
Meladeni teman - teman Via yang meminta nya untuk berfoto bersama membuat Via sedikit terkuras tenaganya. Vika yang berjalan mendekat kepada Via sedikit susah menemui Via di tengah kerumunan yang ada.
"Viii, ayo naik ke panggung. Diminta nyanyi tug sama pembawa acara nya." Kata Talitha saat menghampiri Via.
Via akhirnya menyudahi sesi "mini" jumpa fans dan sedikit berlari ke arah panggung. Via diberikan mic untuk menyanyikan sebuah lagu.
Via bingung karena jarang menyanyikan lagu-lagu yang sedang hits saat ini. Erick dengan santai akhirnya memainkan lagu Beauty and the Beast yang sedang di putar dimana-mana karena film nya sedang mengudara di bioskop-bioskop seluruh dunia.
"Aku baru tahu kalau suara mu bagus, dan kamu bisa main piano." Puji Via setelah selesai nyanyi dipanggung.
"Kebetulan ajah kok, sama seperti pertemuan kita ini ternyata kebetulan juga." Balas Erick yang mengambil minuman soda buat nya dan teh kotak untuk Via.
"Hahaha, sok sinetron banget. By the way aku mau dong jadi duta Disneyland." Ledek Via ke Erick saat mereka turun panggung dan kearah meja makan.
Vika melihat Erick yang tersenyum lepas membuatnya semakin membara bak kebakaran hutan.
"Rick, watashi wa tabetai desu*." Kata Vika berusaha memisahkan Via dan Erick.
"Tuh, Rick. Vika mau makan. Sana temenin dulu, call me kalau penawaran ku di terima." Kata Via sambil berlalu.
"Ayo, makan. Katanya lapar." Ajak Erick ke Vika yang mulai kesal akibat ulah Vika lagi.
*watashi wa tabetai desu \= Aku mau makan*
Vika kaget mendengar Via bisa menggunakan bahasa Jepang dengan baik. Ternyata lawan Vika tidak semudah itu.
"Via itu anak mantan Duta Besar Indonesia. Wajar kalau Via bisa berbagai bahasa, Via fasih berbahasa Inggris, Korea, Jepang, Chinese, Arab, Spanyol dan Perancis." Puji Erick melihat Vika masih kesal dengan apa yang baru saja Erick beritahukan.
"Oooh.. Anak manja" Balas Vika yang masih bad mood sama Via.
Erick menikmati santapan makan malam bersama kawan-kawan nya. Hingga sahabatnya mampir bertemu.
"Rick, bantuin gue kenalan sama Novia Heidy. Elu kayaknya akrab." Tanya sahabatnya Erick yang sedikit memaksanya.
"Eh, Dickson. Kenalan mah kenalan ajah! Gue ajah baru tahu itu temen 1 angkatan kita." Kata Erick sambil mengunya terus makananya.
"Seriusan? Itu anak yang bikin heboh setelah sohib nya meninggal." Kata Dickson mencoba mengingatkan Erick mengenai Via.
Erick berfikir keras dengan apa yang Dickson katakan mengenai Via. Lalu Erick melihat Via duduk sama Andrew, muka Erick akhirnya menemui secercah informasi.
"Via si Juara Ujian National 2004 se Bandung. Dia anak Akslerasi Class, IPA 1." Kata Erick dalam hati yang sekarang menjadi anggota United Nations.
Vika terus memperhatikan Erick yang tetap menatap Via tanpa lepas sedikit pun.
"Jatoh kali ini mata. Gila yah, sampe segitunya." Sindir Vika yang sudah mulai bosan di acara renuian sekolahnya Erick.
"Nggak, baru sadar. Ternyata ada juga anak sekolah gue yang prestasinya membanggakan." Kata Erick lagi dan memandang Vika yang memasang muka cemberut.
"Prestasinya bagus, tapi kelakuan nya minus." Balas Vika yang memilih keluar gedung menghirup udara di luar.
Berada di balkon restaurant untuk mencari udara segar. Vika melihat Via yang berdiri di pojokan menatap kearah luar gedung. Vika sudah menyiapkan telephone selulernya untuk mengunggah ke dunia social media.
