Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Kenangan Terindah Di Disneyland Resort


__ADS_3

Gerry masih melihat punggung Via yang perlahan meninggalkan kolam renang hotel. Via mendengus emosi karena ulah Gerry yang membuatnya meluapkan emosinya kali ini.


Via akhirnya balik ke kamar dan langsung menuju tempat tidurnya. Widia melihat ada sesuatu yang aneh dan tidak lama Gerry masuk dengan muka kusut.


"Kita keluar sekarang." Bisik Widia yang tidak mau membangunkan Via. Gerry menuruti Widia dan berjalan ke arah bawah dan duduk di deket meja receptionist, karena hanya tempat itu yang masih buka untuk umum.


"Sepertinya obrolan elu sama Via tidak berjalan mulus." Tebak Widia yang duduk di sebelah Gerry.


"Gue dilemma banget, ketika gue jujur sama Via dan Via malah menolak gue." Bales Gerry dan Widia hanya tersenyum sinis.


"Gerry, sudah lupain Via. Lebih baik elu focus sama Claudia." Kata Widia yang mulai mengerti kenapa Via meninggalkan Gerry.


"Dulu kenapa elu nggak berjuang? Kalau seandainya sehabis dari Ritz Carlton, elu langsung kejar Via. Keadaan ini gak terjadi, bahkan Dewin tidak berbuat bodoh sama Via." Oceh Widia membuat Gerry tersentak kaget karena Widia menyebut kata Dewin di depan Gerry.


"Maksud elu?" Kata Gerry yang bingung dengan apa yang Widia katakan.


Widia bingung harus menjelaskan dari mana. Karena semua seperti mimpi buruk buat Widia


"Gerry, ini sudah berakhir. Biar lah Via dengan kehidupan nya. Biar juga Via menjadi kenangan yang terindah." Ujar Widia yang membalikan bandan nya dan meninggalkan Gerry di luar dengan segudang pertanyaan mengenai Via.


Waktu terasa cepat ketika saat Via terjaga karena melihat alarm nya berbunyi. Begitu juga Widia dan Gerry yang sudah mengeliat.


"Yeaaaay Disneeeeeeeeyyyyyyyyy" Teriak Via tiba-tiba dan membuat Widia dan Gerry melempar bantal kearah Via dari tempat tidur nya masing-masing. Benar sekali, tempat tidur mereka pisah namun satu ruangan.


"Huhuhuhuhu... Mata Ia periiihhhhh" Rintih Via yang masih mengucek matanya akibat lemparan bantal tersebut.


"Mana sini liat?" Paksa Widia yang kesel melihat Via mulai meringis kesakitan.


"Manjaaaa beuud yah bocah..." Omel Gerry melihat Via yang sudah mulai manga sama Widia.


Widia hanya tersenyum dan Via mulai memonyongkan bibir sambil mengatakan sesuatu di dalam hatinya.


"Bagus ajah, tadi malam Via nggak ngamuk. Ini orang kok suka banget bikin Via naik darah ajah." Kata Via sambil mengumpat karena perlakuan Gerry.


Via, Gerry, dan Widia sudah siap mengarungi Disneyland selama seharian. Mereka bertiga langsung menuju lobby dan menunggu mobil yang akan mengantar mereka.


"Widdd, tunggu bentar." Teriak lelaki yang perawakan tinggi menjulang dan sedikit fashioned.


"Eh, elu Rick. Gue kira siapa?" Jawab Widia yang melihat Erick dengan baju kasualnya.

__ADS_1


"Iyah, gue nemenin elu pada yah." Rayu Erick dan melihat muka Via langsung berubah.


"Katanya kita liburan ber tiga ajah kok ada orang asing lagi?" Sindiran Via yang menatap tajam muka Erick.


Gerry paham banget dengan apa yang Via maksud. Untuk menyelamatkan niat baik Erick dan bikin Via bisa menaiki semua wahana akhirnya...


"Apaan sih Vi, biarin ajah Erick ikut nemenin gue. Yah, kali gue sendirian nungguin elu yang main princess-princess an." Kata Gerry ikutan melotot membuat muka Via menegang.


"Elu berdua bisa gak berantem nya tidak di tempat umum?" Kata Widia yang dengan santai nya menjambak rambut kedua orang ini.


Erick hanya bengong melihat kelakuan Via, Gerry dan Widia yang sebenarnya. Persis yang di bilang Jerias saat Erick ke London.


"Seandainya Vika di sini akan lain ceritanya?" Kata Erick dalam hatinya. Lalu mengikuti langkah kaki ke 3 anak ini di depan.


Layaknya anak kecil mendapatkan mainannya Via mulai melupakan kejadian. Walau beberapa kali Via di pasangin sama Erick oleh Widia.


"Kenapa sih Via harus sama Erick terus?" protes Via di depan Widia yang asik makan ice cream Mickey Mouse..


"Mau sama Gerry?"Bales Widia dan cuma di bales sama Via muka yang manyun.


