Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Aku Dan Masa Lalu Ku...


__ADS_3

Karena hari semakin malam dan Erick pun mulai pamit untuk mengantar Via. Kakek dan nenek nya Erick sedih karena Via harus cepat kembali. Erick melihat tukang nasi goreng pinggiran jalan dan memberhentikan mobilnya lalu memesan 2 porsi nasi goreng.


"Vi, tadi kamu gimana?" Tanya Erick yang sedikit bimbang.


"Aku tidak perduli masa lalu mu. Karena aku masa depan mu. Jangan di ulang yah..."Kata Via yang menyeruput teh manis hangat.


" Via, aku dan Vika itu pasangan yang tidak ada status. Sejak zaman kuliah, kami berdua pun tinggal bareng."Kata Erick yang mulai jujur dengan masa lalunya.


"Bukan kah aku janda yang tidak bersertifikat?"Balas Via yang menatap dalam mata Via.


Erick tersenyum dan memeluk Via dengan kencang sekali. Bahkan membuat Via terkaget karena pelukan Erick.


"Aku tahu semua, kamu tidak usah cerita. Aku tahu selama 3 tahun bersama Dewin kamu tidak pernah di setubuhi oleh Dewin. Aku akan menjaga hingga tarikan nafas aku membacakan perjanjian nikah dalam 1x tarikan nafas ku dan seumur hidup."Jawab Erick membuat hati Via terasa damai dan tenang.



Nasi goreng pun terasa nikmat dimakan berdua. Via mulai mempersiapkan diri untuk acara Sangjit*. Erick pun menjalani di pingit oleh kedua orang tua Erick. Namun lain dengan Via yang memang sibuk di Bandung karena harus menyelsaikan beberapa tugas penting.


*Sangjit adalah prosesi seserahan dalam budaya Cina dimana mempelai pria datang membawa persembahan untuk pihak mempelai wanita. Prosesi ini biasanya diadakan setelah lamaran dan sekitar satu bulan hingga satu minggu sebelum pesta pernikahan.*


Semenjak viral nya foto Via di social media. Via menerima banyak panggilan untuk interview baik media lokal, television dan cetak. Lagi-lagi Via menolak secara halus karena acara pernikahan Via sebentar lagi.


"Iyaaah, ada wartawan mencari mu. Kamu mau ketemu tidak."Tanya Omanya Via saat ada tamu yang mengaku adalah media cetak Jakarta.


Dengan muka datar khas Via yang sudah biasa. Via menemui sang reporter tersebut dan meminta maaf karena lagi tidak dalam kondisi fit. Via pun berjanji jika sudah keadaan fit akan menghubungi reporter tersebut wawancara exclusive.


Selesai mengusir halus reporter dari media massa, Via kembali menata kerjaan yang sempat terbengkalai. Erick yang dalam sambungan video call melihat kerjaan Via yang membeludak. Ada rasa keinginan untuk memeluknya.


Tooookkk Tooookkkk.....


Assistant rumah tangga Via mengetuk pintu dan menanyakan apakah boleh masuk. Via membuka pintu tersebut dan tersenyum.


"Ini ada paket mbak. Dari pak Erick katanya..." Kata assistant rumah tangga Via.


"Ini satu buat kamu, ini satu buat aku. Terima kasih yah mbak."Balas Via kepada assistant rumah tangga Via. Sang assistant bingung kenapa Via baik sekali.

__ADS_1


Erick yang melihat dari Video pun tersentak kaget. Setelah Via mulai menyeruput minuman kopi kekinian dengan tulisan aku rindu kamu.


"Aduh aku di gombalin yah. Sama suami ku di Jakarta." Ledek Via yang membuat Erick tertawa karena perkataan Via.


"Kamu yakin kasih assistant rumah tangga mu? Kalau itu B2 Bagaimana?" Tanya Erick dengan sedikit serious mengerjai Via.


"Aaah serious kamu?" Tanya balik Via dan...


"Mbaaaaaaaaaaaakkkkkkk" Teriak Via lalu membuka pintu kamar.


Tampak lari dengan terpogoh-pogoh menghampiri Via. Melihat assistant rumah tangga nya datang, Via langsung...


"Kamu dah makan belum yang aku kasih. Kamu jangan makan yah. Kasih kucing liar ajah... Itu B2 kata Erick."Perintah Via yang membuat sang assistant rumah tangga kaget.


"Baik mba, itu isi nya sih kue gemblong mba. Goreng nya pakai minyak **** yah?" Tanya sang assistant rumah tangga.


Via yang mendengar tersebut langsung mendekati telephone seluler nya yang masih terhubung video nya dengan Erick. Sementara Erick sudah terpingkal-pingkal melihat kelakuan Via.


