
Setelah membeli keperluan untuk membuat kue di Batch selanjutnya. Lalu Via juga memantau pengiriman alat - alat baking yang Via beli di Bern. Rombongan sirkus pada kelelahan belanja.
"Duth, abis ini elu mau ngapain?" Tanya Widia saat melihat Via yang masih sibuk mencheck list barang - barang yang dibeli.
"Aku habis ini bikin pesenan nya Fifi. Terus bikin pesenan orang - orang kantor." Jawab Via yang masih Fokus dengan check list an nya dia.
"Elu kenapa nggak buka toko ajah sih?" Tanya Gerry saat ngambil barang belanjaan nya Via.
"Kalau punya toko lebih ribet. Mikirnya banyak dan pasti mahal." Kata Via yang menatap Gerry dari belakang saat membawa barang - barang.
"Yah, kan bisa dihitung profit nya duth." Bales Gerry yang gak habis pikir sama pola pikir nya Via.
"Justru Via masih harus belajar Gerr. Nah, kalau nggak ada pesanan Via bisa kursus, jadi kualitas kue Via meningkat." Kata Via yang duduk di mobil setelah selesai belanja.
Rombongan sirkus pun akhirnya menyerah jika ngobrol sama Via. Selain bisa masak, Via juga bisa bikin kerajinan tangan, dan bermain piano serta biola. Jangan tanya olah raga? Via tidak bisa berenang karena phobia kedalaman.
Setelah 2 jam Bern ke Geneva akhirnya Via meng unboxing barang - barang. Dan rombongan sirkus bersantai diruangan tamu yang bernuansa pink. Maklumi saja Via penyuka warna itu.
"Ger, kita pulang tenyata abis Fifi. Kamu mau pesan oleh - oleh nggak buat di kantor?" Kata Claudia yang memberikan Email kantor ke Gerry.
"Bikin hampers ajah sama si Via. Nggak usah beli - beli." Jawab Gerry yang males ngelihat email kantor.
"Bilang ajah elu pelit, geroooong." Kata Widia yang mendengar obrolan itu.
"Gue bukan pelit tapi realistis cuy, gila apa u?" Bales Gerry yang akhir nya berdiri ketika mencium bau Harum dari arah dapur.
Wangi adonan dengan dipakaikan butter membuat rombongan sirkus memdekat ke dapur. Melihat rombongan sirkus mendekat Via pun berteriak.
"Pergi kagak? Via ga suka digangguin kalian. Bisa kagak beres - beres ini ngadon kue." Omel nya ke rombongan sirkus. Seketika rombongan sirkus langsung kembali ke tempat asalnya.
2 jam berlalu, beberapa kue kering sudah jadi. dan mulai di dinginin sama Via lalu mulai mempersiapkan wadah yang cantik untuk pengemasan nya.
Seharian membuat kue kering yang dipesan oleh Becca, Fifi, dan Mia dan tambahan Gerry. Membuat Via sedikit kewalahan, dan sedikit bernafas lega.
"Woooohooo akhir nya jadi juga, setelah beberes. Via nyari bubble warp yah." Kata Via ke kue kue kering yang sudah manis dia packing kedalam toples - toples cantik.
"Via? Sehat?" Ledek Widia yang heran melihat Via bicara sama kue kue kering.
"Bawel, ngga usah komen kalau ngerusuh." Jawab Via yang mulai ngambek.
Ting tooooong.... Tingggg Toooooongggg
Suara bell yang kasar dibunyiin, dan membuat heran semua orang yang ada di dalam ruangan.
__ADS_1
Tiiingggg tooongggg tinnng toooongggg ting..
Belum berbunyi lagi Via membuka pintu dan ada pria bertubuh besar masuk dengan buas.
Lalu menarik tangan Widia dengan kasar,
"Apa - apaan ini! Manusia ngga punya otak!" Jerit Via. Romi dengan cepat memukul Via yang berdiri di depan mukanya Romi. Sementara Claudia menggedor - gedor kamar mandi karena Gerry sedang mandi.
Sementara Via masih menarik tangan Widia yang di seret keluar sama Romi. Dengan sekuat tenaga Via teriak sehingga security datang. Gerry yang keluar dari kamar mandi lalu buru - buru ganti baju nya. Fifi dan Claudia tidak hentinya teriak dan nangis.
Via dengan sedikit oleng berdiri dan hidung keluar darah(jelas keluar darah badan monster mukul boneka barbie). Via berdiri dengan tatapan membunuh yang semua orang terdiam. Via mengambil batang pentungan security dan berjalan menuju Romi. Orang - orang yang ada disekitar akhirnya minggir karena melihat muka Via seperti haus akan darah.
"Lepasin atau tongkat ini nyangkut di tenggorokan elu!" Teriak Via dengan lantang.
