Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Biarkan Aku Mencintai Mu Dengan Cara Ku...


__ADS_3

Perjalanan 17 jam sangat melelahkan buat seorang Via. Sampai di Bern, Switzerland ibukota Swiss. Langsung mencari orang UN


United Nation = Perserilatan Bangsa - Bangsa


karena Via tidak sabar ketemu dengan teman - teman di kantor.


Felly, melihat sosok Via yang sudah membawa hasil jarahan nya di Indonesia. Membuat nya sangat bersemangat untuk ke dormitory nya Via. Apa lagi kalau bukan untuk dimasakin sama Via?


Perjalanan Bern ke Geneva kurang lebih 2 jam. Kali ini Via bisa melihat - lihat kastil yang dahulu hanya Via lihat di buku - buku dongeng.



"Vi, gimana skripsi elu?" Tanya Felly saat mereka duduk di Montreux Lake.


"Sudah selesai akhirnya! Sekarang bebas..." Kata Via memandang ke arah danau yang sangat luas tersebut. Lalu mencari tempat duduk menikmati tea - time.



Entah mengapa Via tidak mampu menutupi ekspresi mukanya yang bahagia sekaligus sedih karena apa yang dia inginkan belum tentu menjadi miliknya. Sementara didalam hatinya juga belum yakin dengan dirinya, untuk berjuang.


"Asiiiik, kita bisa jalan - jalan dong?" Tanya Felly yang memamerkan deretan gigi putihnya.


"Emang mau kemana sih?" Tanya Via yang penasaran dengan Felly.


"Bulan depan ada Jazz - Bern 2009 festival. Nonton yok?" Kata Felly.


"Hayoook, sekalian off kan kita?" Kata Via mengiyakan ajakan Felly.


"Iyah, sekalian dong." Kata Felly sambil merangkul Via dan berjalan pulang.


Perjalanan Bern - Geneva akhirnya selesai juga.


----------------------------------------------------


Jakarta....


"Gerry!" Panggil Nori saat menunggu di meja kasir restaurant Rajcha di mall Putraland.


Dengan muka aneh, Gerry menatap nya dan memberikan senyuman.


"Hi, apa kabar?" Balas Gerry sambil menuju pintu keluar karena sudah selesai makan sama Widia.


"Baik. Kamu? Via kemana?" Tanya Nori sambil mencari - cari sosok Via yang tidak ditemukan oleh Nori.


"Baik, Via? Sudah balik ke Geneva." Jawab Gerry sekaligus pamit karena masih merasakan sakit.



Throwback


"Ger, itu yang kamu tuduhkan semua hanya fitnah." Isak Nori saat kepergok oleh Gerry berselingkuh.


"Yakin? Ini buktinya ada!" Gerry memberikan telephone seluler Nori.


"Ini hanya temen Ger! Dia boss ku, kita kerja bareng." Kata Nori menjelaskan ke Gerry.


"Kerja bareng di ranjang? Capek yah sama penyakit kamu." Kata Gerry yang sambil meninggalkan Nori dalam keadaan nangis karena kepergok bersama selingkuhan nya.


Bayangan 6 bulan lalu masih tidak bisa dihilangkan. Widia langsung memegang punggung Gerry dan memberikan senyum.


Gerry pun merasakan ketenangan seketika karena mendapat dukungan dari sahabatnya.


"Wid, kenapa gue di giniin terus sih?" Tanya Gerry saat di mobil.


"Gue gak bisa jawab. But you need to know, we always get your back when the darkness around you and bring to the light." Kata Widia sambil menatap Gerry dengan support.


"Gue lelah banget, Wid." Kata Gerry sambil mengeluarkan nafas beratnya.


"Via, sudah sampai di Geneva?" Tanya Widia sambil membuka telephone selulernya.


"Sudah, tadi katanya." Kata Gerry dengan wajah tanpa ekspresi.


"Sehat?" Tanya Widia lagi penuh keingintahuan.


"Sehat lah!" Kata Gerry sambil menatap heran wajah Widia.


Perjalanan pulang ke Kost an White House, Widia dan Gerry bercanda tentang masa - masa kuliah. Hingga akhirnya....


