
Hati perempuan mana yang tidak melonjak kegirangan setelah melihat sang pujaan hati masih ada di sekitar tempat dimana tadi bertemu. Dan saat ini sedang merapihkan tempat sehabis pemotretan untuk product terbaru dari perusahaan keluarga.
Sementara keluarga cemara sedang sibuk untuk melakukan touring menggunakan Monster Darat. Sangking antusias nya Ben melihat monster yang sering dipakai oleh ayahnya. Ben sangat mengaggumi mainan ayah nya saat Erick masih hidup.
"Ben, papah berangkat dahulu yah. Sampai bertemu di Jakarta." Pamit Dewin saat bersiap - menuju Bandara International Kulon Progo - Jogjakarta.
"Pah, memang tidak mau ikut?" Tanya Ben saat mengantar Dewin ke arah mobil yang menunggu.
"Well, Bunda dan ayah mu menunggu papah. Next, pasti papah ikut." Balas Dewin yang duduk di bangku penumpang.
Sementara Shasha sedang asik berbicara dengan Melvin. Karena pasangan ini akan dipisahkan oleh jarak. Lain hal dengan Cia yang mulai gelisah dengan perpisahan bersama Aiden.
"Sha, Kamu kenapa bengong? Ayo siap - siap sebentar lagi, kita akan jalan." Perintah Ben yang menyuruh Shasha untuk bersiap.
"Aku nyusul papah ajah ke Jakarta. Aku tidak suka sama off-road. Bikin jantung aku mau copot." Jawab Shasha dan tidak sengaja di dengar oleh Widia.
Widia langsung pergi mendengar hal tersebut, jelas dalam ingatan nya mengenai Via. Sifat itu menurun langsung kepada sang anak perempuan. Setelah membereskan perlengkapan untuk off-road, keluarga cemara mulai berkumpul di titik dimana semua nya telah menyepakati.
"Ben, kamu bawa monster papah mu yah?" Tanya Damien yang penasaran monster hitam yang ada di parkiran hotel.
"Iyah, mobil boleh tua. Tapi performa jangan di lawan." Jawab Ben yang duduk manis dekat jendela.
Gerry yang tidak melihat Shasha langsung menanyakan kepada Ben, kenapa tidak melihat Shasha kumpul.
"Akuuu disini papah Gerry, tenang. Aku kan langsung ke Jakarta. Kalian pada offroad saja yah! Aku duduk manis saja di Jakarta, soalnya jantung ku masih muda. Takut copot..." Teriak Shasha dari kejauhan dan di sambut senyuman oleh Gerry.
"Well, kamu ingat yah. Harus pakai protocol nya kita semua?" Kata Gerry mengingatkan Shasha yang duduk manis di sebelah Ben dan Kaori.
"Tenang pah, aku kan udah di ajarin papah bagaimana bertahan." Ledek Shasha dan semua orang terbahak - bahak.
__ADS_1
Shasha diantar ke Bandara International Kulon Progo - Jogjakarta. Lain hal dengan Dewin yang berdiri dengan membawa tentengan kesukaan Erick, Via dan Thata.
"Halo, Bro. Ini Coco-Cola kesukaan elu, oh iyah. Lihat dong Ben. Bawa mobil monster elu untuk tour Java Overland. Mereka akan tiba 3 hari lagi dari Jogjakarta." Lapor Erick sambil memperlihatkan foto Ben yang tadi di ambil nya oleh Dewin sebelum berangkat.
"Well, gagah kan? Gak akan kalah sama ayah nya kok. Shasha pun hari ini cantik banget seperti Bunda nya." Kata Erick yang juga memperlihatkan foto Shasha.
Setelah dari pusara Erick lalu Dewin melanjutkan ke Thata. Sembari mengeluarkan ayam fried chicken colonel Sanders, Dewin pun tersenyum lebar.
"Tha, ini gue bawa in kesukaan elu. Crispy dan hot. Gue bingung mau cerita apa sama elu? Tapi thanks untuk selalu jagain Via." Kata Dewin yang tidak sadar mengeluarkan air mata.
Lanjut ke pusara Via, Dewin pun mengeluarkan bucket bunga lily pink yang menjadi kesukaan Via. Dewin duduk dengan manis dan memfoto di sebelah pusara Via.
"Rick, jangan cemburu yah. Gue emang cinta tapi gue tau kok kalau Via bukan punya gue lagi. Sekarang Via adek gue." Celetuk Dewin saat mengambil gambar dirinya bersama dengan pusara Via. Berbagai pose Dewin mengabadikan pusara Via dan Dewin lalu tersenyum.
"Jagain aku yah, buat ngejaga Ben dan Shasha seperti janji ku pada mu. Ben dan Shasha semakin lama semakin dewasa. Lalu aku semakin menua.." Curhat Dewin saat berada di sebelah pusara Via.
"Kalau kamu lihat Ben di balik kemudi nya mobil Erick. Sungguh gagah, aku yakin kamu akan berteriak untuk hati - hati." Lanjut Dewin yang sudah menceritakan semua apa yang di jalani nya.
Selama perjalanan Dewin lebih banyak memejamkan matanya dan menikmati alunan lagu kesukaan Via dan Dewin. Sepanjang jalan yang tidak di ganti - ganti oleh Dewin.