"Gue dan Gerry kan gak doyan main beginian. Kecuali elu mau naik roller coaster. Nah mumpung Erick disini, gue manfaatin buat jagain elu" Kata Widia memberikan penjelasan ke Via yang curiga sama Widia besar banget.


Deggghk... Tiba-tiba Erick ada di belakang Via dan Widia mendengar obrolan mereka berdua.


"Udah kok, waktu di London gue ketemu. Cantik orangnya." Bales Widia enteng dan melihat Via mulai dengan keanehan nya.


"Oh oke, terkadang lihat Erick seperti melihat dia lebih memilih menghindar dari pada berbuat sesuatu. Mirip kembaran kita..." Bales Via yang muka nya kaget melihat Erick ada di belakang Via dan Widia.


Erick langsung diam seribu bahasa dan terngiang semua perkataan Jerias mengenai Via. Anak unik yang bisa menebak perasaan seseorang yang dia kenal.


"Masa iyah Via bisa menebak sedetail itu?" Tanya Erick dalam hati dan memastikan semua itu hanya kebetulan saja.


Memperhatikan Via, Widia dan Gerry yang sibuk meladeni Via di Disneyland. Membuat Erick geleng - geleng kepala karena Via benar-benar anak manja. Berbeda dengan Via saat di United Nations, pandangan matanya seakan mengintimidasi lawan.


"Novia, yuk kita ke castle. Sebentar lagi akan ada parade akhir dan kembang api." Kata Erick yang menarik tangan Via juga Gerry menuju castle nya Cinderella yang menjadi iconic Walt Disney serta pertunjukan akhir yang berada disana.


"Via ajah kamu panggilnya, saya gak mau banyak orang salah paham." Kata Via yang sudah mulai bisa menerima Erick.


Mereka bertiga akhir nya berdiri di paling depan untuk melihat parade terakhir juga kembang api.

__ADS_1



Dengan ini juga akhirnya berakhir liburan ke Disneyland sama Via. Sisa nya selama 3 hari ke depan, Via dan 2 teman nya akan menghabiskan waktu di Los Angeles.


"Thank you yah, Rick udah nemenin kita jalan-jalan. Nanti makan malem bareng ajah sama kita - kita." Ucap Via saat mereka menunggu bubaran kembang api.


"Boleh emang nya?" Balas Erick dan duduk manis saat menunggu orang - orang kembali ke asalnya.


"Boleh dooong. Kan udah nemenin ayang dan bebih." Kata Via sembari ngeloyor keluar dan Erick mengikuti dari belakang.


Gerry dan Widia kelelahan tapi tidak buat bunny energizer (batre ABC) yaitu Via. Bocah yang masih dengan camera baru nya, sibuk memilih foto-foto.


"Vi, kita mau makan apa?" Tanya Erick dan tanpa disadari, Erick melihat Via yang tersenyum.


"Makan di kamar ajah. Pesenin Gerry dan Widia steak daging sapi kobe A5 lalu Gerry saos mushrooms, trus Widia saos nya black pepper. Lalu Via salad ajah dan buah." Jawab Via yang masih dengan kameranya. Erick tercengang dengan Via yang secara fasih menyebutkan makanan kesukaan Gerry dan Widia.



"Erick pesen ajah mau apa? Nanti biar Gerry yang bayar." Kata Via lagi namun berbisik di telinga Erick. Sehingga Erick tersenyum - senyum sendiri.


Sungguh lucu dan menggemaskan bersama dengan Via. Lagi-lagi Erick tertawa perih karena malah mengingat Vika yang berada di Jepang sana. Rasa kangen dengan Vika membuat Erick memandang telephone selulernya pribadinya. Namun tidak ada notifikasi dari Vika.


Via yang berjalan berdampingan dengan Erick melihat Erick selalu melirik telephone selulernya seperti orang menunggu.


"Rick, kalau mau pulang silahkan saja. Sorry yah, bilang sama cewek kamu. Via minta maaf udah bikin Erick jadi nemenin Via di saat kamu libur." Kata Via yang membuat Erick sedikit tercengang.


"Enggak kok. Ini biasa ajah, by the way besok kemana?" Jawab Erick dan menanyakan kegiatan Via besok.


Via hanya tersenyum dan cepat mengejar Widia juga Gerry yang sudah menunggu Via di pinggiran dekat pintu keluar. Gerry yang melihat Erick bersama Via sedikit lega akibat Gerry tidak bisa membawa ke depan castle. Kalau tidak punya akses dari Disneyland. Beruntung ada Erick yang menemani Via saat ini, sehingga bisa masuk melihat di depan castle Cinderella.


Perjalanan pulang ke hotel Widia dan Gerry lebih banyak tidur karena kecapekan. Sementara Via masih dengan kameranya dan belanjaan nya yang banyak.





__ADS_1


Terima kasih telah menunggu, yuk di like, lalu vote, trus komen, dan di love juga karya nya.


__ADS_2