"Gimana hubungan elu sama Uchink?" Tanya Gerry ke Widia saat menaiki anak tangga.


"Gue putus Ger, abis tuh cowok nggak punya pendirian." Kata Widia dengan muka tanpa ekspresi.


"What? Emejing jojing ma sista!" Kata Gerry dengan muka yang melongo dan Widia langsung memasuki ke kamarnya.


Gerry pun masuk ke kamar nya dan memeriksa pesan BBM nya. Gerry pun tidak menemukan pesan dari Via. Dia juga membuka foto yang dikirim Via saat Gerry mengantarnya ke Bandara, juga melihat tingkahnya Via saat bersama.


Senyum Gerry pun mengembang saat mengingat semua kejadian tersebut. Gerry terbuai dengan lamunan hingga menjadi bunga tidurnya.


"Gerrrrrrryyyyyyyyyyy..." Teriak seorang cowok membangunkan seisi kost an White House.


"Woiii, sopan dong." Sembur Ka Riyan penghuni paling ujung sebelah kamar Via.


"Dokkk Dokkkk Dokkk" Gedor lelaki tersebut.


Sementara Gerry masih terlelap dan senyum masih mengembang di mukanya.


"Dooook dooookkkk dooooook" Bunyi ritme gedoran semakin tinggi dan emosional.


Akhirnya yang empunya kamar membuka pintu kamarnya dan melihat sesosok pria yang sudah rapih dan memaksa masuk kamarnya.


"Apaan sih lu, yeck." Omel Gerry sambil mengambil air minum nya di dispenser kamarnya.


"Eh, cumi. Lama amat sih elu buka pintunya?" Kata Iyeck sambil memperhatikan teman masa kecilnya yang masih berantakan dan bau badan karena belum mandi.


"Gue tidur. Capek kemarin revisi skripshit. Karena minggu depan gue mau sidang, mana dosen pembimbing gue belagu banget." Kata Gerry mulai kesel ketika membahas masalah skripsinya.


"Gara-gara temen elu sih Ger! Anak angkatan kita ngeluh tauk." Kata Iyeck menjelaskan kenapa dia datang ke Kostan Gerry.


"Maksud elu Via?" Kata Gerry yang langsung seger ketika membahas Via.


"Iyah lah. Siapa lagi yang bernama Novia Heidy? Ada?" Kata Iyeck yang mulai menatap Gerry serius.


Gerry pun mulai berbicara dengan Iyeck mengenai standard nilai skripsi kali ini berubah sehabis Via sidang. Dengan muka sedih Gerry menatap skripsi nya dan membayangkan betapa horor nya jika skripsi nya Gerry tidak memenuhi standard yang ada?


Mendengar suara Gerry, Widia pun langsung menuju kamar Gerry yang tidak di Kunci dan ditutup.

__ADS_1


"Maksud elu apaan Ger?" Kata Widia tanpa basa - basi.


"Sekarang standard Skripshit berubah gara-gara si Via." Kata Gerry memberikan penjelasan yang mendetail.


"Wasalam nasib kita Gerry........" Kata Widia yang panik hingga menggigit kuku nya.


Tiba - tiba.....


"Permisi... Mau tanya kamar nya Wenny yang mana?" Tanya cowok ganteng nan tajir di angkatan 2005 Fakultas Hukum International Kampus Tritunggal. Dan ternyata mereka 1 kelas dengan Gerry serta Widia juga.


Serempak Gerry dan Widia menjawab dengan menunjukan tangan nya kearah pojokan satunya sebelah kamar Riza. Kamar semi imut kalau Widia bilang.


Cowok tersebut langsung menuju kamar Weny yang ditunjuk oleh Widia dan Gerry. Sementara Gerru dan Widia merasa heran saja.


"Wen..." Panggil cowok itu dan yang empunya kamar akhirnya membuka pintu kamar dan tersenyum penuh kemenangan.


"Ayuk, saya sudah siap kok." Kata Weny sedikit menaikan volume bicara nya yang seolah memberitahukan kalau dia sedang ada tamu penting.


