
Mungkin benar jika memendam rasa seperti mau mati. Gerry mulai mengatur hati nya untuk tidak jatuh hati kepada Via, namun apa daya Gerry hanya manusia biasa.
"Sore Pak, apakah bapak yang bernama Gerry Putra Alrasyid?" Kata perempuan berseragam hotel.
"Benar, kamar saya sudah ready kan?" Kata Gerry sembari memberikan ktp nya kepada petugas disana.
"Baik Pak, kamar bapak di lantai 8. Nomor 805. Menghadap laut dan Non-smoking area." Jelas Perempuan yang bertugas hari ini sebagai receptionist.
Gerry mulai terbuai dengan suasana yang menenangkan. Seketika Gerry melihat chat nya yang sudah penuh dengan ucapan. Namun dia tidak menemukan ucapan dari Via.
Drrrrrrrrrttttt.... Drrrrrrrrt...
Getaran pesan BBM mask ternyata tidak digubris oleh Gerry.
Drrrrrrrtttt.... Drrrrrtttt
Via: Gerryyyyyy!
Setelah melihat nama yang masuk, Gerry langsung terbelalak karena nama yang dia tunggu akhirnya datang juga.
Gerry: Yes! Kenapa?
Via: Send IMG_001899
Gerry: Wow, gue nggak dibagi?
Via: Send IMG_001900
Gerry: Males banget lihat muka elu.
Via: Kok gitu sih? Via kan emosi jadinya.
Gerry: Hoax kalau cuma foto.
Via: Nanti kalau Gerry ke Belanda, Via masakin. Okeh...
Gerry hanya tersenyum dengan kelakuan Via yang membuat nya ingin memeluk dirinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Alwen semua sudah beres documentnya?" Kata Willi yang memastikan semua dokumen - dokumen terselesaikan.
"Sudah Pak. Anda bisa Liburan sekarang, saya sudah pesankan ticket pesawat ke swiss." Kata Alwen menjelaskan semua jadwal Willi.
"Jadi aman kan kantor saya tinggal sebulan?" Kata Willi memberikan kode kepada Alwen assistant nya yang terkenal detail.
"Aman lah!" Kata Alwen yang sudah mengabdi kepada keluarga Willi sedari muda.
Willi pun tidak sabar dengan kepergian nya ke Swiss. Kali ini dia akan bertemu dengan pujaan hatinya. Setelah hampir sebulan tidak bisa di hubungi.
__ADS_1
Drrrrrrrrt.... Drrrrrrrrttt....
Willi: Kamu lagi apa princess?
Via: Lagi beresin konsep kerjaan nih
Willi: Have a good day yah.
Via membacanya sedikit heran karena tidak biasa nya Willi seperti itu. Akhirnya Via memaksakan diri untuk berfikir positive.
Perjalanan menuju Geneva, Switzerland ditempuh 18 jam dan sampai lah di hotel Four Seasons yang mempunyai pemandangan langsung ke danau Geneva.
Willi tidak sabar untuk menemui Via dan mengagetkan dia. Lalu dia berjalan menuju dormitory Via yang ternyata tidak jauh dari hotel dimana Willi menginap.
Hanya jalan 10 menit dari hotel nya, Via yang sedang menyiapkan makan malam untuk "Secret Party Dinner", yah nama restaurant rahasia Via. Setiap orang yang ingin mencicipi masakan Indonesia buatan nya harus ikut group BBM dan mendaftar terlebih dahulu. Lalu Via akan menshare menu khusus dari pembuka hingga penutup.
Dibantu oleh Krishna restaurant Via mulai banyak peminat nya. Khususnya kalangan orang - orang eropa yang suka dengan masakan Via. Banyak yang memuji bakat memasak Via yang bisa dibilang ajaib dan jenius.
Kali ini Via mempunyai menu khusus perpaduan Jawa Barat dengan Eropa. Membuat lidah bergoyang, tak disangka antusias kali ini luar biasa. Krishna pun heran dengan sambutan kali ini.
" Via, kalau setiap hari penuh pasti kita akan menjulang popularitas." Kata Krishna sambil menata meja dan piring-piring makanan seperti acara besar.
"Mercy yah Krish, kalau nggak gara - gara kamu aku cuma Kupu - Kupu." kata Via yang berusaha ngelawak.
"Apatuh kupu - kupu?" kata Krishna yang masih heran dengan kata - kata ajaib Via.
Merasa di khianati Willi mendobrak pintu yang tidak terlalu rapat dan memberikan peluang Willi masuk dengan leluasa. Belum Via menjawab Krishna . Willi sudah mengeluarkan kata - kata kasar seperti biasa dengan buasnya.
"Ooooh, jadi pengen cepet-cepet ke Jenewa begini?" Willi melotot membuat Via kaget dan bingung menjawab pertanyaan Willi.
"Ini siapa Via?" Tanya Krishna masih heran dengan kelakuan Willi.
"Siapa? Gue yang harus nya nanya elu siapa?" Kata Willi semakin meninggi emosi dan diluar kendali.
Via yang ada disitu hanya diam mematung karena bingung kenapa Willi ada disana. Sementara Willi terus mencecar Via dan braaaaaaakkkk. Seluruh isi diatas meja dibanting semua oleh Willi yang sudah gelap mata.
"Elu tuh, nggak tahu diri yah Via. Gue harus korbanin seluruh waktu gue untuk kesini. Terus elu selingkuh? Bangke elu.." Kata Willi sambil menunjuk - nunjuk muka Via.
