
Widia datang lalu disusul oleh Via yang masih tampak kecapekan karena jalan kaki menuju ke kantor polisi. Gerry langsung duduk lemas karena bahagia, melihat wajah Via masih utuh dan selamat.
Erick pun merasa lega dengan melihat Via yang kembali. Well, akhirnya Universal Studio tidak jadi pergi akibat ulah Via yang ngambek berakhir nyasar. Benar - benar menegangkan melihat Gerry dan Widia panik mendengar Via hilang. Saat Erick menceritakan Via tidak bersamanya.
"Pasti ini bukan yang pertama kalinya." Kata Erick dalam hati. Melihat Via sudah istirahat di kamarnya, akhirnya Erick memutuskan untuk jalan - jalan sore sambil menikmati arus hilir mudik nya Beverly Hills di kala sore.
Erick melihat Pinstagram Vika yang menampilkan Vika lagi bersama dengan rekan-rekan nya melakukan trip ke Kabira. Erick pun langsung menelpon Vika di Kabira-Jepang dengan perbedaan waktu yaitu 16 jam lebih dulu dari Erick yang ada di California.
Drrrrrrt.... Suara getaran telephone seluler Vika berdering.
"Ohayoo.. Vika-chan." Sapa Erick di Ujung telephone dan mengalihkan ke arah Video Call.
"Ohayoo.. Erick-san. Genki desuka*?" Jawab Vika yang ada di ujung sana.
*Genki Desuka \= Apa kabar. Genki Desuka dipakai kata slang untuk kata apa kabar sesama teman.
"Genki dayo. Sudah breakfast?" Tanya Erick yang senang melihat wajah Vika.
"Belum, ini mau makan dulu. Well, kamu kenapa?" Tanya Vika yang melihat muka Erick sudah merona karena berbicara dengan Vika.
Namun ketika ingin menjawab Erick mendengar suara laki-laki sepertinya Erick kenal. Lalu melihat paras wajah erick yang berubah. Vika memperkenalkan Mike Kubota sebagai pacarnya.
Hati Erick hancur karena ulah Vika, luluh semua malam-malam bersama Vika ketika Erick di Jepang tidak lama Erick akhirnya mengakhiri perbincangan nya bersama Vika.
"Selamat menempuh hidup baru Navika Geraldine, semoga lelaki pilihan mu sesuai keinginan mu." Kata Erick dalam hati.
Kenyataan itu terkadang lucu membuat insan manusia geleng-geleng kepala. Jalan sore kali ini membuat badan Erick sedikit relax dan mendengar suara perempuan tertawa di kamarnya bersama Gerry.
"Eh, Rick. Sorry nih. Ada yang mau minta maaf sama elu." Kata Gerry melihat muka Via yang menunduk.
"Iyah, Rick. Sorry yah. Kelakuan temen gue ini.." Kata Widia yang berusaha menahan ketawa dan Via masih menunduk kan kepala.
"Oh itu. Gak masalah, mungkin Via bisa menjelaskan kenapa bisa berbuat seperti itu." Kata Erick yang sudah mulai menegaskan kata-katanya.
Via sudah mulai salah tingkah akibat Erick yang menegaskan kata demi kata.
"Maafin, Via yah Rick. Via tadi nggak bisa mengontrol emosi karena kamu bikin acara yang semestinya hanya Via. Karena ini liburan kami bertiga. Setelah tragedy di kandang hiu sana.." Kata Via dengan polos nya lalu di tutup mulut nya sama Gerry. Via masih ngoceh dan mulut Via semakin di tekan.
"Iyah, Rick. Sorry dah melibatkan elu dalam masalah kami." Kata Gerry yang tangan nya masih menutup mulut Via.
"Rick, ajak Via jalan dih sama makan. Gue ama Gerry mau ketemu client. Titip yak Via." Kata Widia serta melihat mata Via melotot karena Via gak suka pergi sama Erick.