Widia yang memulai kepo sempat memotret Weny dengan cowok tersebut. Sementara Gerry pun juga ikutan kepo mengintip apa yg mereka lakukan.


Yang berakhir menjadi sebuah asumsi belaka. Namun tangan gatel Gerry akhirnya membuat foto itu terkirim di group BBM "Triplet 07" yang berisi Via dan Widia serta Gerry.


Sementara Via yang di Geneva mulai kepo dengan gambar tersebut. Dan langsung bergosip dengan ke 2 teman nya tersebut.


Drrrrrrrrrt... BBM Widia dan Gerry bergetar...


Via: Inikan Ardrian Yudha?


Gerry dan Widia: IYA!


Via: Serius ini pacaran?


Gerry dan Widia: Hanya asumsi bukan pembenaran.


Via: Udah nanya?


Widia: Belum, kan dah dijelaskan ini asumsi.


Via: Ditunggu update nya.


Gerry: Lebay! Dasar para penggosip.


Via dan Widia: Yang nyebarin siapa?


Gerry: HAHAHAHAHA


Hari ini terasa melelahkan buat Widia dan Gerry sehingga kampung tengah minta di isi. Mereka akhirnya berjalan ber 2 menuju "Touch screen " restaurant.


"Ger! gue ke Mapala dulu yak. Elu pulang duluan yah." Kata Widia ke Gerry saat selesai makan di "Touchscreen" Restaurant.


"Okay!" Jawab Gerry dengan santai dan berjalan melewati Kampus Tritunggal. Kampus yang sebentar lagi akan hanya tinggal kenangan. Kenangan menimba ilmu di Kampus Cumi-cumi yang berdiri Megah.


"Gerryyyyyy" Panggil cowok membuat muka Gerry sedikit nggak nyaman tapi kepo.


"Yaks!" Jawab Gerry dengan santai dan menyembunyikan wajah nya yang kepo.


"Ger, gue minta pin BBM nya Novia Heidy dong." Kata cowok tersebut yang menyodorkan BBM miliknya.


"Buat apaan?" Kata Gerry heran dan merasa geli.


"Gue dospem* nya bekas nya dia. Mau tahu apa ajah kelakuan itu dospem". Kata cowok tersebut yang masih menyodorkan BBM nya kepada Gerry. Sementara Gerry akhirnya terpaksa memberikan pin BBM Via kepada cowok tersebut.


"Yok, Yudh." Jawab Gerry dan masih memasang muka anehnya Gerry.


*Dospem = Dosen Pembimbing.


Di jalan Gerry mulai menanyakan dirinya kenapa bodoh memberikan Pin BBM Via ke Ardrian Yudha.


Drrrrrrrrrt.... BBM group bunyi...


Via: Yuhuu, friends... Ardrian Yudha nge add pin BBM ku.


Gerry dan Widia: Apah?


Via: (mengsreenshot BBM nya Ardrian Yudha)


Gerry: Ngomong apa dia?


Via: Nanya soal pak Bramantyo.


Widia: Penonton kecewa. Kira in dia nanya Weny.


Gerry: Hooh!


Via: Iyah yah. Payah banget. Via kan kepo...


Gerry dan Widia: DASSAAAR MS. KEPO TO THE MAX.


VIA: Kalian juga kan?


Gerry dan Widia tertawa membaca group kepo mereka.


Via pun mulai di gangguin oleh Ardrian Yudha. Terkadang Yudha panggilan yang di inginkan oleh seorang Ardrian Yudha di panggil sama sesosok Novia Heidi.


Sering ngechat nya Ardrian Yudha membuat Via kurang nyaman karena menanyakan hal - hal yang privacy.


Drrrrrtttt... BBM menyala dengan nada khusus.


Via: Willl... Kamu sibuk?


Willi: Tidak, Kenapa Princess?


Via: 😊


Willi: Ada apa sayang ku?


Via: Nanya saja.


Willi: Iyah apa?


Via: Tak terasa Via mau wisuda 3bulan lagi.


Willi: Oh, itu. Jelas ajah aku sudah prepare.


Via: Prepare apa?

__ADS_1


Willi: Menikahi seorang perempuan bernama Novia Heidy.


