
Via merapikan semua berkas - berkas kantor nya dan membaginya sesuai jadwalnya. Sehingga orang yang akan menggantikan dirinya tidak akan kesusahan dalam menemukan berkas - berkas. Darrell yang sangat aneh dengan tingkah Via kali ini melaporkan kepada Erick.
"Halo pak, apakah saya bisa berbicara dengan anda?" Tanya Darrell di ujung telephone seluler nya saat menelphone Erick.
"Boleh, kamu bisa menemui saya di kantor, kebetulan saya masih ada meeting." Jawab Erick yang tiba - tiba bersemangat. Karena tidak biasanya Darrell menelphone Erick terlebih dahulu.
Erick pun menunggu Darrell datang ke kantornya dan duduk manis karena meeting kali ini tiba - tiba dibatalkan oleh beberapa pemimpin diatas. Lagi pula Erick akan mengajukan pensiun di tahun depan. Saat usia nya genap 55 tahun dan pas juga sesuai persyaratan pekerja di sebuah perusahaan.
Erick mendapatkan penghargaan sebagai pekerja non-American yang bekerja 29 tahun dengan Disney World Resort. Posisi terakhir Erick adalah General Manager untuk seluruh Disney World Resort di dunia.
Kurang lebih satu jam Erick menunggu Darell dan akhirnya datang juga. Darrell membawa makanan kesukaan Erick lalu memberikan kepada Erick.
"Ini bukan sogokan kan?" Tanya Erick yang to the point terhadap Darrell.
"Bukan, lagi pula ini hanya kebetulan saja." Jawab Darrell dengan wajah datarnya yang mengikuti Via.
"Baik lah. Memang ada apa yang membuat mu seperti ini?" Tanya Erick yang penasaran dengan Darrell begitu ngotot bertemu dengan Erick kali ini.
Muka Erick menimbulkan keseriusan mendalam saat mendengarkan Darrell bercerita. Bahkan menanyakan siapa Chadala. Erick menangkap ini hanya guyonan. Tetapi setiap perubahan Via itu seperti hal yang wajar pada umum nya.
"Ahk, mungkin hanya perilaku perubahan normal. Karena kondisi Via pernah mati suri bahkan dokter pun pernah bilang. Secara prilaku akan sedikit berubah." Kata Erick menutup pembicaraan dengan Darrell.
"Yah, saya hanya menganalisa kegiatan ibu selama 2 pekan ini dan ditambah setelah kepulangan nya dari South Korea." Kata Darrell yang membuat Erick sedikit merenung kebenaran nya.
Erick pun mencari tahu siapa Chadala lewat Gerry, namun Gerry tidak mengenalnya. Ketika Erick menanyakan kepaada Widia dan lagi - lagi Erick tidak menemukan clue siapa Chadala. Gerry dan Widia lupa mengenai Chadala.
Hingga Via menatap langit di bulan Agustus dan tersenyum. Erick melihat Via yang duduk sambil membaca buku seperti biasa lalu memeluk dengan hangat.
"Sebentar lagi Dickson ulang tahun, aku ingin memberikan kejutan untuk dia." Kata Erick dan disertai anggukan dari Via.
"Aku akan masak seperti biasanya. Kamu ada pesanan khusus kah?" Tanya Via pada KiPad nya dan Erick menatap teduh nya kali ini mata Via.
"Aku mau pesta barbeque di rumah, dekorasi nya aku minta elegant boleh?" Kata Erick yang melakukan permintaan khusus.
Setelah bernegosiasi dengan Via hari ini yang membuat Erick lelah dan tidak berdaya. Via akhirnya menyerah karena Erick meminta nya dengan sangat - sangat tulus. Via pun mulai menyiapkan semua nya bahkan dekorasinya. Via menaruh banyak lampu dan bunga putih.
__ADS_1
"Selesai juga, sekarang waktunya berbersih diri. Dan menemui anak- anak lalu Erick." Kata Via dalam hati dan menyelesaikan semuanya.
Via melihat Erick yang duduk di ruang kerja nya lalu Via mendekat dan sedikit menggoda Erick. Godaan yang diluncurkan Via ternyata membuat Erick kehilangan kendali. Hubungan suami istri terjadi sangat hot dan lain dari pada yang lain. Kali ini Erick bermain sangat liar se liar nya.
Setelah permainan tersebut Erick mengecup bibir Via dan lalu membersihkan diri secara bersama - sama. Setelah bersih mereka berdua tersenyum dan terlelap....
Ketika pagi hari Erick melihat Via yang masih tertidur akhirnya berjalan pelan - pelan keluar. Agar tidak mengganggu Via yang sedang tertidur. Semesta kali ini berbeda, Chadala menjerit histeris karena Via sudah tiada.
Erick yang merasa aneh dengan Via yang belum bangun tidur akhirnya membangunkan nya dengan mengecup bibir nya agar terbangun. Namun berkali - kali Erick mencium bibir nya Via tapi tidak ada respon sama sekali.
"Viiii, bangun... Viiiii banguuuuunnnn...." Teriak Erick dan membuat Ben lalu Shasha terkaget atas teriakan Erick. Ben mengangkat Via dan disusul oleh Erick dan Shasha. Sesampainya di Rumah sakit Via dilarikan ke IGD, semua alat dikeluarkan.