"Viaaaaaa" Teriak Felly dan Via langsung menangis melihat Felly.
"Elu tuh siapa? Bikin rusuh ajah!" Bentak Felly dan Willi makin emosi.
"Eh perempuan gak jelas, justru gue yang harus tanya. Elu bantuin ini cewek selingkuh?" Kata Willi dan tanpa disadari Willi, Krishna merekam semua omongan Willi.
"Elu tuh pasti pacar nya Via? Yang ngilang tanpa kabar?" kata Felly yang mulai mencecar.
"Eh, Willi owner nya Putraland Group. Elu terlalu *Netink." Felly terus membombardir semua pertanyaan Willi. Hingga akhirnya Willi melihat muka Via yang penuh air mata yang ditahan dan menatap benci.
*Nethink\=Negative thinking.
Willi menyesal dengan semua tuduhan yang sudah keluar dari mulutnya hingga membuat Via terluka. Namun Via membereskan kecauan yang Willi perbuat dengan mengganti tanggal "secret party dinner" di hari lain nya melalui BBM group.
__ADS_1
Air mata Via tidak ada habis nya turun. Felly menyuruh Krishna untuk pulang dan Felly pun mengikutinya. Tinggalah Via dan Willi yang masih belum berbicara.
30 menit Via membisu dan membereskan semua barang yang dipecahkan oleh Willi. Hingga akhirnya ;
"Vi, aku minta maaf. Aku nggak tahu kalau kamu...." Kata William dan di balas tatapan dendam oleh Via.
"Harus kah kamu berkata kasar? Harus kah kamu menggunakan kekerasan?" Tanya Via menohok Willi.
"Aku minta maaf banget..." Kata Willi dan masih Via tidak memberi ampun.
"Aku minta putus Will. Aku nggak tahan sama sikap mu." Kata Via secara tiba - tiba.
"Apaaan? Aku minta maaf Via, aku khilaf tadi." Kata Willi dan Via pun minta Willi untuk keluar dan jangan kembali lagi. Dibalik pintu Via menangis sejadi - jadinya karena merasa Willi dan dia emang seharusnya tidak meneruskan kisah percintaan Cinderella.
sementara Willi menuju Bar yang ada didekat sana. Willi merasa seperti orang bodoh dengan apa yang dia lakukan kepada Via yang membuat Via memutuskan kisah cinta mereka.
"Wen, pesankan penerbangan ke Jakarta besok pagi. Gue batal liburan kali ini, dan siapin uang ganti rugi yah." Kata Willi memerintah Alwen untuk menyiapkan semua. Alwen bingung dengan boss nya yang tiba - tiba minta di menyiapkan ticket pesawat dan uang ganti rugi..
"Berasa Jakarta - Bogor, ini Switzerland - Jakarta." Keluh Alwen dalam hatinya yang tetap melakukan perintah boss nya dengan penuh hati-hati.
Via pun menceritakan kejadian ini ke Gerry dan Widia. Mereka mengerti apa yang menjadi permasalahan kali ini, Gerry mendukung keputusan Via. Begitupun Widia yang mendukung Via sama yang lain.
"Vi, semua ada jalan terbaiknya." Widia memberikan semangat kepada teman nya.
"Itulah genks, lebih baik kita masing - masing saja. Daripada kita bersama membuat terluka." Kata Via sembari membicarakan semua ini lewat Skype...
Malam ini penuh kejutan hingga Via harus menghitung kerugian yang ditimbul kan oleh Willi. Menghitung tableware yang Via beli dari keuntungan restaurant rahasia, hingga bahan pangan yang dirusak oleh Willi. Namun dalam hitungan beberapa item dan pergumulan hati.
Sungguh membuat Via semakin mantap meninggalkan Willi yang semakin hari sudah keterlaluan. Yang kemarin - marin masih Via tolerir. Kali ini tidak, sehingga keluar juga kata - kata putus jalinan kasih.
Namun di pagi hari, buru- buru Krishna menghampiri Via yang masih merapikan sisa - sisa perkara tadi malam.
Dengan senyum yang membuat para wanita bertekuk lutut. Krishna membantu Via yang masih sibuk. Lalu melihat beberapa tumpukan belanjaan pasar yang ada didepan kamar dormitory nya dia.
"Aku bantuin yah?" Kata Krishna yang mengangkat box - box sayur itu.
"Thank you yah Krish. Jadi nggak enak kamu kan pelanggan." Kata Via yang masih memilih barang- barang bisa di daur ulang, tidak dan plastic.
Sesuai dengan aturan daripada pemerintah Geneva. Makanya tidak heran Geneva menjadi Kota yang paling bersih.
"No problem kok. Kamu sendiri?" Krishna menanyakan penuh hati - hati.
"Aku okay kok. Yang nggak okay dompetnya. Hehe he" Kata Via berusaha melucu.
Seperti biasa Wili ketika sedang menghadapi masalah hanya diam dan tidak menyelesaikan masalah. Dia hanya berfikir dengan uang ganti rugi menyelesaikan masalah.
"Please comment dan like juga"
Next:
Willi semakin kacau dengan kehidupan nya setelah Via memutuskan kisah cintanya. Mendengar Via putus Yudha mengambil ini sebagai kesempatan untuk menaklukan Via yang menjadi idaman Yudha sejak skripsi.
__ADS_1