
Setelah berusaha membuat dirinya tenang, Cia kembali duduk dekat pinggiran kolam renang sambil menyeruput chocolate milk shake. Claudia melihat putri nya duduk dan termenung seakan ada yang di pikirkan. Persist dengan Gerry pada masa muda. Gerry yang baru tiba di New York City. Di saat itu juga Claudia mengenal Via dan Widia yang sekarang menjadi keluarga nya.
"Hai, Mom. Tumben mommy kesini?" Tanya Cia saat melihat Claudia yang berjalan mendekat kepada Cia. Muka Claudia melemparkan senyum terbaik.
"Hari ini sepertinya ada yang jatuh cinta tapi gengsi untuk menyatakan cinta." Jawab Claudia dengan sedikit menyindir halus anak gadis nya ini.
"Siapa yang bilang aku jatuh cinta?" Balas Cia yang tidak mau disalah kan.
Claudia hanya tersenyum karena pasti ini mirip sekali dengan Gerry. Kali ini keluarga cemara menghabiskan sisa liburan di kota Surabaya menuju Jogjakarta. Seperti biasa ada yang sangat - sangat exiting karena bisa mengexplore foto. Gerrad pun menghabiskan waktu dengan mengexplore kota Surabaya sebelum pindah ke Jogjakarta.
Drrrrrrrrrrrrrttttt....
"Halo, mom.." Jawab Gerrad yang sedang asik memegang camera professional nya.
"Kamu dimana? Semua nungguin kamu buat dinner nih." Tanya Claudia yang mulai mencari anak laki - lakinya ini.
"Gerrad, nyusul boleh kan mom. Nanti kasih tahu ajah alamat nya." Balas Gerrad yang masih asik dengan kameranya.
"Hah, nanti kamu nyasar lagi." Omel Claudia khas emak - emak kekinian.
"Mom, tenang. Mommy tahukan ada technology bernama google map. So, dont worry mom..." Jawab Gerrad yang sedikit menyeleneh. Lalu dengan kesalnya Claudia menutup telephone seluler nya dan bergabung dengan yang lain nya.
Muka Claudia tampak kesal sekali karena anak nya kali ini membantah nya. Widia dan Diandra mendekati nya, lalu memeluk persahabatan layaknya anak - anak remaja kekinian.
"Kita kalau sudah tua, anak - anak jadi kurang perhatian yah?" Curhat Claudia tanpa basa - basi kepada Widia dan Dyandra.
"Semakin anak kita bertambah dewasa, mereka lupa kalau kita bertambah tua juga." Kata Dyandra yang membuat suasana semakin sedih.
"Duaaaaaaaaaaarrrrrr...." Teriak Damien dan Danny bersamaan saat melihat kelakuan ibu mereka yang seperti anak kecil saja berpelukan ber tiga.
__ADS_1
"Astaaaagaaa... Kirain apaan cobak..."Teriak Dyandra yang sudah mengomel dari sabang hingga marauke kepada anak kembar nya ini.
Widia dan Claudia langsung menghindar demi kebaikan bersama. Begitu juga genk bapack - bapack yang sudah merencanakan mereka akan mengendarai mobil monster mereka yang sudah sampai di kota Jogjakarta. Jerias, Gerry dan Dickson sudah merencanakan akan touring Jogjakarta overland. Sementara Dewin memilih untuk pulang ke Bandung menggunakan pesawat lalu menyusul ke Jakarta. Dickson pun paham karena Dewin tidak suka dengan kegiatan yang menguras adrenalin.
Sementara Ben melihat para orang tua ini merencanakan Touring lalu menanyakan rute untuk ikutan Touring. Muka Ben terlihat menitikkan air mata akibat melihat mainan papah nya.
"Kamu pasti kangen yah sama papah Erick?" Tanya Gerry tiba - tiba saat melihat Ben yang memandangi mobil Rubicon JL Erick yang sering dipakai saat Touring bersama geng Bapack - Bapack.
"Iyah, pah. Kalau papah masih ada, pasti dia akan senang banget dengan touring di Indonesia." Jawab Ben yang berjalan bersama dengan Gerry.
"Well, ternyata tadik berkata lain untuk papah mu. Yuk, kita siap - siap buat berangkat setelah makan malam." Balas Gerry yang mengajak Ben untuk persiapan.
Di dalam masa persiapan Ben menemukan Diary kerja Erick yang di berikan oleh Vika saat Ben bertemunya. Ben pun tergugah untuk membaca tulisan sang Ayah yang terkenal sangat rapih sekali seperti tulisan pada komputer.
December ke sekian kalinya ...