"Boneka barbie bisa apa? Jangan Salahin gue kalau nanti biaya perawatan elu mahal." Ejek Romi.
"Lepasin atau tongkat ini nyangkut di tenggorokan elu!" Teriak Via mengulang kata - katanya.
"Mending an mundur ketimbang elu harus masuk rumah sakit." Balas Romi dan masih muka mengejek.
"Lepasin atau tongkat ini nyangkut di tenggorokan elu!" Kata Via masih dengan tatapan pembunuh berdarah dingin, dan haus akan darah.
"Mending elu cuci kakiii.." bales Romi dan belum dia melanjukan kata - katanya tongkat security sudah mengenai tenggorokan Romi dan langsung tumbang jatuh ke lantai.
Tanpa ampun Via menginjak batang leher Romi dengan muka seperti pembunuh.
Melihat seperti itu Widia buru - buru memeluk Via dengan kencang. Gerry pun melihat seperti itu langsung menyelamatkan Romi dengan bantuan security. Dan membawa nya ke dalam kamar Via tidak ada luka memar hanya bekas injekan kaki saja.
"Viaa udaaah, Viiii selesai yah!" Teriak Gerry yang masih megangin Romi.
"Minggir, dia belum minta maaaf dan masih mengejek Via!" Kata Via yang masih seperti tadi.
Gerry akhirnya minggir dan membiarkan Via bertatapan muka dengan Romi.
"Mata ganti mata, nyawa ganti nyawa! Tapi buat saya mata ganti nyawa. Yang kamu perbuat itu jahat." Kata Via ketika berhadapan dengan Romi.
"Gue nggak akan tinggal diam..." Balas Romi yang masih mulut nya penuh darah.
"Karma is ***** bro!" Kata Via yang memasukan alkohol kemulut Romi sehingga Romi mengerang kesakitan akibat ulah Via.
Gerry melihat Via mulai ngga beres, langsung membawa Romi ke petugas security untuk di proses sama kepolisian..
Claudia, Fifi dan Widia shock melihat Via seperti itu. Widia langsung memeluk Via dan berbisik...
__ADS_1
"Via, udah yah. Ini biar kepolisian yang proses.." Bisik Widia sambil memeluk Via dan mengelus punggung nya.
Dan kedengaran lah suara tangisan yang semua sadar Via sudah kembali normal.
"Maafin Via yang nggak bisa bantu malah nyusahin." Bisik Via yang sudah sesegukan.
"Udah beres yah sama Gerry, sudah dibawa yah sama Gerry." Bales Widia.
Kejadian hari ini cukup melelah kan dan berakhir di rumah sakit. Gerry membuat laporan dan biar pihak berwajib menindak lanjuti semua yang ada.
Bahkan Via pun di panggil untuk melengkapi data serta memberikan kesaksian. Via pun memberikan hasil visum Widia juga dan memberikan nomor pengacara kantor untuk membela nya.
Karena di Swiss kasus Via tidak bisa di bilang pemukulan, dan dianggap pembelaan diri ketika mendapat tekanan dari pelaku.
"Ibu Novia Heidy dinyatakan bebas tuntutan terhadap Bapak Romi Sullivan. Sesuai hukum berlaku Bapak Romi dinyatakan bersalah serta dikenakan denda sebesar 1,000,000 Euro. Dan tidak boleh mendekati Ibu Novia Heidy dan Ibu Widia Oktaviana dimana pun. Tertanda Pengadilan international, August - 10, 10" Hakim mengetok palu dan Romi pun diam dan marah - marah terhadap team kuasa hukumnya.
"Kalian bagaimana? Kok bisa dia lolos?" Teriak Romi.
"Pak, Novia Heidy itu pasukan khusus di PBB. Dia kebal hukum dimanapun. Itu pertama dan kedua, semua barang bukti mengarah semua ke Bapak dan memberatkan Bapak." Jelas salah satu team kuasa hukum Romi.
Kejadian ini membuat semua yang mengenal Via terhenyak dan kepo kenapa Via bisa begitu.
"Bisa Taekwondo dari mana duthie?" Tanya Gerry saat makan merayakan kemenangan.
"Hanya kebetulan saja, lagipula keluarin tenaga seperti itu Via bobo bisa tiga hari." Jelas Via dan emang Via tidur seperti orang isi tenaga.
"Jadi ibarat kayak diesel yah duth" Kata Widia yang melemparkan senyum ke Via.
"Udah ahk Via males bahas nya." Kata Via yang menyelesaikan makanan nya.
Kasus putusan sudah selesai, sudah saat nya kembali ke negara masing - masing. Begitu juga Via yang menjalan kan tugas nya sebagai anggota PBB.
°
°
°
°
°
°
__ADS_1
°
Please comment and like yah 🙏🙏🙏