Dengan gelengan kepala akhirnya menyuruh assistant rumah tangga Via untuk membuangnya. Takut itu menggunakan minyak B2 saat menggoreng nya. Walaupun belum tahu kebenaran nya dari Erick. Memang kue gemblong tidak di goreng menggunakan minyak B2.


"Udah ketawa nya, ini tidak lucu loh sayang."Kata Via dengan muka sangat-sangat serious.


Via menulis status di story gram nya dengan kata-kata seperti ini:


..."Jika kamu ingin bercanda dengan seseorang, pastikan bercandaan mu tidak merugikan nya. Jika cara bercanda mu menyakiti perasaan nya, bukan kah kamu menghakimi orang yang kamu bercandai. Karena setiap manusia hakekat nya bukan kamu seorang melainkan setiap yang bernafas. Kaya, miskin, tua, muda, pintar, bodoh lelaki atau perempuan bahkan kaum LGBT semua berhak di hargai. Saya tidak pro mana pun melainkan MEREKA JUGA MANUSIA MEMPUNYAI HAK YANG SAMA. Bencilah dengan dosa nya tetapi rangkulah manusia nya. Jangan kita merasa jijik." - Novia Heidy- ...


Erick membaca story gram tersebut merasa tidak enak hati lalu meminta maaf sama Via.


"Rick, aku memperjuangkan hak setiap orang dan merangkul semua manusia. Tapi suami ku malah begini."Ucap Via dan mulai menangis dan membuat hati Erick hancur.


" Maafin aku, aku khilaf Vi. Please, kamu jangan gitu yah."Bujuk Erick yang sudah kebingungan dengan suara tangisan Via.


" Please, do not do this again. Aku bakalan marah jika bercanda mu begitu. Isu itu yang bikin kita perang nanti."Kata Via lagi mengingatkan Via.


Setelah Via menaikan isu itu di story gram nya di Indonesia banyak yang bilang Via pro LGBT. Sementara seluruh dunia mendukung tindakan menyamaratakan hak asasi manusia. United Nation pun memberi tepukan tangan untuk tindakan Via kali ini yang keluar dari zona aman.

__ADS_1


Selama seminggu lebih Via tidak bertemu langsung dengan Erick. Akhirnya Via menjalani proses Sangjit. Kali ini Via memilih rumah dan mendekorasi rumah nya dengan bantuan Vendor yang selalu di supervisi dengan Via.



Sebentar lagi Via akan melepas dengan benar masa sendiri nya dengan orang yang sangat Via sayangi. Via sekali lagi memastikan bahwa semuanya sesuai dengan protokol Via. Tidak ada boleh media selain jasa foto dan video yang sudah Via siapkan. Jadi selama prosesi untuk telephone seluler tidak diperkenankan buat mengambil gambar.


Meja seserahan sudah rapih, tinggal Via yang akan di dandani make up artist. Via memakai baju qipao untuk memulai acara nya. Karena sudah ada kesepakatan Via dengan Ayi pembuat qipao* yang Via pakai saat ini. Selesai acara pemberkatan pernikahan Via akan memosting semuanya suai janji Bia sama sang Ayi tersebut.



Wajah Via dibuat ke oriental an sesuai dengan bentuk mukanya yang bulat. Nampak Via berbeda dari biasanya. Bahkan sang mama kaget melihat Via lebih cantik dari waktu bersama Dewin.


"Adek, Cantik banget." Puji Bunda yang kali ini Via bisa terima setelah kejadian kehilangan sang ayah. Via datang ke omanya untuk memberitahu bagaimana dengan dandanan Via kali ini.


Oma Via sangat senang bisa melihat cucu nya yang terakhir menikah. Prosesi acara sudah mulai dan Via mulai mengikuti. Via diajari oleh sang vendor untuk mengikuti tata krama yang dibuat.



Via mengucapkan terima kasih lalu memberikan teh buat kedua orang tua Erick. Lalu bergantian dengan orang yang di tuakan keluarga Erick. Setelah itu Via memberikan teh untuk keluarga Via dan kakak-kakaknya.


Selesai acara badan Via terasa patah tulang namun bahagia. Erick yang melihat Via memegang pinggang nya mulai membantu memijit-mijit Via.


"Untung, sekali seumur hidup begini. Coba kalau tiap tahun? Badan Via ancur nih." Keluh Via yang membuat Erick tertawa.


"Justru aku senang kalau tiap hari. Bagus dong, untung kita dapet modal buat nikah." Ledek Erick yang membuat Via menggeleng-gelengkan kepalanya.


Via akhirnya beristirahat bersama Erick karena besok Via dan Erick mengucap sumpah sehidup semati.


°


°


°


°

__ADS_1


Huaaaa... Akhirnya bisa tembus di episode 100. Terima kasih buat dukungan nya, terus like ceritanya lalu komen ceritanya juga love novel nya dan vote ceritanya.


Terima Kasih....


__ADS_2