Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Dyandra Gautama


__ADS_3

Via membaca laporan yang diberikan oleh teman nya mengenai kecelakaan tahun 2004 silam. Bahwa mayat Dyandra tidak diketemukan oleh warga sekitar.


"Kalau begitu benar feeling ku. Dyandra masih hidup kalau begitu." Kata Via dalam hati saat membaca ulang apa yang di dapatnya.


Wajah lelah Erick saat terlelap di sofa membuat Bia merasakan kasihan. Lalu Via mendekat ke jendela dan menghadap langit.


"Tha, kasih aku clue untuk memecahkan masalah ini." Tanya Via dalam hati yang membuat nya mengeluarkan air mata.


Berkali-kali Via membolak - balikan berkas yang masuk. Membuat Via semakin teliti dengan perbuatan Dickson kali ini. Semalaman Via tidak tidur membuat nya di pagi hari terlelap tidur.


Dokter membiarkan Via tertidur tanpa obat untuk melihat hasil reaksi tubuh Via. 3 hari berlalu akhirnya Via diperbolehkan pulang. Sementara Via juga diminta kepolisian untuk menjelaskan kejadian kecelakaan Via.


"Terima kasih buat bantuan nya bapak-bapak semua." Sapa Via setelah memberikan keterangan kepada polisi.


"Sama-sama Novia Heidy..." Jawab orang-orang di kantor polisi tersebut. Dimana semua anggota berebut untuk foto bareng Via.


Sikap Via kali ini banyak perubahan membuat Erick sedikit terkaget. Via yang menyembunyikan sesuatu dari Erick. Rasa penasaran Erick kali ini memuncak dan menanyakan Jerias. Memalui sambungan telephone.


"Jer, ini serius Via dan Widia lagi ada apa?" Tanya Erick diujung telephone.


"Via tahu kalau Dickson sengaja membuat kalian kecelakaan." Kata Jerias membuka kartu Dickson.


"Gak bohong kan?" Tanya Erick saat Jerias menyebut nama Dickson.


Kali ini Jerias menjelaskan duduk permasalahan nya. Hingga akhirnya Jerias memberikan kesimpulan menurut Jerias lihat. Widia dan Gerry tidak akan ikut campur jika Via tidak meminta mereka.


"Jadi semua sudah siap untuk membawa Dickson ke penjara?"Kata Erick yang berusaha memastikan kalau ini tidak gertakan sambal Via.


"Via dalam kasus hukum tidak pernah main-main, Rick." Balas Jerias yang mengakhiri perbincangan nya dengan Erick.


Erick terdiam karena merasa tidak bisa membantu Dickson kali ini. Semua bukti sudah di pegang Via dan Erick tahu benar jika Via berurusan dengan pihak berwajib akan diusut hingga tuntas - setuntasnya.


Namun lain pihak Via sedang menunggu laporan dari teman nya yang menanyakan keberadaan Dyandra. Dengan bantuan pemetaan dari mimpi Via akhirnya sampai juga di desa yang di maksud.

__ADS_1


"Permisi, saya mencari teman saya yang berwajah seperti ini." Tanya wanita muda yang menunjukan foto Dyandra.


"Oh neng Dian. Itu rumah nya, nah itu anak nya yang lagi main."Jawab ibu-ibu yang sedang menyapu halaman.


Wanita tersebut akhirnya menghampiri anak perempuan yang persis mukanya dengan Dickson. Sedikit kebule - bule an dan mempunyai senyuman manis dan menggoda.


"Permisi, saya mencari ibu Dian dimana yah?" Tanya Wanita tersebut dan sang anak kaget melihat ada yang mencari ibunya.


"Ibu nyari mamah saya ada apa yah?" Tanya balik anak nya.


"Saya mau mengajak mama mu kerja."Jawab si wanita tersebut.


Setelah berbincang akhirnya Dyandra keluar, wajah nya masih cantik seperti foto yang Via kirim. Dyandra menanyakan siapa wanita yang menyapa anak nya.


"Permisi, maksud nya ada aapa yah.." Tanya Dyandra yang sedikit ketakutan saat ada orang mencarinya.


