Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Tous les Jours


__ADS_3

Perjalanan dari winter offroad membuat para bapack - bapack ini semua kelelahan dalam perjalanan. Di karenakan situasi cuaca yang tidak memungkinkan juga, jauh dari dari perkiraan.


"Genks, gue balik dulu yah!" Teriak Erick yang menyapa semuanya.


"Bye, Rick! Hati - hati yak di jalan. Kalau jatoh tolong update di group. Nanti kita tolongin ..." Teriak pria berbadan gempal dari arah belakang Erick.


Tangan Erick hanya melambaikan perpisahan saja, dengan muka berseri - seri Erick kembali ke rumah. Tidak sabar akan bertemu dengan si kembar dan Via. Perjalanan kembali ke rumah menghabiskan 3 jam perjalanan karena jalanan di London sangat licin.


"Aku pulang..." Teriak Erick dan langsung Via lempar pakai handuk ke muka Erick.


"Mandi, baru kamu bisa meluk kita semua." Kata Via setelah melempar handuk dan berjalan menyiapkan makanan.


Muka senang Erick berubah kusut karena kebiasaan Via ini. Sementara Via menyiapkan makanan untuk Erick, si kembar lagi asik terlelap karena kenyang habis di berikan susu oleh sang bunda. Seperti biasa Via menyiapkan makanan kesukaan Erick dan tidak lupa memberikan vitamin.


"Sayang... Baju aku kamu taro mana, yang biasa aku pakai?" Teriak Erick mencari bajunya.


"Nyari pakai mata, jangan kebiasaan pake mulut." Balas Via yang mengambil pakaian yang di maksud sama Erick.


Mata Erick terbelalak karena dengan mudah Via menemukan apa yang Erick maksud. Setelah beres berpakaian Erick dan Via menuju meja makan. Lalu seperti anjuran Prof. Daniel Denham, Erick pun mulai melakukan nya.


"Terima kasih sayang, untuk makanan nya. Besok gantian kita atau kamu mau me time?" Kata Erick yang ikut menanyakan apa yang Via inginkan.


"Aku mau me time, boleh? Tapi anak - anak kasih mama mu ajah. Daripada aku stress!" Jawab Via yang langsung tepat sasaran.


Senyuman miris di tersungging dari bibir Erick hingga akhir nya Via mengeluarkan menu dessert kesukaan Erick.


"Murah yah aku, di sogok oleh bread butter pudding langsung senyum lagi." Sindir Erick dan dengan cepat Via memeluk Erick.


"Terima kasih yah sayang, buat waktu yang kamu berikan." Kata Via dengan memberikan ciuman di pipi Erick.


...----------------...


Sementara genk bapack - bapack lain nya masih dalam perjalanan menuju rumah. Jerias, Dickson, Gerry berjuang melawan salju. Hati Claudia, Widia, dan Dyandra benar - benar khawatir karena hujan salju sudah mulai agak lebat.


2 jam berlalu....


"Aku pulaaaang...." Teriak Gerry dan Claudia langsung datang memeluk Gerry dengan erat.


"Oweeek ... Owek ..." Tangisan Cia memecah keheningan.


"Mandi dulu, baru pegang anak mu." Kata Claudia yang menarik baju Gerry saat badan Gerry mulai menuju ke kamar Cia.


Selesai mandi, Cia menghampiri sang papah.


"Pah ... Pah..." Panggil sang anak yang sedang belajar berbicara.

__ADS_1


"Tunggu.. Tungguuuuu... Papah belum sempet rekam..." Teriak Gerry yang mengambil cepat telephone seluler nya namun sudah kehilangan moment.


Gerry melihat Claudia dan muka Claudia pun hanya memberikan senyuman. Karena Claudia selama Gerry pergi sudah mendengar anak nya memanggil Claudia dengan panggilan mamah.


"Ahk, sayang kamu dengar gak si Cia manggil aku papah?" Teriak Gerry dan membuat Claudia tertawa.


"Sayang, denger nggak kalau Cia bisa sebut aku papah." Rengek Gerry yang membuat Claudia akhirnya tidak kuasa menahan ketawa.


"Hahahahahahaha, sayang. Itu sudah aku dengar terlebih dahulu ketika kamu lagi bersama dengan teman - teman mu." Ledek Claudia yang menyiapkan makanan untuk Gerry.


Sementara Gerry berusaha mengajak Cia untuk mengulang memanggil Gerry dengan kata papah.


...----------------...


Seperti hal nya Erick, Jerias pun menempuh 2,5 jam untuk sampai ke apartment nya bersama dengan Widia juga buah hati mereka Jevanya Novia Kasich.


"Daddy pulang, Anya sayang!" Teriak Jerias yang menggelegar keseluruh ruangan dan menbuat Widia langsung mengeluarkan taring nya.


"Eh, anak kita baru tidur! Tak culek mata mu nanti." Balas Widia yang emosi mendengar suara Jerias tadi.


Dengan muka bersalah Jerias langsung menuju kamar mandi dan bersih - bersih diri, lalu Widia mempersiapkan makanan kesukaan Jerias.


"Hari ini Anya ngapain ajah? Anya rewel nggak selama aku tinggal?" Rentetan pertanyaan yang membuat Widia emosi.


