Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Pieces of Puzzle


__ADS_3

Setelah kejadian dengan Romi, membuat Widia semakin berhati - hati dalam memilih pasangan hidup. Kejadian itu juga membuat Gerry dan Via semakin lengket dan melindungi. Di dalam kepala Gerry dan Widia masih penuh tanda tanya Via bisa berubah seperti iblis pembunuh.


"Ger, elu lihat nggak mata Via saat berhadapan dengan bang Romi?" Kata Widia saat makan di restaurant mengantar Gerry pulang ke airport menuju New York City.


"Lihat gue, buas dan liar banget itu anak." Kata Gerry yang menyeruput minuman nya dan menatap Widia dengan muka pasrah


"Mau gue test sama temen gue deh di UK." Kata Widia yang tiba- tiba dapat ide.


"Via nggak gila, bebih. Wah elu mah!" Gerry sedikit meninggi ketika Widia menyarankan Via ke dokter psychiatrist.


Widia pun akhir nya mengurungkan niat nya untuk membawa Via ke salah satu dokter terkenal di UK.


Drrrrrrrrrrtttt.... Drrrrrtttttttt.... Group BBM


berbunyi dan 1 pesan masuk.


Via: Kalian sudah di airport kah? 😭


Gerry + Widia: Udah, bawel!


Via: Kalian kapan bawa Via ke Disneyland USA?


Gerry + Widia: Nantiiii, cari duit dulu.


Via: 😭😭😭😭😭


Gerry: Dia kira punya pabrikan kali duit nya?


Widia: 😂😂😂😂😂


Via: Iyah deh. Via ngalah ajah


Gerry: Kue jangan lupa pesanan gue.


Via: Iyah, nanti dikirim ke rumah Dubes Indo di Swiss.


Setelah mengirim pesan terhadap 2 teman nya itu. Via kembali berkerja di kantor dan seperti biasa setelah pulang Via menghabiskan waktunya untuk membuat kue.


Masih dengan pikiran yang mengambang, akhirnya Widia menghubungi Akua, tour guide liburan kemarin.


Drrrrttt.... Drrrrttt...


telephone selulernya Akua bergetar terus. Dan melihat nama Widia yang tertera pada layar ponsel tersebut.


"Yes, Akua speaking may I assist you?" Sapa Akua di telephone.


"Akua, apakah saya boleh minta nomor Chadala?" Tanya Widia tanpa basa basi terhadap Akua.


"Tunggu sebentar, ibu saya ada di sebelah." Jawab Akua yang memberikan telephone selulernya ke Chadala.


"Yah Widia, kamu mau tanya soal Via yah?" Sapa Chadala yang menebak apa yang akan di tanyakan.


"Bagaimana kau tahu?" Tanya Widia semakin heran.


"El Diablo baru saja keluar ketika terusik. Tenyata benar dia bukan anak indigo hanya jelmaan El Diablo." Jawab Chadala penuh ketakutan.


"Maksud nya? Dia setan gitu?" Tanya Widia semakin heran dengan kata - kata Chadala.


"Bukan, dia hanya anak titipan leluhur nya. Susah dijelaskan dengan kata - kata Widia." Jawab Chadala dengan penuh kehati - hatian.


"Semakin absurd ini, coba jelaskan detail." Desak Widia yang semua ini harus ada penjelasan nya.


"Via akan baik mengalahkan malaikat baik nya, namun ketika dia marah dan nangis raja setan pun takut untuk menghadapi kemarahan nya." Jawab Chadala yang masih ketakutan menjelaskan semua ke Widia.


"Intinya Via ini anak special begitu?" Kata Widia lagi dan Chadala akhirnya menjelaskan dengan baik setelah tenang.


Mendengar penjelasan Chadala akhirnya Widia mengerti bahwa itu hanya terjadi ketika Via dalam posisi terhimpit. Chadala pun bercerita Via menyimpan luka lama tentang kehilangan.

__ADS_1


Cerita Chadala bagaikan potongan puzzle yang hilang namun ditemukan. Widia ingat bahwa teman naik gunung nya adalah teman satu sekolah dengan Via. Entah apa yang membuat Widia kepo dengan Via?


