Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Terlambat Datang Ternyata Hadiah


__ADS_3

Karena masih pagi dan Erick pun langsung memeluk Via yang sedang asik dengan mimpinya.


Via mencium ada bau Erick akhirnya memeluk balik, karena sudah lama tidak melakukan hubungan suami dan istri akhirnya tangan Erick mulai nakal.


Via pun meloloskan permainan Erick hingga membuat nya berkeringat terus. Senyuman Via kali ini berbeda karena terlihat lebih dewasa dan sangat menggairahkan sekali.



Ketika selesai semuanya Erick dan Via sama - sama tertawa melihat kelakuan mereka berdua di pagi hari. Ternyata dalam hubungan pernikahan sesekali harus ada tidak bertemunya. Erick yang begitu manja akhirnya bisa merasakan hangat nya perhatian Via.


"Vi, aku sedih loh kemarin.." Kata Erick saat mereka mengenakan pakaian.


"Sedih kenapa?" Tanya balik Via yang penasaran dengan Erick.


"Kamu kenapa tidak makan benar sih? Gak usah lah diet-diet.." Kata Erick yang memperhalus kata - katanya takut Via tersinggung.


"Sayang, badan tuh dirawat bukan di edit. Aku mau di lihat kamu dan orang-orang sebagai yang terawat." Kata Via saat menjawab pertanyaan Erick yang membuat Via sedikit bingung.


"Yah, aku suka kamu apa ada nya bukan ada apanya..." Kata Erick sedikit kesal ketika dibantah oleh Via.


Melihat Erick yang kesal dengan apa yang Via katakan, Via berjalan menuju ke kulkas dan mengambil susu kesukaan Via. Setelah mengambil susu dan kembali duduk sebelah Erick lagi. Via pun menatap Erick dengan penuh sayang,


"Sayang, aku tuh tidak bisa menjaga kamu. Setidak nya biar kan aku memberikan pelayanan yang terbaik..." Kata Via yang membuat Erick bingung dan berfikir keras.


"Maksudnya apa dengan pelayanan dan penjaga?" Kata Erick yang semakin bingung.


"Jika aku tidak merawat diri, martabat suami ku bagaimana? Jika aku tidak memberikan pelayanan terbaik. Yah bagaimana aku bisa menjadi kebanggaan suami ku?" Kata Via yang menghujam jantung Erick.


Bagaimana bisa Via memikirkan apa yang menjadi kebutuhan Erick. Bisa - bisa nya Via berfikir sampai kesana. Erick memeluk Via dan mengecup kening nya. Siang ini Erick mengajak Via makan diluar. Karena Erick ingin makan seafood baru yang di infokan oleh General Manager nya saat di kantor tadi..


__ADS_1


Siang hari di Manhattan, ternyata banyak sekali pilihan restaurant seafood. Kali ini Erick memesan ikan dan beberapa menu tambahan, setelah datang pesanan. Erick entah mengapa menjadi sangat manja sekali dengan Via. Kali ini Erick meminta Vongole Pasta yang Via makan. Sementara Erick memesan Mushroom Clams yang di rekomendasikan General Manager nya.


"Eh. Enak loh ternyata makanan nya, aku mau pesan lagi ahk. Bruschetta sama lobster saus guacamole." Kata Erick saat melihat buku menu lagi. Via pun ikut memesan menu lain nya yaitu lasagna pesto dan kepiting king alaskan.


Begitu datang makanan untuk porsi 4 orang dimakan habis oleh 2 orang ini ditambah Risotto dan Calamari Truffle. Setelah makan kenyang Via minta ke Erick untuk ke supermarket karena beberapa barang bulanan sudah habis. Erick pun menemani Via berbelanja bulanan



Belanjaan kali ini didominasi oleh makanan seat yang biasa Via makan, Vitamin, susu dan kebutuhan rumah tangga lain nya. Tidak lupa juga Erick menyelipkan minuman beralkohol karena udara musim panas dimalam hari lumayan kencang.


Via yang sangat teliti dengan perkuponan dan barang diskon. Membuat adrenalin nya terpacu membereskan permainan coupon on. Langkahnya yang tenang, memilih barang-barang yang memang waktunya kupon. Lalu Via mengeluarkan kupon tersebut dari tas belanjaan nya.