Via:😛


Willi: Kok malah melet? Aku serius.


Via: Bisa di postpone?


Willi: Enggak.


Percakapan ini membuat Via semakin tertekan. Karena tadinya Via mau curhat mengenai Ardrian Yudha namun Willi selalu membelokan percakapan mengenai pernikahan. Via pun merasa tidak ada gunanya jika membicarakan dengan Willi mengenai masalah Yudha.


Musim gugur lewat akhirnya, sekarang memasuki musim dingin di Geneva. Terasa makin dingin dan cantik kota Geneva yang mulai ditutupi oleh serpihan salju.


Tidak menyangka tinggal 1 bulan lagi Via akan di Wisuda, kedua orang tuanya bersiap menuju Jakarta bersama dengan kakaknya. William pun bersiap dengan bunga dan kemeja batik sutra pilihan yang akan dia pakai di Wisuda Via nantinya. Willi pun sudah siap dengan pertemuan keluarga yang dia sudah rencanakan jauh - jauh hari. Bahkan mengatur restaurant untuk mempertemukan Via, orang tuanya Via juga orang tua nya Willi.


Bulan November 2009


Penantian acara Wisuda untuk seluruh para wisudawan dan wisudawati calon alumni Universitas Tritunggal Jakarta.


Acara berlangsung di gedung Wanggala Bhakti - Jakarta. Semua peserta wisudawan dan wisudawati menempati tempat duduk yang telah disediakan.


"Novia Heidy, Fakultas Hukum International 050092 lulus dengan hasil terbaik. Dengan nilai yang dicapai 03.98 berhak menyandang predikat Summa Cumlaude." Sebut Dosen Akademika ketika membacakan punya Via.


Semua menatap ke layar dan kepo ingin melihat pacarnya anak dari pewaris tunggal Putraland Group. Selesai acara, Via - Gerry - Widia mengabadikan mereka bertiga yang lulus dengan predikat Summa Cumlaude juga.


Banyak mata yang iri akan keberhasilan Via, Gerry, dan Widia. Tidak terkecuali Weny yang mempunyai nilain IPK nya mencapai 4.00 yang bisa dibilang sempurna.


"Viaaaaaaaaaaa." Teriak seorang cowok yang Via tidak bisa recognise suara nya dan membentuk O bibirnya saat melihat siapa yang memanggil.


"Iyes!" Kata Via yang melihat cowok tersebut dan tersenyum.


"Selamaat yah menjadi lulusan terbaik." Kata cowok tersebut.


"Terima kasih, " Kata Via bersamaan dengan salaman lalu Via pamit pulang namun cowok tersebutter.


Sementara Willi mulai bersikap protektif dan juga memasang pertahanan ketika melihat seorang cowok mendekat ke Via.


"Hi, Via!" Sapa Willi sambil menatap cowok tersebut dan mulai berhati - hati.


"Hi" Kata Via yang hanya menyapanya sekedarnya.


Sepertinya aroma pertempuran - pertempuran antara pria ini.


"Congratulations yah!" Ucap cowok itu dan mengulurkan tangan nya.


"Terima kasih yah, Yudha." Kata Via membalas uluran tangan tersebut dan tangan yang satu memegang erat lengan baju batik Willi.


Willi pun paham itu tanda Via tidak merasa nyaman dan mulai gelisah. Di dalam hati Willi berasa seperti oase yang menenangkan.


"Vi, sudah yuk. Kita sudah di tunggu keluarga dan Gerry serta Widia buat dinner." Ajak Willi membuat Via langsung mengangguk dan pamit undur diri dari Yudha.


Restaurant Paregu di sewa oleh William demi acara makan - makan bersama keluarga. Wajah Via tidak berhenti memancarkan kebahagiaan.


"Selamat malam semua." Sapa Willi membuat semua mata tertuju padanya.


"Terima kasih atas waktunya dan saya bersyukur bisa merayakan bersama - sama dengan keluarga dan teman - teman terkasih." Kata Willi kembali.


"Tidak lupa juga saya ingin menyampaikan maksud saya mengumpulkan keluarga, sahabat dan teman - teman terdekat." lanjut Willi mulai serius dan membuat disekitar menjadi makin ingin tahu.