"Kali ini pasti gue dapet kelakuan minus elu." Kata Vika dalam hati yang sudah memendam dendam.
__ADS_1
Setelah 10 menit Vika memperhatikan Via, tidak terjadi apa-apa. Lalu menaruh kembali telephone selulernya dan ternyata tidak berhasil. Sementara Via masih menghadap keluar tidak bergerak sedikit pun.
"Vii, Andrew sudah selesai. Kita pulang yuk.." Panggil Talitha dengan lembut. Wajah Via terlihat senang dan menghampiri Talitha yang mengajaknya pulang.
Begitu juga Vika yang mengajak Erick pulang karena sudah bosan di acara tempat reunion sekolahnya Erick. Karena Vika mengajak nya pulang Erick ikut menurut karena Vika sudah 2 jam menemaninya.
Saat di parkiran restaurant mobil Andrew dan Erick tidak begitu jauh.
"Ndreeewww...." Teriak Erick membuat Andrew yang akan masuk mobil tidak jadi.
"Eh, Rick. What'sup!" Kata Andrew yang menyapa Erick balik.
"Kenalin istri gue Talitha, elu tau lah sebelahnya si Novia Heidy." Andrew memperkenalkan Erick ke istrinya.
"Hi, Erick. Lalu yang disebelahnya gak usah, kenal soalnya" Kata Erick ke istrinya Andrew sambil meledek Via.
Andrew sedikit berbincang mengenai pernikahan nya mengajak Erick mampir ke rumahnya. Namun Erick menolak halus karena harus mengantar Vika ke rumah nya. Erick melambaikan tangan nya setelah Andrew pergi berlalu.
Kini disadari akhirnya ketahuan kalau ternyata Via yang dikenal nya sekarang, adalah cetakan masa lalunya. Erick mengerti ternyata Dickson benar tentang Via.
"Hangout dimana?" Kata Dickson tiba-tiba di sebelah Erick dan ikut dalam mobilnya Erick.
"Vik, kenalin ini Dickson Wicaksono. Sahabat ku di SMU. Anggota boyband gak jelas." Kata Erick dan diteriaki oleh Dickson dengan suara yang khasnya.
"Pacar elu nih, Rick" Kata Dickson merubah suasana di dalam mobil.
"Sohib ajah, di kantor." Kata Vika memperjelas keadaan dan ada guratan kecewa dari Erick.
"Comblangin gue sama Novia Heidy dong. Gila, zaman gue sekolah sampai sekarang cakep nya nggak luntur." Oceh Dickson saat selesai menceritakan zaman sekolah.
"Follow Pinstagram nya Via gak?" Kata Erick sedikit membuat Vika memperhatikan muka Erick.
"Follow, tapi tidak di follow balik." Kata Dickson sedikit kecewa.
Dengan sedikit angkuh muka Erick yang memarkirkan mobilnya di coffeeshop ternama daerah Jakarta Selatan. Erick memperlihatkan Via sebagai salah satu followernya. Lalu memperlihatkan bahwa sempat berlibur bersama di Jepang.
"Seriusan? Ini Via! Gokil..." Jerit Dickson yang mengorek-ngorek foto dari Pinstagram Erick dan Via.
"Nih, Gue telephone Via di nomor pribadinya." Kata Erick semakin pongah kelakuan nya.
Drrrrrrrttttt.... Telephone Seluler Via bergetar dan nama Erick tertera disana.
"Halo Rick, kenapa?" Jawab Via dengan suaranya yang khas sedikit manja.
"Aku jemput kamu yah. Kita hang out yuk." Ajak Erick dan Vika kesal lalu meninggalkan Erick juga Dickson yang sedang menggoda Via.
"Nggak bisa Rick. Besok ajah, Via besok cuma bisa nya dinner. Kegiatan Via padet nih." Jawab Via saat menolak ajakan Erick untuk hang out.
"Besok jemput dimana?" Balas Erick yang membuat Via mau tidak mau menjadwalkan dinner dengan Erick.
"Besok, culik Via di J.W Warriott yah. Besok, ketemu sama Darrell, assistant Via." Jawab Via yang akhirnya disetujui oleh Erick.
