
Setelah acara makan malam keluarga Prof. Bjorn dan Prof Cho. Membuat Giselle tidak patah semangat untuk membujuk Via menjadi chef nya untuk di restaurant nya Giselle. Sepertinya Via masih sibuk sebagai delegasi United Nations menjadi alasan terbesar Via menolak ajakan dari Giselle untuk berkolaborasi.
Keesokan harinya Via dan Prof. Cho Song Hwa berjalan - jalan ke pasar di Bern.
Via sibuk memilih bahan - bahan makanan yang akan menjadi olahan masakan nya untuk pernikahan Felly dan Krishna. 2 sahabat baru nya sekaligus pelanggan setia saat Via membuka private restaurant.
Drrrrrrrrrttttt.... WhatsApp Via bergetar...
Yudha: Morning...
Via: Morning....
Yudha: send IMG-9010
Via: Enjoy with ayank and bebih...
Balas Via ke chat Yudha saat mengirimkan gambar Gerry dan Widia sedang berada di London bersama dengan pasangan mereka.
Via masih sibuk dengan daftar bahan - bahan yang akan di beli. Prof. Cho sibuk memilih dekorasi rumah untuk musim panas tahun ini. Merubah sedikit tatanan yang ada.
"Mom, bukan kah besok mommy mau bikin acara?" Tanya Via saat mendekat ke Prof. Cho yang sibuk memilih bunga - bunga kering untuk hiasan.
"Iyah, Mommy akan undang beberapa teman untuk makan malam di rumah." Jawab Prof. Cho yang masih focus memilih bunga - bunga kering.
"Kalau begitu aku akan masak yah, soalnya aku mau test rasa buat catering nya temen ku." Kata Via sedikit memohon kepada Prof. Cho.
"Baiklah. Mom mengerti kok." Balas Prof. Cho ke Via dan mulai berganti ke toko - toko lain nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
London...
"Yudh, ayo kirim foto yang tadi yah. Kirim ke WA gue yah." Teriak Gerry saat melihat hasil photo dari telephone selulernya Yudha.
"Gue juga Yudh. Biar gw pajang di Pinstagram." Ucap Widia yang ikutan nimbrung saat Gerry meminta foto tersebut.
Yudha pun mengirimkan foto hasil tadi supaya tidak berisik orang-orang ini pengabdi konten Pinstagram. Gerry senyum - senyum melihat hasil foto yang baru saja di berikan.
"Andai Via ada disini pasti Via lah yang paling rusuh dengan hasil akhir foto tersebut." Kata Gerry sambil terus memandangi foto yang Yudha kasih.
Claudia melihat suaminya sedang memandang foto dan tersenyum membuat Claudia semangat.
__ADS_1
Karena sejak kehilangan Via, Gerry lebih banyak diam membisu. Akhirnya Gerry bisa tersenyum membuat Claudia lebih lega.
"Clau, kalau suatu saat Via kembali. Sepertinya elu harus berlapang dada." Kata Widia tiba - tiba mengagetkan Claudia yang memperhatikan Gerry.
"Emang, Via sudah di temukan?" Tanya Claudia sangat hati - hati kepada Widia.
Widia menunjukan foto profile WhatsApp Via yang terbaru. Bahkan Via baru saja membuat dunia terkejut dengan kehadiran nya di dunia social media Pinstagram. Hati Claudia hancur seketika ketika melihat apa yang Widia berikan ke Claudia, dan berfikir sepertinya pernikahan Claudia akan segera berakhir dengan Gerry.
Widia tanpa rasa bersalah melihat reaksi Claudia yang gugup dan bingung.
"Clau, gue ngerti elu cemburu. Tetapi tidak lah bijak jika elu menutup semua info tentang Via ke Gerry." Sindir Widia ke Claudia dan pergi menghampiri Gerry juga Jerias yang duduk di depan Television menyaksikan pertandingan bola kesayangan mereka.
"Yeaaaaaaaayyyyy..... Viva Barca." Teriak Jerias menggema ke seluruhb ruangan sebagai pendukung Barcelona melawan Real Madrid.
"Aaaarghk, tenang gue percaya match minggu depan Real Madrid akan menang." Balas Gerry yang tidak mau kalah dengan Jerias. Jiwa competition nya terusik.
"Guys, sebentar lagi kita akan tersambung sama seseorang penting." Teriak Yudha yang tiba - tiba membuat hening ruangan karena bingung.
Yudha menyambungkan Video Call menggunakan Skype. Lalu Gerry dan Widia bingung karena tumben Yudha berlaku seperti ini.
KRIIIIIINNNNNNNNNGGGGG KRIIIIIIIINGGGGGG
"Halo orang penting" Sapa Yudha yang menunggu Via menyalakan camera depan nya.
"Halo semua, apa kabar nya?" Balas Via yang tersenyum melihat semua sahabatnya.
"Halo ayang dan bebih" Balas Via dengan senyum khasnya yang memamerkan kedua lesung pipi nya.
"Udah, ngilang nya? Bagus gak bunuh diri ini anak." Omel Widia yang sudah mulai emosi karena ulah Via.
Via hanya tertawa mendengar ocehan Widia yang tidak berhenti sama sekali. Lalu sesekali melirik Gerry yang masih tampak kesal dengan tingkah nya Via.
"Jadi kapan kita ketemu?" Kata Gerry tiba - tiba setelah Widia ngoceh sepanjang tadi. Lalu Via terdiam tidak bisa bicara.