Gerry dan Widia akhirnya pergi dan tinggal Via bersama Erick. Ide nakal Via mulai bergeliatan namun kalau Via sama Erick terus bisa terancam gagal.
"Ayo makan...'' Ajak Erick dan Via menyusul dari belakang punggung Erick. Mereka berdua akhirnya turun ke Lobby mendapati Widia dan Gerry serta 1 orang yang Via nggak kenal sedang berbicara serious. Sekejap Via mengurungkan niat iseng nya dan sempat berdiri lama melihat 2 teman nya.
__ADS_1
Setelah Gerry dan Widia tersenyum dan memberi tanda dadah. Via mengikuti Erick untuk makan malam berdua.
" Kita makan apa Rick? Via mau salad ajah." Tanya Via yang mulai kesel.
"Well, kita makan di Rodeo Drive ajah. Kamu suka pasti." Balas Erick manis walau dalam hatinya terus mengumpat karena kemanjaan Via sudah melebihi batas.
"Kamu pasti sebal dan kesal sama Via. Iyah, Via manja banget yang bukan umurnya." Kata Via yang sudah mulai mendramatisir keadaan.
Erick terhenti sebentar karena kaget kenapa Via bisa mendengar umpatan dia dalam hati. Erick yang menatap Via saat terhenti, dan melihat Via sudah mengeluarkan air mata. Buru-buru Erick mengeluarkan saputangan nya lalu menyeka muka Via.
"Rick, maaf. Via emang manja banget. Karena Via dari dulu di sayang sama Widia dan Gerry. Via kemana-mana selalu di jagain. Bahkan sama orang tidak dikenal Via gak pernah di kasih." Kata Via membuat Erick terhenyak dan kembali menatap Via yang sedih.
"Rick, Via boleh gandeng tangan? Via gak ada maksud apa-apa loh." Kata Via seraya meminta ijin.
Erick langsung inget apa yang sering dia lihat selama liburan sama Via, Gerry dan Widia. Via selalu gandengan tangan sama mereka berdua tanpa lepas.
"Boleh, aku ijin yah nanti aku masuk in ke jacket kayak Gerry lakukan dan Widia." Ucap Erick dan dibarengi senyum setuju sama Via.
"Iyah, biar Via nggak hilang yah Rick." Kata Via saat mereka berjalan, perkataan Via sangat membuat Erick penasaran kenapa Via bisa berkata seperti itu.
Niat untuk mengorek pun akhirnya di urungkan Erick. Mereka akhirnya sampai di restaurant cepat saji yang menyajikan roti sandwich. Via senang dan memilih lebih banyak sayuran dan ditutup Ice Cream.
"Via itu suka nyasar Rick, gak bisa nyebrang karena trauma. Via bener-bener anak manja sekali, lalu pernah sekali menghilang dan setelah 5 tahun akhirnya kembali. Makanya Widia dan Gerry panik tadi. Via diomelin habis sama mereka berdua." Kata Via yang mulai menceritakan masalahnya.
"Iyah, 5 tahun. Karena Via suka ama orang yang gak bisa perjuangin Via. Malah lebih memilih persahabatan." Kata Via mulai menggantung kata-katanya namun menusuk hati Erick.
Erick menatap jalanan dan mulai gambar Vika menelusuri. Via yang melihat Erick seperti bengong akhirnya mengagetkan Erick dengan menggenggam tangan Erick dan di foto. Selesai itu Via mengirimkan ke Erick.
"Ehhh, iseng banget yak." Oceh Erick saat melihat gambar yang dikirim sama Via.
"Kamu masuk in ajah ke Pinstagram biar heboh." Kata Via makin iseng.
"Waduh, nggak ah. Bisa-bisa di hujat sama netizens mu yang berjumlah 1,6jt itu." Ledek Erick lalu tidak lama menerima notifikasi Via men follow balik dirinya.
Erick melihat ternyata Via iseng nya seperti yang Jerias infokan. Lugu, manja dan baik hati penilaian Erick jatuh pada Via.