Via yang pulang dari kantor dan langsung membuat kue. Namun ketika sedang mengganti baju nya dan melihat sebuah buku yang ada di meja. Membuat Via sedikit merenung....


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


#throwback


2004....


"Viiii, nanti kamu harus lebih sukses dari aku yah!" Teriak cewek yang sambil merangkul Via di koridor sekolah.


"Kita akan sama - sama jadi dokter specialist jantung terkenal yang membantu orang susah!" Jawab Via dengan penuh senyum kepada cewek tersebut.


"Tapi kalau aku sudah pergi, janji kamu akan jadi orang hebat yang membantu orang susah." Kata Cewek itu yang membuat Via mengulurkan kelingking nya.


"Aku janji, kita akan sama - sama membantu orang susah." Jawab Via dan berjalan menuju lapangan basket menuju ruangan osis.


3 menit kemudian...


"Tha, bantuin kita dong bujuk Via masuk Paskibraka. Dia jago dalam baris - berbariskan?" Pinta seorang anak cowok yang sangat familiar.


"Dim, nggak janji yah. Via itu anaknya unik loh." Jawab cewek yang disapa.


"Masa seorang Renatha yang sahabatan dari Novia Heidy ngga bisa bantu? Soalnya seorang Dimas sudah mentok nih."Kata Cowok yang bernama Dimas pergi meninggalkan Renatha.


Via yang melihat Renatha di ujung koridor ruangan osis. Langsung berlari menghampiri Renatha.


"Thataaaa..." Jerit Via yang menggema ke seluruh ruangan.


"Oiiit..." Jawab Thata dengan sekedarnya dan masuk ke ruangan osis lalu duduk di sofa.


Via yang diruangan osis berberes untuk pergantian calon ketua osis yang baru.


"Viii, kalau aku yang minta kamu ikut Paskibraka apakah kamu mau?" Tanya Thata tiba - tiba memecah keheningan.


"Enggak, buat apa? Aku kan tidak bisa." Jawab Via sambil melengos untuk bersihin meja dari kertas - kertas.


"APAAN SIH NGOMONG NYA!" teriak Via yang membuat nya melotot dan melempar barang.


"Iyah, boleh kan aku lihat sahabat ku masuk Istana Negara trus kibarin bendera?" Bales Thata dengan santai namun gelisah karena melihat muka Via.


"Kalau aku masuk Paskibraka nanti kita ga bisa belajar bareng untuk ambil jalur PMDK ke Universitas Indonesia." Bales Via yang sudah menurun kan intonasi suaranya.


"Kan keren kalau kamu kibarin Bendera di Istana Negara. Aku mau lihat kamu intinya di Istana Negara, titik!" Kata Thata dan pergi dari ruangan osis.


Sementara Via masih emosi dengan keputusan sepihak dari Thata. Dengan keterpaksaan akhirnya Via masuk ke Tim Paskibraka Nasional. Hingga terpilih menjadi pasukan pembawa baki pusaka. Namun ketika detik - detik upacara 17 August, Nangroe Aceh Darussalam memutuskan masuk menjadi bagian NKRI kembali, Via diganti dengan anak yang berasal dari daerah Aceh.


Selama itu pula kesehatan Thata menurun karena penyakit Leukimia yang sudah dia derita sejak kecil.


"Akhirnya kamu menepati janji juga Via. Terima kasih telah memenuhi ada di Istana Negara." Kata terakhir Thata ketika melihat penurunan bendera pusaka. Dan berhembus lah nafas nya yang terakhir tanpa kesakitan.


niiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn bunyi alat yang ada di sebelah Thata. Semua mata sontak melihat langsung menjerit.


Drrrrrrrrrrrttttt....Drrrrrrrrrrrrtttt bunyi SMS dari Andrew pacar nya Thata.


Andrew: Thata sudah pergi ke surga dan berjuang dengan hebatnya. Thata di RS Dharmais - Jakarta.


Begitu membaca SMS dari Andrew, Via langsung berlari keluar dan mencari transportasi menuju Dharmais. Dengan langkah kencang dia tidak perduli siapa pun yang memanggilnya. Yang ada dipikiran nya adalah kapan sampai di RS Dharmais.