"Perkenalkan nama saya Hellena, saya bekerja di pusat mode Jakarta, saya ingin sekali bekerjasama dengan mba Dyandra." Kata Hellena orang yang disuruh Via.


"Bisakah kita berbicara di dalam?" Kata Dyandra sedikit shock dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Hai Dy, apa kabar?" Tanya Via saat Dyandra sudah menenangkan diri.


"Baik Via. Kamu kenapa?"Balas Dyandra yang melihat keadaan Via saat ini.


"Aku hanya pemeriksaan rutin kok, oh yeah. Tidak usah takut, kamu akan diurus sama Hellena." Kata Via mencoba menenangkan Dyandra.


"Baik Vi, aku percaya sama kamu. Hellena sudah cerita. Aku nunggu kamu ke Indonesia yah." Jawab Dyandra lagi dan mengakhiri pembicaraan nya dengan Via.


Semua sudah tersusun rapih, Via dengan cepat memberikan data-data kepada pihak Imigrasi USA. Agar menghentikan Dickson jika dia melakukan pelarian ke luar negri. Bahkan Via meminta persetujuan KBRI untuk memproses pelanggaran hukum.


Gerry mendampingi Via saat di panggil oleh kepolisian untuk memberi keterangan lagi. Kali ini Widia harus di London karena kondisi hamil.


"Semua sudah sesuai procedure, dan sudah bisa menjerat Dickson dengan pasal berlapis." Kata kepala polisi setempat.

__ADS_1


"Terima kasih pak, kami tunggu konfirmasinya." Kata Gerry saat menuju keluar kantor polisi.


Via dan Erick sudah berada di mobil dan menuju apartment Erick. Mereka bertiga tidak habis pikir apa yang mendasar dari motif nya Dickson mencelakai Via dan Erick saat itu.


Jalanan Los Angeles kali ini bisa dibilang terlihat sedikit sepi. Hamparan pohon-pohon yang kering akibat musim dingin. Tidak lama mereka sampai di apartment Erick dan memberesi pekerjaan yang sempat tertunda. Erick menitip Via dengan Gerry karena ada pekerjaan Erick yang harus di selesaikan di kantor.


"Tenang, istri elu aman sama gue. Gak usah cemburu sama gue juga. Udah berakhir juga kisah gue dan Via." Kata Gerry saat melihat Erick memeluk Via begitu eratnya.


"Gue percaya kok Ger. Lagi pula gue percaya hati Via cuma buat gue." Balas Erick yang tersenyum ke Gerry.


Setelah Erick pergi ke kantor dan meninggalkan Via dengan Gerry berdua. Erick menyalakan cctv yang bisa mendengarkan pembicaraan mereka tanpa mereka sadar.


"Vi, elu serius buat ngebantai kali ini?" Tanya Gerry saat duduk di sofa menghadap laptop kerja nya.


"Mata ganti mata, nyawa ganti nyawa."Kata Via yang menyesap susu kesukaan nya.


"Yah, ini sahabat suami elu loh. Dan ini bakalan merusak hubungan keluarga." Kata Gerry berusaha meyakinkan tindakan Via.


"Ger, kalau dia hanya membahayakan aku saja. Itu masih aku ampuni. Tapi dia membahayakan orang yang aku sayangi. Mati ajah dia!"Jawab Via yang sudah merasa tiada ampun bagi Dickson.


Erick yang melihat dan mendengar percakapan kali ini. Hanya terdiam dan tidak bisa betfikir sedikit. Apalagi Erick kaget saat Via menyebut Dyandra masih hidup dan mempunyai anak.


Wanita yang pernah Erick suka namun mengalah buat Dickson. Bayangan dimana Dyandra nangis saat mengetahui Dyandra hamil akibat ulah Dickson. Sehingga di sekap oleh Dickson, lalu di bebaskan oleh Via.


Kecelakaan pun kejadian yang sama saat Dyandra pergi bersama dengan Dickson ke Jakarta. Tenggorokan Erick terasa kering sekali mengingat saat kejadian dirinya kecelakaan dan saat itu ada Dickson yang ada di negara ini.


°


°


°


°

__ADS_1


Yah di like dan love cerita nya juga novel nya. Semoga menikmati ;)


__ADS_2