Muka Dickson memerah kesal karena Erick bisa membawa keluar si Putri Malu dan kembang sekolah nya pada zaman tersebut. Erick akhirnya berbincang-bincang dan melakukan negosiasi antara lelaki yang akan melakukan percomblangan. Lalu sadar kalau Vika sudah pergi dan meninggalkan pesan lewat aplikasi WhatsApp.
__ADS_1
Vika: Gue balik dulu, kayaknya sang putri lebih penting daripada kepulangan kita yang kata nya mau quality time.
Pesan di WhatsApp membuat Erick tersenyum kesal. Bagaimana tidak, hatinya masih sesak akibat Vika hanya bilang sahabat.
"Rick, serious yah. Besok gue ikut, gue mau deketin Via nih." Kata Dickson yang menerawang keangkasa.
"Iyah. Besok, jam 5 sore kita harus on time, kalau nggak Via bisa di culik fans nya yang lain." Kata Erick sedikit meledek Dickson.
Malam semakin larut, Dickson tidak menyangka akan bertemu dengan bidadari yang sudah lama dia kejar. Pertemuan nya di Airport mengingat kembali wajah kesal nya Via. Membuat Dickson tertawa geli dalam hatinya.
Pagi-pagi Via sudah siap dengan serangkaian acara dari United Nations yang bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Via memindahkan barang-barang nya ke hotel J.W Warriott di daerah Mega-Kuningan Jakarta.
Begitu juga Dickson sudah membentuk otot-ototnya agar terlihat gagah dihadapan Via. Erick yang melihat Vika masih terlelap akhirnya memesankan sarapan dari kamar.
Pukul 17.00 Erick dan Dickson sudah tiba di J.W Warriott yang sudah di kordinasikan oleh Darrel.
Erick kaget melihat Via menggandeng Yudha, sontak Dickson langsung kecewa melihat pemandangan tersebut.
"Heeeeiii, Rick. Kenal kan sama Yudha." Sapa Via saat mereka bertemu.
"Kenal dong. Waktu itu pas ke London ketemu." Jawab Erick yang berusaha tenang.
"Aku sama Yudha tadi kebagian isi acara, nah sekalian ajah aku ajak Yudha Dinner." Oceh Via yang baru sadar ada Dickson di sebelah Erick.
"Oh, gak pa-pa. Aku juga sekalian bareng sama Dickson nih. Ada business yang akan di kerjasamain" Kata Erick dan menatap Dickson untuk berpura-pura menyetujui kebohongan Erick.
Via akhirnya mengikuti mobil Erick dari belakang bersama dengan Yudha. Sesampainya di restaurant masakan Indonesia, Erick menawarkan Via makanan yang enak.
"Rick, aku kesel loh. Karena kamu nggak mau jadiin aku duta Disneyland." Rengek Via yang berhasil membuat Erick mencubit pipinya dengan gemas.
Yudha melihat itu sedikit emosi dan mendeham kan suaranya. Erick sadar langsung bersikap professional.
"Boleh ajah, kalau Via tidak sibuk. Kita bisa bicara empat mata." Ledek Erick yang akhirnya disetujui Via dan langsung menlihat jadwalnya.
"Via, minggu depan ke New York, abis itu bisa libur semingg. Jadi Via bisa ke California nginep di Disneyland lagi. Bagaimana?" Kata Via memberikan Jadwalnya.
Erick mengangguk setuju dan mereka berempat akhirnya makan bersama. Sekaligus menceritakan kegiatan masing-masing. Via pamit pulang dan diantar oleh Yudha sementara Erick dan Dickson duduk di mobil dengan wajah kecewa.
"Kayaknya elu nggak jodoh sama Via. Buktinya mantan nya Via ikut dalam makan malam ini." Ledek Erick ke Dickson yang sudah melepas jas nya.
"Gue ikut ke Disneyland, pesenin kamar sebelah Via juga." Kata Dickson yang tidak mudah menyerah dengan pilihan nya.
Erick hanya geleng-geleng kepala melihat Dickson dan mengantar sahabatnya kembali ke apartment nya lalu Erick menemui Vika yang sudah menunggu nya di Hotel.
°
°
°
°
Like, comment, love dan Vote yah teman-teman.
__ADS_1