"Yok, foto berdua. Via mau kasih tau sama Widia dan Gerry kalau diajak makan disini." Kata Via yang sudah mengangkat kameranya.
Muka Erick tersenyum dan memberikan roti sandwich ke pipi Via. Sehingga hanya separo muka Erick yang terlihat. Sukses kirim ke Widia dan Gerry. Via melanjutkan makannya dan sekarang giliran Erick yang foto iseng yang memperlihatkan Via makan roti dengan lahap. Lali menaruhnya di halaman story akun Pinstagram Erick dan tidak lupa menautkan akun Via.
"Iiihk Via gendut amaaat. Ulanggggg..." Rajuk Via ke Erick. Lagi-lagi Erick kalah dan mengulang foto nya.
"Udah ahk. Ini bagus banget nih.."Kata Erick yang memperlihatkan wajah Via dibahu Erick sambil mengunyah makanan.
Via tersenyum manja dan memperbolehkan untuk di posting akun Pinstagram nya Erick. Via yang memposting ulang yang dari tautan Erick setelah selesai makan di restaurant cepat saji. Tidak lupa Via menautkan nama restaurant tersebut di Pinstagram Via.
__ADS_1
Lalu tidak lama follower Erick yang hanya 400 orang menjadi 6rb an dalam waktu 2 jam. Via yang malas membuka direct message akhirnya membuka juga. Melihat nama akun restaurant yang Via tautkan, menawarkan endorsement dan segera memperbaiki rasa.
" Kan lihat, followers mu nanyain kan. Bahkan mengucapkan selamat."Kata Erick mulai geleng-geleng kepala.
"Maaf. Bilang pacar mu aku ini bayi gede." Jawab Via ngasal. Erick hanya tersenyum dan melihat jawaban santai Via..
"Vii, thank you yah. Tapi motor ku rusak loh. Itu motor kesayangan ku loh." Ujar Erick ke Via berusaha mengingatkan kesalahan konyol Via.
"Suruh Widia dan Gerry ganti. Kan itu ulah mereka berdua yang memanfaatkan kamu." Kata Via dengan enteng nya sambil berjalan berdua ke hotel.
Sesampainya di hotel Widia dan Gerry masih dengan client mereka yang Via tadi lihat. Via dan Erick akhirnya naik ke kamar hotel terlebih dahulu, Via sudah mulai menceritakan persahabatan mereka bertiga. Lalu....
Drrrrrrtttttt.... Nama Navika Geraldine muncul di layar telephone seluler Erick.
"Lihat yang sudah followernya 10rb dalam 1 hari. Hebat yah punya pacar nggak info gue..." Cerocos Vika yang terbakar cemburu akibat Erick memposting Via di halaman akun Pinstagram Erick.
"Apaan sih Vik. Gue gak ada hubungan kok, itu karena tadi ajah makan bareng. Lah, elu punya pacar nggak bilang." Bales Erick dan tidak lama Vika menutup telephone nya.
Erick bingung dengan semua perkataan Vika yang menyindir mengenai gambar Erick bersama dengan Via. Selesai dengan Vika, Erick mencari Via karena tiba-tiba hilang. Lalu melihat Via di bangku sedang tidur karena kecapekan. Erick mengirimkan gambar ke Gerry dan Widia. Mereka membuat group sendiri tanpa Via.
Drrrrrrttttt....
Erick: Send IMG-5773
Gerry: Yeah😜
Widia: Pe Er nya Gerry dan Erick yah. Angkut anak beruang kutub ke kamar gue.
Gerry: Gue ajah yang angkat. Jangan cari gara-gara lagi.
Widia: Iyah. Lupa kalau anaknya suka cranky an.
Jawaban Widia menutup pembicaraan mereka bertiga. Erick terasa lega dan menunggu Widia dan Gerry selesai meeting.
•
•
•
•
•
Like buat ceritanya, Love buat novel ya, Vote author nya dan comment jika ada typo atau mau nyapa author nya.
__ADS_1