Jadi ingat liburan bersama istri pertama kali ke Jaipur, masih lekat ingatan ku bahwa pertama kali ku mencium nya di hadapan tanah suci bagi orang - orang India. Mata nya terpancar kesejukan dan kejujuran yang tidak pernah ku temui pada wanita lain selain mamah ku.
December ini ingin sekali aku membawa Via kembali ke Jaipur dan melakukan reka ulang foto dimana pertama kali nya aku mencium nya. Akan ku ulang lamaran ku terhadap nya dimana Via lah yang membuat hidupku yang tidak sempurna ini menjadi sempurna.
Terima kasih Semesta....
Bagian tulisan ini membuat Ben terhenyak bahwa papah nya juga menyimpan banyak rahasia. Ben ingin menutup buku, namun ternyata ada bagian lembaran buku yang terbuka membuat Ben penasaran untuk membacanya.
Dear semesta,
Banyak cobaan dan rintangan menghadang, karena istriku kembali sadar dari tidurnya yang panjang. 6 bulan lamanya dia tertidur pulas. Aku melihat ada bayangan - bayangan Dewin di samping nya. Hati ku hancur karena ternyata Dewin lah yang memberikan darah nya kepada Istri ku. Bahkan bunga yang ada di samping nya,
Aku shock ternyata istriku menceritakan semua apa yang dia rasakan dan apa yang terjadi, begitu juga dengan hubungan Dewin. Namun berkali - kali Istriku bilang dan bersumpah kalau tidak pernah terbesit pun untuk selingkuh, aku sebagai suami pun percaya bahwa istri ku tidak pernah berbohong.
__ADS_1
Bantu aku semesta! Bantu aku untuk tetap bersamanya walau hanya sebentar
Dari diriku yang bodoh meminta keajaiban.
Kali ini Ben semakin kaget dengan cerita sang ayah yang mengetahui bahwa Dewin melakukan transfusi darah, wajah Ben menujukan rasa bersalah karena merasa membohongi sang ayah.
Di lain tempat ternyata ada yang masih mengendalikan diri untuk menatap wajah seseorang yang ternyata ikut dalam rombongan touring ke Jogjakarta.
"Malam, Bu Cia. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa Aiden saat berpapasan dengan Cia yang sudah on point dandanan nya.
"Tidak ada, terima kasih." Jawab Singkat Cia yang membuat Aiden membeku sepersekian detik.
Setelah semua siap Melvin menemui Shasha dan Ben yang sedang asik dengan photo - photo untuk content baru product dari usaha keluarga cemara. Dengan photographer nya Gerrad, Shasha dan Ben selesai gantian Bianca dan Anya lalu di susul oleh Danny dan Damien. Lalu Dianne dan Cia yang memakai baju rancangan Dyandra. Kali ini Cia pose selayak nya model professional.
"Sekarang udah selesai, tapi kak Cia aku mau ambil close up dong. Sepertinya kurang detail banget ini kamu pose nya kak." Kata Gerrad memberikan opini nya ketika selesai memotret semua anggota keluarga Cemara.
"Okeh, aku bisa kok ulangin lagi." Kata Cia yang mulai mengatur posisi pose nya lalu mengarahkan pandangan nya kepada kamera Gerrad.
"Well, kek nya lebih bagus kalau Cia ada pasangan nya. Seperti sebuah love story, how sayang?" Teriak Claudia tiba - tiba. Lalu menyeret Aiden untuk masuk dalam frame dan jelas membuat Cia terkaget akibat ulah mamah nya ini.
Sebagai super model International, dan brand ambassador dari beberapa rumah mode. Jadi sungguh tidak akan susah buat Cia untuk mengarahkan badan nya untuk di capture oleh kamera Gerrad.
20 menit akhir nya sesi foto bersama dengan Aiden akhirnya memuaskan Gerrad saat mengecheck hasilnya. Cia pun segera berjalan untuk berganti pakaian dan menghapus make up di wajah nya.
"Inikah rasanya jatuh cinta kepada lawan jenis?" Tanya Cia dalam hati kepada dirinya sendiri.
Cia menatap kaca dan melihat wajah nya serta melihat keadaan nya saat ini. Sungguh menyiksa suka dengan orang lain.
"Iyah, kalau dia cinta. Lalu ternyata dia duda atau sudah beristri ternyata double zonk." Kata Cia lagi dalam hati. Sehingga matanya terlihat seperti orang yang sedang tertekan.
__ADS_1
Karena kelamaan di dalam kamar mandi, Claudia menyusul Cia kedalam kamar mandi. Lalu tidak lama Cia baru keluar dari area toilet dan mulai merapikan barang - barang yang sudah dia pakai saat pemotretan tadi sore. Cia melihat Aiden sedang beberes di sekeliling. Sungguh di luar dugaan yang membuat Cia menahan kegembiaraan hari ini