Erick terkaget saat membayar nya, tumpukan barang-barang yang masuk kedalam kardus dan giliran saat membayar. Inilah moment kebenaranya sehingga...


"Total semua $8912 ini mau dibayar pakai kerdit apa debit?" Tanya sang kasir dan melihat Via dengan muka senyum.


"Saya bayar pakai kupon digital ini." Kata Via dengan santainya. Erick yang melongo melihat apa yang Via lakukan saat ini.


Satu persatu kupon digital di scan dan mulai melihat potongan demi potongan mulai mengikis angka belanjaan Via. Erick terus menelan ludah karena masih merasa deg deg an. Karena $8912 adalah 20% dari gaji Erick, walau itu hanya 10% gaji Via.


"Baik lah, bu. Kupon nya sudah habis. Ini berikut point anda senilai 30,987 point. Dan belanjaan anda 0 dollar."Kata kasir dan kasir memberikan telephone selulernya, tak pelak Via berteriak ke girangan akhirnya bisa menyelesaikan pertandingan seru dengan dirinya sendiri.


Saat di mobil Erick tampak lemas dan terus mengelus air keringatnya bahwa akhirnya lulus juga cobaan sebagai suami tahap pertama.


"Kamu khawatir yah aku buang-buang uang yah?" Tanya Via yang melihat Erick menghela nafas panjang nya.


"Kamu belajar dari mana sih?" Tanya balik Erick.


"Istrinya Darrell, rasa nya ternyata seseru ini." Kata Via yang membuat Erick melotot karena baru kali ini Erick mendengar kalau Darrell sudah punya istri.


Via menceritakan kalau Darrell dulu bekerja sama Alejandro dan istrinya sama Via. Berhubung Istrinya Darrell tidak menguasai bela diri dan akhirnya bertukar posisi. Darell menjaga Via dan istrinya Bella menjadi admin kantor Via.

__ADS_1


Mereka berdua merahasiakan pernikahan karena masih ingin bekerja dengan Via. Jelas saja siapa yang tidak suka kerja bareng Via, dimana pekerjaan nya dikerjakan secara team work bukan one man show alias sendiri.


Merapikan barang-barang belanjaan Via dan merapikan rumah yang baru saja dia tinggalin selama 2 hari. Sudah di buat seperti kandang bebek oleh Erick. Via yang merapikan barang-barang secara perlahan.


"Duh, umur bertambah ternyata kekuatan tubuh mulai berkurang. Hehe, oh yah ini susu sama vitamin buat kehamilan harus di taruh deket sini." Kata Via yang merapikan barang-barang persiapan hamil. Dimana Via mulai mencari tahu apa saja di butuhkan sebelum hamil dan persiapan apa saja.


Setelah selesai Via duduk di sofa dan nonton television. Erick yang baru saja pulang dari lobby, melihat sang istri sedang istirahat langsung timbul ide jahilnya.


Haaaappp...


Kepala Erick berada di paha Via dan ikut menikmati berita yang disuguhkan oleh televisi.


Hari semakin malam dan akhirnya mereka berdua tidur sendiri- sendiri.


Alarm Erick berbunyi dan melihat pesan masuk di telephone selulernya dari kantornya. Membuat Erick bergegas menuju kantor. Via yang matanya masih ngantuk akhirnya melanjutkan tidur lagi.


Hingga akhirnya iseng jam 8 pagi bangun untuk melihat apa yang dr.Enrico berikan.


"Ini kan testpack buat hamil." Kata Via dalam hati dan benar saja, Via mencoba nya dan menunggu harap-harap cemas.


Via melihat hasilnya 2 garis pada layar digital, dan karena kaget Via pun segera ganti baju dan membeli test pack di apotik dekat apartment. Setelah membeli Via mencoba untuk memakainya lagi dan hasilnya sama 2 gari pada layar.



Airmata Via turun karena bahagia kabirnya bisa mendapat kado terindah di ulang tahun nya kali ini. Via tidak sabar menujukan ini pada Erick yang membuatnya bahagia.


°


°


°

__ADS_1


°


Terima kasih telah mendukung cerita ini dan terus tingkatkan vote kalian. Dengan cara klik VOTE yang ada di halaman depan novel ini. Ajak teman-teman lain nya juga. Terima kasih banyak semua nya dukungan kalian sangag berarti...❤😍


__ADS_2