Wajah para dokter dan suster menegang, Via tidak memberikan respon dan akhirnya dipakai alat pengejut jantung.
"Naikan mesin pengejutnya, tambah dayanya" Teriak dokter umum yang merawat Via.
"Dok, tanda vital nya tidak ada sama sekali." Teriak suster memberi tahukan.
"Tambah lagi, kita mulai. 1, 2, 3" Teriak dokter itu berulang - ulang kali.
Segenap tenaga dokter berusaha, tanda vital dari tubuh Via tidak menunjukan pergerakan sama sekali. Akhirnya dokter mengumumkan waktu kematian Via.
Semua kehilangan Via bahkan banyak bunga yang ditaruh di depan rumah Via. Bahkan termasuk anak yang melakukan penyerangan terhadap Via. Erick dan Shasha begitu terpukul akan kepergian Via kali ini. Chadala pun menangis ketika melihat Via dalam peti mati tersebut.
Widia merasakan hal aneh, seperti mengenal wanita paruh baya itu. Dengan penasaran Widia mendekat kan wajahnya. Benar saja Widia kaget melihat wanita tua tersebut dan langsung memeluk nya.
"Kamu kemana ajah Chadala? Via sudah pergi, kali ini kami semua lengah." Isak Widia yang masih memeluk Chadala.
"Tidak ku kira dia secepat ini pergi, bahkan terakhir ketemu Via. Dia masih tersenyum manis pada ku di airport." Kata Chadala yang membuat Widia berhenti menangis.
"Kamu bertemu Via dimana?" Tanya Widia sembari mengelap wajah nya dan membawa Chadala ke ruangan dalam.
"Aku bertemu nya 3 minggu lalu. Saat Dia pulang dari South Korea." Jawab Chadala yang berusaha untuk tidak menangis.
"Kenapa kamu tidak kasih tau saya?" Jerit Widia membuat seisi ruangan melihat padanya.
__ADS_1
Gerry mendekat ke Widia lalu kaget melihat Chadala yang duduk menatap Widia dengan kesedihan mendalam. Karena melihat Chadala Gerry pun menangis akhirnya, air mata nya turun juga akibat tidak kuasa menahan tangis nya.
"Kali ini Via benar - benar pergi. Chadala"Kata Gerry yang memeluk Chadala.
"El-Diablo sudah kembali ke alam nya, kita harus rela." Jawab Chadala yang membuat Widia dan Gerry semakin histeris.
Claudia, Jerias dan Dyandra penasaran kenapa Gerry dan Widia di pojokan ruangan dan mereka histeris dengan wanita paruh baya tersebut. Claudia bersama dengan Jerias akhirnya mendekat dan melihat Chadala.
"Chadala?" Teriak Claudia lalu membuat Jerias dan Dyandra. Claudia menangis sejadi - jadi nya ketika bertemu dengan Chadala.
"Kalian harus bisa kuat, kalian harus jaga Erick." Perintah Chadala saat selesai penutupan peti mati Via. Semua tidak ada yang menyangka kali ini Via tidak bisa lolos dari maut.
Duka mendalam menyelimuti orang - orang yang mengenal Via. Sesuai dengan permintaan Via saat terdahulu. Ketika Via meninggal harus di kubur sebelah Thata. Semua keluarga besar akhirnya kembali ke Indonesia setelah 26 tahun tidak pernah balik. Khusus nya keluarga Via dan Erick beserta anak - anak.
Ben melihat tanah kelahiran bunda nya dan keluarga nya. Shasha yang masih terpukul dengan kepergian Via lebih banyak diam. Semua berharap ini mimpi dan saat mereka terbangun Via masih ada.
"Rick, ayo makan. Gue dah beliin bubur kesukaan elu." Ajak Gerry saat melihat Erick banyak melamun.
"Gue kenyang Ger, pengen balik ajah ke kamar." Kata Erick yang masih berduka dengan kepergian Via.
Didalam kesunyian Erick menangis sambil memeluk bantal. Air matanya mengalir deras membuat nya kecapekan dan tidur. Erick bermimpi Via bersama dengan teman nya.
"Rick, kamu harus kuat. Aku akan disamping mu, aku juga menunggu hingga semesta memanggil mu pulang." Kata Via yang wajah nya begitu bahagia dan berjalan kearah terus kedepan hingga menghilang punggung nya.
Wajah Erick tampak sembab dan tidak karuan pada tampang nya tersebut. Acara doa hari ke 7 setelah Via di makamkan. Orang - orang masih banyak berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Bahkan Erick pun menjadi bahan pembicaraan topik yang paling banyak di cari oleh orang - orang.
Kondisi Erick semakin memburuk dengan kurang nya makanan hingga akhirnya Ben dan Shasha memutuskan untuk dokter merawat Erick. Lee Ji Ah datang ke acara setelah 14 hari kematian Via.
Sesuai permintaan Via agar bisa terselesaikan dengan baik. Pertama - tama Ji Ah membuka surat wasiat yang Via buat yang berkekuatan hukum untuk membagi harta gono gini kepada Ben dan Shasha. Lalu dilanjutkan kepada pembagian perusahaan bahwa saham Via akan diberikan kepada Ben. Sementara Shasha sudah tidak perduli dengan wasiat yang Via buat. Lalu melipir pergi dan kembali menangis.
°
°
°
__ADS_1
°
Like, comments, Share dan Vote yah temen - temen online.