Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Taj Rambagh Palace, Jaipur Dan Keunikannya


__ADS_3

Via masih mengagumi keindahan dari Tak Rambagh Palace. Setelah diajak masuk ke kamar yang hanya tersisa Queen bed, muka Via dan Erick sedikit pucat.



"Bagaimana ini, was saja kalau si Satish Kumar membohongi?" Pikir Erick yang pasti akan membuat Via tidak nyaman.


Via masih mengaggumi ruangan kamar tersebut. Terlihat sekali Via mengaggumi sejarah dari pada Jaipur. Karena hari semakin siang dan Via mulai mengajak jalan keluar. Secara cepat Via mengganti baju Rajasthani dan memberikan Erick juga baju tersebut.


2 orang ini janjian sama Manoj Chopra untuk membawa mereka melihat senja di Nahargarh Fort. Pejalan keatas menggunakan sepeda, karena Via tidak bisa naik sepeda. Maka Via di bonceng bersama dengan Erick, untuk mendapatkan pemandangan menakjubkan kota Jaipur dan Danau Man Sagar dari atas.


Erick dan Via banyak melakukan sesi foto-foto



Setelah puas melihat senja Via kembali ke hotel karena banyak yang bilang lebih baik makan di hotel karena mengurangi sakit perut.


Sesampai nya di hotel Via dan Erick disambut oleh Satish Kumar yang sekarang menjabat Executive Assistant Manager di Taj Rambagh Palace. Melihat Via yang memakai baju Rajasthan membuat mata Satish tidak berhenti melihat dan tersenyum.


"Maaf Bro, ini istri ku. Tolong jaga mata mu nanti ku laporkan pada istri mu, Gobee." Bisik Erick kepada Satish saat mereka bertemu di lobby. hotel.


Satish mengajak Via dan Erick menuju salah satu ruangan yang sangat bersejarah dan hanya di pakai sama orang-orang penting. Satish menunjukan di ujung tower istana. Satish mempersiapkan candle light dinner yang romantis.



Muka Erick tidak bisa membayangkan pasti Via akan marah dan menganggap berlebihan. Namun ketika sampai di tempat Via tersenyum dan memeluk Erick lalu mengucapkan terima kasih.


Erick mengurut dadanya karena Via bisa menerimana nya. Sehabis makan Erick mengantar Via terlebih dahulu lalu meminta ijin sama Via untuk ngobrol sebentar bersama Satish.


Karena merasa ini sudah malam juga, Via membiarkan Erick bertemu dengan Satish. Jelas tampak senang dari muka Erick, liburan kali ini Erick masih di berikan ruang privacy bersama dengan Via.


Erick menemui Satish di Bar hotel, seperti biasa Satish dengan gaya khas India, dia selalu menggoyang-goyangkan kepala nya ketika berbicara.


"Relax man, istri mu akan suka. Dia tidak akan melupakan nya. Bahkan kamu akan segera punya Erick Junior. Kamu sudah ke Danau Man Sagar?" Tanya Satish Kumar yan penasaran dengan Erick.


"Besok, sekalian kani akan ke Udaipur." Kata Erck sambil meminum wine yang di berikan oleh Satish.


"Besok akan ku info saudara ku agar kamu bisa masuk ke Jal Mahal Palace." Kata Satish yang bersemangat sekali melihat teman baik nya sudah menikah.


Erick hanya tersenyum dan kembali melihat interior daripada hotel ini. Satish dan Erick berbincang-bincang mengenai hotel. Karena sesungguhnya Satish sangat beruntung karena bisa lepas dari cengkramam Vikram Baboon saat di Morroco. Akibat bantuan Erick saat itu menjadi Sales Manager Hotel Warriott.

__ADS_1


Perbincangan terus menerus membuat Erick sadar meninggalkan Via sendirian di kamar. Setelah berpamitan sama Satish, Erick langsung menuju kamar. Via ternyata belum tidur masih dengan tablet selulernya.


Karena Via paling anti dengan kuman, Erick segera mandi lalu mengganti bajunya dengan piyama. Sementara Via menggunakan piyama Disney Tsum-Tsum. Lagi-lagi Erick membandingkan dengan Vika yang ketika tidur menggunakan Lingerie.


Via memperlihatkan hasil foto tadi, sungguh cantik pemandangan nya terlebih dandanan Via tadi.


"Besok kita ke Jal Mahal Palace, kamu mau foto juga kah?" Tanya Erick dengan hating hati.


"Boleh dong biar ada kenang-kenangan nya." Kata Via yang tersenyum.