"Permisi pak, kita sudah sampai di International Hotel. Bapak mau istirahat ke kamar atau mau menunggu di restaurant?" Tanya supirnya yang membangunkan Dewin saat sudah sampai di Jakarta.
"Saya mau di restaurant saja. Kamu urus barang - barang sana. Lalu kamu kesini dan makan bersama dengan saya." Perintah Dewin saat duduk di dalam restaurant dekat jendela besar.
Supir Dewin langsung melaksanakan perintah Dewin dan meletakan barang - barang Dewin di kamar yang telah di pesan nya. Setelah menaruh barang - barang Dewin, sang supir pun bergegas menemui Dewin yang sudah menunggu nya untuk makan malam.
"Pak, barang nya sudah saya taruh di kamar. Ini kuncinya, kalau begitu saya pamit untuk permisi." Kata Supir Dewin yang hampir paruh baya namun dibawah umurnya.
"Duduk disini pak, temani saya makan." Kata Dewin sambil mempersilahkan supirnya duduk.
__ADS_1
Sang supir duduk agak jauh dari Dewin dan memperhatikan Dewin dengan seksama. Melihat supirnya duduk berjauhan seperti bermusuhan...
"Pak Sugeng, duduk nya depan saya. Ayo, pilih mau makan nya apa? Sekalian makan yang kenyang." Panggil Dewin ke supirnya yang dengan sedikit malu - malu pindah ke tempat duduk di depan nya Dewin. Muka supirnya nya berubah pucat begitu melihat menu yang di sodori oleh Dewin.
"Pilih ajah pak Sugeng. Nanti saya yang bayar, gak usah takut." Kata Dewin lagi saat melihat sang supir berubah pucat saat melihat harga nya makanan hotel.
Makan malam Dewin banyak berbincang dengan supir nya tersebut. Beberapa kali Dewin tertawa mendengar pengakuan sang supirnya ini. Disaat makan malam tersebut Dewin sudah memperhatikan kerumunan yang mendekat kepadanya. Dengan sigap sang supir mulai berdiri.
"Papaaaaaah..." Suara khas cempreng Shasha yang sangat Dewin hafal. Semua awak media mulai berubuah mendekati Dewin. Dengan langkah cepat Dewin mendekati sang anak perempuan nya.
"Halo, bapak. Boleh kami meminta waktu untuk wawancara." Teriakan rekan - rekan media masa yang mendekat kepada Dewin dan langsung barakuda protokol keluarga cemara yang melindungi Shasha juga melindungi Dewin.
Tatapan Dewin tidak bersahabat saat sang anak menjerit namanya. Seakan - akan dalam bahaya saja, namun ternyata hanya panggilan saja.
"Teman - teman, ini papah saya. Dewin Hyung, maaf saya bisa quality time dahulu? Karena sebentar lagi keluarga saya datang dari Jogja. Sereka habis touring Java overland." Kata Shasha yang menenangkan media masa yang ingin mendengar penjelasan dari Shasha.
Dewin hanya bisa mengelus dadanya akibat kelakuan anak perempuan nya. Supir Dewin pun menurun kan barang - barang Shasha. Lalu menaruhnya ke kamar Shasha. Seperti nya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Shasha menyuruh 4 bodyguard dan 2 orang polisi untuk duduk makan bersama sama dengan Shasha juga Dewin. Tidak lupa Dewin mengucapkan terima kasih kepada team protocol yang menjaga Shasha.
Ben dan keluarga cemara sibuk dengan touring mereka. Perjalanan dari Jogjakarta ke Semarang yang banyak mampir untuk photo - photo membuat perjalanan lebih bermakna. Beberapa kali keluarga Cemara mengabadikan kegiatan mereka dalam akun pinstagram @keluargacemara07 dan kehidupan Vlog di Yutup official keluarga cemara.
Jumlah subscribers yang mencapai 10juta dan ditonton 33 juta penonton karena kehidupan mereka ditampilkan keadaan nyata. Juga content yang mengedukasi. Seperti A day in Keluarga Cemara Spend with... Dimana mereka membuat konten yang membahas kehidupan sehari - hari.
"Yaaaaaaah.... Jeblooookkk .... Paaaaaahhhhh" Teriak Ben saat berada di jalan yang berlobang dan tidak bisa keluar.
"Buset ini kobangan apa lobang neraka?" Teriak Gerry dan dengan sigap team offroad mengangkat Ben dan juga monsternya.
"Yah, elah. Sini papah keluarin. Percuma kamu pakai barang canggih kamu nya kurang update.." Ledek Dickson yang mengambil alih kemudi.
Hanya butuh 15 menit Dickson mengeluarkan monster Ben dari lubang yang membauat Ben terjebak lumayan lama. Setelah berkutat dengan para monster dan Keluarga Cemara pun melanjutkan perjalanan menuju Jakarta untuk berkumpul bersama dan kembali ke London.
__ADS_1
Sementara Ben sibuk mencari keberadaan sang adik yang dari tadi susah di hubungi. Sementara Shasha sibuk di airport menghubungi Melvin dan Dewin. Dan saat tersambung dengan Melvin, mulai lah Shasha mengeluarkan rentetan kata-kata yang tidak di bisa dihindari oleh Melvin.