"Nanti yah, setelah Via latihan Thai Boxing. Via kan takut nanti di jambak sama bebih." Jawab Via masih tersenyum.
Gerry keluar dari ruang tamu yang seakan sesak dan membuat Gerry terhimpit. Ada banyak pertanyaan yang akan Gerry tanyakan ketika bertemu Via. Setelah ulah Via yang membuat nya berfikir sempit.
Claudia semakin kacau pikiran, karena melihat Via masih memunculkan wajah nya. Widia memegang tangan Claudia dan memberitahukan ke Via kalau Gerry sudah menikah dengan Claudia. Rona muka Via tidak bisa di bohongi jika Via kecewa namun ditutupi dengan kata-kata yang menyemangati Claudia.
"Wah, udah hamil belum Clau? Apa Gerry sibuk terus?" Tanya Via yang menutupi rasa sedih nya, jelas sekali dahulu Via menginginkan Gerry namun apa daya Gerry lebih memilih Claudia. Seandainya saja Gerry sedikit berani. Mungkin Via akan...
Pikiran Via jadi melayang jauh dan membuat Widia memanggil nama Via berulang kali.
"Yes, Bebih." Jawab Via yang kembali dengan pikiran nya saat ini.
"Kapan kita ketemu secara bertiga?" Tanya Widia yang penasaran dengan jawaban Via kali ini.
__ADS_1
"Via akan ke London bulan depan. Kalian sekarang tinggal di London kan?" Jawab Via yang kembali menanyakan alamat mereka semua.
"Gue di London, sementara si Gerry di Manchester City. Jadi mau di jemput apa bagaimana?" Kata Widia berusaha mendesak Via dengan jawaban pasti.
Via hanya tersenyum sekali lagi dan tidak memberikan jawaban apapun ke Widia saat ini.
"Gue jemput Via deh, biar Via aman ke London nya. Bagaimana nona manis?" Tiba - tiba Yudha memotong pembicaraan Widia dan Via.
"Hmm, gak usah Yudh. Jemput di airport Heathrow Airport ajah." Kata Via yang menginfokan kedatangan nya.
"Sadar bikin salah sih. Jadinya langsung datang yak?" Kata Gerry yang mulai menyindir Via dengan sejumlah kata-kata pedasnya yang Gerry pendam selama 5 tahun lebih.
"Iyah, Via banyak salah nya sama kalian. Maafin yah. Via gak akan ulangi kedepan nya lagi.." Ucap Via lalu menundukan kepala tertanda Via sangat bersalah karena tindakan nya selama ini.
1 jam berbincang dengan Via melalui Skype membuat Widia dan Gerry melakukan diskusi kecil di ruang belajar Widia.
"Ger, selesain masalah elu sama Via bener - bener selesai. Inget, sekarang elu punya Claudia yang sudah nemenin elu selama ini." Penjelasan Widia yang mempertegas apa yang menjadi permasalahan Gerry dan Via selama ini.
"Iyah, Wid. Gue selesain semua." Jawab Gerry dan entah mengapa Gerry...
"Jujur ama gue, elu sama Via terakhir bagaimana?" Tanya Widia yang mulai mengorek luka lama sama Via. Gerry mulai bingung untuk menceritakan kejadian Gerry dan Via di hotel saat itu.
Gerry menatap langit - langit ruang kerja Widia dan Jerias. Lalu menatap pedih muka Widia yang terus menerornya.
"Gue melakukan hal terbodoh dengan melampiaskan kebodohan gue sama Via." Kata Gerry mengawali cerita dan kembali membuka luka lama. Luka yang Gerry dan Via juga Tuhan yang tahu.
"Bener kan tebakan gue. Jadi Via pergi gegara elu kan Ger!" Omel Widia dan kaget melihat Widia nangis. Dengan cepat Gerry memeluk Widia dan meminta maaf atas kebodohan nya.
Kebodohan karena tidak bisa memperjuangkan Via saat itu. Malah membuat kesalahan besar sehingga menambah masalah menjadi besar.
"Maafin gue, Wid. Jujur gue bingung saat itu dan tidak bisa berfikir realistis." Jawab Gerry yang mulai tenang dengan keadaan hatinya saat ini.
"Jujur yah, Ger. Gue bingung sama kelakuan elu, mestinya masalah ini tidak terjadi. Bahkan Via tidak perlu sama lelaki yang gak jelas macam Dewin." Balas Widia yang mulai mencecar Gerry dengan tuduhan - tuduhan yang sudah lama Widia pendam.
"Setelah ini kita akan beresin yah bebih. Gue jamin tidak akan ada yang terluka. Karena kita sudah dengan pilihan masing-masing." Kata Gerry berusaha menenangkan Widia yang masih terbawa emosi karena ulah Gerry.
Setelah berbicara dengan Widia secara empat mata. Gerry dan Widia kembali ke ruangan TV dimana orang-orang masih menonton siaran olahraga lain nya. Claudia berusaha tegar dengan kejadian hari ini. Gerry dan Widia berusaha menyusun kata-kata yang akan dilontarkan ketika bertemu dengan Via.
°
°
°
°
°
__ADS_1
Terima kasih telah membaca cerita #triplet07 yang sebentar lagi akan reunite. Yuk, di Like, Love, Vote ceritanya. Biar author semangat untuk menulis cerita ini yang di angkat dari cerita asli teman kakak nya author.