"Saya ingin memperkenalkan tambatan hati saya yang sudah hampir setahun menemani saya." Kata Willi lagi dan membuat Via pucat karena merasa belum siap.


"Saya hanya ingin minta restu kepada kedua keluarga serta teman - teman. Supaya kedepan nya hubungan kami berdua semakin serius." Kata Willi dan sedikit kecewa karena Willi melihat Via menghela nafas tanda dia aman.


"Will, kalau papa semua tergantung kamu sama Via. Cuma papa minta jangan pernah menyakiti anak perempuan orang yah." Kata Pa Frans Tanriardy yang ternyata dia adalah ayah daripada William.


"Om juga semua tergantung Novia. Titip biji mata Om yah Will." Kata Pa Andi Heidy selaku ayahanda Novia Heidy.


Acara makan - makan selesai dan dibarengi semua pamitan. Begitu juga kedua orang tua mereka. Via langsung mendekat ke Widia karena ingin ikut pulang ke kost White House.


"Via ikut loh! Jangan lupa yak." Kata Via menyeruak cempreng ke depan Widia dan Gerry.


"Iyah. Kita kan numpang mobil Willi." Kata Gerry dan Widia tanpa sengaja.


"Flip and Flop." Kata Widia dan Gerry langsung memberikan kelingking nya dan mengucapkan permintaan nya.


"Flip" Widia menjerit dan berbarengan dengan Gerry yang menjeritkan kata Flop.


Mereka berdua membuat Via memajukan bibir hingga 5 cm.


"Via cemburu, Via nggak diajak!" Ambek Via yang melihat mereka berdua.


"Bodo!" Kata Widia dan di iringi ketawa yang menggelegar.


"Ayo ahk pulang! Bawel banget kalian bertiga." Kata Willi yang melerai mereka bertiga kalau ngga bakalan panjang kayak rel kereta api.


Sesampai nya di Kost an White House mereka duduk dan William pun ikut menginap di kamar Gerry atas permintaan Via.


Dan tiba - tiba ada seseorang datang dengan rambut panjang se pinggang dan halus. Sontak Via menjerit.....


"Aaaaaaaaarrrrrkkkk." Teriak Via dan Gerry sama Willi langsung datang dan kaget juga.


Namun tidak bagi Widia yang langsung melempar helm ke arah orang tersebut.


"Pulang gak lu, tengek." Jerit Widia dan di ikuti sama lemparan helm lagi.


"Jangan gitu dong widong." Kata orang tersebut sambil memungut helm yang sudah di lempar oleh Widia.


"Eh, anak monyet. Janji jam berapa elu dateng jam berapa?" Kata Widia dan langsung melempar lagi sepatu gunung nya kali ini.


"Bebih, udah... Bebih udah...." Kata Via dan mengangkat sepatu yang sudah di lempar - lempar oleh Widia.


"Udah, Kak eh mas. Pulang ajah dulu, besok dateng lagi kalau nggak jadi rusuh ini." Kata Via yang memberitahukan ke orang tersebut. Akhirnya orang tersebut menuruti Via dan pergi dari depan kamar Widia yang sudah banyak tanah akibat Widia melempar - lempar sepatu gunung nya.


"Beeeeebbbiiih..." Jerit Via didepan kamar Widia yang sempat di banting oleh Widia setelah melihat orang yang tadi di lemparnya pakai sepatu pergi.


"Bebiiiiiiiih...." Lengkingan suara cempreng nya Via bertambah 1 oktaf dan berakibat buruk jika Widia masih menutup pintu kamarnya.


"Hmnnn." Kata Widia setelah membuka pintu kamarnya. Gerry dan Willi pun tak sanggup mendengar lengkingan suara tersebut.


Akhirnya Widia menceritakan siapa pria yang tadi dilempar pakai sepatu.


------------------------------------------------------------------


"Jangan lupa Like and Comment nya yah."

__ADS_1


Maafkan Author yang lama sekali update, karena cerita ini based on story nya kakaknya author. Jadi menunggu cerita mereka bertiga.


Terima kasih telah menyukainya...


__ADS_2