberikan jawaban. Yudha merasa ada yang aneh dengan sikap Via yang membuat Yudha curiga. Setelah duduk di taman lama, membuat Gerry, Widia, Claudia, Romi serta Akua juga supir bus. Mencari Via dan Yudha menghilang tanpa pemberitahuan.
"Yudha, nanti kalau bebih sama geyi tanya bilang kita ketaman ajah." Via mulai berkata - kata.
"Kok, gitu? Bohong?" Jawab Yudha mencoba iseng dan menikmati waktu berdua saja. Tidak dengan tatapan nanar dari Gerry.
"Nggak, kan emang ke taman. Cuma sekalian mempir ke museum." Kata Via sedikit skak mat.
"Kamu kenapa?" Tanya Yudha yang memeluk Via dari belakang saat Via melihat foto Nelson Mandela dengan lama.
"Via lagi pura - pura suka dengan bang Romi. Via nggak suka sama dia, kamu mau kan nolongin Via?" Kata Via tiba - tiba sudah bisa curhat.
"Aku bakalan bantuin Via tapi Via harus jujur sama Yudha. Ada apa emang?" Tanya Yudha sudah mulai serious.
"Via menunggu waktu, dan seleksi alam. Intinya karakter bang Romi bakalan bentrok sama semuanya." Kata Via yang mulai berkata - kata yang membuat Yudha semakin penasaran.
Dan di lain pihak banyak yang mencari Via dan Yudha. Telephone tidak nyambung, BBM tidak active membuat semuanya panik. Di saat semua panik, Via nongol di depan hotel dengan muka ceria.
Serentak membuat semua emosi jiwa terlebih Bang Romi yang geram.
"Viaaaaaaa" Teriak Gerry dan Widia. Via berlari kecil dan memeluk Widia.
"Jangan bilang elu nyasar sama Yudha?" Tebak Widia yang paham sama Via yang suka hilang dan nyasar.
"Besok awas elu begini lagi!" Kata Gerry yang panik dan memeluk Via.
"Iyah, besok Via ngga ngulangin lagi kok" Jawab Via yang penuh dengan penekanan di setiap kata - katanya.
Rombongan sirkus akhirnya istirahat dan makan malam di hotel. Akua melihat Via yang duduk di teras restaurant hotel.
"Kamu memikirkan kata - kata mama saya?" Tanya Akua yang duduk di samping Via.
"Sedikit, bagaimana saya bisa lupa setiap kata - katanya yang benar." Kata Via tiba - tiba berbeda.
"Salam hormat dengan anak ajaib" Kata Akua berusaha mencairkan suasana nya.
__ADS_1
"Akua apakah kamu percaya?" Tanya Via yang mulai kepo.
"50:50 kalau saya" Jawab Akua dengan mantab walau di dalam hatinya berbicara, kalau dirinya mempercai 100%.
Mendengar jawaban Akua, Via kembali ke dalam kamar. Perjalanan hampir berakhir dan Via masih ingin liburan. Entah mengapa Via terusik dengan status BBM Willi yang memamerkan photo dirinya di tempat Mie Aceh - Kelapa Gading. Dan menulis dalam collum status; "Wishing you here, my teddy bear." Via yang melihat nya tiba - tiba menitikan air mata.
Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Ketika aku bersama mu
Jangan lagi timbul cinta
Aku tidak mau ada yang terluka
Aku mau semua bahagia
- Cape Town, South Africa July, 2010-
Via menulis di Blogspotnya saat membagikan cerita liburan nya. Tidak lupa cerita tentang Pili si supir gokil dan Akua yang bisa berbahasa Indonesia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Morning girls!" Sapa bang Romi saat pagi hari. Via hanya melihat sebentar lalu membaca lagi koran yang dia baca pagi ini.
"Morning bang" sapa Claudia dan petugas hotel bunk beds.
Melihat Via tidak menyapa Romi, dengan berjalan santai ke arah Via dan menurunkan koran Via dan berkata.
"Morning, nyonya besar!" Kata Romi sedikit kasar sama Via. Claudia dan beberapa petugas mulai Takut.
"Punya mulut kah?" Kata Romi yang mulai kasar.
"Langit tidak perlu memberitahukan kalau dia tinggi. Begitu juga lautan tidak perlu mengobral kalau dia dalam. PAHAM?" Kata Via mulai sedikit berbicara dan memberikan tatapan tajam dan membuat Romi sedikit kicep.
*Kicep \= diam tidak berkutik.
Romi tidak pantang menyerah untuk membalas Via. Namun sebelum di balas, tangan Gerry langsung menutup mulutnya mulut bang Romi sebelum terjadi Tragedi.
Setelah membaca koran, banyak yang mempersiapkan pendakian ke Table Mountain. Gerry dan Wida tidak sabar mendakinya.
Via meminta Yudha untuk memotret Via dengan pose head stand yang sudan dia pelajari selama ini.
"Please like and comment yah... "
Thank you so much pokoknya!
note: Maaf update nya lama karena masih masalah handphone nya minta dijajanin.
__ADS_1