"Bisa nggak, kamu nanya nya mamah nya Anya dulu?" Sindir Widia yang membuat Jerias tersenyum gemas.


"Anak mu numbuh gigi, dada ku habis dia gigitin saat menyusui." Adu Widia saat ditanya oleh Jerias.


Jerias memeluk Widia dan mengusap kepalanya, sambil membesarkan hati nya Widia dengan ucapan terima kasih.


...----------------...


Di lain tempat Dickson pulang melihat Dyandra sudah tidur dan Dianne juga. Seperti kebanyakan orang Dickson langsung bersih - bersih karena dari luar. Mendengar ada suara dari kamar mandi Dyandra terbangun dan menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk Dickson.


Selesai mandi Dickson mencari Dyandra, setelah menjemur handuk. Dickson menghampiri Dyandra yang duduk menemani Dickson makan.


"Kalau kamu capek, tidur saja. Aku bisa makan sendiri kok." Kata Dickson melihat wajah ngantuk Dyandra.


"Nggak, aku nemenin saja. Karena ini kan tidak setiap hari." Kata Dyandra yang akhirnya ikutan makan untuk menghindar dari rasa kantuk.


Genk bapack - bapack ini yang baru saja menyelesaikan winter offroad. Sudah menrencanakan yang lebih gila lagi nanti saat musim panas.


...----------------...


Pagi hari di kota London dan setelah semalaman hujan salju hebat. Tidak mengurungkan Via menuju ke salon untuk di massage. Via menitipkan si kembar kepada mamah mertua. Sementara Erick di berikan sederet pekerjaan rumah oleh Via.

__ADS_1


Dengan menggunakan transpotasi umum, Via berjalan menuju salon langganan Via.


"Ahk, nikmat nya tidak ada dua nya. Saat bisa menikmati indah nya waktu dengan diri sendiri." Kata Via dalam hati.


"Selamat pagi, Ibu Via." Sapa orang salon yang sudah menunggu Via dari tadi.


"Pagi, terima kasih." Sapa balik Via yang masuk dan duduk manis di dekat receptionis.


"Ibu, ini kain nya. Silahkan ibu berganti pakain terlebih dahulu." Kata pegawai salon yang memberikan kain batik untuk membungkus badan Via.


Rangkaian massage dan SPA hari ini membuat Via relax sekali. Namun kepala nya memikirkan kapal pecah ala stars War. Namun tidak Via sia - siakan kesempatan ini untuk tidak memikirkan apa yang ada di rumah. Sesekali Via mengecheck rumah melalui saluran CCTV.


Well, sekalian mengecheck Shasha dan Ben juga. Via merasakan menjadi Ibu seperti ini, walau dia masih bertanya kenapa mama nya dahulu begitu tidak menginginkan nya?


Setelah selesai dari massages sekarang Via berjalan menuju Books Cafe yang sering Via kunjungi. Dengan memesan segelas susu vanila hangat dan cookies. Lalu Via mengambil buku literature berbahasa perancis.


Duduk di samping jendela membuat Via merasakan kebahagiaan. Tanpa sadar ada sepasang mata yang tidak sengaja melihat Via dengan secara sesama.


"Masih saja suka dengan hal yang sama, hai kamu yang memegang kunci hati ku." Kata orang tersebut.


Via berdiri lalu mengembalikan buku yang sudah habis dibaca dan menggantinya dengan yang lain.


Berdiri cukup lama, lalu Via mengambil buku filosofi Perancis. Lalu kembali duduk lagi dan membaca dengan penuh senyuman.


Waktu tidak terasa sekali berjalan dengan cepat, tidak terasa juga orang yang mengamati Via juga masih menatap nya dalam sendu. Setelah puas menatap nya dan akhirnya seseorang itu berdiri lalu ke meja kasir untuk membayar makanan yang Via makan.


Lalu menuliskan pesan "Tous les Jours mon Tinkerbell"* di kertas dan meminta kasir memberikan kepada Via.


Via akhirnya puas membaca buku dan akhirnya bersiap - siap untuk pulang dan menemui anak - anaknya. Namun ketika ingin membayarnya sang kasir memberikan secarik kertas yang di tulis oleh orang itu. Wajah Via mematung dan membuang kertas tersebut. Di dalam benak nya orang tersebut sudah hilang, dan sekarang datang ingin merusak apa yang Via miliki.


Wajah Via saat sampai di rumah berubah saat melihat kapal Titanic yang Erick lakukan. Dengan hati - hati Via menempatkan apa yang harus di tempatkan. Sementara Erick sedang mandi dan bersiap menonton turnamen mobil balap.


...----------------...


" Jeriaaaaaaasss, taruh handuk di jemuran dan tutup pintunya nanti banyak nyamuk." Teriak Widia dari ruangan atas disaat tangan nya sedang menggendong anak. Sementara dia bisa tau kalau Jerias meletakkan handuk secara sembarangan.


Dengan berat hati dan keterpaksaan Jerias melakukan apa yang di perintahkan oleh Widia sang preman Depok yang berada di kota London, England. Widia mulai dengan gendongan A,B,C,D lalu berusaha menidurkan anak. Namun sang anak semakin rewel dan semakin menjadi membuat kedua belah pihak merasa aman


°


°


°


°

__ADS_1


Terima Kasih telah menunggu cerita ini 🥰


__ADS_2