"Oh yeah. Kan ini queen bed, aku tidur di sofa ajah." Kata Erick berusaha mengalah.


"Gak usah, tidur ajah sebelah Via. Widia dan Gerry juga biasanya suka tidur bareng. Apalagi waktu itu ada Claudia, dan Jerias." Kata Via dengan muka tanpa rasa bersalah sama sekali.


Erick mendapatkan angin segar membuatnya tersenyum. Tetapi sebelum Erick tertidur, Via menatap muka Erick yang sepertinya kelelahan.


"Kenapa lihat muka ku?" Tanya Erick setengah memejamkan mata.


"Via kalau bobo berisik loh giginya." Kata Via yang memberitahu kayak anak kecil.


"Tau kok, kan pernah denger ketika di Hotel Belvery Hills. Jadi gak usah takut lah." Kata Erick yang masih melihat Via menatap mukanya Erick.


"Vi, kalau kamu menatap ku terus. Lama-lama kamu bisa suka loh sama aku."Ledek Erick yang membuat Via tersenyum geli.


"Rick, kata orang-orang semakin kita cenderung menatap seseorang lama, semakin kita cenderung jatuh cinta terhadap orang tersebut."Balas Via membuat Erick gantian tersenyum geli.


"Kamu gak usah merayu ku." Kata Erick membuat Via malah membalikaan badan merasa bodoh mengungkap kan perasaan nya.


Erick pun membalikan badan nya juga, dan mengutuki apa yang dia katakan kepada Via. Padahal itu kesempatan emas mendapatkan Via yang sangat susah di taklukan.


Pagi-pagi Via sudah bangun karena hari ini jadwalnya adalah jalan-jalan sekitar hotel lalu ke Jal Mahal yang terkenal romantis itu. Via mengenakan baju Rajasthan berwarna hitam dan rambut di sanggul sungguh luar biasa cantik.


"Hi, Putri cantik. Aku kayak nya minder cuma bawa Jas ajah." Goda Erick yang membuat Via tersenyum malu.


"Kali ini harus bagus yah gayanya." Perintah Via yanga memberitahu Erick.


Erick pun menyamnggupi permintaan Via. Semua dilaksanakan oleh Erick, setelah jalan-jalan di taman dengan udara yang dingin. Karena angin monsoon, membuat Jaipur tidak sepanas kata orang-orang.


"Ayo pose, pak dan ibu." Teriak sang photographer.

__ADS_1


"Aduh kurang mesra, coba lagi. Seperti ini yah.." Teriak Manoj Chopra yang gemesh melihat Via dan Erick.


"Oke selesai."Teriak sang photographer.


Via melihat hasil photoshot tersebut sangat puas dan bahagia. Via senang seperti melakukan foto pre wedding.



Erick juga melihat hasil nya membuat nya tersenyum bahagia. Bagaimana bisa seorang Erick mencium wajah Via. Jantung nya terus berdetak kencang tidak terkira.



" Untung Via tidak bisa mendengar suara jantung ku. Jika iyah, mati lah aku." Bathin Erick yang terus menyalahkan jantung nya.


Petualangan tersebut akhirnya membawa mereka ke Jal Mahal Palace. Via sangat senang ketika bisa melihat dalam nya seperti apa. Tidak lupa Via mengabadikan moment tersebut.



Via sungguh terkagum dengan bangunan kerajaan Rajpur yang membangun danau Man Sagar untuk membantu kaum Dalit. Dimana kaum Dalit adalah kaum yang di haramkan. Selain itu Erick dan Via berkesempatan melihat kolam raja Rajpur yang terkenal indah nya.



Selesai melihat Jal Mahal Via dan Erick melakukan photoshot untuk kenang-kenangan. Sang photographer pun siap mengabadikan moment dimana Via dan Erick.



Benar-benar seperti photo pre wedding, pose Erick dan Via menuai kekesalan sang photographer yang hanya sebatas begitu saja. Lanjut dari Jal Mahal Palace Via dan Erick di bawa ke Hawa Mahal. Disana Via dan Erick tidak banyak melakukan photoshot.



Karena hari semakin sore akhirnya Erick dan Via menyudahi seharian berpetualangan bersama. Lalu kembali ke hotel untuk beristirahat dan menyegarkan diri untuk esok hari.


°


°


°


°

__ADS_1


Yuuuuuhuuu comment ceritanya dan Like ceritanya, Terus vote dan love buat novelnya yah biar semakin semangat Author nya mengejsr ketinggalan cerita. Jangan lupa mampir di cerita Hotelier karena nyambung sama disini. Terima kasih.


__ADS_2