Begitu melihat ojek, Via langsung minta di antar ke RS. Dharmais lengkap dengan servesrgam Paskibraka*. Menuju ruangan perawatan. Dan menjerit histeris hingga semua menenangkan Via.


*Paskibraka \= Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.


"Tha, bangun. Jangan bercanda deh. IINI GAK LUCU!" teriak Via yang emosional.


"Thaaaaaa bangun gak, aku bilang bangun. arrraaaaaaaggggggggggvkkkkkk" Teriak Via sehingga pembuluh darah di sekitar mata pecah sangking kuat nya.

__ADS_1


Dokter hanya bisa menenangkan Via dengan menyuntikan obat penenang agar bisa terkendali. Mama nya Thata langsung memeluk Via yang terpukul berat karena kehilangan Thata.


"Viii, ini buku nya Thata. Lalu ini juga Video sebelum dia pergi." Kata Mamanya Thata yang terpukul melihat Via yang masih nangis dan tidak mau pergi dari sisinya Thata.


Hingga diacara penutupan peti, Via diminta untuk memberikan kesan tentang Thata.


"Kami memohon hormat untuk adik tercinta Novia Heidy untuk memberikan kesan dan pesan. Waktu dan tempat dipersilahkan." Kata Bapak Pendeta yang memakai baju warna warni sesuai permintaan Thata sebelum meninggal.


"Kesan saya? Saya Tidak bahagia dia pergi seperti ini! Kemana Tuhan yang Thata sembah? Tidur? Pesan nya, kalau Bapak pendeta bilang iman secuil bisa memindah kan gunung. Apakah bisa membangkitkan Thata? Kata Via dengan muka bengis penuh kebencian. Memberikan Mic setelah memberikan kesan dan pesan.


Sontak semua orang disana langsung terdiam dan mulai menjadi perbincangan. Sementara Mamanya Thata mengerti keadaan Via sekarang dikarenakan Via dan Thata temanan sejak kecil. Mereka kemana - mana berdua. Via yang pemalu Thata yang pemberani. Apalagi pekerjaan orang tua Via sebagai Duta Besar yang sering berpindah tempat dan jarang bertemu dengan Via, membuat Via menjadi anak yang pendiam dan murung.


Via yang sedari kecil sudah dititipkan kepada neneknya yang Bandung. Lalu bertemu dengan Thata dan berteman.Thata yang supel dan riang, serta tidak menimbulkan kecurigaan kalau Thata mengidap penyakit serious, Thata seperti anak normal lain nya yang terus riang dan penuh energy. Bahkan Thata kapten basket dan pemegang sabuk master sabuk hitam Judo, jadi sangat tidak kelihatan kalau ThataThata mengidap Leukimia. Kehilangan Thata membuat Via kehilangan separuh nyawa.


Sejak kehilangan Thata, Via kembali diam dan murung. Beberapa kali mencoba aksi bunuh diri namun di gagalkan terus oleh Dewin teman daripada kakak Via yang sedang bermain di rumah nenek nya Via. Karena kondisi Via semakin mengkhawatirkan akhirnya di bawa ke Singapore untuk rehabilitation. Dengan dokter specialist hingga sembuh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tanpa terasa air mata Via mengalir deras ketika mengingat Thata. Dengan mengelap air mata dan langsung bangkit dari kasur. Via menuju dapur untuk mempersiapkan barang - barang per bakingan. Karena permintaan semakin banyak. Dengan mengumpulkan tenaga untuk berdiri dan menghapus air mata yang sudah membanjiri mukanya.


" Sudah, itu sudah berlalu hampir 5 tahun Vi. Waktu sudah tidak bisa di putar." Kata Via dalam hati dan memotivasi dirinya untuk bisa move on dari kejadian hari itu. Kejadian yang sudah menjadi suratan takdir hidup.


Jakarta, 17 Agustus 2004,


*Biarkan Tuhan menuliskan kisah hidupmu sesuai dengan cara -NYA.


From your the best friend in universe


Renatha Sylvia Gunawan*


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


°


Please like and comment yah 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2